Pages

Search This Blog

Showing posts with label daai tv. Show all posts
Showing posts with label daai tv. Show all posts

Friday, February 8, 2019

Mengajarkan Sifat Kebaikan Lewat Cerita Dongeng

Dalam mengajarkan berbagai sifat baik kepada sesama tentu memiliki banyak cara yang bisa kita terapkan. Mulai dari pengajaran oleh guru di sekolah, orang tua di rumah, hingga lingkungan tempat dimana kita tinggal. Tentunya, sifat-sifat yang diajarkan kepada kita tersebut memberikan dampak yang cukup besar bagi kehidupan kita. Namun, bagaimana jika mengajarkan berbagai sifat kebaikan tersebut dengan cara yang unik nan berbeda? Salah satunya adalah dengan boneka lho..

Yupp, mengajar lewat boneka. Pastinya kalian tidak sedang berkhayal kok hehehe. Nyatanya, lewat boneka pun kita bisa mengajarkan berbagai sifat kebaikan dan moral yang baik kepada sesama ataupun khususnya kepada anak-anak lho. Contohnya lewat tayangan yang berjudul ‘Rumah Dongeng’ yang ditayangkan oleh DAAI TV. Disini, acaranya pun dikemas menarik nan lucu yang pastinya membuat anak-anak betah untuk mendengarkan kisah yang disampaikan oleh pendongeng.

Paman Dongeng, yupp itulah sebutan pendongeng yang dimainkan oleh sosok Kak Heru. Dengan ditemani oleh boneka-boneka hewan yang lucu, Paman Dongeng menceritakan kisah-kisah dongeng yang tentunya sarat dengan makna kebaikan dan juga nilai sisi positif dalam perkembangan karakter anak. Selain itu, visualisasi dalam panggung boneka pun membuat cerita dongeng yang ia bawakan menjadi semakin hidup dan mudah dipahami oleh anak-anak yang menyimak kisahnya tersebut.

Menariknya lagi, acara Rumah Dongeng ini pun juga turut mengundang sekolah-sekolah yang ingin berpartisipasi sebagai audience bagi anak didik mereka dalam prosesi syuting di studio. Selain bisa menambah pengajaran dalam karakter anak lewat dongeng, anak-anak yang ikut terlibat dalam prosesi syuting tersebut juga sangat senang karena mendapatkan kesempatan untuk tampil di depan layar televisi.

Dalam prosesi syuting di studio sendiri, anak-anak sekolah diwajibkan untuk menampilkan satu penampilan yang membawa ciri khas dari sekolah tersebut dengan menggunakan seragam sekolah mereka sebagai identitas dari sekolah. Biasanya, anak-anak menampilkan 1 lagu yang dinyanyikan secara bersama-sama. Tentu hal ini menjadi nilai positif bagi mereka agar memiliki karakter keberanian dalam berekspresi dan juga berani dalam mengembangkan bakat mereka.

Sebagai penutup, tentunya sangat penting bagi kita untuk bisa mengajarkan berbagai sifat kebaikan dan juga moral kehidupan kepada sesama kita, khususnya bagi anak-anak yang menentukan karakter pribadinya di masa mendatang. Well jika kalian ingin melihat acara Rumah Dongeng itu bagaimana dan juga ingin tahu keseruannya, kalian bisa melihat di channel Youtube gue disini yang gue upload tentang beberapa episode Rumah Dongeng yang gue kerjakan. Atau kalian juga bisa melihat semua tayangannya di channel Rumah Dongeng DAAI TV disini (fyi episode yang gue kerjakan dimulai dari yang jadwal tayang 4 Mei 2018 sampai seterusnya) Ayo, sebarkan kebaikan bagi sesama!

Saturday, January 26, 2019

Kisah Menjadi Seorang Insan Media

Tak terasa setahu sudah berjalan. Yup, tak terasa sudah semusim gue terjun dan berkarya menjadi insan media. Banyak kisah suka dan duka yang gue jalani selama menjalani hari-hari itu. Meskipun awalnya berat karena melakukan pekerjaan tersebut adalah hal yang pertama gue lakukan, tapi banyak pelajaran yang gue dapat dari profesi ini lho. Selain itu, yang paling menariknya dan membuat semangat bagi diri sendiri adalah gue bisa bertemu dengan banyak public figure yang dulunya hanya gue bisa lihat mereka di televisi lho.

Itulah seberapa kata yang bisa gue rasakan dalam menjadi seorang Kreatif di media televisi. Tepat di bulan Januari ini juga menjadikan gue sudah setahun menjalani pekerjaan yang dituntut untuk berkarya bagi masyarakat di DAAI TV. Berpikir, menulis, dan berkarya. Itulah 3 hal yang selalu ada dipikiran gue selama setahun belakangan ini sembari menjalani kehidupan.

Lantas, apa saja yang gue lakukan selama setahun ini sebagai insan media? Well, there are so much things that I do! Banyak banget pelajaran baru yang gue dapat dari pekerjaan ini, mengingat pekerjaan ini juga cukup berbeda dengan jurusan gue saat kuliah lho. Gue yang kuliah notabene mengambil jurusan Bahasa dan Budaya Inggris, malah bekerja di bagian yang semustinya dipegang oleh jurusan seperti Ilmu Komunikasi, Jurnalistik, ataupun Broadcasting. Menarik sekali bukan? Tetapi, itulah kesempatan terbaik yang bisa gue dapatkan dan gue mensyukuri itu.

Beberapa aktivitas gue lakukan di pekerjaan sebagai Creative atau Kreatif. Yang pertama-tama sudah pasti menulis skrip untuk Taping atau yang bisa disebut untuk pengambilan gambar. Tentu berbagai ide mulai dari topik, tema, jalan cerita, tokoh, setting, semuanya masuk ke dalam situ. Oh iya, membuat 1 skrip itu sebenrnarnya gampang-gampang susah sih menurut gue. Karena jika otak dan mood sedang tidak sinkron, maka ide pun sulit muncul. Cara yang tepat untuk mendapatkan sebuah ide baru yaitu dengan browsing di internet, diskusi dengan teman kerja, ataupun juga bisa dengan atasan. Kalau kalian suka menulis seperti gue, mungkin menulis skrip seperti ini bisa menjadi hal yang menyenangkan untuk dilakukan lho.

Selanjutnya, menjadi seorang Floor Director. Nahh, bagi kalian suka melihat di televisi dan ada yang bilang “3.. 2.. 1.. Cut!”, itulah orangnya dan gue juga mengerjakan hal tersebut. Sama seperti seorang sutradara, Floor Director atau disingkat FD ini yang mengatur selama proses syuting dan pengambilan gambar berlangsung. Dibantu seorang PD (Production Director) dan Produser, FD juga yang mengarahkan Cameramen dan juga Talent ataupun Host saat syuting berlangsung. Awalnya, gue tidak mengerti menjadi seorang FD itu seperti apa lho. Yang gue tau hanya “3.. 2.. 1.. Cut!”, ataupun “Stand by” hahaha. Tapi seiring berjalannya waktu, gue pun bisa mempelajarinya dengan baik. Tentunya dengan sharing dari temen-temen yang juga kadang menjadi FD saat syuting.

Yang terakhir yaitu Production Assistant atau disingkat PA. Nahh kalau kerjaan seorang PA, dialah yang mengurus beberapa hal seperti menghubungi Host dan Talent, menyiapkan pakaian atau Wardrobe yang akan digunakan dalam syuting, katering, dsb nya. Dan lagi, gue pun juga mengerjakan bagian PA ini. Awalnya, cukup merepotkan juga ya... Menghubungi orang sana-sani, mondar-mandir mengurus segala perintilan, rasanya ingin membagi tubuh ini menjadi beberapa bagian lho! Ya meskipun agak merepotkan di awal, tapi cukup seru juga menjalaninya. Apalagi bagi yang ingin hidup sehat, bisa mencoba bagian ini hehehe. Karena menjadi PA itu kita harus banyak gerak lho.

Yupp, itulah 3 pekerjaan yang gue kerjakan selama menjadi seorang insan media di DAAI TV. Sangat menarik dan juga berkesan. Banyak hal baru yang gue kerjakan disini serta memacu diri gue untuk keluar dari zona nyaman. Gue hanya bisa bersyukur atas segala kebaikan ataupun kesempatan yang dapat gue jalankan hingga sekarang ini. Semoga, berbagai kesempatan yang telah gue dapatkan ini bisa memacu diri gue untuk bisa menjadi lebih baik, lebih maju dan bekal untuk kedepannya! Semangat!

Sunday, December 30, 2018

Kaleidoskop Cerita 2018

Wahh, tidak terasa tahun 2018 akan segera berakhir. Banyak cerita yang telah dilalui dan juga dilewati dengan berbagai kisah. Sedih, senang, semangat, lelah, semangat, semuanya ada di tahun 2018 ini buat gue. Selain itu, tahun 2018 juga cukup menarik bagi gue karena beberapa hal baru telah datang dan juga banyaknya pengalaman baru yang juga menghiasi hari-hari gue di tahun ini.

Yang paling tidak bisa dilewatkan yaitu ketika gue di wisuda. Yupp, tahun ini merupakan tahun dimana gue secara sah mendapatkan gelar S.Hum di UBM (cerita tentang wisuda disini). Setelah 4 tahun menjalani perkuliahan dengan penuh cerita yang tak terlupakan, pada awal tahun itu yaitu tepatnya di bulan Januari 2018, gue diwisuda dan berhak menggunakan gelar tersebut. Lulus dari jurusan Bahasa & Budaya Inggris, tentu membuat gue bangga akan gelar yang telah gue raih tersebut.

Hari itu dimana gue bisa membuat kedua orang tua gue berbangga akan pendidikan yang telah ditempuh oleh anaknya ini. Memang sih, tidak bisa memberikan nilai IPK yang sampai Cum Laude seperti itu, tetapi melihat gue di wisuda sudah membuat orang tua gue bangga karena bisa menyekolahkan anaknya ini hingga di jenjang perguruan tinggi. Meskipun begitu, gue bisa menoreh prestasi lainnya yang tak kalah membanggakan buat mereka lho. Salah satunya adalah nama gue bisa tercatat di buku wisuda UBM tahun 2017 yang notabene dimiliki oleh ratusan wisudawan/i pada saat itu. Yup! Nama gue tercatat sebagai pemenang juara 2 lomba cerdas cermat bahasa Inggris tingkat nasional yang diadakan oleh Universitas Indonesia. Setidaknya, satu hal tersebut bisa membuat orang tua gue lebih berbangga karena anaknya ini bisa mempersembahkan satu prestasi yang bisa dibanggakan bukan hehehe.

Hal lainnya yang membuat hari-hari gue di tahun 2018 ini menjadi berwarna adalah kesempatan baru dengan terjun di dunia media. Yup! Kalau kalian ketahui, tahun ini gue bisa masuk ke DAAI TV. DAAI TV sendiri merupakan salah satu media yang mengedepankan cerita budaya humanis dan juga menyebarkan aspek kebaikan dari sisi manusia. Tentu, dulu gue tidak pernah memiliki pemikiran bahwa bisa bekerja di televisi. Bahkan, berpikir untuk bisa masuk televisi saja sudah menjadi sebuah angan-angan saja kali hahaha. Tapi nyatanya, pemikiran itu bisa menjadi kenyataan.

Berbagai pelajaran baru telah gue dapati di DAAI TV. Mulai menjadi Creative, Floor Director, hingga Production Assistant, semuanya gue kerjakan di hari-hari sebagai insan media. Memang melelahkan dan juga  cukup menguras tenaga serta pikiran, karena bagian ini sendiri bukan termasuk ke dalam apa yang lulusan Sastra Inggris inginkan lho. Meskipun melelahkanm tetapi melihat nama kita di televisi dan juga bisa bertemu dengan publik figur seperti artis menjadi pengobat yang manis bukan? Hehehe. Tapi demi sebuah pengalaman yang baru dan menantang, gue pun dapat menjalaninya dengan cukup baik hingga sekarang. Thank God I can through it until this day.

Yup, begitulah sepenggal kisah yang menurut gue paling menarik di tahun 2018. Memang di tahun ini ada banyak sekali yang berkesan dan gue pun tidak bisa menceritakan semuanya disini. Tetapi 1 hal yang harus disyukuri adalah gue masih bisa berdiri tahun 2018 ini dan bisa menjalani hari dengan baik. Selain itu, mempunyai keluarga yang masih sehat dan selalu mendukung gue menjadi 1 hal yang harus gue syukuri di tahun ini. Gue berharap di tahun yang akan datang, akan menjadi tahun yang lebih baik lagi serta bisa membuat diri gue menjadi lebih baik dan juga bisa membuat gue lebih bahagia menjalani hari-hari.

Gue pun berharap supaya kita semua di tahun yang akan datang nantinya bisa diberi berkah, kesehatan, rezeki, dan pastinya bisa menjadi tahun yang lebih baik dari yang sudah dilewati. Maka dari itu, bagaimana denganc erita kalian di tahun 2018 ini? Semua cerita yang telah kalian lalui pastinya baik dan bisa memberikan pelajaran agar di tahun 2019 nanti bisa menjadi yang lebih baik lagi. Maka dari itu, ayo siapkan diri kita untuk menyongsong tahun yang lebih baik lagi di tahun 2019. Keep your spirit up, be grateful and God bless!

Tuesday, December 25, 2018

Berbagi Kasih Natal

Hi guys! Whats'up? It's a Christmast day! Buat kalian yang merayakan Natal, gue mengucapkan Selamat Hari Natal untuk kalian beserta dengan keluarga maupun kerabat. Tak terasa kita sudah sampai di bulan akhir di tahun 2018. Tak terasa juga kita akan mempersiapkan tahun yang baru dalam hitungan beberapa hari. Jadi, apakah kalian sudah memikirkan apa yang sudah telah kalian capai di tahun ini? Apapun pencapaiannya, semua tentu pasti baik bukan?

Anyway, dalam menyambut hari raya Natal ini, gue akan mem-posting singkat mengenai acara 'Berbagi Kasih Natal'. Hmm.. Kira-kira, itu acara apa ya? Well, acara ini merupakan salah satu acara dari DAAI TV yang diselenggarakan untuk menyambut hari raya Natal guys. Nahh untuk merayakan Natal dan juga menghibur seluruh keluarga Indonesia dalam kemeriahan Natal, maka DAAI TV pun membuat acara ini yang dikhususkan untuk menyambut perayaan keagamaan bagi umat Kristiani di seluruh dunia ini. Acara ini disiarkan pada 25 Desember 2018 jam 9 malam di DAAI TV lho.

Dalam acara ini, ada banyak penampilan menyanyi yang disajikan. Selain itu, acara ini juga turut mengundang beberapa panti suhan yang berada di kota Jakarta agar bisa bersama-sama merayakan suasana Natal dengan penuh keceriaan. Saat berada di acara ini pula, gue turut senang melihat para anak-anak dari berbagai panti asuhan yang terlihat keceriaan pada raut wajah mereka. Tentunya jika kita melihat orang lain senang, pastinya diri kita juga turut merasakan kebahagiaan itu ya..

Nahh dalam acara ini pula, turut mengundang salah satu penyanyi yang sudah cukup terkenal di dunia musik dan juga sudah lama melintang di dunia tarik suara ini guys. Kira-kira, siapakah sosok tersebut? Yupp, sosok yang diundang adalah Nikita. Pastinya, untuk anak-anak seumuran gue sudah mengetahui sosok kakak yang satu ini bukan? Berbagai lagu rohani seperti 'Di Doa Ibuku Namaku Disebut', 'Seperti Yang Kau Ingini', 'Pelangi Sehabis Hujan', dan masih banyak lagi, telah menghiasi telinga kita saat beribadah di gereja. Kak Niki, begitu nama panggilannya, merupakan sosok yang ramah lho. Seperti saat gladi bersih acara, gue dan teman-teman dari DAAI TV Choir sempat bersalaman dan juga bersapa. Dengan wajah senyumnya, tentu kakak yang satu ini boleh dibilang pribadi yang cukup ramah. Selain berjabat tangan, gue pun juga bisa berkesempatan untuk berfoto bersama dengannya. Sekali lagi, Kak Niki dengan keramahannya memperbolehkan. Wahh, gue pun di dalam hati berkata, 'selain cantik, ternyata ramah juga ya Kak Niki ini hehehe." Bisa berfoto dengan salah satu penyanyi yang dari dulu lagunya sering gue nyanyikan tentu menjadi pengalaman yang sangat menarik dan juga tak terlupakan.

Selain penampilan dari Nikita, beberapa penampilan lainnya juga turut ikut memeriahkan acara ini. Sebut saja Paduan Suara Vincentius Putra, atraksi penampilan alat musik daerah yaitu Gamelan, dan juga tak ketinggalan dari DAAI TV Choir. Ya! Ini pertama kalinya gue bisa tampil di depan layar hahaha.. Cukup berbangga karena akhirnya bisa juga muncul di layar, karena biasanya gue selalu menjadi orang yang di belakang layar produksi. Pada acara ini juga, DAAI TV Choir diberikan kepercayaan untuk menyanyikan 3 lagu lho. Lagu-lagu yang dinyanyikan juga lagu dengan nuansa Natal yang pastinya bisa memeriahkan suasana Natal keluarga Indonesia. Oh iya, tak lupa juga kalau DAAI TV Choir juga menyanyi bersama dengan Juara Voice of DAAI 2018 yaitu Satrio dan juga Sabrina lho yang membuat acara ini semakin meriah.

Apa saja 3 lagut tersebut? Lagu-lagu tersebut adalah 'Kita Satu Keluarga' yang berkolaborasi dengan Satrio VoD dan Sabrina VoD (disini), 'Deck The Halls' (disini), serta 'Feliz Navidad' yang dinyanyikan bersama dengan Nikita (disini). Nahh, bagi kalian yang penasaran ingin melihat penampilan dan juga mendengar lagu-lagu yang dinyanyikan tersebut, kalian bisa langsung meng-klik tombol yang sudah disediakan tersebut. Dijamin, pasti kalian akan ikut merasakan keceriaan dalam lagu yang dinyanyikan tersebut..

Sebagai penutup, tentunya gue pribadi mengucapkan Selamat Hari Raya Natal 2018 bagi seluruh umat Kristiani di dunia. Natal sendiri bukan hanya untuk agama ataupun golongan tertentu ya, karena keceriaan Natal itu sendiri merupakan keceriaan dari seluruh umat manusia yang ada di bumi yang kita cintai ini. Semoga dengan semangat dan juga keceriaan Natal ini, dapat membawa damai sukacita dan juga semangat yang baru untuk tetap optimis serta menyebarkan kebaikan ke semua kerabat. Selamat Natal 2018. Merry Christmas everyone!

Monday, October 22, 2018

Peran Media dan Aspek Kemanusiaan


“Hmm.. Rasanya kayak lagi kuliah lagi kalo ngikutin seminar kayak gini. Kangen masa itu..”

Kalo boleh untuk berbicara di dalam hati, itulah hal yang akan gue katakan. Yup! Masa kuliah dimana gue cukup sering mengikuti berbagai seminar yang diadakan oleh pihak kampus ataupun dari pihak jurusan sendiri. Mau cuman ngikut sebagai peserta? Ikut.. Atau mungkin jadi panitia seminar? Hayuu aja.. Ahh, masa dimana gue menimba ilmu dan juga dimana gue menikmati hidup-hidup sebagai mahasiswa.. Takkan terlupakan..

Well, untuk kali ini gue gak akan membicarakan mengenai masa-masa gue menjadi mahasiswa itu kok.. Tenang.. Tenang.. Topik pada hari ini gak ada hubungannya dengan dunia kuliah ya Friends. Untuk cerita kali ini, gue akan menceritakan mengenai suatu seminar yang kemarin baru saja gue ikuti di kantor. Yaa, kalo boleh jujur sii sebenarnya gue lebih memilih untuk menggunakan waktu gue buat ngelakuin berbagai hal yang gue suka macem me time, istirahat sejenak di hari weekend, ataupun tidur.. Hmm, tapi karena ini diwajibkan oleh kantor untuk ikut seminarnya ya apa boleh kata. Gue yaa berpikir positive aja, siapa tau apa yang gue dengar bisa bermanfaat dan terlebih cukup menghibur di kala akhir pekan.

Nahh untuk seminar kemarin, kantor gue menyelenggarakan sebuah seminar yang mempunyai tema “Seminar Media dan Kemanusiaan” yang diselenggarakan di gedung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Mengingat ulang Tahun dari Tzu Chi sendiri yang ke 25 tahun, DAAI TV sebagai salah satu bagian dari badan misi yayasan ini tentu juga ingin merayakan hari jadi yayasan yang mempunyai gedung di daerah Pantai Indah Kapuk ini. Tentu tentang apa yang diselenggarakan acaranya, tak jauh-jauh mengenai media karena tohh DAAI TV merupakan suatu media penyiaran yang sudah malang-melintang di dunia pertelevisian Indonesia.

Back to topic, jadi di seminar ini sendiri, DAAI TV juga mengundang beberapa tokoh-tokoh besar yang turut berperan dalam dunia media serta dunia kemanusiaan guys. Ya, ini juga menurut gue menjadi salah satu penyemangat untuk mengikuti seminar di kala rasa hati di diri ingin beristirahat dirumah. Dan memang, gue sendiri cukup excited untuk melihat para tokoh tersebut secara langsung. Lho, kok excited? Lahh iya dong, wong melihat mereka aja biasanya cuman di televisi hahaha..

Untuk tokoh yang pertama sendiri ada Bapak Moeldoko. Siapa yang tak kenal dengan beliau? Tentu kalian sudah mengenalinya bukan? Seorang mantan Panglima TNI yang sekarang menjabat sebagai  Kepala Staf Kepresidenan RI ini menjadi sosok pembicara pertama yang menyampaikan pesan di panggung acara. Pak Moeldoko sendiri memberikan beberapa informasi dimana peran pemerintah dalam media serta upaya apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam menanggulangi hoax yang sekarang cukup masif di kalangan masyarakat. Selain itu, Pak Moeldoko juga memberikan informasi mengenai tantangan apa kedepannya bagi Indonesia yang akan menuju ke era industri 4.0 guys.

Selain Pak Moeldoko, ada juga tokoh yang tak kalah pentingnya di dalam seminar ini. Selanjutnya ada Pak Rudiantara selaku Menteri Komunikasi dan Informatika RI. Tentu sebagai sosok dimana yang mengurus segala hal tentang media, jaringan komunikasi, bahkan internet yang ada di Indonesia ini, beliau juga memberikan beberapa pesan dimana pentingnya peran media dalam menyampaikan berita informasi guys. Pak Rudiantara juga memberikan himbauan dalam seminar ini agar kita tidak gampang dengan berita bohong a.k.a hoax serta bersama-sama memerangi kumpulan berita hoax tersebut agar dunia informatika kita bisa menjadi lebih sehat dan juga terbebas dari berita bohong.

Nahh, sosok pembicara yang terakhir menurut gue adalah salah satu tokoh yang cukup dikenal di dunia pertelevisian Indonesia serta putri bungsu dari Presiden ke-4 yaitu Pak Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan sebutan Gus Dur. Hayoo tebak siapakah dia? Ya! Mba Inayah Wahid! Untuk di sesi ini sendiri, Mba Inayah lebih condong menceritakan dari sisi kemanusiaan guys. Dengan mengambil contoh dari sisi sang ayah, Mba Inayah juga menceritakan bagaimana kemanusiaan itu juga termasuk dalam cara kita dalam menghormati sesama manusia serta berkawan dengan semua orang tanpa memandang latar belakang mereka (suku, agama, ataupun ras). Dari apa yang disampaikan oleh Mba Inayah, tentu gue sangat.. sangat.. 100% setuju dengan apa yang disampaikan oleh Mba Inayah. Kita harus menghormati semua orang dan hidup secara harmoni tanpa memandang latar belakang dari orang tersebut guys!

Selain ketiga tokoh tadi, ada juga pesan-pesan yang disampaikan oleh beberapa tokoh seperti dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) yaitu KH Said Aqil Siradj dan serta juga ada Bapak Hong Tjhin selaku CEO dari DAAI TV sendiri. Buat gue sendiri, seminar kemain cukup memberikan inspirasi dan juga pandangan buat gue sebagai insan media pada saat ini. Setelah mendengar materi-materi yang disampaikan oleh para tokoh tersebut, gue menyadari kalau media juga turut berperan dalam kehidupan kita dalam aspek kemanusiaan. Selain itu, media juga berperan sangat besar untuk menyebarkan informasi positif yang bisa disampaikan untuk masyarakat luas.

Nahh dari seminar kemarin, gue pun juga berharap agar media-media di Indonesia dapat terbebas dari banyaknya berita bohong atau biasa yang disebut hoax serta media sendiri dapat meberikan nilai-nilai positif bagi kehidupan berbangsa kita. Tentu hidup dengan damai, aman dan juga tenteram di bumi Indonesia menjadi impian kita bukan? Maka dari itu, yukk kita sebarkan kebaikan serta berita positif di media-media Indonesia..

Tuesday, September 11, 2018

25 Tahun Tzu Chi Indonesia Menyebarkan Cinta Kasih

Ketika mungkin orang-orang ketika hari weekend tiba, mereka akan melakukan berbagai aktivitas seperti hanging out with friends, have a quality time with family, or even sleep at home, aktivitas tersebut biasa dilakukan untuk menghabiskan waktu di akhir pekan. Nahh, tetapi akhir pekan gue di hari Sabtu yang lalu itu sedikti berbeda dengan aktivitas-aktivitas yang sudah gue sebutkan seperti di atas yang tadi.

Pada hari Sabtu, tepatnya tanggal 8 September 2018 kemarin, gue mengikuti acara kantor yang diadakan di gedung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Acara yang gue ikuti ini bersifat wajib, so there's no excuse to not come.. Hmm, sebenarnya gue ingin menghabiskan waktu di akhir pekan dengan beristirahat sihh.. Tapi, ya tak apa. Gue juga pribadi ingin tau tentang acara yang menurut gue acara besar seperti ini sih karena gue belom pernah mengikuti acara besar Tzu Chi semenjak gue masuk kerja di DAAI TV. Baiklah, gue ikut dalam acara ini.

Kumpul di kantor pada sore hari sekitar jam 6 kurang 15 menit, gue dan karyawan DAAI TV lainnya berbaris menuju aula Jing Si Tang di lantai 4. Aula ini sendiri cukup besar lho! Bisa menampung cukup banyak orang dan juga dengan suasana yang sangat nyaman menurut gue. Setelahnya, gue duduk di kursi untuk bisa menyaksikan acara-acara yang diselenggarakan oleh yayasan. Oh iya, kursi yang gue duduki kemarin itu bukan seperti kursi biasa pada umumnya lho. Kursinya sendiri adalah kursi kayu guys..

Dalam acara ini, semua badan amal Tzu Chi hadir untuk mengikuti acara ulang tahun ke 25 tahun Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Acara-acara yang ditampilkan pun cukup meriah. Mulai dari tayangan-tayangan sejarah berdirinya Tzu Chi Indonesia, film pendek inspiratif, sampai cerita dari relawan, semuanya ditampilkan selama acara berlangsung. Yang lebih spektakuler lagi, dalam rangkaian acara hari itu juga menampilkan beberapa artis papan atas sepert Addie M.S, Twilite Orchestra, dan juga Sastrani Dewantara lho. Menurut gue, acara kemarin cukup keren dan juga menghibur serta memberikan inspirasi sih dikala akhir pekan. Yaa, well it's like enjoying my weekend by watching the orchestra with a beautiful sound...

Suasana Aula Jing Si Tang di lantai 4 Gedung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang berada di PIK, Jakarta Utara

Friday, August 31, 2018

Rang Ai Chuan Chu Qu - (让爱传出去) - Biarkan Cinta Kasih Tersebar Luas

Halo semuanya! Kembali lagi gue mau update singkat mengenai lagu. Yup! Akhir-akhir ini mungkin gue lagi seneng mendengarkan lagu dan juga menyanyikan lagu-lagu lho.. Ha? Iya? Kok bisa jadi seneng denger lagu atau nyanyi gitu? Yaa, well, itu gua lakukan untuk me-refreshing pemikiran gue aja sii supaya gak terlalu stress dengan pekerjaan di kantor. Mungkin jika kalian lagi merasa bete, suntuk, ataupun stress, menyanyi atau mendengarkan sebuah lagu bisa menjadi suatu jawaban untuk menghilangkan itu semua lho.

Ngomong-ngomong soal lagu, gue mau kasih kalian sebuah lagu nih.. Lagu ini dinyanyikan saat ulang tahun kantor gue yaitu DAAI TV yang ke 11. Perayaannya sendiri diselenggarkan pada hari Senin lalu di tanggal 27 Agustus 2018. Nahh saat perayaan ulang tahun tersebut, DAAI Choir menampilkan penampilannya untuk membawakan 3 lagu.


Salah satu lagu yang kita nyanyikan akan gue share disini. Menurut gue, lagu ini memiliki makna yang bagus sekali lho. Inti dari lagu ini sendiri mengajarkan kita untuk menyebarkan cinta kasih kepada sesama. Judul dari lagunya adalah Rang Ai Chuan Chu Qu (让爱传出去), atau yang dalam Bahasa Indonesia berarti 'Biarkan Cinta Kasih Tersebar Luas'. Ok, sekarang gue akan meng-share lagu tersebut.. Lagunya sendiri buat gue memiliki nada yang enak untuk didengar.. Kalian penasaran seperti apa lagunya? Monggo, dinikmati lagunya bro sis sekalian...

Link Lagu: https://www.youtube.com/watch?v=dakYaYvh6lo


Rang Ai Chuan Chu Qu - 让爱传出去

爱 是 看 不 见 的 语 言
ài shì kàn bù jiàn de yǔ yán
cinta kasih adalah bahasa yang tak berwujud
爱 是 摸 不 到 的 感 觉
ài shì mō bù dào de gǎn jué
cinta kasih adalah perasaan yang tak bisa diraba
爱 是 我 们 小 小 的 心 愿
ài shì wǒ men xiǎo xiǎo de xīn yuàn
cinta kasih adalah keinginan kecil hati kita
希 望 你 平 安 快 乐 永 远
xī wàng nǐ píng ān kuài lè yǒng yuǎn
semoga kau selamat dan gembira selamanya
爱 是 仰 着 头 的 喜 悦
ài shì yǎng zhe tóu de xǐ yuè
cinta kasih adalah tatapan sukacita
爱 是 说 不 出 的 感 谢
ài shì shuō bù chū de gǎn xiè
cinta kasih adalah perasaan terima kasih yang tak terucap
爱 是 每 天 多 付 出 一 点 点
ài shì měi tiān duō fù chū yī diǎn diǎn
cinta kasih adalah sumbangsih sedikit demi sedikit setiap hari
双 手 合 十 不 在 乎 考 验
shuāngshǒu hé shí bù zài hū kǎo yàn
beranjali tak menghiraukan cobaan
让 爱 传 出 去
ràng ài chuán chū qù
sebar-luaskanlah cinta kasih
它 像 阳 光 温 暖 我 和 你
tā xiàng yáng guāng wēn nuǎn wǒ hé nǐ
ia seperti sinar matahari yang menghangatkan kita
不 管 有 多 遥 远
bù guǎn yǒu duō yáo yuǎn
tak peduli seberapa jauh
总 有 到 的 那 一 天
zǒng yǒu dào de nà yī tiān
akhirnya hari itu akan tiba
让 爱 传 出 去
ràng ài chuán chū qù
sebar-luaskanlah cinta kasih
那 前 方 漫 漫 人 生 路
nà qián fāng màn màn rén shēng lù
di jalan kehidupan yang panjang di masa mendatang
有 你 的 祝 福
yǒu nǐ de zhù fú
dengan adanya doa dari mu
没 有 过 不 去 的 苦
méi yǒu guò bù qù de kǔ
tak ada derita yang tak bisa diatasi

Tim DAAI Choir bersama Laoshi Jin Hua yang tampil di acara Hut DAAI 11 Tahun

Wednesday, August 8, 2018

Hati Yang Bersyukur - 感恩的心 – (Gan En De Xin)

Halo guys! Apa kabarnya kalian? By the way, apakah kalian menyadari tentang tanggal pada hari ini? Yup! It's a unique date you know! 8 Agustus 2018, hmm.. Mungkin pada hari ini kalian ada yang menyatakkan cinta pada pasangannya? Well, semoga bagi kalian yang menyatakan cinta pada hari ini dapat mendapatkan jawaban yang membuat kalian bahagia ya hehe..

Nahh, kalau kalian mungkin sedang berbunga-bunga karena ada yang sudah officialy berpacaran (ciee), gue hari ini mamu membagikan aja sepenggal lirik yang gue nyanyikan dan latihan dengan DAAI TV Choir. Bagi kalian yang belum tau, DAAI TV Choir adalah choir yang beranggotakan karyawan-karyawan dari DAAI TV Choir sendiri gengs. Dari berbagai unit departemen, semua menjadi satu dalam DAAI TV Choir (kalian bisa liat mengenai DAAI TV Choir disini). Jadi, pada hari ini, gue akan memposting singkat mengenai suatu lagu yang cukup bagus ke kalian.

Nahh, lalu mana lirik lagu yang katanya menurut gue bagus itu? Ok.. Ok.. Sabarr.. Gue akan memposting suatu lagu yang berjudul 'Hati Yang Bersyukur' jika diartikan dalam Bahasa Indonesia. Dalam Mandarinnya sendiri lagu ini berjudul 感恩的心 (Gan En De Xin). Bagus bukan judul lagunya tersebut? Lagu ini merupakan lagu pertama yang gue nyanyikan ketika gue baru bergabung dengan DAAI TV Choir, jadi ya well, for me it's a good song. Awalnya gue hanya tau lagu ini, tapi lama-kelamaan lagunya enak juga buat didengarkan dan juga dinyanyikan. Lalu, setelah gue tahu tentang arti dari lagu ini sendiri, gue makin suka dengan lagu ini lho. Ok, tanpa perlu lama-lama ini lirik lagunya yang akan gue share ke kalian. Untuk liriknya sendiri, gue akan memasukkan 3 bahasa supaya kalian bisa melihat bahasa manya yang cocok buat kalian dan juga untuk dimengerti. Selain itu, gue akan share link Youtube dari lagu ini, siapa tau kalian juga ingin menyanyikan lagu ini hehe..

Link: https://www.youtube.com/watch?v=tM21rwgMzNM


感恩的心 – (Gan En De Xin)

我来自偶然,像一颗尘土
Wo lai zi ou ran, xiang yi ke chen tu
I came from chance, as a dust
Aku berasal dari kebetulan, seperti debu

有谁看出我的最弱
You shui kan chu, wo de cui ruo
Who will see my weakness?
Apakah ada yang melihat kelemahanku?

我来自何方,我情归何处
Wo lai zi he fang, wo qing gui he chu
Where did I come from? Where will this feeling return?
Dari manakah aku datang? Dimanakah perasaan ini akan kembali?

谁在下一刻呼唤我
Shui zai xia yi ke hu huan wo
Who will calling me in the next moment?
Siapakah yang akan memanggil diriku sesaat berikutnya?


天地虽宽,这条路却难走
Tian di sui kuan, zhe tiao lu que nan zou
Altough the world is wide, but this road is difficult to walk
Meskipun dunia ini luas, tapi jalan ini sulit ditempuh

我看遍这人间坎坷辛苦
Wo kan bian zhe ren jian, kan ke xin ku
I’ve seen rough and hard all over this world
Kulihat kekasaran dan kekerasan diseluruh dunia ini

我还有多少爱,我还有多少泪
Wo hai you duo shao ai, wo hai you duo shao lei
How much love do I still have? How much tears do I have to shed?
Berapa banyak cinta yang kupunya? Berapa banyak air mata yang harus kutumpahkan?

要苍天知道我不认输
Yao cang tian zhi dao, wo bu ren shu
Let the firmament know, that I will not lose
Supaya dunia tahu, kalau aku tidak akan kalah


感恩的心,感谢有你
Gan’en de xin, gan xie you ni
With a Grateful heart to thanks to have you
Dengan hati yang bersyukur untuk berterimakasih karena ada kamu

伴我一生, 让我有勇气作我自己
Ban wo yi sheng, rang wo you yong qi zuo wo zi ji
Stand by me the whole life, giving me a courage to be myself
Menemaniku, memberiku keberanian untuk menjadi diri sendiri

感恩的心,感谢命运
Gan en de xin, gan xie ming yun
With a Grateful heart to thanks my destiny
Dengan hati yang bersyukur untuk berterimakasih kepada nasib

花开花落我一样会珍惜
Hua kai hua luo, wo yi yang hui zhen xi
No matter the flower blooming or falling, I will always cherish my life
Tidak peduli bunga-bunga bermekaran ataupun berguguran, aku akan selalu menghargai hidupku

Wednesday, July 18, 2018

Harmony of Sound With DAAI Choir

Hi guys! What's up? It's been a while after my last posting in this blog.. Well, it's because of my work's time. Yup! You can imagine how about my time that I had. A busy schedule, thinking to make a creative content every time, contacting talent, ahh.. Those kind of thing that I do during the working time. And also, you can come to the office in the weekend time (Saturday and Sunday) for taping the program. Hmm, me myself sometimes can't handle these things~ Just like I wanna find a long escape from this routinity guys. Even I have a tight schedule, well, sometimes I can enjoy myself at the office. The only thing that I can enjoyed it by singing. What? Singing during the works time ? Hell, you are finding a problem with your manager. No.. No.. It's not about that. I'm not singing while do my assignments. Singing in here is I'm sing during the lunch time. One hour to release the stressfull at your mind is quite good enough right, before you start thinking again at your desk. Yes, I do singing during the lunch time but I'm not sing alone. I'm singing with a choir.

From this several months (if I'm not mistaken at March), I joined the choir at my office. I just know that my office got a choir after the Camp Humanis 2018. So, why I join this choir? Well of course to find a new friends, to know the supervisors at my office, and also to sing along together. Since I loved to sing and for myself also singing can make my mind a little bit relax, so there is no doubt to join this choir. Yaa, maybe the other reason is also to practice my sound (my voice is not really good anyway lol). So, beacuse of all that kind of reasons, now I joined the DAAI Choir! I have a schedule to practiced with the choir in every Tuesday.

DAAI Choir itself is a choir which is consists of the employees of the DAAI TV. The members itself is from the different division. You can meet the people from the Translator division, Finance division, Production division and others. As you know, my office is closely related to the Mandarin Language.. So, you can imagine that I have to sing a song using a Mandarin.. Even I'm not a little bit friendly with this language and also I'm NOT graduated from Chinese Literature, so I got a little bit problem to spoke some words lol. But, I can go with that! Lao shi Jin Hua as our coach sometimes fix the words which are we spoke during singing the Mandarin song. Yaa, well that's another bonus for me! You can learn the Mandarin Language thru' song which is very interesting to do. Oh and also you can known some songs which is for me that's the good song. I mean not only the melody itself, but also the meaning of the song. Some of the songs teach us about humanity, love, and many more. Maybe in the next post I'll post some of the songs which are I practiced at choir..

Last but not least, I hope that when I joined the DAAI Choir, I can give a small contribute of my voice for the choir itself. Well, even I don't have a good voice, at least I can try to practice to singing with a right melody and also with a right intonation hahaha. Oh, and the important thing for me is I hope that I can go well the all members of the choir. By having a new friends, ourselves can learn to know and understand others people perspective. So, at that time in the future, we can know how to associate with others people with a right things to do. Gan en.

The DAAI TV Choir

Monday, March 26, 2018

Menjalin Jodoh Baik Lewat Camp Humanis 2018

Menjalin jodoh baik? Hmm.. Jodoh baik apa itu kira-kira? Anyway, jodoh disini bukan berarti secara gamblang tentang jodoh seperti 1 orang dengan pasangannya. Jodoh di dalam konteks ini mempunyai arti sebuah jalinan atau hubungan yang sudah timbul untuk kedepannya. Konsep ini merupakan sebuah konsep yang diajarkan dalam ajaran Buddha dan juga dipercayai oleh setiap Buddhism. Nah, karena di dalam tempat gue bekerja sekarang sangat kental dengan budaya agama Buddha, jadi kami setiap karyawan juga belajar untuk mengikuti setiap tata krama yang berlaku disana. By the way, I have to point this one to you. Even the culture at there is closely related to Buddhism, it doesn't mean that we have to be have the same religion or we have to learn their religion. In here, all religions are welcome and can enjoyed plus respect each other. Hanya tata kramanya saja yang lebih kental terhadap nuansa ajaran agama Buddha. So, don't think any negative things about a religion in here okay..

Back to topic then, nah setelah penjelasan singkat diatas mengenai how is the culture that my office have, lalu diselenggarakanlah sebuah acara di kantor gue. Acara tersebut bernama 'Camp Humanis', meskipun namanya camp tapi lebih cocok dibilang sebagai gathering karyawan jika kita bisa merujuk ke bahasa orang awam. Acara tersebut diselenggarakan dari 9 - 11 Maret 2018 dan tentu saja kita semua harus menginap di sana. Untuk acara di ini sendiri, gue tidak langsung pulang karena setelah selesai bekerja, gue langsung menuju ke gedung sebelah untuk langsung menginap. Well, untuk tempat tinggalnya sendiri identik dengan nuansa seperti yang berada di Taiwan sana. There is no bed just like an ordinary room, only a sleeping bed. Yang lebih menariknya lagi, ada tata cara bagaimana kita merapikan temat tidur tersebut lho. Mulai dari tempat tidur, selimut, sampai bantalnya sendiri pun mempunyai tata cara bagaimana merapikan dengan benar. Gue sempat kaget karena merapikan tempat tidur saja, tidak sembarangan lho.. Oh iya, untuk makanan disini juga semuanya berbahan dasar vegetarian. Semua makanan yang kita konsumsi disini sudah pasti semuanya sayuran. So, don't you ever thingk about any meat in here. Meskipun kita memakan makanan vegetarian, tapi ada beberapa masakan yang ternyata enak lho.. You should try a vegetarian cuisine one day.

Next things is about manner that I learned in here. Jadi, selama acara Camp Humanis ini seluruh peserta baru a.k.a karyawan baru mengikuti sebuah acara yang diajarkan oleh shi xie (panggilan untuk kakak or senior perempuan disini) meliputi berbagai tata krama yang berlaku disana. Mulai dari cara berjalan yang harus 90 derajat, bagaimana kita membawa huan bao (sejenis tas tempat makan kecil), bagaimana kita untuk duduk makan, dan bahkan sampai cara bagaimana kita makan. Well, this one is interesting because we are learned those ethics which is we don't know yet before. Cukup unik di dalam kelas ini bagaimana setiap cara tata krama yang berlaku. Ibarat kita para karyawan baru ini yang agak urak-urakan, jadi memahami setiap tata krama untuk mendisiplinkan diri kita agar lebih rapi lagi. I really like this class because I can learn the new thing about a culture in here. You know that I am person which is really like to learn and know the other culture.

The other thing which is interesting in here is, we can also learned several ethics beside the basic ethic which is already teached by shi xie. Disini kita juga diajarkan beberapa tata krama lho di dalam kelas etika. Ada 3 kelas yang kita ikuti dan juga kita pelajari. Yang pertama adalah kelas minum dan membuat teh. Yup, for the name itself you already know what we learned in here. Di kelas ini, kita diajarkan bagaimana cara membuat, menyajikan, dan juga meminum teh dengan sebuah etika yang baik. Di dalam kelas sendiri, shi gu (sebutan untuk senior perempuan dengan usia yang lebih tua) mencotohkan bagaimana cara membuat teh mulai dari meracik, menuang air, dan juga merapikan tempat teh nya itu sendiri. Nah di dalam kelas ini juga, gue juga berkesempatan dengan beberapa teman lainnya untuk membawakan nampan teh lalu menyajikan nya ke teman-teman di meja gue. "I feel like in the Chinese clasic film which is serving the tea", terbesit di dalam pikiran gue yang cukup kagum dengan budaya menyajikan teh ini.

Di kelas selanjutnya ada kelas merangkai bunga. Hah? Merangkai bunga? Are you serious? Yes I'm serious in here. Jadi ada kelas yang kita ikuti yaitu seni merangkai bunga. Disini, shi gu mengajarkan bagaimana cara merangkai bunga dengan indah sambil memberikan informasi dari filosofi tentang merangkai bunga. Ada beberapa macam teknik dalam merangkai itu sendiri.Di dalam merangkai ini, kita menancapkan bunga dan juga beberapa dedaunan di dalam sebuah pot kecil yang sudah terisi air. Di situ, kita merangkai sebuah bunga dengan filosofi yang berarti untuk mencapai suatu keindahan lewat sebuah tindakan cinta kasih serta menghormati terhadap sesama makhluk hidup dan seluruh hal yang ada di dunia ini.

Lalu, kelas yang ketiga adalah kelas kaligraphi. Nah di kelas ini yang membuat gue lebih excited. Why? Why I am so excited? It's because I never do any caligraphy yet. Apalagi membuat kaligraphi dengan tulisan Bahasa Mandairn yang notabene gue tidak mempunyai basic disana. Well, I'm from English literature and now I learn the Chinese literature, hmm sounds interesting! Di kelas ini shi gu mengajarkan 3 kata dalam Bahasa Mandarin yang akan kita tulis dalam kertas kaligraphi. Unfortunately, I forgot what is the words what I write at the caligraphy paper. Di saat gue sedang menulis, shi gu melihat tulisan kaligraphi yang sedang gue lihat. "Ahh cukup bagus tulisannya," kata shi gu. Gue pun menjawab, "Iya shi gu, saya cukup mengerti bagaimana dasar menulis Bahasa Mandarin hehe." Lalu kata shi gu, "Good, bagus untuk pemula." I feel happy because even my caligraphy is not really good just like the shi gu done, but still it's an art tho hahaha.. Itulah beberapa kelas yang kita ikuti selama acara Camp Humanis ini.

Selain mengikuti beberapa kelas yang ada, para peserta juga diajak untuk pergi ke depo daur ulang milik Yayasan Buddha Tzu Chi yang berada di Tangerang. Disana, kita diajarkan bagaimana cara mengolah sampah daur ulang agar bisa dipakai lagi. Selain diajarkan bagaimana cara kita mendaur ulang sampah, kita juga diajarkan membuat sebuah benda dari bahan daur ulang lho. Kita disana diajak mengambil beberapa sampah daur ulang yang bisa kita pilih sendiri, lalu kita buat sebuah kerajinan dengan benda-benda tersebut. Setelah mengetahui bagaimana cara mendaur ulang sampah dengan baik, kita juga diajak ke pabrik pendaur ulang yang ada disana. Kita diajak berkeliling ke sekitar area pabrik dengan waktu berkeliling sekitar 20 menit. Acara-acara lainnya selain kelas tata krama budaya dan juga mengunjungi depo daur ulang, kita juga mendapatkan beberapa workshop yang dibagi menjadi beberapa sesi selama 3 hari. Ada sesi dari karyawan DAAI TV Medan, ada sesi dari Pak Hong selaku CEO dari DAAI TV, ada juga sesi dari para penonton setia DAAI TV. Mereka-merekalah yang menjadi narasumber untuk sesi workshop tersebut. Sesi ini dibuat agar kita menjadi lebih mengerti dan paham akan pekerjaan kita dan bisa menjalin jodoh baik lewat media, khususnya lewat DAAI TV sendiri. Di setiap sesi seminar, sesi ini juga kita diajarkan untuk mengamalkan sikap Gan En, Zun Zhong, Ai yang berarti "Bersyukur, Menghormati, dan juga Cinta Kasih" terhadap sesama makhluk hidup, terutama kepada manusia itu sendiri.

Itulah cerita singkat mengenai acara Camp Humanis 2018 yang diselenggarakan oleh kantor gue. Selain untuk mengenal setiap karyawan satu sama lain, kita juga bisa menjalin jodoh baik lewat acara ini. Kita diingatkan bahwa tidak mungkin ada kata kebetulan jika kita semua berkumpul dalam acara tersebut, yang berarti memang sudah ada ikatan jodoh yang akan terjalin lewat tempat dimana kita kerja sekarang. Buat gue sendiri acara ini cukup menarik karena selain sebagai gathering karyawan, kita juga diajari beberapa tata krama dalam kebudayaan dari Taiwan sana serta melatih diri kita agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. I can't wait for the next Camp Humanis in the next year! Hope I can join again in the next same event. Gan En!

Kelompok 11 Camp Humanis DAAI TV 2018

What's New?

Kuliah S1 Lagi? Sampai Pilih Jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

 Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Apakah kalian masih semangat untuk belajar atau mempelejari sesuatu? Pastinya kalau yang sudah bekerj...

Popular Post