Pages

Search This Blog

Showing posts with label kuliah. Show all posts
Showing posts with label kuliah. Show all posts

Thursday, April 2, 2026

Kuliah S1 Lagi? Sampai Pilih Jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

 Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Apakah kalian masih semangat untuk belajar atau mempelejari sesuatu? Pastinya kalau yang sudah bekerja dan udah di usia kepala 3 kayak gue ini mungkin rasanya udah agak malas atau mager buat belajar lagi ya.. Tenang.. Itu yang kita rasakan karena pasti kita sudah punya fokus tersendiri dalam hidup kita. Nah kalau gue, gue belum lama ini memutuskan untuk kembali berkuliah. Ya, kalian gak salah lihat atau denger kok. Yang uniknya, gue kembali kuliah di jurusan S1. What? ‘Padahal kan lo udah S1 dan lulus S2 lagi ya’, ‘kenapa gak kuliah lanjut S3?’ Sabar.. Sabar.. Akan gue certain kisahnya ke kalian dan pada akhirnya gue memilih satu kampus swasta di Jakarta bernama Universitas Siber Asia atau yang bisa dikenal juga dengan UNSIA. So, let’s check the story..

 

Kilas Balik Pertama Kali Kuliah S1

Semuanya itu pasti beralasan dan ada landasan awal kenapa kita melakukan sesuatu ya guys. Nah gue ini memang sudah lulus S1 dan S2. Dulu gue lulus S1 di jurusan Sastra Inggris di Universitas Bunda Mulia, lalu melanjutkan kuliah S2 gue di jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Persada Indonesia Y.A.I. Dari sini, mungkin kalian bisa lihat kalau antara S1 dan S2 gue itu enggak linear. Ya.. Meskipun ada sedikit hal yang mata kuliahnya sedikit linear, tapi tetap dalam pandangan ilmu ini udah hal yang berbeda ya.

Dari awal kuliah sendiri, awalnya gue itu pengen masuk ke jurusan Hubungan Internasional atau HI. Namun karena adanya keterbatasan biaya dimana ortu gue harus membagi biaya pendidikan antara untuk gue kuliah dan adek gue sekolah, maka gue mengalah untuk tidak mengambil kuliah di jurusan itu.

Selanjutnya, gue pun mencoba untuk mencari kampus lain dan waktu itu sekolah gue kedatangan tim marketing dari Universitas Bunda Mulia (UBM) yang memperkenalkan kampusnya. Awalnya, gue ya biasa aja dan anggep tim marketingnya ini cuma sebagai referensi. Setelah beberapa minggu, sekolah gue pun diundang untuk datang ke kampus UBM (a.k.a campus tour). Dan yaa.. Setelah gue datang ke kampus ini, gue pun merasa kayaknya ini kampus ok juga buat dipilih.

Sehabis dari kampus ini, gue pun bilang sama ortu gue kalo gue kayaknya mau kuliah di UBM saja karena gue jujur udah bingung mau pilih kampus mana buat kuliah hahaha.. Dalam perbicangan kita, gue pun berdiskusi soal jurusan apa yang mau gue ambil. Waktu itu pilihan terbesar gue di UBM adalah Sastra Inggris karena bisa dilihat gue dari SD sudah les Bahasa Inggris dan yaa bisa dibilang cukup ada basic disini. Selain itu, pilihan lainnya adalah Ilmu Komunikasi dimana jujur gue awalnya gak tahu ilmu komunikasi itu pelajarin apa. Namun karena dulu gue pikir kalo ilmu komunikasi banyak ngomong dan gue seorang introvert, jadi gue memutuskan pilih Sastra Inggris saja dibanding Ilmu Komunikasi daripada gue nanti kuliah gak sreg kan ya.

Selang beberapa hari, gue sama papa gue datang kembali ke UBM dan gue mendaftar di jurusan Sastra Inggris. And then, the stories continue until I graduated in this major in 2017.


Pekerjaan Banyak di Bidang Ilkom Sampai Lanjut S2 Ilmu Komunikasi

Perjalanan terus belanjut ketika gue berada di dalam lingkup profesional dimana setelah lulus S1 Sastra Inggris gue bekerja. Kalau bisa ditarik sejak 2017 dimana gue pertama kerja, gue sendiri sudah berada di berbagai lingkup kerja sebagai pengalamannya. Mulai dari perusahaan skala kecil, start-up, korporat, sampai di media adalah beberapa contoh  lingkungan kerja yang sudah gue cicipi dalam perjalanan hidup profesional gue.

Menariknya, bisa dikatakan hampir secara keseluruhan bidang gue itu adalah di bidang Ilmu Komunikasi. Untuk bidang Sastra Inggris, bahkan menurut gue hanya sedikit saja yang gue temui di dalam pekerjaan gue. Lah, kok bisa? Gue pun juga sempat bertanya-tanya kenapa hahaha.. Tapi ya, mungkin ini sebuah jalan Tuhan untuk karir gue dan gue tetep mensyukuri itu. Bidang-bidang pekerjaan dalam lingkup Ilmu Komunikasi yang pernah gue kerjakan adalah seperti di dalam lingkup Corporate Communication, Creative di TV, lingkup Digital Marketing dan SEO (Social Media Specialist lebih spesifiknya). Meskipun begitu, menurut gue ada juga lingkup kerja dari pengalaman gue yang seperti penggabungan antara Sastra Inggris dan Ilmu Komunikasi seperti Content Writer dan Copywriter.

Lanjut cerita, karena pengalaman-pengalaman yang kebanyakan di Ilmu Komunikasi dan malah kelamaan gue ngerasa kalo gue ini seperti kayak ‘salah jurusan’ hahaha, akhirnya gue pun memutuskan untuk lanjut studi S2 Ilmu Komunikasi. Untuk bidangnya sendiri, gue mengambil konsentrasi Komunikasi Bisnis & Public Relations di Universitas Persada Indonesia Y.A.I. Kenapa gue mengambil konsentrasi itu? Pada saat gue ngambil S2 itu, gue sendiri sebenernya sambil bekerja sebagai Content Writer di divisi Corporate Communication yang mana kerjaan gue sudah hampir mendekati dengan PR (buat Press Release, buat Company Profile, Branding perusahaan, manajemen krisis komunikasi perusahaan, dsb nya). Jadi karena itu, gue mantapkan untuk lanjut S2 Ilmu Komunikasi karena selain perdalam tentang lingkup ilkom gue dan pas juga lagi sesuai sama kerjaan. Well, Puji Tuhan gue bisa menyelesaikan studi S2 Ilmu Komunikasi dengan tepat waktu, yaitu selama tahun 2 tahun dan wisuda di tahun 2021.

Selepas lulus S2, apa yang gue lakukan? Tentu masih lanjut kerja ya guys. Dan gue beberapa kali kerja di lingkup yang sama seperti yang gue infokan sebelumnya, sampai pernah gue membuat sebuah bisnis kecil-kecilan untuk bidang penulisan konten digital yaitu CopyLingua.id dimana fokusnya itu di Content Writing dan Copywriting. Tentu hal ini jadi semakin tajam dalam pengalaman gue di bidang ilkom.

 

Career Switch Jadi Dosen di bidang English for Digital Communication

Pada tahun 2023, gue di kontak oleh dosen-dosen gue di UBM untuk mengajar. Gue cukup beberapa kali melakukan kontak dengan dosen-dosen gue untuk mengisi kegiatan di prodi gue. Nah salah satu pembicaraan yang dilakukan adalah tentang gue menjadi dosen. Gue pun bilang kalo gue belum pernah mengajar karena fokus gue dari dulu itu adalah di dunia profesional, namun dosen-dosen gue bilang coba dulu saja jalani karena siapa tau ada jalan karir di bagian ini.

Well, gue berpikir sejenak beberapa hari sampai pada akhirnya gue memutuskan untuk mencoba untuk jadi dosen. Di fase 2023 tersebut, gue mencoba dulu untuk jadi Dosen Tidak Tetap karena waktu itu kondisinya gue masih kerja secara full mobile dengan perusahaan asing  sebagai Copywriter. Sampai pada akhirnya di tahun 2024, gue resign dari perusahaan tersebut dan menjalani karir sebagai Dosen Tetap Full Time.

Ngomong-ngomong, gue sendiri merupakan seorang dosen untuk prodi Bahasa Inggris (Sastra Inggris). Nah menariknya, gue itu menghandle beberapa mata kuliah untuk peminatan English for Digital Communication. Bisa dikatakan ini seperti campuran antaran Sastra Inggris dan juga Ilmu Komunikasi. Jadi yaa bisa dibilang masih cukup nyambung sama pengalaman-pengalaman kerja gue maupun S2 gue.

 

Kuliah S1 Lagi, Kegalauan Untuk Pilih Universitas Terbuka

Seiring berjalannya waktu, di tahun 2026 ini adalah sudah mau memasukki tahun ketiga gue bekerja sebagai dosen. Dalam perjalanannya, gue juga baru tau kalau jadi dosen di Indonesia itu sebaiknya memiliki rumpun ilmu yang linear, dalam artian antara S1, S2, sampai S3 itu sama. Nah gue sendiri antara S1 dan S2 saja sudah tidak linear dimana S1 gue itu bergelar S.Hum (Sarjana Humaniora) dan S2 gue itu M.I.Kom (Magister Ilmu Komunikasi).

Selayaknya kalau dilihat dari pendidikan terakhir, gue lebih tepat untuk mengajar di dalam prodi Ilmu Komunikasi dan gue pun mengamini hal tersebut. Gue juga cukup merasa kalau gue memiliki potensi lebih di prodi Ilmu Komunikasi dibandingkan di prodi Sastra Inggris. Karena hal tersebut, gue jadi berpikir “kalau gue mau fokus jadi dosen, seyogianya gue di Ilmu Komunikasi karena dilihat dari pengalaman kerja, minat ilmu maupun latar belakang pendidikan.”

Sebenernya gue bisa saja untuk mengambil S2 Sastra Inggris, tetapi rasanya gue kurang begitu minat ya untuk saat ini fokus di bidang Sastra Inggris karena gue rasa prospek di Ilmu Komunikasi itu lebih besar ya. Sempat galau selama beberapa bulan untuk langkah yang mau gue ambil, sampai pada satu kesimpulan gue yakin buat memilih untuk S1 kembali, yaitu ambil jurusan Ilmu Komunikasi supaya bisa linear sama S2 gue dan semoga kalau gue S3 pun bisa linear di rumpun ilmu ini.

Awalnya gue bingung buat pilih tempat kuliah S1 Ilmu Komunikasi di Jakarta, karena situasi gue yang full time kerja jadi Dosen ini. Ada beberapa pilihan kampus swasta di Jakarta yang udah gue rasa lirik dan pas, tapi sayangnya gak gue pilih karena gue mikirin di biaya sih. Lalu, setelahnya ortu gue saranin ambil Universitas Terbuka (UT) saja, karena fleksibel, terjangkau, dan karena tujuan gue juga untuk melinearkan gelar yang sudah gue dapet.

Namun ada hal yang buat gue galau buat ambil Universitas Terbuka. Gue sering melihat konten-konten di sosial media (khususnya TikTok) mengenai UT sekarang ini yang berbeda dibandingkan dulu. Orang-orang pada bilang bahwa UT sudah tidak se-fleksibel dulu, ujiannya harus on-site, Tutor terkadang tidak responsive, dsbnya. Tentu sebenernya kalau gue pribadi sih ini kembali ke masing-masing yang menjalaninya ya. Tapi informasi-informasi publik tersebut, gue pun akhirnya enggak memilih UT untuk kuliah S1 Ilkom yang akan gue tempuh.

 

Pilih S1 PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

Masih dalam kegalauan gue, lalu tiba-tiba ortu gue infoin gue untuk coba lihat nama kampus UNSIA. Gue pun awalnya bingung itu kampus apa dan dimana ya, karena memang gue pribadi belum pernah dengar nama kampus ini. Ortu gue sendiri taunya dari TikTok dan mereka infoin ke gue kalau kampusnya itu full online kayak UT dan ada S1 Ilmu Komunikasi juga. Selain itu, kampus ini juga udah terakreditasi nasional dan internasional, jadi cukup worth it untuk dicoba.

Karena penasaran, gue akhirnya cobalah cari di Google soal kampus UNSIA ini. Setelah gue cek, UNSIA yang punya kepanjangan dari Universitas Siber Asia ternyata boleh juga nih ya. Dengan uang semester yang masih cukup terjangkau dan bahkan bisa dicicil, gue rasa kayaknya cocok buat jadi pilihan gue lanjut kuliah ya ini.

Singkat cerita, gue akhirnya berdiskusi dengan ortu gue dan juga pasangan gue soal S1 Ilmu Komunikasi di kampus Universitas Siber Asia (UNSIA). Setelah berdiskusi, mereka pun mendukung gue untuk ambil prodi S1 PJJ Komunikasi di UNSIA dan menyemangati gue untuk kuliahnya nanti. Akhirnya, pada akhir Desember 2025 kemarin gue mendaftar di UNSIA dan Puji Tuhan diterima di kampusnya.

Almamater UBM & UNSIA yang gue miliki, tanda dua almamater ini jadi langkah perkuliahan gue.

Untuk perkuliahannya sendiri baru akan dimulai di bulan April 2026 ini, tepatnya di 13 April 2026 nanti. Namun untuk pengenalan dan peresmian penyambutan mahasiswa baru oleh pihak kampus UNSIA akan dilakukan di 11 April 2026 lewat acara bernama Pengenalan Sistem Akademik Universitas Siber Asia (PENSAMAKU).

Well, tentu gue merasa tidak sabar untuk memulai hal yang baru sebagai mahasiswa. Bisa dibilang ini adalah hal yang unik dimana gue dari pagi sampai siang adalah seorang Dosen, tapi dari sore sampai malam akan jadi mahasiswa hahaha.. Mungkin juga ini hal yang sedikit nyeleneh dimana orang sudah S2, terus balik lagi kuliah ke S1. Meskipun begitu, ini merupakan hal yang bagus menurut gue buat pengembangan karir dan prospek kedepannya. Best luck and good luck for me then to start a new chapter..

So, nanti di cerita berikutnya akan gue bagikan kisah lainnya seputar kuliah S1 Ilmu Komunikasi di UNSIA ini ya...

Sunday, August 8, 2021

Achievement Unlocked! Tercapainya Gelar M.I.Kom!

Tidak ada kata-kata yang dapat mengisahkan betapa bahagia serta bersyukurnya gue ketika dapat mencapai suatu titik yang boleh dikatakan membanggakan. Tentunya semua orang pasti merasakan hal yang sama bukan? Dari hal tersebut, tercapainya gelar Magister Ilmu Komunikasi atau M.I.Kom adalah satu dari pencapaian yang telah berhasil dan itulah yang menjadi langkah awal untuk pencapaian-pencapaian lainnya.

 

Proses Yang Panjang Untuk Ikut Sidang Tesis

Untuk mencapai kesuksesan tersebut, ada banyak hal yang harus gue lewati secara bertahap agar dapat mengikuti sidang tesis. Bagi yang belum tahu tentang kisahnya, gue sendiri menjadi mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Persada Indonesia Y.A.I atau yang biasa dikenal dengan sebutan UPI Y.A.I dari tahun 2019 silam.

Ya pada tahun tersebut, gue memberanikan diri untuk mengambil kuliah lanjutan yaitu jenjang Magister (S2) yang mana hal itu bisa dikatakan sebagai salah satu langkah terbesar yang gue lakukan untuk saat ini.

Lantas, langkah apa yang menjadi suatu hal yang besar tersebut? Well, bisa dikatakan gue melanjutkan S2 gue di bidang yang bukan dari jalur ilmu S1 gue. Perlu diketahui bahwa gue S1 gue dulu adalah mengambil jurusan Bahasa dan Budaya Inggris (Sastra Inggris) dari Universitas Bunda Mulia atau yang dikenal sama masyarakat itu UBM.

Meskipun begitu, Puji Tuhan gue dapat menjalankan setiap matkul dengan baik. Gue bersyukur meskipun ada sedikit perbedaan, antara gue S1 dan S2 sekarang masih cukup linear karena sama-sama menitik beratkan komunikasi dalam aspek pelajarannya tersebut. Jadi, bisa dikatakan bahwa kuliah S2 ini bisa menjadi sebuah pelengkap dan penambah wawasan komunikasi gue saat S1 dulu.

Tentunya perbedaan ini cukup menjadi tantangan dimana pelajaran maupun mata kuliah yang diambil pun bisa berbeda dengan apa yang gue pelajarin saat S1 dulu. Namun, syukurnya secara perlahan gue dapat melewatinya 1 per 1.

Saat menempuh kuliah S2 ini, gue mengambil konsentrasi Komunikasi Bisnis dan Public Relation. Sebagai info, jenjang Magister Ilmu Komunikasi di UPI Y.A.I menghadirkan 2 pilihan konsentrasinya yaitu Komunikasi Bisnis dan Public Relations seperti yang gue ambil dan juga ada Komunikasi Politik yang bisa menjadi pilihannya.

Gue mengambil Komunikasi Bisnis sendiri tentunya tidak terlepas dari jenis pekerjaan gue yang diaplikasikan dalam urusan pekerjaan bisnis maupun korporasi setiap harinya jadi peminatan Komunikasi bisnis tersebut adalah yang gue pilih.

Selain matkul, publikasi jurnal internasional menjadi hal yang penting dan jadi salah satu syarat untuk mengikuti sidang tesis di Magister Ilmu Komunikasi UPI YAI. Sempat gue rada bingung dan memikirkan tentang bagaimana untuk publikasinya mengingat publikasi jurnal internasional itu cukup sulit dan memakan waktu yang cukup lama. Namun, bersyukur ketika gue dapat mempublikasikan jurnal internasional bersama dengan Ibu Ilona selaku dosen dan Mas Hafiz lebih cepat di IOSR sebulan sebelum gue sidang tesis. It’s a something that God prepare the way for me!

 

Sidang Tesis Online dan Tercapainya M.I.Kom

Nah untuk sidang tesis gue, lalu bagaimana untuk sidang tersebut? Untuk sidang tesis, bisa dikatakan sidang tesis gue ngeri-ngeri sedap hahaha. Lho, kok bisa bilang begitu? Ya, untuk sidang gue sendiri diuji oleh 3 penguji dan para pengujinya tersebut tentunya berkompeten dan detail di dalam pengetahuannya.

Untuk penguji 1 gue ada Prof Ibnu selaku Dekan FIKOM UPI YAI, penguji 2 ada Ibu Sri Desti selaku pembimbing 1, dan penguji 2 ada Ibu Siti Komsiah selaku penguji ahli. Tentunya para penguji tersebut mengingatkan gue pada sidang S1 gue dulu ketika gue diuji oleh Mrs. Murni, Mr. Alvin, dan Ms. Maria dalan siang skripsi yang mana suasana-nya sangat mirip.

Sempet down karena pengujinya bisa gue katakan cukup sulit, tapi gue harus tetap optimis dan yakin. Hal ini juga didukung oleh kedua dosen pembimbing gue yaitu Ibu Sri Desti dan Pak Sumardi dimana mereka menyatakan untuk ikut saja sidang dan yakin, tidak perlu memikirkan banyak hal agar cepat selesai.

Untuk sidang tesis gue, sidangnya sendiri dilaksanakan pada Senin, 2 Agustus 2021 dan dilaksanakan dengan cara virtual atau online yang diakibatkan oleh situasi pandemi COVID-19. Sidang gue dilaksanakan jam 10:30 pagi. Well, sidang pun dimulai dan ditonton juga oleh mahasiswa/i Magister Ilmu Komunikasi UPI Y.A.I.

Pertanyaan demi pertanyaan gue jawab, dan menurut gue pertanyaan dari Ibu Siti Komsiah cukup detail sehingga gue harus berusaha perlahan-lahan menjawabnya. Lalu ada pertanyaan dari Prof Ibnu yang lebih kepada strategi dalam penelitiannya, dan untuk Ibu Sri Desti sendiri lebih bertanya kepada teknikal penulisannya.

Berjalan hingga pukul setengah 1 siang, Prof Ibnu menyatakan bahwa gue telah lulus sidang tesis. Wow! Gue pun sempat kaget dan tidak percaya jika gue lulus sidang tesis dan bisa menyandang gelar M.I.Kom atau Magister Ilmu Komunikasi secara resmi dalam waktu dekat.

Tentunya setelah sidang tesis, gue pun pertama berdoa sama Tuhan karena berkatNya gue dapat menyelesaikan sidang tesis tersebut. Setelahnya, gue pun mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing gue dan terakhir gue memberikan informasi kelulusan sidang tesis kepada keluarga tercinta.

Setelah mengikuti sidang tesis, gue dinyatakan lulus sidang tesis dan dapat menyandang gelar M.I.Kom dari UPI Y.A.I.

Dengan gelar barunya ini, nama gue pun dapat berubah menjadi Christopher Setiadi, S.Hum., M.I.Kom. yang mana gelar-gelar ini pun bisa menjadi amanah serta menjadi awal dalam mencapai kesuksesan dan mengejar impian-impian yang ada dalam waktu dekat ini.

Monday, July 5, 2021

Publikasi Jurnal Ilmiah Internasional Done, Next is Thesis!

Jika berbicara mengenai perkuliahan S2 atau Magister, keseharian dalam dunia perkuliahannya tidak akan terlepas dari dunia ilmiah, riset, hingga melakukan penelitian-penelitian ilmiah yang berhubungan dengan latar berlakang pengetahuan yang diambilnya. Selain itu, penulisan tugas akhir berbentuk Tesis atau Thesis adalah syarat terakhir dalam melakukan penelitian ilmiah untuk mendapatkan gelar tersebut.

Seperti yang diketahui sebelumnya, gue saat ini sedang mengambil S2 bidang Ilmu Komunikasi di Universitas Persada Indonesia Y.A.I atau yang biasa dikenal juga dengan sebutan UPI Y.A.I. Tentunya untuk menjalankan kuliah lanjutan ini ada banyak tantangan yang harus gue hadapi demi mendapatkan gelar M.I.Kom sebagai gelar yang bisa berguna untuk masa depan kelak.

Nah sebagai salah satu syarat untuk membuat Tesis, kampus gue mengisyaratkan bagi mahasiswa/i magister untuk mempublikasikan jurnal ilmiah dalam skala nasional yang terindeks maupun dalam skala jurnal internasional yang berkompeten. Tentunya pada saat awal gue kuliah, gue rada harap-harap cemas untuk membuat jurnal dan mempublikasikannya tersebut.

Berjalannya waktu, gue beberapa kali berdiskusi dengan dosen-dosen gue di kampus dan bertanya mengenai cara untuk membuat hingga melakukan publikasi dalam jurnalnya tersebut. 1 Dosen, dosen berikutnya, dan dosen-dosen lainnya gue tanyakan agar gue bisa paham bagaimana untuk menyelesaikan salah satu persyaratan untuk Tesis ini sendiri.

Singkat cerita, gue pun mendapatkan kesempatan untuk membuat karya ilmiah jurnal internasional bersama Ibu Ilona sebagai pembimbing. Selain itu, Ibu Ilona juga mengajak teman gue di kelas lainnya untuk bergabung membuat karya ilmiah bersama dan tentunya bisa menekan biaya publikasinya tersebut karena untuk publikasi jurnal internasional memerlukan biaya yang tidak sedikit. Dan akhirnya, gue mengajak mas Hafiz untuk sama-sama membuat jurnalnya tersebut.

Cover jurnal ilmiah yang kami publikasikan di IOSR.

Untuk pembuatan jurnalnya pun gue bisa bilang kami membuat dalam waktu yang cukup cepat mengingat kita harus mengejar tanggal sebelum penerbitan publikasi jurnal yang ditentukan oleh pihak penerbit. Dalam kali ini, kami memilih untuk melakukan publikasi di IOSR (International Organization of Scientific Research). Kami memilih IOSR karena prosesnya yang sedikit lebih mudah dan juga biaya publikasi yang cukup murah, yaitu hanya sebesar 75 USD atau sekitar Rp 1,1 jutaan saja jika dikonversi dalam kurs Rupiah sekarang ini.

Jurnal ilmiah yang kami terbitkan di IOSR ini berjudul The Influence of Word Of Mouth Communication Homecoming for Lebaran 2021 To Community Behavior in Complying With Health Protocol (Survey on Communities in the East Jakarta Region) dan di dalam jurnal ilmiah ini kami menggunakan teori Word of Mouth dengan pendekatan kuantitatif.

Setelah menunggu proses yang dilakukan oleh pihak IOSR, jurnal kami pun telah terbit dalam waktu hingga kurang lebih 5-7 hari proses yang ada. Dengan adanya karya ilmiah jurnal yang telah kami lakukan, tentunya bagi gue dan mas Hafiz sekarang bisa berfokus ke penyelesaian Tesis yang ada. And yup, 1 thing has done and now it’s time to finish the Thesis as soon as possible to get the Master’s Degree!

Jurnal ilmiah yang telah terpublikasikan di IOSR.

Nah bagi kalian yang penasaran dengan jurnal yang kami buat, kalian bisa mengunjungi alamat link berikut ini (link jurnal) agar bagi kalian yang sedang membuat jurnal ilmiah, skripsi, ataupun tesis yang berhubungan dengan dunia ilmu komunikasi bisa mendapatkan ide-ide yang bisa membuat karya pengetahuan kalian menjadi lebih lengkap dan luas.

What's New?

Kuliah S1 Lagi? Sampai Pilih Jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

 Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Apakah kalian masih semangat untuk belajar atau mempelejari sesuatu? Pastinya kalau yang sudah bekerj...

Popular Post