Pages

Search This Blog

Showing posts with label cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita. Show all posts

Thursday, April 2, 2026

Kuliah S1 Lagi? Sampai Pilih Jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

 Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Apakah kalian masih semangat untuk belajar atau mempelejari sesuatu? Pastinya kalau yang sudah bekerja dan udah di usia kepala 3 kayak gue ini mungkin rasanya udah agak malas atau mager buat belajar lagi ya.. Tenang.. Itu yang kita rasakan karena pasti kita sudah punya fokus tersendiri dalam hidup kita. Nah kalau gue, gue belum lama ini memutuskan untuk kembali berkuliah. Ya, kalian gak salah lihat atau denger kok. Yang uniknya, gue kembali kuliah di jurusan S1. What? ‘Padahal kan lo udah S1 dan lulus S2 lagi ya’, ‘kenapa gak kuliah lanjut S3?’ Sabar.. Sabar.. Akan gue certain kisahnya ke kalian dan pada akhirnya gue memilih satu kampus swasta di Jakarta bernama Universitas Siber Asia atau yang bisa dikenal juga dengan UNSIA. So, let’s check the story..

 

Kilas Balik Pertama Kali Kuliah S1

Semuanya itu pasti beralasan dan ada landasan awal kenapa kita melakukan sesuatu ya guys. Nah gue ini memang sudah lulus S1 dan S2. Dulu gue lulus S1 di jurusan Sastra Inggris di Universitas Bunda Mulia, lalu melanjutkan kuliah S2 gue di jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Persada Indonesia Y.A.I. Dari sini, mungkin kalian bisa lihat kalau antara S1 dan S2 gue itu enggak linear. Ya.. Meskipun ada sedikit hal yang mata kuliahnya sedikit linear, tapi tetap dalam pandangan ilmu ini udah hal yang berbeda ya.

Dari awal kuliah sendiri, awalnya gue itu pengen masuk ke jurusan Hubungan Internasional atau HI. Namun karena adanya keterbatasan biaya dimana ortu gue harus membagi biaya pendidikan antara untuk gue kuliah dan adek gue sekolah, maka gue mengalah untuk tidak mengambil kuliah di jurusan itu.

Selanjutnya, gue pun mencoba untuk mencari kampus lain dan waktu itu sekolah gue kedatangan tim marketing dari Universitas Bunda Mulia (UBM) yang memperkenalkan kampusnya. Awalnya, gue ya biasa aja dan anggep tim marketingnya ini cuma sebagai referensi. Setelah beberapa minggu, sekolah gue pun diundang untuk datang ke kampus UBM (a.k.a campus tour). Dan yaa.. Setelah gue datang ke kampus ini, gue pun merasa kayaknya ini kampus ok juga buat dipilih.

Sehabis dari kampus ini, gue pun bilang sama ortu gue kalo gue kayaknya mau kuliah di UBM saja karena gue jujur udah bingung mau pilih kampus mana buat kuliah hahaha.. Dalam perbicangan kita, gue pun berdiskusi soal jurusan apa yang mau gue ambil. Waktu itu pilihan terbesar gue di UBM adalah Sastra Inggris karena bisa dilihat gue dari SD sudah les Bahasa Inggris dan yaa bisa dibilang cukup ada basic disini. Selain itu, pilihan lainnya adalah Ilmu Komunikasi dimana jujur gue awalnya gak tahu ilmu komunikasi itu pelajarin apa. Namun karena dulu gue pikir kalo ilmu komunikasi banyak ngomong dan gue seorang introvert, jadi gue memutuskan pilih Sastra Inggris saja dibanding Ilmu Komunikasi daripada gue nanti kuliah gak sreg kan ya.

Selang beberapa hari, gue sama papa gue datang kembali ke UBM dan gue mendaftar di jurusan Sastra Inggris. And then, the stories continue until I graduated in this major in 2017.


Pekerjaan Banyak di Bidang Ilkom Sampai Lanjut S2 Ilmu Komunikasi

Perjalanan terus belanjut ketika gue berada di dalam lingkup profesional dimana setelah lulus S1 Sastra Inggris gue bekerja. Kalau bisa ditarik sejak 2017 dimana gue pertama kerja, gue sendiri sudah berada di berbagai lingkup kerja sebagai pengalamannya. Mulai dari perusahaan skala kecil, start-up, korporat, sampai di media adalah beberapa contoh  lingkungan kerja yang sudah gue cicipi dalam perjalanan hidup profesional gue.

Menariknya, bisa dikatakan hampir secara keseluruhan bidang gue itu adalah di bidang Ilmu Komunikasi. Untuk bidang Sastra Inggris, bahkan menurut gue hanya sedikit saja yang gue temui di dalam pekerjaan gue. Lah, kok bisa? Gue pun juga sempat bertanya-tanya kenapa hahaha.. Tapi ya, mungkin ini sebuah jalan Tuhan untuk karir gue dan gue tetep mensyukuri itu. Bidang-bidang pekerjaan dalam lingkup Ilmu Komunikasi yang pernah gue kerjakan adalah seperti di dalam lingkup Corporate Communication, Creative di TV, lingkup Digital Marketing dan SEO (Social Media Specialist lebih spesifiknya). Meskipun begitu, menurut gue ada juga lingkup kerja dari pengalaman gue yang seperti penggabungan antara Sastra Inggris dan Ilmu Komunikasi seperti Content Writer dan Copywriter.

Lanjut cerita, karena pengalaman-pengalaman yang kebanyakan di Ilmu Komunikasi dan malah kelamaan gue ngerasa kalo gue ini seperti kayak ‘salah jurusan’ hahaha, akhirnya gue pun memutuskan untuk lanjut studi S2 Ilmu Komunikasi. Untuk bidangnya sendiri, gue mengambil konsentrasi Komunikasi Bisnis & Public Relations di Universitas Persada Indonesia Y.A.I. Kenapa gue mengambil konsentrasi itu? Pada saat gue ngambil S2 itu, gue sendiri sebenernya sambil bekerja sebagai Content Writer di divisi Corporate Communication yang mana kerjaan gue sudah hampir mendekati dengan PR (buat Press Release, buat Company Profile, Branding perusahaan, manajemen krisis komunikasi perusahaan, dsb nya). Jadi karena itu, gue mantapkan untuk lanjut S2 Ilmu Komunikasi karena selain perdalam tentang lingkup ilkom gue dan pas juga lagi sesuai sama kerjaan. Well, Puji Tuhan gue bisa menyelesaikan studi S2 Ilmu Komunikasi dengan tepat waktu, yaitu selama tahun 2 tahun dan wisuda di tahun 2021.

Selepas lulus S2, apa yang gue lakukan? Tentu masih lanjut kerja ya guys. Dan gue beberapa kali kerja di lingkup yang sama seperti yang gue infokan sebelumnya, sampai pernah gue membuat sebuah bisnis kecil-kecilan untuk bidang penulisan konten digital yaitu CopyLingua.id dimana fokusnya itu di Content Writing dan Copywriting. Tentu hal ini jadi semakin tajam dalam pengalaman gue di bidang ilkom.

 

Career Switch Jadi Dosen di bidang English for Digital Communication

Pada tahun 2023, gue di kontak oleh dosen-dosen gue di UBM untuk mengajar. Gue cukup beberapa kali melakukan kontak dengan dosen-dosen gue untuk mengisi kegiatan di prodi gue. Nah salah satu pembicaraan yang dilakukan adalah tentang gue menjadi dosen. Gue pun bilang kalo gue belum pernah mengajar karena fokus gue dari dulu itu adalah di dunia profesional, namun dosen-dosen gue bilang coba dulu saja jalani karena siapa tau ada jalan karir di bagian ini.

Well, gue berpikir sejenak beberapa hari sampai pada akhirnya gue memutuskan untuk mencoba untuk jadi dosen. Di fase 2023 tersebut, gue mencoba dulu untuk jadi Dosen Tidak Tetap karena waktu itu kondisinya gue masih kerja secara full mobile dengan perusahaan asing  sebagai Copywriter. Sampai pada akhirnya di tahun 2024, gue resign dari perusahaan tersebut dan menjalani karir sebagai Dosen Tetap Full Time.

Ngomong-ngomong, gue sendiri merupakan seorang dosen untuk prodi Bahasa Inggris (Sastra Inggris). Nah menariknya, gue itu menghandle beberapa mata kuliah untuk peminatan English for Digital Communication. Bisa dikatakan ini seperti campuran antaran Sastra Inggris dan juga Ilmu Komunikasi. Jadi yaa bisa dibilang masih cukup nyambung sama pengalaman-pengalaman kerja gue maupun S2 gue.

 

Kuliah S1 Lagi, Kegalauan Untuk Pilih Universitas Terbuka

Seiring berjalannya waktu, di tahun 2026 ini adalah sudah mau memasukki tahun ketiga gue bekerja sebagai dosen. Dalam perjalanannya, gue juga baru tau kalau jadi dosen di Indonesia itu sebaiknya memiliki rumpun ilmu yang linear, dalam artian antara S1, S2, sampai S3 itu sama. Nah gue sendiri antara S1 dan S2 saja sudah tidak linear dimana S1 gue itu bergelar S.Hum (Sarjana Humaniora) dan S2 gue itu M.I.Kom (Magister Ilmu Komunikasi).

Selayaknya kalau dilihat dari pendidikan terakhir, gue lebih tepat untuk mengajar di dalam prodi Ilmu Komunikasi dan gue pun mengamini hal tersebut. Gue juga cukup merasa kalau gue memiliki potensi lebih di prodi Ilmu Komunikasi dibandingkan di prodi Sastra Inggris. Karena hal tersebut, gue jadi berpikir “kalau gue mau fokus jadi dosen, seyogianya gue di Ilmu Komunikasi karena dilihat dari pengalaman kerja, minat ilmu maupun latar belakang pendidikan.”

Sebenernya gue bisa saja untuk mengambil S2 Sastra Inggris, tetapi rasanya gue kurang begitu minat ya untuk saat ini fokus di bidang Sastra Inggris karena gue rasa prospek di Ilmu Komunikasi itu lebih besar ya. Sempat galau selama beberapa bulan untuk langkah yang mau gue ambil, sampai pada satu kesimpulan gue yakin buat memilih untuk S1 kembali, yaitu ambil jurusan Ilmu Komunikasi supaya bisa linear sama S2 gue dan semoga kalau gue S3 pun bisa linear di rumpun ilmu ini.

Awalnya gue bingung buat pilih tempat kuliah S1 Ilmu Komunikasi di Jakarta, karena situasi gue yang full time kerja jadi Dosen ini. Ada beberapa pilihan kampus swasta di Jakarta yang udah gue rasa lirik dan pas, tapi sayangnya gak gue pilih karena gue mikirin di biaya sih. Lalu, setelahnya ortu gue saranin ambil Universitas Terbuka (UT) saja, karena fleksibel, terjangkau, dan karena tujuan gue juga untuk melinearkan gelar yang sudah gue dapet.

Namun ada hal yang buat gue galau buat ambil Universitas Terbuka. Gue sering melihat konten-konten di sosial media (khususnya TikTok) mengenai UT sekarang ini yang berbeda dibandingkan dulu. Orang-orang pada bilang bahwa UT sudah tidak se-fleksibel dulu, ujiannya harus on-site, Tutor terkadang tidak responsive, dsbnya. Tentu sebenernya kalau gue pribadi sih ini kembali ke masing-masing yang menjalaninya ya. Tapi informasi-informasi publik tersebut, gue pun akhirnya enggak memilih UT untuk kuliah S1 Ilkom yang akan gue tempuh.

 

Pilih S1 PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

Masih dalam kegalauan gue, lalu tiba-tiba ortu gue infoin gue untuk coba lihat nama kampus UNSIA. Gue pun awalnya bingung itu kampus apa dan dimana ya, karena memang gue pribadi belum pernah dengar nama kampus ini. Ortu gue sendiri taunya dari TikTok dan mereka infoin ke gue kalau kampusnya itu full online kayak UT dan ada S1 Ilmu Komunikasi juga. Selain itu, kampus ini juga udah terakreditasi nasional dan internasional, jadi cukup worth it untuk dicoba.

Karena penasaran, gue akhirnya cobalah cari di Google soal kampus UNSIA ini. Setelah gue cek, UNSIA yang punya kepanjangan dari Universitas Siber Asia ternyata boleh juga nih ya. Dengan uang semester yang masih cukup terjangkau dan bahkan bisa dicicil, gue rasa kayaknya cocok buat jadi pilihan gue lanjut kuliah ya ini.

Singkat cerita, gue akhirnya berdiskusi dengan ortu gue dan juga pasangan gue soal S1 Ilmu Komunikasi di kampus Universitas Siber Asia (UNSIA). Setelah berdiskusi, mereka pun mendukung gue untuk ambil prodi S1 PJJ Komunikasi di UNSIA dan menyemangati gue untuk kuliahnya nanti. Akhirnya, pada akhir Desember 2025 kemarin gue mendaftar di UNSIA dan Puji Tuhan diterima di kampusnya.

Almamater UBM & UNSIA yang gue miliki, tanda dua almamater ini jadi langkah perkuliahan gue.

Untuk perkuliahannya sendiri baru akan dimulai di bulan April 2026 ini, tepatnya di 13 April 2026 nanti. Namun untuk pengenalan dan peresmian penyambutan mahasiswa baru oleh pihak kampus UNSIA akan dilakukan di 11 April 2026 lewat acara bernama Pengenalan Sistem Akademik Universitas Siber Asia (PENSAMAKU).

Well, tentu gue merasa tidak sabar untuk memulai hal yang baru sebagai mahasiswa. Bisa dibilang ini adalah hal yang unik dimana gue dari pagi sampai siang adalah seorang Dosen, tapi dari sore sampai malam akan jadi mahasiswa hahaha.. Mungkin juga ini hal yang sedikit nyeleneh dimana orang sudah S2, terus balik lagi kuliah ke S1. Meskipun begitu, ini merupakan hal yang bagus menurut gue buat pengembangan karir dan prospek kedepannya. Best luck and good luck for me then to start a new chapter..

So, nanti di cerita berikutnya akan gue bagikan kisah lainnya seputar kuliah S1 Ilmu Komunikasi di UNSIA ini ya...

Friday, January 2, 2026

Publikasi Buku "Komunikasi Organisasi sebagai Strategi Kesuksesan Bisnis"

Buku merupakan salah satu jendela dunia dan juga menjadi penyambung antara ilmu pengetahuan serta kemampuan pemikiran kita. Bayangkan jika dunia ini tidak ada buku, pastinya ilmu pengetahuan tidak berkembang semaju sekarang ini. Atau bahkan tidak adanya pemikir-pemikir yang menyumbangkan ide atau gagasan mereka demi perkembangan dunia, maka slogan iklan “apa kata dunia?” benar adanya. Untuk postingan blog gue kali ini, gue mau membahas tentang buku. Jarang-jarang kan gue bahas buku nih disini hehehe.. Yok kita bahas dan bedah soal sebuah buku komunikasi..

 

Adanya Ajakan Untuk Menulis Buku

Menulis memang menjadi salah satu hal yang gue suka. Bahkan di dalam dunia profesional pun gue juga berkecimpung di dalam dunia merangkai kata-kata ini. Gue memang suka untuk menceritakan suatu kisah, kejadian, ataupun menuangkan ide-ide di dalam sebuah artikel dimana gue berharap artikel tersebut bisa menjadi inspirasi bagi orang-orang yang membacanya.

Perlu diketahui bahwa gue sendiri saat ini sekarang berprofesi sebagai tenaga pendidik di kampus swasta. Namanya dosen ya lo tau kan ya dimana kita harus bisa mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan juga ide-ide supaya bisa menjadi sumber ilmu bagi masyarakat luas. Dalam hal ini, gue memang sudah mempublikasi beberapa jurnal penelitian dalam skala nasional di dalam bidang ilmu komunikasi khususunya.

Nah suatu ketika, gue berkontak dengan salah satu mentor dan juga senior gue yakni Bapak Dr. Billy Lazuardi. Beliau sendiri merupakan seorang Doktor di bidang Manajemen dan juga memiliki usaha penerbitan bernama Labersen. Saat itu gue bertanya tentang project beliau dalam suatu buku. Gue pun menanyakan bagaimana untuk menulis buku beserta publikasinya. Project buku tersebut berjudul “Komunikasi Organisasi sebagai Strategi Kesuksesan Bisnis”.

Dalam sesi diskusi kita, Pak Billy langsung mengajak gue untuk menulis buku di dalam project dia. Buku tersebut tentang komunikasi dan gue sekiranya bisa mengisi untuk menulis di dalam bukunya karena gue sendiri bergelar Magister Ilmu Komunikasi. Ditambah gue punya pengalaman-pengalaman kerja di bidang komunikasi serta mengajar di peminatan English for Digital Communication, maka gue rasa cocok untuk mengisi menjadi penulis di bukunya tersebut.

Awalnya gue sempat berpikir apakah bisa gitu menulis buku? Karena kebanyakan tulisan gue itu berbentuk artikel-artikel maupun konten kreatif dalam bentuk copywriting. Lalu dengan diskusi dan arahan, gue pun akhirnya memutuskan untuk coba terjun di dalam project penulisan buku tersebut.

 

Terlibat Dalam Dua Bab

Karena gue sendiri merupakan itungannya penulis pemula dalam konteks perbukuan, gue pun awalnya mencoba untuk satu bab di dalam buku tersebut. Awalnya, gue hanya memilih untuk mengisi Bab pertama yakni tentang “Komunikasi sebagai Jantung Organisasi”. Gue pilih untuk bab pertama karena itu merupakan bab tentang dasar-dasar komunikasi maupun komunikasi organisasi.

Bab pertama memang menitikberatkan dalam teori komunikasi dasar dan juga penerapan-penerapan komunikasi bagi antar individu di dalam kesehariannya, terlebih di dalam lingkup organisasi. Selain itu, di dalam bab pertama ini juga terdapat bagian gue menjelaskan tentang apa saja ciri-ciri komunikasi organisasi yang sehat.

Paham akan hal tersebut, gue coba untuk menulisnya dan juga mencari sumber-sumber referensi sebagai bagian dalam tulisan gue. Di dalam bagian babnya juga terdapat beberapa sub-bab sebagai pecahan dalam pembahasannya. Gue memerlukan kurang lebih sampai 3 minggu untuk membuat tulisan pada bab pertama.

Nah selesai di bagian bab pertama, munculah ide gue untuk menambah bagian bab lainnya yang ingin gue tulis. Yaa.. Awalnya gue pikir lumayan juga sebagai bagian pembelajaran gue dalam menulis buku ya. Selain itu, sebagai bahan gue menuangkan ide dalam menulis dimana gue udah cukup lama juga tidak menulis karya tulisan yang panjang ya. Maka gue langsung kontak Bapak Dr. Billy untuk menambah bab lainnya dan beliau pun menyambut permintaan gue.

Nah untuk bab kedua, bab tersebut berjudul “Budaya Komunikasi dalam Organisasi”. Dalam pembahasan ini bisa dikatakan cukup menitikberatkan pada bagaimana budaya komunikasi dalam organisasi bisa terbentuk. Disini, pembahasannya dimulai dari perbedaan antara budaya komunikasi terbuka vs tertutup. Selain itu, ada juga pembahasan mengenai bagaimana pengaruh nilai-nilai organisasi terhadap pola komunikasi. Pembahasan pada bab ini ditutup dengan topik membangun budaya komunikasi yang kolaboratif.

Untuk bab kedua sendiri bisa dikatakan gue membuatnya agak lebih lama waktunya dibandingkan dengan bab pertama. Kurang lebih sekitar 3,5 sampai dengan 4 minggu hingga akhirnya gue dapat menyelesaikan bagian bab kedua pada buku tersebut. Perlu diketahui, kedua bab tersebut merupakan satu kesatuan dalam bagian pertama dengan topik besarnya yakni “Fondasi Dasar Komunikasi Organisasi”.

Para penulis di dalam buku "Komunikasi Organisasi sebagai Strategi Kesuksesan Bisnis".

Oh ya, buku ini juga ditulis bersama dengan penulis-penulis lainnya dimana buku tersebut menjadi wadah bagi kami dalam mengembangkan ide, pemikiran, maupun berbagi pengalaman tentang komunikasi organisasi dengan melihat situasi era perkembangan zaman yang modern seperti sekarang ini.

 

Buku Yang Terdaftar di HKI

Cover buku "Komunikasi Organisasi sebagai Strategi Kesuksesan Bisnis".

Buku dengan judul “Komunikasi Organisasi sebagai Strategi Kesuksesan Bisnis” ini diterbitkan oleh penerbit Labersen dan telah terdaftar untuk HKI oleh Pemerintah Indonesia. Ini merupakan salah satu bentuk karya yang diharapkan bisa menjadi bagian dalam pemenuhan kebutuhan maupun pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya tentang ilmu komunikasi.

Selain itu, buku ini juga dapat menjadi referensi bagi peneliti, pengajar, mahasiswa/I, maupun bagi masyarakat luas yang ingin mengetahui lebih mendalam tentang komunikasi organisasi dalam lingkup bisnis. Diharapkan, buku ini juga bisa menjadi bagian dalam karya ilmu pengetahuan yang berguna bagi kemajuan pengetahuan di bumi Indonesia.

Nah bagi kalian yang mau membeli buku “Komunikasi Organisasi sebagai Strategi Kesuksesan Bisnis” yang diterbitkan oleh Penerbit Labersen, kalian bisa memesan dan mendapatkan buku ini lewat link disini ya.

Salam Komunikasi.

Thursday, October 2, 2025

Lirik Lagu ‘Momen Terciptakan’ dari Dara Dawira

 Halo guys, apa kabarnya? Gue baru saja merayakan ulang tahun gue yang ke 30. Ya.. 30 tahun.. Bukan waktu yang singkat untuk sebuah umur bukan? Nah di hari lahir gue, salah satu temen gue yakni Ramon baru saja merilis lagu yang dinyanyikan oleh Dara Dawira dan sudah dipublikasi di Spotify. Judulnya tersebut adalah ‘Momen Terciptakan’ dimana dirilis pada tanggal ulang tahun gue. Uniknya, dia bilang sebagai kado apresiasi setelah gue beberapa kali membuatkan lirik lagu untuk Dara Dawira. Di konten blog gue kali ini, gue mau share tentang lirik lagu Momen Terciptakan yang bisa kalian nikmati sambil mendengarkan lagunya nanti ya.

 

Lirik Lagu Momen Terciptakan

Momen Terciptakan

Lirik oleh: Christopher Setiadi

Aransemen oleh: Ramon Adianto

Penyanyi: Dara Dawira

[Verse 1]

Tiap waktu tlah terjalani

Dimuat dalam memori

Suatu perasaan di hati

Yang tak pernah berhenti

Dengan diri sendiri

 

[Verse 2]

Sebuah elegi yang terucapkan

Pada kisah yang terciptakan

Dikala senja datang menyapa

Ku berdiam dalam suasana

Ditengah hidup dan logika

 

[Chorus]

Kehidupan tak slalu indah

Kenyataan tak slalu benar

Namun pada momen terciptakan

Semua itu bernilai perasaan

 

[Verse 3]

Pernah ku merasa Bahagia

Dan diinginkan manusia

Diselimuti waktu yang berharga

Dipeluk kenangan yang ceria

 

[Verse 4]

Pernah ku berada

Ditengah situasi tak terduga

Dikala hati tak berkata

Disaat waktu berjalan sirna

 

[Chorus]

Kehidupan tak slalu indah

Kenyataan tak slalu benar

Namun pada momen terciptakan

Semua itu bernilai perasaan

 

[Bridge]

Akankah kucari lagi?

Kenangan yang hilang

Pada perasaan yang terkubur

Lewat kenyataan yang kabur

 

[Chorus]

Kehidupan tak slalu indah

Kenyataan tak slalu benar

Namun pada momen terciptakan

Semua itu bernilai perasaan

 

[Outro]

Kini ku hargai setiap momen

Ku cintai setiap kenangan

Pada momen terciptakan

Teruslah berjalan

 

Apa Makna Dari Lagu Momen Terciptakan?

Dalam sebuah lagu, pasti ada makna tertentu yang dibuat oleh sang pembuat lirik dan juga sang aransemen lagu bukan? Nah khusus untuk lagu Momen Terciptakan ini punya makna tersendiri dari gue pribadi yang membuat liriknya ini. Dalam lagunya, lagu ini bisa dikatakan sebagai ungkapan untuk kita bisa menghargai maupun menikmati setiap momen yang terjadi di dalam hidup kita.

Setiap harinya, momen-momen akan terjadi di dalam keseharian kita. Setiap jam, menit, maupun detik dalam satu harinya pasti akan terjadi sebuah momen yang akan kita ingat di dalam memori kita. Tentu setiap momen bisa hal yang baik ataupun hal yang kurang begitu baik bagi diri kita. Namun, apapun momen yang terjadi tersebut, gue berharap bahwa setiap momen itu harus dihargai dan dicintai.

Apapun momen yang terjadi, kita harus tetap berjalan beriringan dengan waktu. Biar momen-monen yang terjadi tersebut dapat menjadi warna yang dapat menghiasi kehidupan kita.

 

Dengarkan Lagunya di Platform Spotify

Apabila kalian mau mendengarkan lagu Momen Terciptakan yang dinyanyikan oleh Dara Dawira, kalian bisa mendengarkan lagunya di platform Spotify ya kawan. Lagunya bisa kalian dengarkan di link berikut ini ya.

Karena lagu ini free copyright, tentu lagu ini bisa kalian gunakan untuk di berbagai platform sosial media ya teman-teman. Semoga lagu Momen Terciptakan ini bisa mewarnai setiap momen yang kalian buat dan disebarkan di platform sosial media sebagai pengingat untuk mencintai setiap momen yang terjadi di dalam diri kalian ya..

Tuesday, September 30, 2025

Momen Terciptakan, Lagu Bertemakan Kenangan Dari Dara Dawira

 Sebuah lagu pastinya menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup kita. Bayangkan suatu alunan melodi dan juga nada yang menjadi satu agar bisa menghasilkan karya yang dapat melekat di dalam pikiran kita. Terlebih dengan adanya lirik-lirik yang dipadu menjadi satu, suatu lagu pastinya bisa menjadi sebuah artian yang bisa mengingatkan kita pada suatu hal. Nah, belum lama ini gue mempublikasikan satu lagu yang menceritakan soal kenangan nih? Hmm.. Kira-kira lagu apakah itu? Mari kita cek!

 

Momen Terciptakan, Lagu Terbaru Dari Dara Dawira

Lagu Momen Terciptakan yang dinyanyikan oleh Dara Dawira di Spotify.

Nah untuk lagu yang gue ciptakan ini adalah untuk Dara Dawira. Bagi yang belum tau siapa itu Dara Dawira, jadi dia adalah sosok penyanyi berbasis AI (kecerdasan buatan) yang awalnya dibuat sama temen kampus gue yaitu Ramon. Ramon awalnya buat penyanyi Dara Dawira sebagai project digital dia dimana dia mau kembangin lagu-lagu yang bisa digunakan untuk berbagai konten digital di platform-platform seperti TikTok, Instagram, YouTube dan lainnya.

Sebelumnya gue pun pernah menulis beberapa lagu untuk Dara Dawira seperti Menjalani Hidup dan juga Sahabat dalam Memori. Nah untuk lagu terbaru yang gue tulis untuk liriknya dan juga sudah dirilis di Spotify itu berjudul Momen Terciptakan. Lantas, apa sih lagu ini? Lagu ini sendiri awalnya gue terinspirasi ketika gue lagi duduk-duduk sambil bersantai menikmati waktu luang.

Disitu, pikiran gue terbayang-bayang dengan banyaknya momen yang terjadi di hidup gue. Sebut saja momen baik, bahagia, sedih, ataupun kecewa, semuanya menjadi satu dalam otak gue. Dari sana gue berpikir, “namanya momen, pasti akan selalu tercipta ya di dalam hidup kita dan kalau momennya baik pastinya itu menjadi sebuah kenangan yang harus disyukuri ya”, terpikir di benak gue.

Dari sanalah inspirasi gue muncul untuk menulis momen-momen yang sudah gue jalani di hidup gue dalam sebuah kata-kata, satu per satu kalimat gue rangkai. Sampai pada akhirnya jadilah lirik lagu Momen Terciptakan yang bisa dibuat oleh Ramon buat nanti dinyanyikan sama Dara Dawira.

 

Perilisan Lagu Bertepatan Dengan Ulang Tahun

Setelah gue tulis lirik lagunya, selanjutnya gue kasih ke Ramon untuk dibuat versi lagunya. Untuk lagu Momen Terciptakan sendiri perlu kurang lebih sekitar 2 bulan buat kita akhirnya siap merilis lagunya secara publik di Spotify. Menariknya, Ramon merilis lagu ini di tanggal 22 September dimana bertepatan dengan ulang tahun gue yang ke 30.

Gue pun agak kaget dan nanya kenapa Ramon rilis lagu ini pas disaat gue ultah. Dia menjawab sebagai surprise dan juga apresiasi terhadap karya-karya kreatif gue, khususnya di bidang penulisan lagu yang udah gue buat untuk Dara Dawira. Bisa dikatakan bahwa lagu dari Dara Dawira memang cukup diminati oleh orang-orang untuk didengarkan ketika sedang bersantai, nongkrong di café, ataupun cuman sebatas teman musik saat beraktivitas.

Tentunya hal ini menjadi nilai spesial bagi gue untuk lagu Momen Terciptakan yang gue tulis liriknya dan bisa didengarkan oleh masyarakat Indonesia di dalam platform digital. Selain itu, gue juga berharap kalau lagu ini bisa menjadi pilihan bagi temen-temen content creator yang mau menggunakan lagu untuk konten digital mereka tanpa perlu mikirin copyright dan sebagainya.

 

Apa Makna dari Lagu Momen Terciptakan?

Seperti yang sudah gue jelaskan diatas, momen merupakan salah satu hal yang pastinya akan selalu ada di dalam kehidupan kita. Makna dari lagu Momen Terciptakan yang dinyanyikan oleh Dara Dawira tentunya tidak terlepas untuk refleksi kita sebagai seorang insan yang perlu menghargai setiap momen yang hadir kapanpun dan dimanapun.

Selain itu, lagu ini bisa juga menjadi sebuah kisah yang harus disyukuri apabila kita mendapatkan momen-momen yang baik, positif, maupun bahagia yang terjadi di dalam hidup kita. Setiap momen pasti dijalani, dan momen-momen yang dijalaninya tersebut pastinya akan menemani kita di kehidupan sehari-harinya.

Berdasar dari hal tersebut, lagu ini memang mempunyai makna sebagai reflektif bagi kita tentang momen kehidupan yang diciptakan oleh kita sendiri. Kita perlu merefleksikan diri dan juga memberikan pelukan terhadap momen-momen tersebut baik untuk pelajaran maupun hadiah bagi diri kita sendiri.

 

Lirik Lagu Momen Terciptakan

Nah yang penasaran sama lagu Momen Terciptakan, berikut ini gue share untuk liriknya dan juga link Spotify apabila kalian mau mendengarkannya secara digital ya guys. So, enjoy the music!

 

Momen Terciptakan

Written by: Christopher Setiadi

Arranged by: Ramon Adianto

Sung by: Dara Dawira

[Verse 1]

Tiap waktu tlah terjalani

Dimuat dalam memori

Suatu perasaan di hati

Yang tak pernah berhenti

Dengan diri sendiri

 

[Verse 2]

Sebuah elegi yang terucapkan

Pada kisah yang terciptakan

Dikala senja datang menyapa

Ku berdiam dalam suasana

Ditengah hidup dan logika

 

[Chorus]

Kehidupan tak slalu indah

Kenyataan tak slalu benar

Namun pada momen terciptakan

Semua itu bernilai perasaan

 

[Verse 3]

Pernah ku merasa Bahagia

Dan diinginkan manusia

Diselimuti waktu yang berharga

Dipeluk kenangan yang ceria

 

[Verse 4]

Pernah ku berada

Ditengah situasi tak terduga

Dikala hati tak berkata

Disaat waktu berjalan sirna

 

[Chorus]

Kehidupan tak slalu indah

Kenyataan tak slalu benar

Namun pada momen terciptakan

Semua itu bernilai perasaan

 

[Bridge]

Akankah kucari lagi?

Kenangan yang hilang

Pada perasaan yang terkubur

Lewat kenyataan yang kabur

 

[Chorus]

Kehidupan tak slalu indah

Kenyataan tak slalu benar

Namun pada momen terciptakan

Semua itu bernilai perasaan

 

[Outro]

Kini ku hargai setiap momen

Ku cintai setiap kenangan

Pada momen terciptakan

Teruslah berjalan

Buat kalian yang mau mendengarkan lagunya di Spotify, kalian bisa klik lirik disini ya.

Saturday, September 20, 2025

Tegar, Single Terbaru dari Dara Dawira

Helo semuanya, kembali lagi sama gue yang akan informasikan sebuah konten lagu yang belum lama ini gue rilis. Nah untuk kali ini, gue dan teman gue Ramon baru saja kita merilis sebuah lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi kita yakni Dara Dawira. Ya, lagu yang baru saja kita rilis ini judulnya adalah “Tegar” dimana liriknya sendiri gue yang tulis dan Ramon yang melakukan sound editing sama perilisannya. Lagu ini sendiri punya cerita tersendiri ketika menulisnya dan juga bisa dibilang cukup unik buat kisahnya ya kalau menurut gue hahaha. So, how about the story? Check it out!

 

Inspirasi Lirik Lagu “Tegar”

Sebuah lirik lagu yang dibuat oleh seorang lyricist atau sang penulis lagu pastinya hadir dari suatu inspirasi yang berada di dalam pikirannya. Inspirasi-inspirasi dari pengalaman hidup, apa yang dia rasakan, atau berasal dari suatu momen yang terjadi merupakan beberapa contoh inspirasi yang biasanya hadir dari seorang penulis lagu.

Lantas, bagaimana untuk lagu “Tegar”? Tentu lagi ini kalau mau melihat inspirasinya berasal dari perjalanan hidup gue. Jadi, awalnya gue masih belum tidur dan waktu kira-kira menunjukkan jam 2 pagi. Yaa pas waktu itu memang waktunya adalah pas lagi weekend di hari Sabtu, pastinya kita sebagai anak muda biasanya begadang buat mengisi waktu liburan ya hehehe.

Nahh pas gue sedang duduk-duduk, gue terbesit suatu kata yang tiba-tiba muncul di pikiran gue. Ya, kata itu adalah “sepi”. Memang setelah apa yang terjadi di hidup gue, gue merasakan apapun itu menjadi sepi dan seperti semuanya itu tidak ada yang abadi. Terlebih setelah apapun yang gue lakukan dengan pengorbanan dan kesetiaan, tetapi orang bisa gampangnya meninggalkan tanpa mikir panjang.

Awalnya, gue coba untuk menulis di note iPad gue dengan kata tersebut yakni “sepi”. Lalu, gue coba-coba untuk mengutarakan dengan apa yang gue rasain dan gue hadapi beberapa waktu yang lalu. Di lirik ini, gue coba membuat menulisnya berdasarkan pengalaman pribadi dimana jadi refleksi untuk diri gue sendiri.

Hanya dalam waktu 20 menit, gue telah menulis sebuah lirik lagu dari bagian awal sampai dengan bagian akhir. Lirik ini sendiri gue coba simpan dengan judul “Dunia Penuh Fana”. Lho, kenapa nama liriknya “Dunia Penuh Fana”? Karena kalau dilihat dari lirik yang gue tulis, gue merasa dunia ini penuh dengan fana, pengkhianatan, hingga orang-orang berasa mudah sekali untuk meninggalkan tanpa memikirkan perasaan orang lain.

So pada akhirnya, gue coba simpan dulu untuk lirik ini dengan nama judulnya yakni “Dunia Penuh Fana”. Karena gue pun untuk judulnya masih belum pasti juga, jadi yasudah pada akhirnya gue coba tetap simpan dulu saja. Toh juga pada akhirnya gue akan mencoba merevisi judulnya agar lebih pas pada saat proses pembuatan lagunya ini.

 

Proses Perilisan dari Lagu “Tegar”

Setelah lirik gue buat, gue coba infokan ke Ramon untuk lirik lagu ini bisa dinyanyikan oleh Dara Dawira. Gue infokan kalau lagi ini lebih masuk ke genre slow pop dimana berfokus kepada sisi emosional dan juga refleksi diri dari seseorang. Selain itu, lagu ini juga menjadi cerminan diri dari seseorang yang harus tegar di tengah apapun kondisinya disaat banyak hal yang hilang.

Sehabis gue menceritakan informasi lirik dan juga latar belakangnya, Ramon setuju untuk merilis lagu ini yang nantinya dinyanyikan oleh Dara Dawira. Untuk proses pembuatan lagu ini bisa dibilang cukup cepat oleh Ramon, kira-kira sekitar 2-3 minggu kalau tidak salah.

Dan ketika Ramon memberikan preview dari lagu ini, jujur gue mendengarkan lagu ini berasa seperti perjalanan hidup gue lagi dibawa kembali pada memori-memori yang pahit tapi untuk kali ini gue berasa menjalaninya dengan penuh kekuatan. Gue pun langsung suka dengan nada dan juga suara yang dibuat sama Ramon terhadap lirik dari lagu yang sudah gue buat.

Nah disaat kita berdiskusi buat judulnya, gue pun sempat menanyakan sama Ramon kira-kira judul yang tepat ini apa dan pastinya cocok buat dipasarkan dan juga dirilis. Kita berdiskusi beberapa waktu, sampai pada akhirnya kita setuju kalau judul dari lagu ini lebih cocok kalau kita buat dengan judul “Tegar”.

Kenapa kita pilih “Tegar”? Karena lagu ini menceritakan tentang perjuangan yang telah dilakukan namun setiap hal yang terbuang dari perjuangan tersebut, nyatanya tetap diri sendiri harus tegar menjalani hidup dan juga tegar buat diri sendiri. Karena hal tersebut, kita setuju untuk menamakan judul lagu ini dengan “Tegar”. Pada akhirnya, lagu “Tegar” dapat kita rilis di ranah platform digital pada 6 September 2025 yang lalu.

 

Dirilis di Spotify

Lagu "Tegar" yang dinyanyikan oleh Dara Dawira.

Nah buat kalian yang mau dengar lagu “Tegar” yang dinyanyikan oleh Dara Dawira dan juga liriknya sendiri ditulis oleh gue maupun ingin mengetahui kisah perjuangan seseorang, kalian bisa mendengarkan lagu “Tegar” di platform-platform digital seperti Spotify ataupun YouTube. Selain itu, lagu ini gue harapkan juga bisa menjadi sebuah penyemangat bagi mereka-mereka yang telah berjuang untuk seorang pribadi namun pada akhirnya disakiti hingga ditinggalkan.

Gue berharap dari lagu “Tegar” yang dibawakan oleh Dara Dawira ini bisa menjadi sebuah kekuatan buat tetap tegar dalam menjalani hidup, terutama untuk diri kalian sendiri karena hal yang lebih penting dibandingkan dengan meratapi orang yang salah adalah dengan mencintai diri sendiri serta membuat diri kita menjadi lebih kuat lagi.

Apabila kalian ingin mendengarkan lagunya, kalian bisa langsung mendengarkan lagunya disini ya. So, enjoy the music!

Saturday, August 30, 2025

Lirik Lagu ‘Menjalani Hidup’ dari Dara Dawira

 Hai semua! Balik lagi di blog gue nih.. Gue sekarang ini lagi cukup senang untuk membuat konten-konten digital, terutama dalam konten tulisan digital. Nah untuk konten kali ini, gue mau posting tentang lirik lagu lainnya yang gue tulis untuk penyanyi AI yang masuk dalam projek gue yakni Dara Dawira. Bagi yang belum tahu, Dara Dawira merupakan penyanyi AI asal Indonesia yang dibuat oleh kawan gue yaitu Ramon. Dan gue bersyukur bisa terlibat di dalam konten digital ini dengan menyumbangkan lirik-lirik yang bisa gue berikan sebagai ide untuk semua orang. Kali ini, gue mau share tentang lirik lagu berjudul ‘Menjalani Hidup’. Lagunya sendiri asik dan pas buat kalian bersantai juga lho.. Hehehe.. So check the lyrics below guys..

 

Lirik Lagu Menjalani Hidup

Menjalani Hidup

Lirik oleh: Christopher Setiadi

Aransemen oleh: Ramon Adianto

Penyanyi: Dara Dawira

[Verse 1]

Hari demi hari kujalani

Waktu demi waktu kulewati

Setiap momen berganti silih

Setiap hal yang ada kuhargai

 

[Verse 2]

Hidup tak selalu mudah pada insani

Canda tawa, duka hati

Namun ku harus tetap kuat

menjalani hidup ini

 

[Pre-Chorus: Piano]

Aku harus kuat

Aku harus bisa

Menjalani hidup

Demi kedamaian diri yang sempurna

 

[Chorus: Guitar and Drums]

Entah sampai mana cerita ini berakhir

Entah sampai kapan bahagia akan muncul

Entah sampai kapan kesedihan akan sirna

Menjalani hidup

Di tengah dunia yang tak menentu

 

[Verse 3: Faster Tempo and Instruments]

Terkadang aku berpikir

Bagaimana menjalani hidup di bumi

Tak khayal setiap insan datang dan pergi

Walau tak mudah, tapi ku tetap lalui

 

[Verse 4]

Senja menanti, fajar menghiasi insani

Lelah hati menghadapi hari

Namun ku harus tetap kuat

Menjalani hidup ini

 

[Pre-Chorus]

Aku harus kuat

Aku harus bisa

Menjalani hidup

Demi kedamaian diri yang sempurna

 

[Chorus]

Entah sampai mana cerita ini berakhir

Entah sampai kapan bahagia akan muncul

Entah sampai kapan kesedihan akan sirna

Menjalani hidup

Di tengah dunia yang tak menentu

 

[Bridge]

Waktu bisa terlewatkan

Momen dapat terlupakan

Manusia boleh berubah

Tapi ku tetap harus jalani

 

Bagaimanapun caranya

Apapun yang kuhadapi

Entah berapa lama waktu menemani

Satu hal pasti yang aku tau

 

[Pre-Chorus]

Aku harus kuat

Aku harus bisa

Menjalani hidup

Demi kedamaian diri yang sempurna

 

[Chorus: Full Orchestral with backing vocals]

Entah sampai mana cerita ini berakhir

Entah sampai kapan bahagia akan muncul

Entah sampai kapan kesedihan akan sirna

Menjalani hidup

Di tengah dunia yang tak menentu

 

Kisah Dibalik Lagu Menjalani Hidup

Kalau ditanya apa sih kisah dibalik lagu Menjalani Hidup yang dinyanyikan oleh Dara Dawira ini dan mengapa gue buat liriknya tersebut? Kisahnya sendiri cukup simple. Pasti kita melakukan aktivitas sehari-hari bukan? Selain itu, dalam aktivitas yang kita lakukan juga pastinya ada berbagai cerita yang terjadi mulai dari senang, sedih, semangat, dan yang lainnya.

Karena waktu itu gue lagi duduk sejenak dan berpikir mengenai perjalanan hidup, kayaknya kita tetap perlu menjalani hidup bagaimanapun caranya dan apapun yang terjadi. Hari demi hari berjalan tanpa kita sadari, tapi diri kita seakan dipaksa untuk menjalani kehidupan yang ada tersebut.

Selain itu, setiap momen yang ada di dalam hidup kita itu harus kita syukuri apapun kisahnya. Karena dalam setiap kisah yang ada setiap harinya, hal tersebut pasti mempunyai suatu kisah yang akan menjadi kisah dalam untuk diri kita sendiri.

 

Dengarkan Lagu Menjalani Hidup di Spotify

 Nah, apabila kalian mau mendengarkan lagu Menjalani Hidup yang dinyanyikan oleh Dara Dawira, kalian bisa mendengarkan lagunya di platform Spotify ya kawan-kawan. Kalian boleh mendengarkan lagunya di link berikut ini.

Menariknya, lagu ini bebas copyright ya kawan. Jadi kalau kalian suka dengan lagunya, kalian bisa menggunakan lagu ini untuk konten-konten digital kalian di platform media sosial lho! Siapa tau, lagunya cocok untuk konten yang mau kalian buat untuk di posting di sosmed ya hehehe..

Thursday, August 21, 2025

Lirik Lagu ‘Sahabat Dalam Memori’ dari Dara Dawira

 Hai guys, apa kabarnya? Semua sehat dan sukses selalu ya. Nah dalam kesempatan kali ini, gue mau melampirkan sebuah konten yang isinya adalah lirik lagu. Ya, pasti semua suka denger lagu bukan? Lagu memang jadi salah satu konten digital yang disukai oleh banyak orang untuk menemani kegiatannya dalam beraktivitas. Untuk konten lirik lagu kali ini, lagunya sendiri adalah lagu yang gue tulis untuk penyanyi AI yang dibuat oleh Ramon Adianto, kawan kuliah gue dulu waktu kuliah S1 di Universitas Bunda Mulia. Nah, lagu tersebut adalah ‘Sahabat Dalam Memori’. Tanpa lama-lama, langsung aja cek liriknya berikut ini guys!

 

Lirik Lagu Sahabat Dalam Memori

Sahabat Dalam Memori

Lirik oleh: Christopher Setiadi

Aransemen: Ramon Adianto

Penyanyi: Dara Dawira

[Verse 1]

Pernah ku jalani hari dalam sunyi

Tanpa suara yang benar-benar peduli

Melihat mereka tertawa bersama

Sedang aku hanya diam, tenggelam dalam luka

 

[Verse 2]

Ketika kau datang dengan langkah tenang

Mengajakku keluar dari ruang yang bimbang

Kita bangun dunia kecil penuh cerita

Tanpa perlu berpura-pura jadi siapa

 

[Pre-Chorus]

Tak selalu mudah langkah kita

Perbedaan datang menguji rasa

Namun lewat kejujuran dan pengertian

Kita tetap di dalam satu perjalanan

 

[Chorus]

Kaulah bagian hidupku

Tak pernah lekang oleh waktu

Walau sudah tidak bersama lagi

Kau tetap jadi sahabat dalam memori

 

[Verse 3]

Ada masa datang membawa jarak

Prasangka dan takut jadi perusak

Namun kasih dalam persahabatan kita

Tak pernah biarkan memori ternoda

 

[Pre-Chorus]

Lebih dari tahun-tahun berlalu

Namun tali ini tetap tak rapuh

Kita mungkin berjalan sendiri

Tapi hatiku mengenangmu masih

 

[Chorus]

Kaulah bagian hidupku

Tak pernah lekang oleh waktu

Walau sudah tidak bersama lagi

Kau tetap jadi sahabat dalam memori

 

[Bridge]

Kini langkahmu dan langkahku berbeda

Tapi setiap kabarmu masih bermakna

Tak perlu hadir setiap saat

Untuk tau hati ini tetap erat

 

[Chorus – Reprise]

Kaulah bagian dari hidupku

Tak terganti oleh dunia yang semu

Walau jarak memisahkan hati

Kau akan selalu jadi sahabat dalam memori

 

[Outro]

Dan bila kelak waktu pisahkan raga

Biarlah kenangan kita yang bicara

Bahwa pernah ada kisah sejati

Dalam jalinan…

Sahabat dalam memori..

 

Dengarkan Lagunya di Spotify

Nah buat teman-teman yang mau dengar lagu ‘Sahabat Dalam Memori’ yang dinyanyikan oleh Dara Dawira, kalian bisa mendengarkan lagu ini di platform Spotify. By the way, lagu ini bebas copyright ya. Jadi lagu ini silahkan kalian gunakan untuk kebutuhan konten-konten digital kalian seperti di TikTok, YouTube, Instagram, Facebook, ataupun lainnya.

Apabila kalian mau mendengarkan lagu ‘Sahabat Dalam Memori’, kalian bisa dengarkan lagunya di link Spotify berikut ini ya di sini. Enjoy the music!

Sunday, November 17, 2024

One Step Higher, Mendapatkan Sertifikasi C.Ed

Menjadi seorang penulis atau writer memang pada saat ini merupakan salah satu jenis profesi yang cukup menjanjikan bagi beberapa kalangan orang. Menulis memang menjadi sebuah kemampuan dasar dimana kita sudah diajarkan sejak zaman kita sekolah dulu bukan? Meskipun semua orang bisa menulis, tetapi kemampuan lainnya yang perlu diperhatikan adalah kemampuan dalam menyunting sebuah hasil karya tulisan atau editing. Editing sendiri tidak bisa terlepas di dalam dunia penulisan dan perlu pendekatan yang lebih mendalam, sehingga kita bisa mengetahui apakah hasil tulisan tersebut layak untuk dipublikasikan ataukah tidak. Nah mengingat betapa pentingnya hal tersebut, gue pun akhirnya memutuskan untuk mengambil sertifikasi editor dalam bidang penulisan.

 

Mengambil Sertifikasi C.Ed (Certified Editor Book)

Untuk sertifikasi kali ini seperti sebelumnya yang gue infokan, gue mengambil sertifikasi di bidang yang sama yaitu penulisan. Namun, pendekatannya saja yang berbeda. Kali ini, gue berfokus di bagian penyuntingan atau editing. Di bidang penulisan sendiri gue sudah mendapatkan 2 sertifikasi sebelumnya yakni C.IW dan juga CBPA, jadi gue rasa sepertinya gue perlu meng-upgrade diri ke tahap selanjutnya.

Untuk sertifikasi ini, gue mengambil sertifikasi yang diselenggarakan oleh ESAS Management. Bagi yang belum tahu apa itu ESAS Management, tempat ini memang menyelenggarakan banyak sertifikasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan juga profesi pada masing-masing bidangnya. Nah untuk para penulis, ESAS Management menyelenggarakan Certified Editor Book atau C.Ed yang pas bagi para writer yang ingin meningkatkan kemampuannya di dalam dunia tulis-menulis.

Perlu diketahui untuk sertifikasi ini, para peserta setidaknya diharapkan sudah memahami bagaimana cara menulis dengan baik dan benar. Karena sertifikasi ini merupakan sertifikasi lanjutan, jadi bagi para writer yang ingin mengambilnya sih gue sarankan untuk mengambil di sertifikasi penulisan terlebih dahulu?

Lho, kenapa seperti itu? Ya, seperti yang gue sebutkan diatas. Ini merupakan sertifikasi lanjutan yang prosesnya berfokus kepada penyuntingan, sehingga kalian perlu memahami bagaimana konsep tulisan yang baik dan juga cocok untuk dipublikasikan ya.

 

Apa Saja Yang Dipelajari?

Pada sertifikasi C.Ed ini, para peserta akan diajarkan pada esensi menjadi seorang editor. Sesi awal dimulai dengan pengenalan 7 aspek editor yang perlu diketahui oleh para penulis. Tentu ini menjadi hal dasar sebelum berkecimpung langsung di dalam kegiatan penyuntingan yang penting sebelum proses penerbitan.

Setelah pengenalan terhadap esensi editor, coach memaparkan tentang soft skill yang perlu dikuasai oleh para editor. Beberapa soft skill tersebut diantaranya adalah seperti berorientasi pada detail, kreativitas, dan juga kemampuan dalam meneliti. Pada bagian ini, ketelitian menjadi hal utama karena jangan sampai adanya typo atau salah pengejaan yang bisa berdampak kepada kualitas hasil tulisan yang telah dibuat.

Lebih lanjut, coach juga memberikan informasi tentang prinsip kerja di dalam dunia editor. Para prinsip ini, seorang editor perlu memiliki beberapa prinsip seperti menerima naskah, memperbaiki sebuah karya tulisan, hingga mampu memberikan saran-saran yang berkualitas terhadap hasil karya tulisan yang telah didapat oleh editor untuk diperiksa lebih lanjut.

Dan yang terakhir, sesi pelatihan juga memaparkan tentang apa saja kode etik yang perlu diketahui oleh seorang editor. Pada kesempatan ini, seorang editor harus menghormati ciptaan dan sang pencipta hasil karya tulis dimana tertuang di dalam Undang-Undang Hak Cipta Nomor 28 tahun 2014. Selain itu, seorang editor juga harus bisa menjaga kerahasiaan sebuah dokumen atau hasil karya agar hasil karya atau kesimpulannya tersebut tidak tersebar luas sebelum waktu publikasi.

 

Proses Tes Untuk Mendapatkan Gelar Sertifikasi

Nah setelah proses pemaparan sesi materi dan diskusi, coach memberikan kita dua tugas yang perlu dilakukan untuk nantinya kita bisa mendapatkan gelar sertifikasi C.Ed. Pada kesempatan ini kedua tugas yang diberikan yakni memperbaiki sebuah naskah tulisan dan juga membuat sebuah outline suatu ilmu dimana kita perlu menyunting bagian-bagiannya.

Gue pun awalnya bisa mengerjakan proses penyuntingan naskah tulisan dengan lancar. Sementara untuk pembuatan outline materi sendiri gue memerlukan waktu 2 hari. Ya, karena membuat outline materi ternyata memerlukan sebuah konsentrasi, kreativitas, hingga detail yang mendalam karena kita perlu menjabarkan apa yang menjadi pokok materi di dalamnya.

Namun, kedua tugas tersebut dapat gue kerjakan dengan baik. Dan pada akhirnya gue berhasil mendapatkan gelar sertifikasi C.Ed atau Certified Editor Book. Sertifikasi ini gue rasa sangat penting untuk memperluas wawasan tulis-menulis gue dimana sekarang gue tidak hanya bisa menulis saja, tetapi mampu melakukan penyuntingan terhadap suatu hasil karya tulisan.

Secara umum bisa dikatakan bahwa sertifikasi ini menjadi langkah lanjutan yang gue miliki. Gue menjadi lebih memiliki kompetensi secara lengkap dalam dunia menulis, sehingga mampu mempunyai wawasan dimulai dari proses penulisan hingga penyuntingan.

Jadi buat temen-temen writer yang mau mencoba melangkah lebih jauh di dalam dunia penulisan, C.Ed bisa jadi langkah yang tepat untuk mengasah kemampuan kalian agar semakin dalam di dunia penulisan tersebut ya.

Sunday, December 24, 2023

2 Gelar Sertifikasi Dalam 1 Bulan? Why Not?

Yang namanya pengembangan diri pastinya gak melihat umur dan waktu bukan? Ada banyak hal yang bisa kita pelajari untuk bisa menambah ilmu-ilmu baru setiap waktu. Hal inilah yang gue lakukan untuk mengembangkan skill-skill agar bisa semakin lebih berkompetensi seiring perkembangan zaman yang ada. Bahkan, gue sampai mengambil 2 sertifikasi di dalam 1 bulan ini. Wah, pasti sibuk banget dong? Apakah susah untuk mengambil 2 sertifikasi tersebut di dalam waktu yang berdekatan? Tentunya tantangan waktu dan juga beberapa tes yang diberikan juga menjadi tantangan tersendiri ketika mengambil kedua sertifikasi tersebut. Mari kita kupas ceritanya berikut ini!

 

Mengambil Sertifikasi CPS (Certified Public Speaking)

Sertifikasi pertama yang gue ambil adalah yang berhubungan dengan komunikasi. Komunikasi merupakan salah satu hal yang cukup penting bagi gue, terutama untuk di lingkup profesional. Tentunya komunikasi juga salah satu kemampuan yang perlu kita kuasai agar bisa bersaing di tengah ketatnya kompetisi di dunia profesional.

Untuk bagian komunikasi, gue akhirnya mengambil sertifikasi Public Speaking. Lantas, mengapa mengambil Public Speaking? Hal ini bisa dilihat dimana gue awalnya mengambil S2 di bidang ilmu komunikasi. Selain itu, pengalaman kerja gue kebanyakan di bidang komunikasi. Entah di bagian Corporate Communication atau di Marketing Communication, keduanya menuntut gue untuk bisa berkomunikasi yang baik.

Karena kedua alasan tersebutlah yang memutuskan gue untuk mengambil sertifikasi ini. Nah untuk sertifikasi ini, gue mengambil kelas di WellDoneSkills dimana menawarkan program Certified Public Speaking atau CPS.

Program yang ditawarkan sendiri meliputi 3 hari kelas yang diadakan pada waktu sore hari, sehingga bisa dikatakan cukup fleksibel bagi kalian yang mungkin sudah bekerja. Pelatihan sendiri didampingi oleh 2 coach yang profesional di bidang public speaking, sehingga kita semua dapat terakomodisir untuk mengasah skill komunikasi publik kita.

Pada sesi hari pertama, kita diajarkan terlebih dahulu mengenai betapa pentingnya komunikasi di dalam aspek-aspek kehidupan. Selain itu, kita juga diajarkan mengenai hukum komunikasi efektif yang meliputi Respect, Empathy, Audible, Clarity, serta Humble. Lebih lanjut, di sesi hari pertama juga diajarkan bagaimana cara berkomunikasi secara percaya diri di depan audiens kita.

Di hari kedua, para peserta diajarkan mengenai apa saja yang menjadi hambatan dalam berkomunikasi. Materi juga dilanjutkan dengan apa saja mental block yang dihadapi ketika berkomunikasi di depan umum dan bagaimana cara menghadapinya. Menariknya, di sesi hari kedua ini juga diajarkan tentang micro expressions dimana kita mengetahui bagaimana ekspresi orang-orang dalam berkomunikasi.

Sementara untuk sesi di hari ketiga, para peserta diajarkan tentang elemen di dalam personal communication. Di sesi ini juga kita diberikan bekal psikoanalisis di segi komunikasi. Perlu diketahui, terdapat 88% persen di dalam pikiran kita berada di dalam bawah alam sadar sehingga kita perlu mampu untuk mengendalikan hal-hal seperti emosi, kreatifitas, dan yang lainnya. Hal ini dianggap penting agar kita mampu memberikan komunikasi yang efektif kepada lawan bicara kita.

Lebih lanjut setelah ketiga sesi diberikan, kedua coach memmberikan sebuah tugas untuk berbicara tentang pengenalan diri dan juga apa yang telah kita pelajari dalam bentuk video berdurasi beberapa menit. Tugas ini wajib dilakukan agar kita bisa mendapatkan gelar CPS nantinya.

Well Puji Tuhan, gue bisa membuat tugas video tersebut dengan baik dengan hasil yang memuaskan. Atas keberhasilan tersebut, gue pun akhirnya mendapatkan gelar Certified Public Speaking atau CPS. Hal ini pastinya bisa menambah sisi profesionalitas gue di bidang komunikasi.

 

Mengambil Sertifikasi CBPA (Certified Book and Paper Authorship)

Setelah mendapatkan gelar sertifikasi CPS, gue pun coba untuk mengambil sertifikasi lainnya. Kali ini sertifikasi tersebut berkaitan dengan bidang gue lainnya yakni penulisan. Penulisan bagi gue cukup penting karena gue sendiri sudah cukup lama berkecimpung di dalam dunia penulisan. Bahkan, pengalaman kerja gue juga banyak sebagai Content Writer maupun Copywriter sehingga sertifikasi ini gue rasa penting untuk kredibilitas sebagai penulis.

Memang, sebelumnya gue pernah mengambil sertifikasi penulisan C.IW di tahun 2021 kemarin. Namun, gue rasa sepertinya perlu meningkatkan kemampuan gue agar semakin paham di dalam dunia tulis-menulis. Selain itu, gue juga perlu menambah wawasan gue di dunia ini dimana semakin ketatnya persaingan dalam dunia menulis ini.

Untuk sertifikasi bagian ini, gue mengambil sertifikasi CBPA atau Certfied Book and Paper Authorship dari IEEEL Institute. IEEEL Institute juga bisa dikatakan salah satu tempat yang menyelenggarakan beberapa sertifikasi berskala internasional yang cukup bergengsi.

Lebih lanjut, untuk mendapatkan sertifikasi ini gue menggunakan jalur RPL atau Rekognisi Pembelajaran Lampau. Program ini khusus dibuat bagi para writer yang sudah memiliki portofolio di bidang penulisan. Tentunya beberapa hasil karya seperti jurnal karya ilmiah, publikasi di media, ataupun hasil harya tulisan-tulisan lainnya menjadi hal wajib untuk diserahkan sebagai bentuk pengesahan atas hasil karya yang dibuat oleh para penulis.

Tentunya hal ini bisa gue berikan kepada pihak IEEEL Institute dimana memang gue mempunyai cukup banyak hasil tulisan yang telah terpublikasi di media-media nasional ketika bekerja sebagai Corporate Communication sebelumnya. Selain itu, beberapa portofolio tulisan gue juga dimuat di dalam media digital yang bisa menambah nilai tambah untuk mendapatkan sertifikasi ini.

Untuk prosesnya sendiri bisa dikatakan cukup cepat dimana kita cukup melampirkan link portofolio hasil tulisan kita yang telah terpublikasi. Lalu setelahnya, dari pihak IEEEL Institute akan mengecek validasi hasil karya tulisan kita yang telah dipublikasikan tersebut. Cukup mudah bukan? Tentunya hal ini bukanlah menjadi masalah bagi para writer yang sudah punya banyak portofolio di bidang ini ya.

Setelah menunggu proses validasi, Puji Tuhan gue berhasil lolos validasi dan pihak IEEEL Institute menyatakan gue berhak untuk mendapatkan gelar Certified Book and Paper Authorship atau CBPA. Hal ini menjadi nilai tambah bagi gue agar semakin profesional di dalam dunia tulis-menulis sekarang ini.

Lantas, bagaimana rasanya mendapatkan dua gelar sertifikasi dalam 1 bulan? Rasanya pasti bangga. Namun, kedua gelar tersebut juga menjadi tantangan tersendiri bagi gue agar bisa terus terasah pada kedua kemampuan tersebut yakni komunikasi dan menulis yang terus berkembang seiring perkembangan zaman.

Well, balik lagi seperti yang gue bilang sebelumnya. Belajar tidak mengenal waktu, mengasah skill juga tidak mengenal umur. Ada kalanya kita perlu mengasah kemampuan-kemampuan yang ada agar bisa terus berkompeten di tengah semakin ketatnya dunia profesional sekarang ini.

So buat kalian yang ingin mengasah kemampuan-kemampuan yang kalian miliki, go ahead now.. Start to upgrade yourself now!

Monday, August 21, 2023

Career Switching, Jadi Dosen Sebagai Langkah Awal?

Back to me again guys! So, gimana kabar kalian hari ini? Apakah semuanya sehat-sehat? Pastinya semuanya dalam keadaan sehat ya. Btw, gue baru saja melangkah ke satu bagian yang tidak pernah gue pikirkan sebelumnya. Pernah gak kalian kepikiran buat jadi pengajar gitu seperti jadi guru atau mungkin jadi dosen? Well, gue sebenernya sama sekali gak pernah terpikirkan buat terjun ke bagian situ. Karena dari dulu gue memang lebih fokus untuk kerja kantoran dan hidup seperti orang-orang kantoran pada umumnya. Tapi.. Tapi.. Gue baru saja membuka sebuah lembaran baru dimana ini sangat mind blowing dan pastinya juga unexpected sekali dari apa yang gue pikirkan. Yup, jadi dosen.. Kebayang gak sih?

 

Cerita Awal Memilih Jadi Dosen

Sebenarnya, tawaran untuk menjadi staff pengajar atau dosen di kampus gue itu sudah beberapa kali datang ke gue yaitu Universitas Bunda Mulia. Sejak beberapa tahun belakangan, dari prodi gue sendiri yakni Bahasa dan Budaya Inggris a.k.a BBI atau Sastra Inggris itu udah mengajak gue bergabung untuk menjadi pengajar disana.

Tetapi karena waktu itu gue fokus untuk di dunia profesional jadi gue tolak tawaran tersebut. Selain itu, gue pun awalnya juga kurang cocok untuk ngajarin orang. Hal ini bisa diketahui kalau dulu pas kuliah peminatan yang gue ambil adalah Translation (Penerjemah), bukan Teaching (Pengajaran). Jadi ini bener-bener diluar apa yang gue fokusin.

Dan suatu waku, gue diundang ke kampus untuk mengikuti sebuah kegiatan oleh tim UBM. Di saat itu, gue ketemu sama orang-orang UBM. Gue diajaklah ngobrol-ngobrol tentang dulu kuliah gimana.. Ternyata, salah satu orang di UBM tersebut kenal dengan dosen pembimbing gue yakni Ms. Tika yang masih aktif mengajar disana. Jadi, dipanggil Ms. Tika untuk ketemu gue.

Tak berselang lama, gue pun ketemu sama Ms. Tika. Tentu kami bertanya mengenai keadaan masing-masing dan juga kesibukannya gimana. Karena gue terakhir ketemu beliau sendiri kalau tidak salah di tahun 2017 dulu ketika pas lagi wisudaan di kampus UBM.

Nah dari sesi tersebut, Ms. Tika langsung bilang ke gue bagaimana kalau jadi dosen di UBM. Gue pun gak terlalu kaget karena sebelumnya juga beberapa dosen juga menawarkan hal yang sama ke gue. Gue pun menjawab ya gue masih di dunia profesional secara mobile. Pada waktu ini, gue kerja memang di perusahaan asing dan bener-bener full mobile (full wfh), jadinya gue handle kerjaan juga dari rumah.

Mendengar hal tersebut, Ms. Tika langsung bilang ke gue untuk coba jadi dosen tidak tetap aja. Dosen tidak tetap disini bisa juga dikatakan sebagai Dosen Luar Biasa (LB) dimana bisa dibilang sebagai dosen freelance. Hmm.. Sejenak gue memikirkan tentang hal tersebut.. Lalu, Ms. Tika langsung memanggil Ms. Suwarni dan juga Sir Ardi untuk datang menemui kita.

Tanpa berapa lama Ms. Suwarni dan juga Sir Ardi datang dan kami ngobrol-ngobrol, lalu Ms. Tika langsung bilang untuk gue jadi Dosen LB di prodi. Keduanya pun sangat welcome dan menyambut gue untuk jadi bagian di tim UBM. Gue pun semakin tidak menyangka kalau misalkan jadi dosen itu bagaimana..

Ms. Suwarni langung bilang untuk share CV gue ke beliau, supaya nanti bisa diliat untuk kedepannya apakah bisa untuk mengajar di kampus UBM. Well gue sendiri nothing to lose tentang hal tersebut, gue pun menjawab kalau gue akan infoin CV gue ke Ms. Suwarni. Seandainya gue jadi Dosen LB yaa Puji Tuhan, enggak juga gak apa-apa. Toh gue memang fokus awalnya di dunia profesional ini kan.

Setelah dirumah, gue pun infokan CV gue ke Ms. Suwarni seperti yang sudah diinfokan tadi pas di kampus UBM. Yaa gue infokan saja CVnya, siapa tau gue bisa jadi dipanggil untuk jadi pembicara gitu kan. Masalah jadi dosen? Yaa itu belakangan deh sepemikiran gue.

 

Presentasi Untuk Mini Class

Selang beberapa lama, gue pun dihubungi oleh pihak HRD UBM. Gue pun katanya ingin diproses untuk menjadi Dosen Tidak Tetap atau Dosen LB untuk prodi Bahasa Inggris. Gue pada saat itu memikirkan yasudah, mengapa tidak? Selain gue mengurus pekerjaan gue dirumah dan juga kerjaan freelance gue di dunia penulisan, gak ada salahnya juga mencoba menambah income freelance untuk mengajar kan.

Setelahnya CV gue pun diproses. Gue pun dijadwalkan untuk melakukan sesi mini-class dengan Ms. Suwarni, Rektor, dan juga Dekan di UBM. Awalnya gue merasa kaget dan gak menyangka kalau gue bahkan presentasi bersama dengan beliau-beliau. Tapi gue merasa sepertinya worth it untuk dicoba, toh kalau tidak dicoba juga kita tidak akan tau kan ya? Ibarat gue ingin mengetest diri gue juga sih sepehaman gue di bidang gue itu gimana ya selama ini.

Akhirnya selang beberapa hari, dimulailah sesi tersebut. Jujur rasanya presentasi di depan orang-orang yang level akademiknya diatas gue itu bikin nervous. Rasanya? Kayak lagi mau sidang kuliah aja seperti dulu. Tapi ya gue coba untuk presentasi sebisa gue, anggep saja seperti lagi di sidang perkuliahan gitu..

Gue pada saat itu mempresentasikan tentang perbedaan antara “Content Writer vs Copywriter in English Language”. Gue memilih topik tersebut karena gue nantinya akan menghandle bagian peminatan English for Digital Communication yang baru buka di prodi Bahasa Inggris UBM. Setelah hampir 30 menit sesi berjalan, sesi mini-class berjalan dengan lancar.

Well, thank God.. Ternyata meskipun gue sudah pernah sidang di S2 yaa tetep saja rasa nervous itu ada ya di posisi tersebut. Setelahnya pihak HRD informasikan untuk menunggu kabar selanjutnya untuk diproses lebih lanjut.

 

Diterima Untuk Mengajar di UBM

Selang hampir 1 hingga 2 minggu, nomor gue dihubungi oleh pihak HRD UBM. Wah gue pun cukup excited untuk mendengar hasilnya bagaimana. Gue meskipun gak terlalu berharap banyak, tapi ya seenggaknya gue mau tau hasil prosesnya bagaimana. “Siapa tau jodoh jadi dosen gitu kan”, di dalam hati gue ngomong bercanda.

Tanpa disadari, ternyata dari pihak UBM menginfokan bahwa gue diterima untuk jadi Dosen LB di kampus UBM. Gue pun agak shock mendengar kabar tersebut. Terdiam gue sejenak setelah mendengar kabar itu.. Antara tidak percaya dan percaya.. Seperti yang gue bilang sebelumnya, menjadi seorang dosen atau tenaga pengajar itu tidak pernah ada di list pikiran gue..

Masih dalam keadaan tidak percaya, Ms. Suwarni juga menginformasikan kalo gue diterima untuk jadi Dosen LB di kampus UBM. “We are congratulate you to be a non-permanen lecturer in our prodi”, kata Ms. Suwarni saat mengirim pesan teks ke WA gue. Gue pun berterima kasih kepada Ms. Suwarni karena babak baru di dalam perjalanan karir gue baru saja dimulai.

Masih di posisi antara percaya atau tidak percaya, sebuah langkah baru dateng ke diri gue. Lantas, bagaimana dengan pekerjaan gue yang full mobile dengan perusahaan luar ini? Tentunya masih tetap berjalan karena gue bisa menghandlenya setelah sesi kelas selesai. Jadi gue perlu lebih mengatur waktu untuk tiga pekerjaan gue ini yakni kerjaan full mobile di perusahaan luar, freelance penulis, dan freelance mengajar di kampus ini.

Lantas, bagaimana untuk kedepannya? Cukup untuk sekarang kita jalanin saja dulu apa yang ada.. Kedepannya ya semoga Tuhan memberikan jalan yang sekiranya sesuai sama apa yang ada di dalam rencanaNya. Entah gue di full time kantoran or di dunia profesional atau di dunia jadi dosen? We never know..

Saturday, July 23, 2022

Indomie Ayam Bawang Mix Gaga 100 Kuah Jalapeno, Apa Rasanya?

Halo guys! Apa kabar kalian? Masih tetap semangat jalani hari-hari kalian? Semoga kalian masih terus sehat dan semangat jalani hari-hari yang ada ya. Nah buat kalian yang mungkin sedang bosan, LAPAR, dan bingung mau makan apa.. Kali ini saya membagikan sebuah perpaduan rasa unik antara kedua mi instan yang beredar di pasaran. Dijamin! Rasa lapar kalian akan dikalahkan dengan perpaduan kedua mi instan tersebut lho. Penasaran? Daripada ngiler mikirin mi instan, langsung aja cek rasanya di bawah ini!


Padukan Indomie Ayam Bawang dan Mix Gaga 100 Kuah Jalapeno

Siapa yang sudah tidak asing dengan Indomie Ayam Bawang? Pastinya hampir semua orang sudah tidak asing dengan varian mi instant yang satu ini bukan? Memiliki cita rasa yang khas dan juga mudah didapati, membuat Indomei kuah varian ini adalah salah satu penolong bagi mereka yang sedang lapar dan menginginkan mi kuah yang gurih ya.

Selain Indomie Ayam Bawang, pernahkah kalian mencicipi mi instan varian lainnya? Ya, salah satu yang patut dicoba adalah varian Gaga 100 Kuah Jalapeno. Varian mi keluaran Gaga ini memang sebenarnya ditunjukkan bagi para pecinta mi instan yang menyukai rasa pedas yang kuat. Dengan adanya Jalapeno di dalam bumbunya, terbayang kan bagaimana rasa pedasnya?

Varian Indomie Ayam Bawang dan Gaga 100 Kuah Jalapeno
Varian Indomie Ayam Bawang dan Gaga 100 Kuah Jalapeno.

Nah menariknya, bagaimana jika kedua varian mi instan yang populer di kalangan masyaarakat pecinta mi instan di Indonesia ini dicampurkan? Bagaimana rasanya ya?

Ya! Itulah yang terbesit di dalam pikiran saya ketika rasa lapar melanda sepulang kerja dari kantor. Rasa suntuk di kantor dan juga keruwetan di jalanan ibukota, membuat saya menginginkan sebuah sajina mi instan hangat namun memiliki cita rasa yang gurih namun cukup pedas.

Tanpa pikir panjang, saya langsung melihat stok mi instan di rumah dan kebetulan ada kedua varian mi instan tersebut! Terlintas pikiran saya untuk mencampurkan kedua mi itu. Dan... rasa penasaran hadir di pikiran saya

Tanpa pikir panjang, langsung saya masak keduanya guna menuntaskan rasa lapar dan rasa penasaran saya ini.


Rasa Gurih dan Rasa Pedas Bercampur Jadi Satu

Setelah mencampur berbagai bumbu yang tersedia dan menunggu setelah beberapa menit, kedua mi instan tersebut telah matang. Untuk kali ini, saya hanya menggunakan bumbu-bumbu yang tersedia di dalam setiap bungkus mi-nya tersebut. Saya tidak menambahkan bumbu-bumbu tambahan lainnya agar bisa merasakan rasa original yang ada dari kedua mi instan itu.

Sajian mi kuah pedas hangat sudah di depan mata. Saatnya mencicipi dan makan! Dari apa yang saya rasakan jika varian Indomie Ayam Bawang dicampur dengan Gaga 100 Kuah Jalapeno, rasa pedas dan gurih menjadi dominan.

Seperti yang saya infokan sebelumnya, Indomie Ayam Bawang memang terkenal akan rasanya yang gurih dan juga untuk Gaga 100 Kuah Jalapeno ini juga terkenal dengan rasa pedasnya yang cukup membuat lidah bergoyang.

Dan untuk kedua mi instan ini yang telah tercampur, hanya satu kata yang dapat saya sampaikan dari eksperimen saya terhadap kedua mi yang favorit bagi para pecinta mi instan di tanah air.

LEZAT!

Rasanya pun seakan nagih dan membuat lidah tidak bisa berhenti untuk menyantap setiap untaian mi yang ada di dalam mangkok hangat tersebut!

Dijamin, menikmati sajian perpaduan yang ada dari kedua mi instan ini akan membuat rasa ketagihan yang mungkin akan kalin nikmati lagi.. Lagi... Dan lagi...


Cocok Bagi Penikmat Mi Pedas

Nah, perpaduan kedua mi instan tersebut sepertinya akan menjadi sangat cocok bagi para pecinta mi yang pedas. Rasa pedas yang kuat dan juga rasa gurih yang menjadi satu, membuat masing-masing rasa tidak terlalu dominan, namun dapat memberikan balancing flavour yang pas.

Selain itu dengan jumlah porsi yang menurut saya cukup pada setiap 1 bungkusnya, maka jika kedua mi ini dipadukan juga akan memberikan porsi yang tepat untuk menuntaskan rasa lapar di dalam perut.

So bagi kalian pecinta mi pedas ataupun menyukai varian mi yang unik, perpaduan antara Indomie Ayam Bawang dan juga Gaga 100 Kuah Jalapeono ini bisa menjadi jawabannya.

Bagaimana? Tertarik untuk mencicipi gabungan rasa dari kedua mi instan ini? 

Tuesday, June 7, 2022

Lagu In Whom I Can Trust, Bukan Hanya Sebuah Kiasan Lirik

Seiring berjalannya waktu, banyak hal yang terjadi di dalam kehidupan kita. Semakin hari, tantangan yang ada dan perlu dilewati juga semakin beragam sehingga menuntut kita untuk bisa kuat menghadapinya.

Ya, itulah yang saya hadapi pada saat ini. Bertumbuh seiring dengan perjalanannya waktu yang ada, sebagai sosok manusia yang hidup di bumi ini pun juga tidak terlepas dari banyaknya tantangan di keseharian yang ada.

Lantas, apa yang dapat bisa berdampak dari beratnya tantangan yang saya dan mungkin kita hadapi itu di dunia nyata?

Dampaknya tentu sangat besar kepada setiap pribadi kita beserta dengan kepribadian kita sendiri di dalamnya. Semakin berat permasalahan yang ada, pastinya juga akan membuat semakin cepat perubahan di dalam diri kita.

Lalu, perubahan apakah yang ada itu sehingga bisa berdampak dalam diri kita sendiri?

Salah satu yang perlu mendapatkan highlight adalah kepercayaan di dalam diri. Kepercayaan menjadi sebuah nilai point penting dimana hal itu menjadi inti utama dalam kita menjalani kehidupan. Bukan hanya dalam mengambil keputusan juga, tetapi juga di dalam berperilaku atau sifat yang menjadi penambah dalam keseharian kita.


Ketika Dalam Kesulitan, In Whom I Can Trust?

Kita tahu bahwa kepercayaan dalam diri sendiri akan hilang apabila kita mengalami setiap kekecewaan di dalam diri kita. Entah kekecewaan, kesedihan, marah, dan sebagainya, itulah yang membuat kita menjadi hilang kepercayaan atas diri kita.

Jika ada hilangnya rasa kepercayaan tersebut di dalam diri kita, maka siapakah lagi sosok yang dapat kita percayai? Ini pastinya menjadi sebuah pertanyaan yang cukup berat ketika badai kehidupan sedang datang bukan?

Jawabannya mungkin bisa keluarga, orang terdekat, ataupun teman-teman yang memang memberikan supportive yang tepat bagi diri kita. Tetapi, ada satu sosok yang dapat menjadi penguatan hingga yang bisa kita percayai disaat masa-masa sulit dan kelam kita.

Namanya adalah Tuhan Yesus. Percaya atau tidak, saya pun juga merasakan bahwa Dia adalah sosok yang dapat saya percayai ketika di dalam situasi saya sedang kacau dan berat di keseharian saya. Bahkan ketika saya tidak dapat mempercayai diri sendiri, Tuhan-lah yang membuat saya percaya kepadaNya bahwa masih ada 1 pengharapan yang bisa saya pegang dan percayai.

Meksipun tidak serta merta dapat meringankan seluruh beban kehidupan yang ada, tapi setidaknya secara perlahan, Tuhan turut bekerja bersama dengan saya. Hingga disaat pemikiran kelam akan beratnya setiap permasalahan yang ada muncul, Tuhan seakan memberikan kekuatan dan juga pengharapan agar tetap mempercayaiNya di dalam segala sesuatu yang terjadi.

Whatever will be, will be.. Apa yang sudah terjadi, ya sudah terjadilah. Satu hal yang pasti, kita harus tetap memiliki kepercayaan diri dan juga pengharapan di dalam Tuhan meskipun situasi di dalam diri sedang berat dan kacau.


Lagu In Whom I Can Trust

Di saat saya sedang mengalami situasi yang berat dan merasa sendiri, seperti yang saya katakana sebelumnya. Siapa yang dapat saya percayai lagi ketika hidup terasa berat dan tidak karuan? Dan ketika saya menanyakan hal tersebut, jawabannya adalah Tuhan sendiri yang bisa menjadi sosok yang dapat saya percayai.

Hal ini juga diperkuat ketika saya mendengar sebuah judul lagu yang berjudul ‘In Whom I can Trust’. Saya pertama kali mendengar lagu ini ketika saya mengikuti ibadah online di hari Minggu pagi. Ketika saya mendengarnya, hati saya pun ikut tersentuh dan seakan tersadar bahwa masih ada satu sosok yang akan tetap berada di samping kita apapun yang terjadi.

Lagu ‘In Whom I Can Trust’ sendiri pernah dinyanyikan oleh Hillsong dan lagu ini sempat menjadi populer untuk dinyanyikan saat perayaan-perayaan ibadah di publik masyarakat.

Sedikit informasi tentang lagu rohani ini. Tetapi, lagu ini sendiri yang saya tahu juga pernah dinyanyikan di New Creation Church.

Tapi yang terpenting, lirik dari lagu ini sendiri merupakan sebuah kutipan dari ayat

Dengan liriknya yang seakan membuat kita menyadari bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita dan menguatkan kita, Dia pun juga turut dapat menjadi pribadi yang dapat kita percayai untuk menyerahkan setiap permasalahan yang ada.

So, bagaimana lagu dan juga lirik dari lagu ‘In Whom I Can Trust’ ini? Daripada penasaran, berikut liriknya yang bisa kalian nyanyikan dan mungkin bisa menjadi penguatan disaat diri sedang berat akan permasalahan yang ada. Tuhan berkati guys..


Lirik Lagu In Whom I Can Trust

You are the Lord, In whom I can trust.

You are the Rock, I can stand upon.

Every step of the way, You take my hand and say

You’ll always be here, right beside me.

When I call on You, I know You’ll come to me.

 

[Verse]

You are the Lord, In whom I can trust.

You are the Rock, I can stand upon.

Every step of the way, You take my hand and say

You’ll always be here, right beside me.

When I call on You, I know You’ll come to me.

 

[Chorus]

You are my Lord, In whom I can trust.

You’re my Fortress, You’re my deliverer,

My Shield, my Strength.

For all of my days, I place my hope in Jesus.

You loved me with Your life, The Rock of my salvation.

In whom I can trust!

 

[Chorus]

You are my Lord, In whom I can trust.

You’re my Fortress, You’re my deliverer,

My Shield, my Strength.

For all of my days, I place my hope in Jesus.

You loved me with Your life, The Rock of my salvation.

In whom I can trust!

 

[Outro]

You loved me with Your life, The Rock of my salvation.

In whom I can trust!


What's New?

Kuliah S1 Lagi? Sampai Pilih Jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

 Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Apakah kalian masih semangat untuk belajar atau mempelejari sesuatu? Pastinya kalau yang sudah bekerj...

Popular Post