Pages

Search This Blog

Thursday, April 2, 2026

Kuliah S1 Lagi? Sampai Pilih Jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

 Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Apakah kalian masih semangat untuk belajar atau mempelejari sesuatu? Pastinya kalau yang sudah bekerja dan udah di usia kepala 3 kayak gue ini mungkin rasanya udah agak malas atau mager buat belajar lagi ya.. Tenang.. Itu yang kita rasakan karena pasti kita sudah punya fokus tersendiri dalam hidup kita. Nah kalau gue, gue belum lama ini memutuskan untuk kembali berkuliah. Ya, kalian gak salah lihat atau denger kok. Yang uniknya, gue kembali kuliah di jurusan S1. What? ‘Padahal kan lo udah S1 dan lulus S2 lagi ya’, ‘kenapa gak kuliah lanjut S3?’ Sabar.. Sabar.. Akan gue certain kisahnya ke kalian dan pada akhirnya gue memilih satu kampus swasta di Jakarta bernama Universitas Siber Asia atau yang bisa dikenal juga dengan UNSIA. So, let’s check the story..

 

Kilas Balik Pertama Kali Kuliah S1

Semuanya itu pasti beralasan dan ada landasan awal kenapa kita melakukan sesuatu ya guys. Nah gue ini memang sudah lulus S1 dan S2. Dulu gue lulus S1 di jurusan Sastra Inggris di Universitas Bunda Mulia, lalu melanjutkan kuliah S2 gue di jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Persada Indonesia Y.A.I. Dari sini, mungkin kalian bisa lihat kalau antara S1 dan S2 gue itu enggak linear. Ya.. Meskipun ada sedikit hal yang mata kuliahnya sedikit linear, tapi tetap dalam pandangan ilmu ini udah hal yang berbeda ya.

Dari awal kuliah sendiri, awalnya gue itu pengen masuk ke jurusan Hubungan Internasional atau HI. Namun karena adanya keterbatasan biaya dimana ortu gue harus membagi biaya pendidikan antara untuk gue kuliah dan adek gue sekolah, maka gue mengalah untuk tidak mengambil kuliah di jurusan itu.

Selanjutnya, gue pun mencoba untuk mencari kampus lain dan waktu itu sekolah gue kedatangan tim marketing dari Universitas Bunda Mulia (UBM) yang memperkenalkan kampusnya. Awalnya, gue ya biasa aja dan anggep tim marketingnya ini cuma sebagai referensi. Setelah beberapa minggu, sekolah gue pun diundang untuk datang ke kampus UBM (a.k.a campus tour). Dan yaa.. Setelah gue datang ke kampus ini, gue pun merasa kayaknya ini kampus ok juga buat dipilih.

Sehabis dari kampus ini, gue pun bilang sama ortu gue kalo gue kayaknya mau kuliah di UBM saja karena gue jujur udah bingung mau pilih kampus mana buat kuliah hahaha.. Dalam perbicangan kita, gue pun berdiskusi soal jurusan apa yang mau gue ambil. Waktu itu pilihan terbesar gue di UBM adalah Sastra Inggris karena bisa dilihat gue dari SD sudah les Bahasa Inggris dan yaa bisa dibilang cukup ada basic disini. Selain itu, pilihan lainnya adalah Ilmu Komunikasi dimana jujur gue awalnya gak tahu ilmu komunikasi itu pelajarin apa. Namun karena dulu gue pikir kalo ilmu komunikasi banyak ngomong dan gue seorang introvert, jadi gue memutuskan pilih Sastra Inggris saja dibanding Ilmu Komunikasi daripada gue nanti kuliah gak sreg kan ya.

Selang beberapa hari, gue sama papa gue datang kembali ke UBM dan gue mendaftar di jurusan Sastra Inggris. And then, the stories continue until I graduated in this major in 2017.


Pekerjaan Banyak di Bidang Ilkom Sampai Lanjut S2 Ilmu Komunikasi

Perjalanan terus belanjut ketika gue berada di dalam lingkup profesional dimana setelah lulus S1 Sastra Inggris gue bekerja. Kalau bisa ditarik sejak 2017 dimana gue pertama kerja, gue sendiri sudah berada di berbagai lingkup kerja sebagai pengalamannya. Mulai dari perusahaan skala kecil, start-up, korporat, sampai di media adalah beberapa contoh  lingkungan kerja yang sudah gue cicipi dalam perjalanan hidup profesional gue.

Menariknya, bisa dikatakan hampir secara keseluruhan bidang gue itu adalah di bidang Ilmu Komunikasi. Untuk bidang Sastra Inggris, bahkan menurut gue hanya sedikit saja yang gue temui di dalam pekerjaan gue. Lah, kok bisa? Gue pun juga sempat bertanya-tanya kenapa hahaha.. Tapi ya, mungkin ini sebuah jalan Tuhan untuk karir gue dan gue tetep mensyukuri itu. Bidang-bidang pekerjaan dalam lingkup Ilmu Komunikasi yang pernah gue kerjakan adalah seperti di dalam lingkup Corporate Communication, Creative di TV, lingkup Digital Marketing dan SEO (Social Media Specialist lebih spesifiknya). Meskipun begitu, menurut gue ada juga lingkup kerja dari pengalaman gue yang seperti penggabungan antara Sastra Inggris dan Ilmu Komunikasi seperti Content Writer dan Copywriter.

Lanjut cerita, karena pengalaman-pengalaman yang kebanyakan di Ilmu Komunikasi dan malah kelamaan gue ngerasa kalo gue ini seperti kayak ‘salah jurusan’ hahaha, akhirnya gue pun memutuskan untuk lanjut studi S2 Ilmu Komunikasi. Untuk bidangnya sendiri, gue mengambil konsentrasi Komunikasi Bisnis & Public Relations di Universitas Persada Indonesia Y.A.I. Kenapa gue mengambil konsentrasi itu? Pada saat gue ngambil S2 itu, gue sendiri sebenernya sambil bekerja sebagai Content Writer di divisi Corporate Communication yang mana kerjaan gue sudah hampir mendekati dengan PR (buat Press Release, buat Company Profile, Branding perusahaan, manajemen krisis komunikasi perusahaan, dsb nya). Jadi karena itu, gue mantapkan untuk lanjut S2 Ilmu Komunikasi karena selain perdalam tentang lingkup ilkom gue dan pas juga lagi sesuai sama kerjaan. Well, Puji Tuhan gue bisa menyelesaikan studi S2 Ilmu Komunikasi dengan tepat waktu, yaitu selama tahun 2 tahun dan wisuda di tahun 2021.

Selepas lulus S2, apa yang gue lakukan? Tentu masih lanjut kerja ya guys. Dan gue beberapa kali kerja di lingkup yang sama seperti yang gue infokan sebelumnya, sampai pernah gue membuat sebuah bisnis kecil-kecilan untuk bidang penulisan konten digital yaitu CopyLingua.id dimana fokusnya itu di Content Writing dan Copywriting. Tentu hal ini jadi semakin tajam dalam pengalaman gue di bidang ilkom.

 

Career Switch Jadi Dosen di bidang English for Digital Communication

Pada tahun 2023, gue di kontak oleh dosen-dosen gue di UBM untuk mengajar. Gue cukup beberapa kali melakukan kontak dengan dosen-dosen gue untuk mengisi kegiatan di prodi gue. Nah salah satu pembicaraan yang dilakukan adalah tentang gue menjadi dosen. Gue pun bilang kalo gue belum pernah mengajar karena fokus gue dari dulu itu adalah di dunia profesional, namun dosen-dosen gue bilang coba dulu saja jalani karena siapa tau ada jalan karir di bagian ini.

Well, gue berpikir sejenak beberapa hari sampai pada akhirnya gue memutuskan untuk mencoba untuk jadi dosen. Di fase 2023 tersebut, gue mencoba dulu untuk jadi Dosen Tidak Tetap karena waktu itu kondisinya gue masih kerja secara full mobile dengan perusahaan asing  sebagai Copywriter. Sampai pada akhirnya di tahun 2024, gue resign dari perusahaan tersebut dan menjalani karir sebagai Dosen Tetap Full Time.

Ngomong-ngomong, gue sendiri merupakan seorang dosen untuk prodi Bahasa Inggris (Sastra Inggris). Nah menariknya, gue itu menghandle beberapa mata kuliah untuk peminatan English for Digital Communication. Bisa dikatakan ini seperti campuran antaran Sastra Inggris dan juga Ilmu Komunikasi. Jadi yaa bisa dibilang masih cukup nyambung sama pengalaman-pengalaman kerja gue maupun S2 gue.

 

Kuliah S1 Lagi, Kegalauan Untuk Pilih Universitas Terbuka

Seiring berjalannya waktu, di tahun 2026 ini adalah sudah mau memasukki tahun ketiga gue bekerja sebagai dosen. Dalam perjalanannya, gue juga baru tau kalau jadi dosen di Indonesia itu sebaiknya memiliki rumpun ilmu yang linear, dalam artian antara S1, S2, sampai S3 itu sama. Nah gue sendiri antara S1 dan S2 saja sudah tidak linear dimana S1 gue itu bergelar S.Hum (Sarjana Humaniora) dan S2 gue itu M.I.Kom (Magister Ilmu Komunikasi).

Selayaknya kalau dilihat dari pendidikan terakhir, gue lebih tepat untuk mengajar di dalam prodi Ilmu Komunikasi dan gue pun mengamini hal tersebut. Gue juga cukup merasa kalau gue memiliki potensi lebih di prodi Ilmu Komunikasi dibandingkan di prodi Sastra Inggris. Karena hal tersebut, gue jadi berpikir “kalau gue mau fokus jadi dosen, seyogianya gue di Ilmu Komunikasi karena dilihat dari pengalaman kerja, minat ilmu maupun latar belakang pendidikan.”

Sebenernya gue bisa saja untuk mengambil S2 Sastra Inggris, tetapi rasanya gue kurang begitu minat ya untuk saat ini fokus di bidang Sastra Inggris karena gue rasa prospek di Ilmu Komunikasi itu lebih besar ya. Sempat galau selama beberapa bulan untuk langkah yang mau gue ambil, sampai pada satu kesimpulan gue yakin buat memilih untuk S1 kembali, yaitu ambil jurusan Ilmu Komunikasi supaya bisa linear sama S2 gue dan semoga kalau gue S3 pun bisa linear di rumpun ilmu ini.

Awalnya gue bingung buat pilih tempat kuliah S1 Ilmu Komunikasi di Jakarta, karena situasi gue yang full time kerja jadi Dosen ini. Ada beberapa pilihan kampus swasta di Jakarta yang udah gue rasa lirik dan pas, tapi sayangnya gak gue pilih karena gue mikirin di biaya sih. Lalu, setelahnya ortu gue saranin ambil Universitas Terbuka (UT) saja, karena fleksibel, terjangkau, dan karena tujuan gue juga untuk melinearkan gelar yang sudah gue dapet.

Namun ada hal yang buat gue galau buat ambil Universitas Terbuka. Gue sering melihat konten-konten di sosial media (khususnya TikTok) mengenai UT sekarang ini yang berbeda dibandingkan dulu. Orang-orang pada bilang bahwa UT sudah tidak se-fleksibel dulu, ujiannya harus on-site, Tutor terkadang tidak responsive, dsbnya. Tentu sebenernya kalau gue pribadi sih ini kembali ke masing-masing yang menjalaninya ya. Tapi informasi-informasi publik tersebut, gue pun akhirnya enggak memilih UT untuk kuliah S1 Ilkom yang akan gue tempuh.

 

Pilih S1 PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

Masih dalam kegalauan gue, lalu tiba-tiba ortu gue infoin gue untuk coba lihat nama kampus UNSIA. Gue pun awalnya bingung itu kampus apa dan dimana ya, karena memang gue pribadi belum pernah dengar nama kampus ini. Ortu gue sendiri taunya dari TikTok dan mereka infoin ke gue kalau kampusnya itu full online kayak UT dan ada S1 Ilmu Komunikasi juga. Selain itu, kampus ini juga udah terakreditasi nasional dan internasional, jadi cukup worth it untuk dicoba.

Karena penasaran, gue akhirnya cobalah cari di Google soal kampus UNSIA ini. Setelah gue cek, UNSIA yang punya kepanjangan dari Universitas Siber Asia ternyata boleh juga nih ya. Dengan uang semester yang masih cukup terjangkau dan bahkan bisa dicicil, gue rasa kayaknya cocok buat jadi pilihan gue lanjut kuliah ya ini.

Singkat cerita, gue akhirnya berdiskusi dengan ortu gue dan juga pasangan gue soal S1 Ilmu Komunikasi di kampus Universitas Siber Asia (UNSIA). Setelah berdiskusi, mereka pun mendukung gue untuk ambil prodi S1 PJJ Komunikasi di UNSIA dan menyemangati gue untuk kuliahnya nanti. Akhirnya, pada akhir Desember 2025 kemarin gue mendaftar di UNSIA dan Puji Tuhan diterima di kampusnya.

Almamater UBM & UNSIA yang gue miliki, tanda dua almamater ini jadi langkah perkuliahan gue.

Untuk perkuliahannya sendiri baru akan dimulai di bulan April 2026 ini, tepatnya di 13 April 2026 nanti. Namun untuk pengenalan dan peresmian penyambutan mahasiswa baru oleh pihak kampus UNSIA akan dilakukan di 11 April 2026 lewat acara bernama Pengenalan Sistem Akademik Universitas Siber Asia (PENSAMAKU).

Well, tentu gue merasa tidak sabar untuk memulai hal yang baru sebagai mahasiswa. Bisa dibilang ini adalah hal yang unik dimana gue dari pagi sampai siang adalah seorang Dosen, tapi dari sore sampai malam akan jadi mahasiswa hahaha.. Mungkin juga ini hal yang sedikit nyeleneh dimana orang sudah S2, terus balik lagi kuliah ke S1. Meskipun begitu, ini merupakan hal yang bagus menurut gue buat pengembangan karir dan prospek kedepannya. Best luck and good luck for me then to start a new chapter..

So, nanti di cerita berikutnya akan gue bagikan kisah lainnya seputar kuliah S1 Ilmu Komunikasi di UNSIA ini ya...

No comments:

Post a Comment

What's New?

Kuliah S1 Lagi? Sampai Pilih Jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

 Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Apakah kalian masih semangat untuk belajar atau mempelejari sesuatu? Pastinya kalau yang sudah bekerj...

Popular Post