Pages

Search This Blog

Showing posts with label life. Show all posts
Showing posts with label life. Show all posts

Thursday, December 31, 2020

Kaleidoskop 2020: Cerita, Air Mata, dan Harapan

Heioo guys, apa kabar? Tidak terasa kita akan hampir mengakhiri tahun 2020 ini bukan? Ya, dalam hitungan jam saja kita akan memasuki tahun yang baru. Tahun 2021 akan datang dan pastinya akan membuat tahun 2020 akan menjadi sebuah kenangan yang cukup berarti bagi kita semua. Selain itu, tahun 2020 juga memberikan berbagai kisah, cerita, maupun pengalaman yang unik bagi kita semua bukan?

Seiring berjalannya waktu yang ada, mungkin bagi sebagian dari kita menganggap tahun 2020 yang telah berjalan menjadi tahun yang dipenuhi dengan hari-hari yang dipenuhi tantangan akibat adanya wabah pandemi COVID-19. Tentunya wabah pandemi ini dirasakan oleh semua orang dan terkecuali bagi diri gue sendiri.

Untuk tahun 2020 ini, gue pribadi ada banyak cerita-cerita yang telah gue alami sepanjang tahun ini. Selama hampir 365 hari, tentunya ada berbagai cerita yang telah terjadi. Beragam kisah telah dihadapi dan dilewati seiring dengan perjalanan hari dari waktu ke waktu di tahun yang penuh warna ini.

Untuk sedikit bercerita ke belakang, dalam kaleidoskop tahun 2020 ini gue akan menceritakan sedikit tentang apa yang telah dilewati di waktu tahun yang akan berganti sebentar lagi. So, bagaimana untuk sedikit kisah yang ada di sepanjang tahun 2020? Apakah diisi dengan beragam kisah menarik dari waktu yang telah dilewati itu?


Warna-Warni Kisah Yang Dilewati

Menurut gue di tahun 2020 ini, ada berbagai kisah-kisah menarik yang telah dilewati sepanjang harinya. Warni-warni kisah hingga berbagai kejadian telah menghiasi waktu gue di dalam beraktivitas sepanjang hari. Dalam hal ini, kisah-kisah yang ada juga telah membuat diri gue semakin berubah hingga sampai sekarang ini.

Eittss, apakah perubahan yang gue alami tersebut berdampak kepada diri gue sendiri? Jawabannya adalah iya, betul sekali! Berbagai perubahan yang ada telah merubah diri gue yang tentunya ke arah arah yang lebih baik lagi. Dari perjalanan waktu sepanjang tahun 2020 ini, banyak kisah maupun kejadian yang ada telah dilewati dan membuat diri gue semakin kuat untuk menghadapi perjalanan kedepannya.

Warna-warni cerita yang gue rasakan di 365 hari ini telah memberikan sebuah harapan baru yang menguatkan untuk menyonsong hari kedepannya.


Bahagia, Sedih, Haru, Ceria, Jadi Satu

Di tahun ini menurut gue seperti nano-nano. Ada berbagai rasa yang mengiringi gue dalam menjalani hari. Rasa sedih, senang, bahagia, harapan, hingga haru menjadi sebuah rasa yang dirasakan di dalam tahun 2020 dalam 365 hari ini. Seluruh rasa yang muncul menjadi sebuah warna yang bermakna untuk diri gue sendiri.

Berbagai cerita tersebut berasal dari macam-macam kegiatan yang gue alami. Mulai kisah dari persahabatan, keluarga, pekerjaan, pasangan, hingga dari dalam diri gue sendiri adalah beberapa hal yang membuat warna-warni rasa itu ada dan mengiringi aktivitas keseharian yang ada.

Dapat diketahui bahwa di tahun 2020 ini gue bisa dikatakan cukup terdampak akibat adanya wabah pandemi COVID-19 dari segi pekerjaan. Ya, gue terkena dampak dari pandemi ini yang mengakibatkan gue harus terhempas dari perusahaan gue sebelumnya. Rasa menyerah, sedih, dan kecewa menyelimuti perasaan gue. Meskipun begitu, gue berusaha bangkit dan berdoa kepada Tuhan hingga akhirnya bisa bangkit serta bisa mendapatkan pekerjaan kembali. Thank God!

Tak hanya cerita dari pekerjaan, dari segi kuliah pun juga memberikan kisah yang sama. Di tahun ini, gue memasuki semester 3 dimana satu langkah menuju thesis dari kuliah Magister gue. Gue pun bersyukur karena gue bisa menutup semester 2 kemarin dengan nilai yang cukup memuaskan dan bisa menjalani semester 3 dengan baik sampai sekarang ini.

 

Harapan Untuk Tahun Depan

Seiring dengan akan berakhirnya tahun 2020 ini, tentunya setiap kita akan memiliki harapan untuk tahun depan yang disongsong. Mengenai harapan untuk tahun 2021 nanti, harapan gue pun mengiringi agar di tahun 2021 bisa berjalan dengan baik dan penuh diberkahi oleh hal-hal positif yang akan gue lalui.

Harapan gue di tahun 2021 nanti, gue berharap bahwa berkah baik akan datang untuk mengiringi hari-hari yang ada. Rejeki yang lancar, karir yang baik, hingga progress dari jenjang karir sendiri adalah beberapa harapan yang gue inginkan dari segi pekerjaan. Lebih lanjut, dari segi kuliah pun gue memiliki harapan yang cukup besar. Mengingat 2021 gue akan menyelesaikan thesis dan sidang thesis itu sendiri, gue berharap bahwa gue dapat menjalaninya dengan baik hingga bisa mengikuti wisuda secepatnya agar bisa menyandang gelar Magister Ilmu Komunikasi untuk masa depan yang lebih baik.

Harapan lainnya adalah untuk keluarga gue dimana gue berharap kesehatan, kemakmuran, dan juga perlindungan dari Tuhan akan selalu meliputi keluarga gue dimanapun berada. Gue berharap agar gue bisa membuat suatu kebangaan yang berarti sehingga mereka bangga dengan pemberiaan pencapaian yang telah gue berikan.

Selain itu, harapan gue yang juga cukup penting adalah untuk mengenai hubungan gue dengan pasangan. Gue pun menaruh harapan agar hubungan gue bisa berjalan dengan lebih baik, lebih positif, dilingkupi dengan hari yang baik, hingga bisa mencapai goals kita berdua untuk bisa mencapai kebahagiaan bersama.

Last but not least adalah untuk ahrapan bagi diri gue sendiri. Di tahun 2021 yang baru nanti, gue berharap diri gue bisa menjadi lebih baik lagi dan bisa menajdi pribadi yang lebih berkompeten dalam berbagai hal. Selain itu, gue pun berharap agar bias menjadi sosok pribadi yang lebih sabar dan bijaksana agar bisa melewati hari-hari yang ada di tahun yang akan datang tersebut. Keberkahan dalam sisi rezeki, kesehatan, karir, dan semua hal yang positif adalah beberapa bagian yang gue harapkan untuk tahun 2021 yang sebentar lagi akan datang.

So guys, bagaimana dengan kalian? Aapakah kalian sudah melakukan refleksi tentang apa saja yang telah dilakukan dan dirasakan selama tahun 2020 ini? Apakah kalian juga memiliki harapan-harapan terbaik untuk di tahun 2021 nanti? Kiranya semua harapan baik dan juga niat baik yang akan dilakukan bisa memberikan sebuah keberkahan bagi diri sendiri.

Selamat menyongsong tahun baru 2021. Selamat membuka lembaran di tahun yang baru dengan harapan yang baru. God bless and God with us forever.


Friday, September 18, 2020

Indomie Ayam Geprek: Hype Abis! Yang Rasanya Hype

Yo guys, apa kabarnya kalian? Udah cukup beberapa lama gue tidak hadir kembali di Blog kesayangan dan juga tercinta ini. Sudah berapa lama tidak upodate dengan Blog ini? Well, tentunya tidak sampai setahunan yang pastinya hahaha (joking). Well, gue tidak update dengan berbagai konten di Blog ini karena memang cukup sibuk dengan berbagai kegiatan yang ada seperti bekerja dan kuliah salah satunya.

Kemarin ini, gue baru saja menyelesaikan kuliah semester 2 gue yang Puji Tuhan masih bisa mendapatkan nilai yang cukup baik. Gue pun cukup kaget dikarenakan nilainya sendiri tidak terbayangkan oleh gue dengan 4 matkul semuanya A (meskipun ada A-). What?!! Yes, I’m shocked at the moment.

Namun, hasil tersebut adalah sebuah hasil yang didapati dengan gue belajar tekun, sering kumpulin tugas, dan persiapan untuk ujian semacem UTS maupun UAS. Dan yang tak lainnya, doa restu orang tua menjadi salah satu yang penting. Namun dari hal tersebut, ada satu lagi yang menentukan keberhasilan tersebut yaitu makan tidur nongkrong.... BUKAN! Salah satu yang tidak kalah penting adalah berdoa dan berserah sama Tuhan seiring dengan upaya yang kita lakukan dengan belajar dan niatin.

Yaa itulah sedikit cerita tentang apa yang gue lakuin dari waktu kemarin-kemarin ini. Kerja-kuliah-kerja-kuliah menjadi sebuah rutinitas yang tidak bisa lepas dari keseharian gue yang ada pada saat seperti sekarang ini dikala rutinitas yang ada.

 

Mencoba Indomie varian baru

Nah dikala waktu weekend gue ketika menikmati waktu untuk istirahat dikala waktu akhir pekan yang datang, itulah waktu gue untuk menikmati waktu yang ada (meskipun kadang harus update kerjaan dan nugas kuliah).

Biasanya dalam waktu akhir pekan tersebut, biasanya gue melakukan beberapa aktivitas kegiatan. Namun pada saat itu, rasa bosan melanda waktu weekend gue. Bingung ingin melakukan apa, mau ngapain, mau kemana juga bingung karena tanggal tua. Yaa, maklum uang dipake buat nabung dan harus beririt untuk target masa depan nihh hmmm.....

Bingung ingin melakukan apa, bosan juga melanda, secara diam saja di kamar sendirian....

Ditambah, rasa lapar juga melanda. Wah, pake komplit kalo weekend itu ya dan jadi bingung sendiri diri ini harus apa dan makan apa?

Karena ada rasa lapar yang melanda tersebut, tanpa langsung mikir gue ke dapur untuk lihaht-lihat makanan. Siapa tau ada sayur yang bisa dinikmati dikala weekend ini. Alhasil? Sayur sudah abis.. Duh, laper.. laper..

Lewat rasa laper yang melanda tersebut, akhirnya coba-coba ngulis ada stok makanan apa saja yang bisa dinikmati dan juga dikulik untuk meredam rasa lapar di hari weekend ini?

Dari hasil mengulik-ngulik sebentar, akhirnya gue mendapat satu hal. Yes! I got something interesting on my eyes!

Ada INDOMIE! Indomie nya beda!

Dari situ, gue baru inget kalo gue pernah membeli Indomie di salah satu supermarket gitu beberapa waktu yang lalu dan belom dicoba karena waktu kesibukan yang ada. Tanpa pikir waktu yang panjang lagi, langsung saja ambil wajan buat masak Indomie, piring dan juga siapin niatin yang membara karena rasa lapar yang ada.

Btw, varian Indomie ini beda dibandingkan dengan varaian-varian Indomie nya lho! Penasaran Indomie apakah itu? Khusus untuk mielovers, pasti sudah tidak asing dengan varian Indomie yang satu ini!

Ya, Indomie Ayam Geprek (Hype Abis!) hahaha.. Itulah varian Indomie yang baru tersebut dan taglinenya cukup terngiang-ngiang di dalam pikiran gue ketika berkata Indomie Ayam Geprek (Hype Abis!). Indomie ini pastinya berbeda dengan varian Indomie lainnya.

 

Indomie Ayam Geprek: Hype Abis! buat dinikmati

Varian Indomie Ayam Geprek: Hype Abis

Jika dilihat dari segi kemasannya, tentunya varian Indomie ini memiliki warna yang beda. Untuk bentuk tetap sama ya. Warna dari varian Indomie ini berwarna hitam dengan dikelir tulisan “Hype Abis” yang menandakan varian Indomie ini menyasari para kaula muda penikmat mie instan yang ingin sesuatu yang berbeda.

Ok, next! Dari situ, gue coba untuk membuka kemasan dari varian yang baru dari Indomie ini dan mencampurkan bumbu-bumbu yang ada di dalam piring. Oh ya, btw varian untuk Indomie Ayam Geprek ini adalah varian dari mie goreng ya maka tidak perlu kuah untuk dinikmatinya.

Langsung saja memasak Indomie seperti biasa, lalu mencampurkan mie dengan bumbu di piring. Whoalaa! Indomie Ayam Geprek: Hype Abis! siap untuk disantap dikala waktu weekend dan juga meredakan rasa lapa yang melanda. Btw, gue makan dua bungkus Indomie hahaha. Makan satu Indomie terkadang kurang nampolllll dikala laper dan ngidam mie instant hmm....

Ok, it’s time to enjoy this delicious food! Surga dunia dalam Indomie siap menyambut gue yang lapar ini.

Nah, bagaimana untuk review dari varian Indomie ini? Bagaimana untuk teksur mie, bumbu, dan yang lain-lainnya? Wow, sabar... Sabar.. Mari kita kulik satu-satu agar para mielovers menjadi tidak penasaran dengan salah satu varian Indomie yang baru ini.

 

Review dari Indomie Ayam Geprek: Hype Abis!

Setelah menikmati varian Indomie ini, kini saatnya gue mereview varian Indomie terbaru ini. Btw apabila memiliki perbedaan review dengan gue, it’s okay ya. Ini merupakan sebuah review pribadi dan setiap lidah memiliki beda rasa dan juga beda review ya. Please be noted ya...

Karena gue bukan Chef Juna atau Chef Arnold yang culinary expert, jadi ini hanyalah review sederhana ala anak pecinta mie instant amatiran yang mencoba membagikan informasi seputaran varian Indomie yang ada.

Ok, let’s review it. Pertama-tama adalah rasa. Oh ya, varian Indomie Ayam Geprek: Hype Abis ini adalah satu dari varian lainnya yang mengedepankan rasa pedas yang menonjol pada bumbunya. Dari namanya kita bisa mengetahui, ‘Ayam Geprek’. Maka hal ini identik dengan rasa pedas. Untuk bumbunya sendiri, rasanya cukup pedas namun masih dapat ditolerir oleh gue. Rasa pedasnya sendiri tidak sepedas seperti Samyang lho. Rasanya cukup gurih, ditambah dengan toping-toping pelengkapnya membuat rasa menjadi pas.

Yang kedua, tekstur. Tekstur dari varian Indomie terbaru ini sebenarnya cukup sama dengan varian-varian Indomie lainnya pada umunya. Namun, yang berbeda dari teksur dari varian Indomie ini adalah teksturnya yang agak sedikit lebar dan sedikit tebal. Dengan adanya tekstur tersebut, hal ini menambah kenikmatan menikmati varian Indomie terbaru yang katanya Hype Abis ini.

Yang ketiga dalam hal porsi. Untuk yang satu ini, semuanya tentatif dan tergantung dari masing-masing ya. Kal buat gue, 1 porsinya sii kurang cukup ya hahaha! 2 are enough for me. Namun untuk menikmati 1 porsi varian Indomie ini saja juga pas dan cocok untuk dinikmati dikala waktu senggang. So, mau coba 1 atau 2 porsi sendiri juga sama-sama enak untuk menikmati varian Indomie terbaru ini.

 

Kesimpulan

Rasa kenyang didapat, rasa puas dengan rasa yang dinikmati juga didapat. Itulah yang gue dapati ketika menikmati varian Indomie terbaru ini yaitu dengan rasa Ayam Geprek pada varian Hype Abis! Untuk pedas sendiri terasa cukup pas dengan ditambah toping-toping lainnya yang menambah kenikmatan menikmati Indomie ini. Dengan porsi yang cukup dan teksur mie yang pas, varian Indomie Ayam Geprek: Hype Abis! cocok untuk dinikmati dikala perut lapar maupun ingin sebatas cemilan bagi para mielovers saat waktu senggang.

So guys, itulah sedikit review dari varian Indomie yang paling baru ini dan wajib untuk dinikmati bagi para anak muda Indonesia pecinta mie instant. Dengan kata lain dengan tagline Hype Abis, varian Indomie ini memang betul Hype Abis!

Bagaimana, tertarik untuk mencoba varian Indomie yang Hype Abis satu ini? Tertantang dengan rasa pedas yang ada di varian Indomie ini?

Saturday, January 26, 2019

Kisah Menjadi Seorang Insan Media

Tak terasa setahu sudah berjalan. Yup, tak terasa sudah semusim gue terjun dan berkarya menjadi insan media. Banyak kisah suka dan duka yang gue jalani selama menjalani hari-hari itu. Meskipun awalnya berat karena melakukan pekerjaan tersebut adalah hal yang pertama gue lakukan, tapi banyak pelajaran yang gue dapat dari profesi ini lho. Selain itu, yang paling menariknya dan membuat semangat bagi diri sendiri adalah gue bisa bertemu dengan banyak public figure yang dulunya hanya gue bisa lihat mereka di televisi lho.

Itulah seberapa kata yang bisa gue rasakan dalam menjadi seorang Kreatif di media televisi. Tepat di bulan Januari ini juga menjadikan gue sudah setahun menjalani pekerjaan yang dituntut untuk berkarya bagi masyarakat di DAAI TV. Berpikir, menulis, dan berkarya. Itulah 3 hal yang selalu ada dipikiran gue selama setahun belakangan ini sembari menjalani kehidupan.

Lantas, apa saja yang gue lakukan selama setahun ini sebagai insan media? Well, there are so much things that I do! Banyak banget pelajaran baru yang gue dapat dari pekerjaan ini, mengingat pekerjaan ini juga cukup berbeda dengan jurusan gue saat kuliah lho. Gue yang kuliah notabene mengambil jurusan Bahasa dan Budaya Inggris, malah bekerja di bagian yang semustinya dipegang oleh jurusan seperti Ilmu Komunikasi, Jurnalistik, ataupun Broadcasting. Menarik sekali bukan? Tetapi, itulah kesempatan terbaik yang bisa gue dapatkan dan gue mensyukuri itu.

Beberapa aktivitas gue lakukan di pekerjaan sebagai Creative atau Kreatif. Yang pertama-tama sudah pasti menulis skrip untuk Taping atau yang bisa disebut untuk pengambilan gambar. Tentu berbagai ide mulai dari topik, tema, jalan cerita, tokoh, setting, semuanya masuk ke dalam situ. Oh iya, membuat 1 skrip itu sebenrnarnya gampang-gampang susah sih menurut gue. Karena jika otak dan mood sedang tidak sinkron, maka ide pun sulit muncul. Cara yang tepat untuk mendapatkan sebuah ide baru yaitu dengan browsing di internet, diskusi dengan teman kerja, ataupun juga bisa dengan atasan. Kalau kalian suka menulis seperti gue, mungkin menulis skrip seperti ini bisa menjadi hal yang menyenangkan untuk dilakukan lho.

Selanjutnya, menjadi seorang Floor Director. Nahh, bagi kalian suka melihat di televisi dan ada yang bilang “3.. 2.. 1.. Cut!”, itulah orangnya dan gue juga mengerjakan hal tersebut. Sama seperti seorang sutradara, Floor Director atau disingkat FD ini yang mengatur selama proses syuting dan pengambilan gambar berlangsung. Dibantu seorang PD (Production Director) dan Produser, FD juga yang mengarahkan Cameramen dan juga Talent ataupun Host saat syuting berlangsung. Awalnya, gue tidak mengerti menjadi seorang FD itu seperti apa lho. Yang gue tau hanya “3.. 2.. 1.. Cut!”, ataupun “Stand by” hahaha. Tapi seiring berjalannya waktu, gue pun bisa mempelajarinya dengan baik. Tentunya dengan sharing dari temen-temen yang juga kadang menjadi FD saat syuting.

Yang terakhir yaitu Production Assistant atau disingkat PA. Nahh kalau kerjaan seorang PA, dialah yang mengurus beberapa hal seperti menghubungi Host dan Talent, menyiapkan pakaian atau Wardrobe yang akan digunakan dalam syuting, katering, dsb nya. Dan lagi, gue pun juga mengerjakan bagian PA ini. Awalnya, cukup merepotkan juga ya... Menghubungi orang sana-sani, mondar-mandir mengurus segala perintilan, rasanya ingin membagi tubuh ini menjadi beberapa bagian lho! Ya meskipun agak merepotkan di awal, tapi cukup seru juga menjalaninya. Apalagi bagi yang ingin hidup sehat, bisa mencoba bagian ini hehehe. Karena menjadi PA itu kita harus banyak gerak lho.

Yupp, itulah 3 pekerjaan yang gue kerjakan selama menjadi seorang insan media di DAAI TV. Sangat menarik dan juga berkesan. Banyak hal baru yang gue kerjakan disini serta memacu diri gue untuk keluar dari zona nyaman. Gue hanya bisa bersyukur atas segala kebaikan ataupun kesempatan yang dapat gue jalankan hingga sekarang ini. Semoga, berbagai kesempatan yang telah gue dapatkan ini bisa memacu diri gue untuk bisa menjadi lebih baik, lebih maju dan bekal untuk kedepannya! Semangat!

Tuesday, October 16, 2018

Diantara Perasaan Dengan Kejujuran

Pernahkah kalian merasa dikagumi oleh seseorang? Atau mungkin, kalian pernah disukai oleh seseorang yang merupakan teman kalian? Well.. Hal itu merupakan salah satu yang sangat diinginkan oleh semua orang bukan? Gue sendiri pun juga ingin merasakan hal yang sama kok hehehe.. Everybody wants to be loved, right?

Nahh, ngomong-ngomong soal feeling seperti itu, gue sendiripun hanya sekali merasakannya dalam hidup gue so far hehehe.. Itupun gue mengetahuinya secara tidak sengaja oleh pengakuan seseorang yang membuat diri gue pun kage tdan tidak mempercayainya lho! Like, wow! This is the first time that people have a feeling for me! So excited! Eitss.. Eitss.. Tapi kok kenapa gue tidak jadian orang tersebut ya? Well, hal itu dikarenakan orang tersebut sudah mempunyai pasangan. Jadi, ketika ia berkata jujur mengenai perasaan yang cukup lama dipendamnya tersebut, gue pun berterima kasih akan kejujuran dia dan gue juga memberikan nasihat supaya tetap setia dengan pasangannya yang notabene juga teman gue. Hmm.. Meskipun membuat gue galau yang cukup menguras hati, tapi melihat kebahagiaan orang lain juga bukan menjadi hal yang salah bukan?

Itu sedikit cerita mengenai yang sedikit gue rasakan di akhir-akhir ini.. So, how about you guys? Have you ever feel the sama thing just like me? Hmm.. Kalau mungkin merasakan hal yang sama,we are the same way brotha and sista! Buat yang merasakannya, apa yang kalian lakukan? Menerima orang tersebut? Atau menolaknya? Well, jika orang tersebut adalah berstatus single a.k.a jomblo tentu sudah pasti 100% diterima oleh kalian. Tapi, bagaimana jika orang tersebut sudah mempunyai pacar?

Tentu, hal tersebut menjadi pergolakan di dalam hati ya.. Terkadang memang jika kita mempunyai niat demi kepentingan diri kita sendiri, pastinya kita akan menerima orang tersebut meskipun notabene sudah mempunyai pasangan. Tapi di satu sisi jika kita memang ingin melihat suatu kebahagiaan yang bisa mendamaikan jiwa kita, merelakan dan juga melihat dia berbahagia dengan pasangannya bisa menjadi jawaban yang tepat lho. Biar kata ia mengatakan suka, cinta, have a feeling with you, bla.. bla.. and so on, semua itu tidak ada maknanya jika ia mempunyai seorang pasangan lho.

Alih-alih ingin mendapatkan kebahagiaan karena ada seseorang yang menyatakan perasaan kepada kita dan kita terima pernyataan tersebut, tapi ujung-ujungnya yang terjadi adalah konflik antara diri sendiri, teman kita, dan bisa juga dengan orang yang menyatakan perasaan itu. Hmm.. Kalau sudah seperti itu sii yang ada masalah menjadi semakin rumit dan juga pelik ya Friends. Semoga kita tidak berada di dalam situasi macam itu yaa..

Maka dari itu, saran gue adalah bijaklah dengan perasaan dalam diri sendiri. Bijak dalam arti disini adalah paham betul situasi dan kondisi di mana perasaan kita tersebut datang. Misalkan seperti contoh diatas, maka kita harus memahami bahwa kita tidak boleh merebut pasangan orang lho! Biar kata orang yang menyatakan perasaan kepada kita itu sampai bilang sayang banget, suka, care, dsb, tapi tetap saja jika ia dalam suatu hubungan dengan seorang, maka akan lebih bijak jika kita menganggapnya sebuah kejujuran dalam konteks pertemanan saja.

Sekalipun kita juga menyayangi orang tersebut, tetapi kita juga harus ingat bahwa ada juga perasaan orang lain yang juga harus kita jaga. Meskipun tidak bisa bersama dengan orang yang menyatakan perasaannya tersebut ke kita, tetapi mengagumi sebagai teman juga bukanlah sebuah jawaban yang buruk lho. Bahkan, itu merupakan jawaban yang paling tepat karena selain membuat diri kita legowo plus kita juga merasa bahagia karena turut ikut melihat kebahagiaan orang lain.. Bahagia untuk diri saya, diri anda, dan juga untuk semuanya..

Sunday, September 30, 2018

Kenangan Dan Waktu Kehidupan Yang Terus Berjalan



“Terkadang, aku rindu dengan masa itu..” Ya, itulah apa yang dikatakan oleh Browny di dalam hatinya. Sebut saja nama hewan itu adalah Browny. Ia adalah seekor anjing yang cukup pintar, mempunyai daya bersaing yang cukup tinggi, serta memiliki bentuk fisik seperti bulu dan juga tubuh yang membuatnya elok untuk dipandang. Semua apa yang ia dapati dalam dirinya itu tentu tak lepas dari usahanya untuk bisa mencapai seperti itu. Mulai dari belajar dan berlatih dengan giat serta merawat tubuhnya agar sempurna.

Mempunyai kelebihan tersebut tentunya membuat Browny ingin mengetahui seberapa jauh kemampuan dirinya. Setiap perlombaan-pun ia ikuti. Mulai dari perlombaan kepintaran, ketahanan tubuh, hingga lomba seberapa indah bulu yang dimiliki oleh para hewan. Dan ternyata, hasilnya pun tidak sia-sia. Juara 1 sering ia dapati. Pun jika tidak mendapatkan posisi pertama, dirinya bertengger di posisi kedua ataupun ketiga. Kemenangannya tersebut membuatnya memiliki banyak koleksi berbagai piagam penghargaan dan juga medali-medali dari perlombaan tersebut. Alangkah senangnya ia bisa memenangkan serta mengoleksi penghargaan tersebut. Di usia muda, ia bisa merasakan pencapaian tersebut tentu suatu hal yang membanggakan.

Waktu terus berjalan, Browny pun harus melanjutkan hidupnya karena dirinya bertumbuh semakin dewasa. Memang, hidup tak selamanya di atas ataupun tak selamanya kita bisa menikmati waktu yang kita senangi. Ia pun mulai memasukki dunia kerja. Dunia yang keras dan juga penuh dengan persaingan nyata demi sebuah penyambungan kehidupan. Pagi ke pagi hari, sore berlalu ke sore, ia pun menjalani kehidupan pekerjaannya yang berbeda itu. Ia pun baru merasakan ”oh, inilah yang disebut dunia nyata ya,” katanya.

Seketika, ia melihat sebuah foto dimana dirinya terpampang menjuarai perlombaan saat dirinya masih muda. Wajah penuh dengan senyuman serta menjalani hidup dengan nyaman, berbanding terbalik dengan apa yang ia jalani sekarang. Tentu, semua pribadi akan merasakan suatu hal yang menyentuh hati ketika kehidupan yang dijalaninya berbeda dari apa yang sering dilakukan dulu kala. Browny pun hanya bisa duduk tersadar kalau inilah kehidupan. Di mana waktu akan terus berlanjut, dan dirinya hanya bisa duduk termenung sambil ditemani perasaan kenangan di masa lalu yang menjasi satu-satunya hal yang membuat ia tersenyum dikala menjalani kehidupan nyata sekarang hingga seterusnya...

Well, itulah di atas sepenggal cerita tentang Browny, seekor anjing yang dulunya nyaman menjalani kehidupannya serta bisa mendapatkan pencapaian-pencapaian ketika dirinya masih muda. Tapi, keceriaan itu berubah ketika dirinya memasukki dunia nyata seiring berjalannya waktu sehingga Browny yang ceria telah hilang bak ditelan bumi ataupun seperti hilang ditengah jurang yang dalam. Begitulah sedikit cerita bagaimana gue mendeskripsikan gambar tersebut lewat sebuah narasi kata.

Apakah kalian pernah merasakan hal yang sama? Tentu gue pribadipun merasakan hal yang sama. Setahun sudah berlalu dimana gue menyeleasikan dunia perkuliahan gue secara akademis. Di bulan September juga adalah selain gue bertambah usia, tahun lalu gue juga mengumpulkan hardcover dari skripsi gue yang menandakan diri gue siap untuk diwisuda dan menyandang gelar S.Hum (cerita lengkapnya bisa kalian lihat di sini). Setelahnya, diri gue pun berjuang untuk menghadapi dunia nyata.. Dunia dimana kehidupan itu ada dan setiap manusia berkutat di dalamnya..

Gue merasakan sama persis dengan apa yang digambarkan oleh gambar tersebut. Dulu ketika gue masa kuliah, gue sangat menikmati kehidupan gue. Menjalani hidup dengan semangat, senyuman,hanging out with my best friends, ngerjain tugas bareng-bareng, everything what I do is makes my day so colorful. Hingga suatu impian yang dulunya gue cuman berkata di dalam hati, pada akhirnya bisa gue capai yang tentunya gue sendiri kala itu hampir tidak mempercayainya. Menang juara lomba nasional, lomba internal kampus, nama dipajang di kampus, website kampus, hingga di buku wisuda mahasiswa/i UBM, ahh semua hal itu gue rasakan di akhir-akhir masa kuliah gue. Tentunya menjadi sebuah kenangan yang sangat manis dan terlalu berat untuk dilupakan bukan?

Seiring berjalannya waktu, gue pun harus menyadari ketika gue harus memasukki dunia nyata dan juga bersaing di tengah kehidupan orang-orang pada umumnya. Yup! Dunia kerja! Dimana sebuah pelajaran yang sangat berbeda dari apa yang dipelajari di kampus dan juga pelajaran yang akan terus dipelajari hingga hari tua tiba. Pun juga perasaan dimana dulu gue senang menjalani hidup dalam dunia kampus, sekarang harus berjibaku dalam tempaan dunia nyata lewat pekerjaan. Semuanya seperti 2 perasaan yang berbanding terbalik antara satu dengan yang lainnya. Tak bisa dipungkiri, antara hati, pikiran dan juga tubuh pribadi juga bergejolak karena adanya kenyamanan dalam menjalani hidup..

Ya, itulah hidup dan juga waktu. Dua hal dimana yang akan terus berlanjut dan juga berjalan tanpa henti. Meskipun diri merasa sulit untuk melangkah tetapi sulit untuk dilakukan atau bahkan kita ingin berdiam di masa itu, mereka akan tetap menarik kita untuk melangkah bagaimanapun caranya untuk meninggalkan masa tersebut. Bagaimanapun, sebuah kenangan dalam hidup kita pasti akan kita kenang bersamaan dengan berjalannya waktu tersebut yang akan terus menarik kita menjauh dari kenangan yang dibuat.

Last but not least, that is life and time.. Berjalannya mereka, tentu juga mengajarkan kita untuk bersyukur atas apa yang sudah kita lalui dan juga belajar untuk menikmati sebuah kenangan yang lalu. Biar kata waktu dan hidup terus melangkah, sebuah kenangan yang ada dalam diri kita ini akan tetap di dalam hati kita. Satu kata yang bisa diucapkan adalah terima kasih. Terima kasih untuk kenangan yang selalu ada dan juga menemani kita agar kita bisa tersenyum menjalani waktu kehidupan yang terus berjalan perlahan. Meskipun waktu dan juga kehidupan terus berlanjut, tetapi kenangan akan terus ada dan setia berdiam di dalam diri kita...

What's New?

Kuliah S1 Lagi? Sampai Pilih Jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

 Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Apakah kalian masih semangat untuk belajar atau mempelejari sesuatu? Pastinya kalau yang sudah bekerj...

Popular Post