Pages

Search This Blog

Showing posts with label work life. Show all posts
Showing posts with label work life. Show all posts

Monday, November 30, 2020

Berkelana ke Kota-Kota di Pulau Jawa

Yo guys, apa kabar? Apakah kalian masih semangat dalam menjalani hari? Tentunya gue berharap kalian semua masih semangat dalam menjalani hari-hari pada aktivitas yang kita lakukan. By the way, bagaimana kalian dalam melakukan beragam kegiatan yang ada? Beragam aktivitas telah dilakukan pastinya oleh kita semua seiring dengan berjalannya waktu yang ada.

Sama halnya dengan gue, ada berbagai macam aktivitas-aktivitas yang telah dilakukan seiring berjalannya waktu sampai pada waktu sekarang ini. Sampai pada waktu sekarang ini, berbagai aktivitas di dalam keseharian yang ada telah dilakukan untuk mengisi hari-hari. Lantas, aktivitas apa sajakah yang gue lakukan pada saat seperti sekarang ini? Beragam aktivitas seperti contohnya kuliah, kerja, sampai mengerjakan kerjaan freelance lainnya adalah contoh-contoh aktivitas yang gue lakukan di setiap harinya.

Seiring dengan berjalannya waktu yang ada, lalu apa sajakah hal yang paling sering gue lakukan untuk mengisi hari-hari gue setiap harinya? Tak lain tak bukan adalah mengisi waktu dalam bekerja di kantor. Beragam kesibukan yang ada di kantor adalah menjadi sebuah rutinitas yang ada dalam kegiatan yang dilakukan oleh gue tersebut.

Meskipun bekerja di kantor, terkadang gue juga mengerjakan hal rutinitas lainnya. Tidak hanya mengetik kerjaan, mengikuti meeting, ataupun membuat konten di kantor, terkadang gue juga melakukan perjalanan dinas untuk perihal pekerjaan atau yang bisa dibilang sebagai ‘tugas kantor’.

Yup, tugas kantor ini mengharuskan gue untuk pergi ke luar kota untuk melakukan peliputan acara kantor yang sedang berlangsung. So, are you guys confident why I should go to the other city to do business trip?

Ya, dapat diketahui bahwa gue sekarang ini bekerja di salah satu korporasi yang ada di Indonesia bernama DNR Corporation. Disini, posisi gue tetap sama seperti latar belakang gue yaitu Content Writer.  Dalam posisi ini, gue berada di divisi Corporate Communication, dimana gue dan tim bertanggung jawab untuk berbagai peliputan acara di kantor, citra perusahaan, maupun konten-konten di dalam perusahaan itu sendiri.

Nah seiring dengan berjalannya waktu yang ada dan kerja di dalam tim tersebut, gue sudah beberapa kali ditugaskan untuk pergi dinas ke luar kota untuk meliput acara yang ada di kantor. Dalam pekerjaan ini, setidaknya sudah ada 2 kota yang gue tuju selama tugas di kantor ini. So, kota-kota apa sajakah yang gue tuju itu?

 

Bandung, Kota Sejuk di Jawa Barat

Kota pertama yang gue tuju untuk melakukan business trip tersebut adalah kota Bandung, Jawa Barat. Ya, kota Bandung adalah kota pertama yang ditugaskan oleh kantor untuk gue melakukan peliputan acara kantor. Dalam hal ini, gue berkunjung ke Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat. Yes! Gue berkunjung ke salah satu sempat yang didiami oleh Gubernur Jawa Barat beserta keluarganya.

Kunjungan kerja kali ini gue datang untuk menghadiri sebuah kegiatan CSR yang dilakukan oleh DNR Corporation. Pada kesempatan ini, DNR Corporation memberikan 10.000 sachet susu kambing RBM Goat Milk dan juga pemberian alat PCR Express untuk mempercepat penanggulangan COVID-19 di daerah Jawa Barat.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat yaitu Bapak Ridwan Kamil beserta Ibu dan juga segenap jajaran maupun staf dari instansi terkait yang berada di bawah naungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

Lalu, bagaimana situasi di rumah dinas sang Gubernur Tanah Pasundan ini? Menurut gue, rumah dinas Gubernur Jawa Barat ini cozy dan pastinya nyaman untuk dihuni. Bangunan yang bergaya arsitektur kolonial Belanda ini tentunya menjadi ciri khas tersendiri bagi kota Bandung dan juga menjadi ciri khas keunikan tersendiri di tengah-tengah kota Bandung.

Tak hanya soal bangunan, suasana yang asri dan juga sejuknya udara di kota Bandung seakan membuat gue terkesima dengan kenyamanan yang ada pada bangunan di tengah kota Bandung maupun dalam suasana khas Jawa Barat itu sendiri.

 

Semarang, Kota Penuh Nuansa

Tak hanya Bandung, di beberapa bulan berikutnya pun juga gue ditugaskan kembali untuk meliput acara dari DNR Corporation di kota Semarang! Yes, Semarang! Wohoo... Anyway, kota Semarang sendiri merupakan salah satu kota di Indonesia yang ingin gue kunjungi dari dulu. Dan dengan adanya peliputan tersebut, dapat dikatakan bahwa mimpi gue menjadi lebih nyata ketika diajak untuk ditugaskan di Kota Semarang.

Perjalanan ke kota Lumpia ini gue tempuh dengan jalur darat, dimana gue bersama tim melewati jalur tol. Perjalanannya bisa dikatakan cukup panjang, meskipun jalur yang ditempuh adalah dengan menggunakan jalur tol. Lama tempuhnya perjalanan sendiri tergantung seberapa padatnya lalu lintas pada tol tersebut maupun kecepatan yang dibawa oleh supir itu sendiri. Namun umumya, waktu tempuh dari Jakarta ke Semarang bisa sampai 6-7 jam (perkiraan gue)...

Ok, lantas apa saja yang gue temui di kota Semarang ini? Well, tentunya ada berbagai macam hal yang seru dan pastinya tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke ibukota provinsi Jawa Tengah ini. Berbagai landmark bisa gue lihat disini seperti contohnya bangunan Lawang Sewu yang ikonik hingga Simpang Lima Semarang. Meskipun melihat secara sekilas, gue tidak ke beberapa tempat yang ikonik seperti contohnya Kota Lama, Sam Poo Kong, ataupun menikmati kuliner khas seperti Toko Oen yang gue idamkan ketika berkunjung ke kota Semarang.

Well, itulah tadi beberapa kota-kota yang gue kunjungi selama melakukan business trip dengan kantor gue. Baik kota Bandung maupun Semarang menurut gue memiliki ciri khas masing-masing yang layak untuk dikunjungi sebagai destinasi liburan bersama dengan keluarga maupun dengan teman-teman.

Dengan adanya kesempatan untuk mengunjungi kota-kota di Pulau Jawa dalam beberapa waktu terakhir kemarin, tentunya membuat gue ingin mengunjungi kedua kota itu lagi untuk berwisata dan berkelana menikmati suasana yang ditawarkan oleh pesona kotanya tersebut.

Bandung, Semarang, until we meet again soon....

Thursday, May 7, 2020

COVID-19, Sang Virus Corona Pembawa Perubahan...

Hi,guys! Apa kabar kalian? Semoga gue harap kalian dalam kondisi yang sehat dan baik-baik saja. Well, why I’m asking you about youur condition? Seperti yang kalian ketahui, pada saat-saat seperti ini kesehatan adalah sesuatu hal yang sangat penting untuk dijaga. Ibarat kata, kesehatan adalah barang mahal yang diinginkan oleh semua orang pada situasi sekarang ini.. Lalu, apa yang membuat kesehatan seakan adalah hal yang penting untuk dimiliki dan juga dijaga oleh kita semua? Apa yang terjadi dengan kesehatan di sekitar kita?

Semuanya itu tidak terlepas dari yang namanya Virus Corona atau yang juga bisa dikenal dengan sebutan COVID-19. COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) merupakan sebuah virus yang saat ini sedang mewabah di seluruh dunia dan bahkan di negara kita sendiri, Indonesia. Bagi kalian yang ingin mengetahui lebih lanjut apakah itu Virus Corona, kalian bisa melihatnya lebih lanjut disini karena disitu terdapat penjelasan tentang apakah itu Virus Corona, perjalanan penyebarannya, hingga penjelasan lebih detail secara medis tentang virus yang satu ini.

Namun secara singkatnya, virus ini dapat menyebar dengan cepat antara satu manusia dengan manusia lainnya lewat berbagai cara seperti kontak fisik dan juga lewat udara dengan cara batuk atau bersin. Tak heran pada saat ini, pemerintah memberikan berbagai anjuran yang harus ditaati oleh seluruh masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan yang diharapkan dapat menekan angka terkena paparan virus Corona ini. Hingga saat ini, beberapa anjuran dari pemerintah seperti beraktivitas mandiri di rumah (ibadah mandiri, sekolah mandiri, bekerja mandiri), social distancing atau jaga jarak, penggunaan masker di tempat umum, rajin mencuci tangan dengan sabun ataupun hand sanitizer, hingga dilarang berkerumun di tempat publik adalah contoh-contoh arahan dari pemerintah untuk menjaga masyarakatnya agar tidak terpapar virus Corona.

Well, as you know.. Berbagai peraturan tersebut tentunya memberikan dampak yang sangat terasa di dalam keseharian kita. Gue pun merasakan hal yang sama dan turut merasakan dampak tersebut. Kalau gue, dampak yang paling terasa adalah dari segi pekerjaan, kuliah, ibadah, dan juga komunikasi sosial dengan masyarakat (it looks like every people feels about that..). Ya, akibat adanya peraturan tersebut gue pun merasakan perbedaan dari kesehatrian gue sehar-hari dalam beraktivitas.

Seperti yang ada di judul, Virus Corona memang membawa perubahan.. Tapi, menurut gue perubahan itu bukan berada di sisi positif sih.. Dari segi pekerjaan, gue merasakan yang namanya WFH atau Work From Home a.k.a bekerja dirumah. Yup, pemerintah sudah mengeluarkan peraturan bahwa sektor-sektor yang bukan berada di daftarnya diharuskan untuk bekerja dirumah bagi karyawannya. Sebelum kebijahan WFH secara full dirumah, gue masih bisa berangkat ke kantor untuk bekerja namun harinya selang-seling sehingga hanya hari tertentu saja gue masuk ke kantor. Dari sisi pekerjaan ini, the thing thay will be my concern is not about the working time, but about the salary for the employee. Kita tahu bahwa akibat pandemi virus Corona ini, banyak perusahaan yang melakukan PHK, penyesuaian gaji, hingga tidak memberikan THR pada karyawannya which are makes me sad. Kebayangkan susahnya ditengah pandemi ini namun penghasilan juga berimbas kepada setiap karyawan? Tentunya setiap kita memikirkan “bagaimana keluarga gue makan, bagaimana untuk menyambung kehidupan, bagaimana untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari..” well yes, you are have the same things to think about for our family at home.. Meskipun bantuan dari pemerintah dapat mengurangi beban masyarakat and thanks to our government for sending basic needs assistance, tapi kembali lagi.. We need salary and money for our family.. Ya, tidak bisa dipungkiri jika COVID-19 ini memberikan dampak yang cukup besar terhadap sektor bisnis, usaha, inverstasi, dan lainnya yang membuat masalah ekonomi yang pelik bagi negara kita.

Perubahan berikutnya yang gue rasakan adalah mengenai kuliah / belajar. Jika sebelum-sebelumnya gue pergi ke kampus untuk belajar dan belajar demi mengejar gelar yang ingin dicapai pada saat ini, maka sekarang semua pembelajaran diubah ke dalam sistem online class. Well, yeah sometimes it’s good becaue of the efficiency of time, but the bad thing is we can’t understand more about the learning materials. Belum lagi jika ada kendala internet, tentunya hal tersebut adalah salah satu sisi kurangnya dari pembelajaraan online ini. Another thing that we felt about this condition is social distancing.. Social distancing atau pembatasan sosial tentunya dirasakan oleh gue dan setiap kita. Akibat adanya arahan ini, seakan ruang komunikasi dan interaksi kita terbatasi oleh keadaan. Hal-hal mulai dari dilarang berkerumun, dilarang kontak fisik, dilarang membawa penumpang dalam kapasitas seperti biasanya di dalam kendaraan adalah beberapa contoh dampak dari social distancing ini. Bagi setiap kita, pastinya social distancing dirasa cukup mengganggu karena aktivitas kita menjadi terganggu dan tidak seperti biasanya bukan?

Ya, bisa gue bilang jika virus Corona ini memberikan perubahan pada setiap aktivitas di keseharian kita sehari-hari. Diri kitapun menjadi lebih sering berada di rumah dan berfokus pada dunia digital New Media yang ada (sosial media, televisi, internet, dan lainnya). Meskipun memberikan perubahan yang cukup signifikan pada aktivitas kita, namun kita masih bisa melakukan beberapa hal positif dann menarik untuk melawan kejenuhan kita ketika berada di rumah akibat pandemi ini lho. Sebagai contohnya, gue mencoba berbagai masakan yang baru dan belajar untuk memasak. Aktivitas ini cukup seru dan dapat melawan rasa bosan ketika sedang berada di rumah di situasi seperti sekarang ini lho karena banyak dari teman-teman gue juga melakukan kegiatan memasak sebagai aktivitasnya dirumah sekarang. Selain memasak, ada juga kegiatan-kegiatan lainnya yang gue lakukan seperti menulis Blog, belajar editing video dengan aplikasi yang mudah, hingga melakukan pekerjaan Subtitling yang pastinya dapat waktu gue menjadi lebih berguna.
Aneka Masakan Yang Gue Masak Selama #DirumahAja

Virus Corona atau COVID-19 memang memberikan dampak bagi kehidupan aktivitas kita sehari-hari. Ya, virus ini seakan sebagai suatu hal yang dapat membuat beberapa aspek kehidupan menjadi berubah dan serasa tidak sama seperti sebelumnya. Namun meskipun terkadang situasi saat ini dirasa berat untuk dijalani, tetaplah berdoa dan bangkitkan sisi optimis agar kita semakin kuat dan dapat bertahan di kala seperti ini. Selain itu, melakukan aktivitas-aktiitas yang beda ataupun yang belum pernah dilakukan adalah suatu hal yang dapat melawan rasa kebosanan, kejenuhan ataupun rasa suntuk di rumah di kala pandemi virus Corona ini.

So guys, itulah sedikit cerita dari gue mengenai pandemi yang saat ini sedang terjadi di sekiatr kita. Ingat, tetap jaga kebersihan bada, gunakan masker setiap saat ketika di luar rumah dan patuhi anjuran dari pemerintah agar kita bisa menang melawan virus Corona yang tengah mewabah ini. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan juga penyertaan dari Tuhan selalu agar kita bisa melewati saat-saat yang cukup berat seperti sekarang ini dan kita bisa lebih baik ke depannya setelah wabah ini selesai. Stay strong and keep healthy guys, God bless!

Saturday, January 26, 2019

Kisah Menjadi Seorang Insan Media

Tak terasa setahu sudah berjalan. Yup, tak terasa sudah semusim gue terjun dan berkarya menjadi insan media. Banyak kisah suka dan duka yang gue jalani selama menjalani hari-hari itu. Meskipun awalnya berat karena melakukan pekerjaan tersebut adalah hal yang pertama gue lakukan, tapi banyak pelajaran yang gue dapat dari profesi ini lho. Selain itu, yang paling menariknya dan membuat semangat bagi diri sendiri adalah gue bisa bertemu dengan banyak public figure yang dulunya hanya gue bisa lihat mereka di televisi lho.

Itulah seberapa kata yang bisa gue rasakan dalam menjadi seorang Kreatif di media televisi. Tepat di bulan Januari ini juga menjadikan gue sudah setahun menjalani pekerjaan yang dituntut untuk berkarya bagi masyarakat di DAAI TV. Berpikir, menulis, dan berkarya. Itulah 3 hal yang selalu ada dipikiran gue selama setahun belakangan ini sembari menjalani kehidupan.

Lantas, apa saja yang gue lakukan selama setahun ini sebagai insan media? Well, there are so much things that I do! Banyak banget pelajaran baru yang gue dapat dari pekerjaan ini, mengingat pekerjaan ini juga cukup berbeda dengan jurusan gue saat kuliah lho. Gue yang kuliah notabene mengambil jurusan Bahasa dan Budaya Inggris, malah bekerja di bagian yang semustinya dipegang oleh jurusan seperti Ilmu Komunikasi, Jurnalistik, ataupun Broadcasting. Menarik sekali bukan? Tetapi, itulah kesempatan terbaik yang bisa gue dapatkan dan gue mensyukuri itu.

Beberapa aktivitas gue lakukan di pekerjaan sebagai Creative atau Kreatif. Yang pertama-tama sudah pasti menulis skrip untuk Taping atau yang bisa disebut untuk pengambilan gambar. Tentu berbagai ide mulai dari topik, tema, jalan cerita, tokoh, setting, semuanya masuk ke dalam situ. Oh iya, membuat 1 skrip itu sebenrnarnya gampang-gampang susah sih menurut gue. Karena jika otak dan mood sedang tidak sinkron, maka ide pun sulit muncul. Cara yang tepat untuk mendapatkan sebuah ide baru yaitu dengan browsing di internet, diskusi dengan teman kerja, ataupun juga bisa dengan atasan. Kalau kalian suka menulis seperti gue, mungkin menulis skrip seperti ini bisa menjadi hal yang menyenangkan untuk dilakukan lho.

Selanjutnya, menjadi seorang Floor Director. Nahh, bagi kalian suka melihat di televisi dan ada yang bilang “3.. 2.. 1.. Cut!”, itulah orangnya dan gue juga mengerjakan hal tersebut. Sama seperti seorang sutradara, Floor Director atau disingkat FD ini yang mengatur selama proses syuting dan pengambilan gambar berlangsung. Dibantu seorang PD (Production Director) dan Produser, FD juga yang mengarahkan Cameramen dan juga Talent ataupun Host saat syuting berlangsung. Awalnya, gue tidak mengerti menjadi seorang FD itu seperti apa lho. Yang gue tau hanya “3.. 2.. 1.. Cut!”, ataupun “Stand by” hahaha. Tapi seiring berjalannya waktu, gue pun bisa mempelajarinya dengan baik. Tentunya dengan sharing dari temen-temen yang juga kadang menjadi FD saat syuting.

Yang terakhir yaitu Production Assistant atau disingkat PA. Nahh kalau kerjaan seorang PA, dialah yang mengurus beberapa hal seperti menghubungi Host dan Talent, menyiapkan pakaian atau Wardrobe yang akan digunakan dalam syuting, katering, dsb nya. Dan lagi, gue pun juga mengerjakan bagian PA ini. Awalnya, cukup merepotkan juga ya... Menghubungi orang sana-sani, mondar-mandir mengurus segala perintilan, rasanya ingin membagi tubuh ini menjadi beberapa bagian lho! Ya meskipun agak merepotkan di awal, tapi cukup seru juga menjalaninya. Apalagi bagi yang ingin hidup sehat, bisa mencoba bagian ini hehehe. Karena menjadi PA itu kita harus banyak gerak lho.

Yupp, itulah 3 pekerjaan yang gue kerjakan selama menjadi seorang insan media di DAAI TV. Sangat menarik dan juga berkesan. Banyak hal baru yang gue kerjakan disini serta memacu diri gue untuk keluar dari zona nyaman. Gue hanya bisa bersyukur atas segala kebaikan ataupun kesempatan yang dapat gue jalankan hingga sekarang ini. Semoga, berbagai kesempatan yang telah gue dapatkan ini bisa memacu diri gue untuk bisa menjadi lebih baik, lebih maju dan bekal untuk kedepannya! Semangat!

Monday, October 22, 2018

Peran Media dan Aspek Kemanusiaan


“Hmm.. Rasanya kayak lagi kuliah lagi kalo ngikutin seminar kayak gini. Kangen masa itu..”

Kalo boleh untuk berbicara di dalam hati, itulah hal yang akan gue katakan. Yup! Masa kuliah dimana gue cukup sering mengikuti berbagai seminar yang diadakan oleh pihak kampus ataupun dari pihak jurusan sendiri. Mau cuman ngikut sebagai peserta? Ikut.. Atau mungkin jadi panitia seminar? Hayuu aja.. Ahh, masa dimana gue menimba ilmu dan juga dimana gue menikmati hidup-hidup sebagai mahasiswa.. Takkan terlupakan..

Well, untuk kali ini gue gak akan membicarakan mengenai masa-masa gue menjadi mahasiswa itu kok.. Tenang.. Tenang.. Topik pada hari ini gak ada hubungannya dengan dunia kuliah ya Friends. Untuk cerita kali ini, gue akan menceritakan mengenai suatu seminar yang kemarin baru saja gue ikuti di kantor. Yaa, kalo boleh jujur sii sebenarnya gue lebih memilih untuk menggunakan waktu gue buat ngelakuin berbagai hal yang gue suka macem me time, istirahat sejenak di hari weekend, ataupun tidur.. Hmm, tapi karena ini diwajibkan oleh kantor untuk ikut seminarnya ya apa boleh kata. Gue yaa berpikir positive aja, siapa tau apa yang gue dengar bisa bermanfaat dan terlebih cukup menghibur di kala akhir pekan.

Nahh untuk seminar kemarin, kantor gue menyelenggarakan sebuah seminar yang mempunyai tema “Seminar Media dan Kemanusiaan” yang diselenggarakan di gedung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Mengingat ulang Tahun dari Tzu Chi sendiri yang ke 25 tahun, DAAI TV sebagai salah satu bagian dari badan misi yayasan ini tentu juga ingin merayakan hari jadi yayasan yang mempunyai gedung di daerah Pantai Indah Kapuk ini. Tentu tentang apa yang diselenggarakan acaranya, tak jauh-jauh mengenai media karena tohh DAAI TV merupakan suatu media penyiaran yang sudah malang-melintang di dunia pertelevisian Indonesia.

Back to topic, jadi di seminar ini sendiri, DAAI TV juga mengundang beberapa tokoh-tokoh besar yang turut berperan dalam dunia media serta dunia kemanusiaan guys. Ya, ini juga menurut gue menjadi salah satu penyemangat untuk mengikuti seminar di kala rasa hati di diri ingin beristirahat dirumah. Dan memang, gue sendiri cukup excited untuk melihat para tokoh tersebut secara langsung. Lho, kok excited? Lahh iya dong, wong melihat mereka aja biasanya cuman di televisi hahaha..

Untuk tokoh yang pertama sendiri ada Bapak Moeldoko. Siapa yang tak kenal dengan beliau? Tentu kalian sudah mengenalinya bukan? Seorang mantan Panglima TNI yang sekarang menjabat sebagai  Kepala Staf Kepresidenan RI ini menjadi sosok pembicara pertama yang menyampaikan pesan di panggung acara. Pak Moeldoko sendiri memberikan beberapa informasi dimana peran pemerintah dalam media serta upaya apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam menanggulangi hoax yang sekarang cukup masif di kalangan masyarakat. Selain itu, Pak Moeldoko juga memberikan informasi mengenai tantangan apa kedepannya bagi Indonesia yang akan menuju ke era industri 4.0 guys.

Selain Pak Moeldoko, ada juga tokoh yang tak kalah pentingnya di dalam seminar ini. Selanjutnya ada Pak Rudiantara selaku Menteri Komunikasi dan Informatika RI. Tentu sebagai sosok dimana yang mengurus segala hal tentang media, jaringan komunikasi, bahkan internet yang ada di Indonesia ini, beliau juga memberikan beberapa pesan dimana pentingnya peran media dalam menyampaikan berita informasi guys. Pak Rudiantara juga memberikan himbauan dalam seminar ini agar kita tidak gampang dengan berita bohong a.k.a hoax serta bersama-sama memerangi kumpulan berita hoax tersebut agar dunia informatika kita bisa menjadi lebih sehat dan juga terbebas dari berita bohong.

Nahh, sosok pembicara yang terakhir menurut gue adalah salah satu tokoh yang cukup dikenal di dunia pertelevisian Indonesia serta putri bungsu dari Presiden ke-4 yaitu Pak Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan sebutan Gus Dur. Hayoo tebak siapakah dia? Ya! Mba Inayah Wahid! Untuk di sesi ini sendiri, Mba Inayah lebih condong menceritakan dari sisi kemanusiaan guys. Dengan mengambil contoh dari sisi sang ayah, Mba Inayah juga menceritakan bagaimana kemanusiaan itu juga termasuk dalam cara kita dalam menghormati sesama manusia serta berkawan dengan semua orang tanpa memandang latar belakang mereka (suku, agama, ataupun ras). Dari apa yang disampaikan oleh Mba Inayah, tentu gue sangat.. sangat.. 100% setuju dengan apa yang disampaikan oleh Mba Inayah. Kita harus menghormati semua orang dan hidup secara harmoni tanpa memandang latar belakang dari orang tersebut guys!

Selain ketiga tokoh tadi, ada juga pesan-pesan yang disampaikan oleh beberapa tokoh seperti dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) yaitu KH Said Aqil Siradj dan serta juga ada Bapak Hong Tjhin selaku CEO dari DAAI TV sendiri. Buat gue sendiri, seminar kemain cukup memberikan inspirasi dan juga pandangan buat gue sebagai insan media pada saat ini. Setelah mendengar materi-materi yang disampaikan oleh para tokoh tersebut, gue menyadari kalau media juga turut berperan dalam kehidupan kita dalam aspek kemanusiaan. Selain itu, media juga berperan sangat besar untuk menyebarkan informasi positif yang bisa disampaikan untuk masyarakat luas.

Nahh dari seminar kemarin, gue pun juga berharap agar media-media di Indonesia dapat terbebas dari banyaknya berita bohong atau biasa yang disebut hoax serta media sendiri dapat meberikan nilai-nilai positif bagi kehidupan berbangsa kita. Tentu hidup dengan damai, aman dan juga tenteram di bumi Indonesia menjadi impian kita bukan? Maka dari itu, yukk kita sebarkan kebaikan serta berita positif di media-media Indonesia..

Tuesday, September 11, 2018

25 Tahun Tzu Chi Indonesia Menyebarkan Cinta Kasih

Ketika mungkin orang-orang ketika hari weekend tiba, mereka akan melakukan berbagai aktivitas seperti hanging out with friends, have a quality time with family, or even sleep at home, aktivitas tersebut biasa dilakukan untuk menghabiskan waktu di akhir pekan. Nahh, tetapi akhir pekan gue di hari Sabtu yang lalu itu sedikti berbeda dengan aktivitas-aktivitas yang sudah gue sebutkan seperti di atas yang tadi.

Pada hari Sabtu, tepatnya tanggal 8 September 2018 kemarin, gue mengikuti acara kantor yang diadakan di gedung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Acara yang gue ikuti ini bersifat wajib, so there's no excuse to not come.. Hmm, sebenarnya gue ingin menghabiskan waktu di akhir pekan dengan beristirahat sihh.. Tapi, ya tak apa. Gue juga pribadi ingin tau tentang acara yang menurut gue acara besar seperti ini sih karena gue belom pernah mengikuti acara besar Tzu Chi semenjak gue masuk kerja di DAAI TV. Baiklah, gue ikut dalam acara ini.

Kumpul di kantor pada sore hari sekitar jam 6 kurang 15 menit, gue dan karyawan DAAI TV lainnya berbaris menuju aula Jing Si Tang di lantai 4. Aula ini sendiri cukup besar lho! Bisa menampung cukup banyak orang dan juga dengan suasana yang sangat nyaman menurut gue. Setelahnya, gue duduk di kursi untuk bisa menyaksikan acara-acara yang diselenggarakan oleh yayasan. Oh iya, kursi yang gue duduki kemarin itu bukan seperti kursi biasa pada umumnya lho. Kursinya sendiri adalah kursi kayu guys..

Dalam acara ini, semua badan amal Tzu Chi hadir untuk mengikuti acara ulang tahun ke 25 tahun Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Acara-acara yang ditampilkan pun cukup meriah. Mulai dari tayangan-tayangan sejarah berdirinya Tzu Chi Indonesia, film pendek inspiratif, sampai cerita dari relawan, semuanya ditampilkan selama acara berlangsung. Yang lebih spektakuler lagi, dalam rangkaian acara hari itu juga menampilkan beberapa artis papan atas sepert Addie M.S, Twilite Orchestra, dan juga Sastrani Dewantara lho. Menurut gue, acara kemarin cukup keren dan juga menghibur serta memberikan inspirasi sih dikala akhir pekan. Yaa, well it's like enjoying my weekend by watching the orchestra with a beautiful sound...

Suasana Aula Jing Si Tang di lantai 4 Gedung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang berada di PIK, Jakarta Utara

Wednesday, July 18, 2018

Harmony of Sound With DAAI Choir

Hi guys! What's up? It's been a while after my last posting in this blog.. Well, it's because of my work's time. Yup! You can imagine how about my time that I had. A busy schedule, thinking to make a creative content every time, contacting talent, ahh.. Those kind of thing that I do during the working time. And also, you can come to the office in the weekend time (Saturday and Sunday) for taping the program. Hmm, me myself sometimes can't handle these things~ Just like I wanna find a long escape from this routinity guys. Even I have a tight schedule, well, sometimes I can enjoy myself at the office. The only thing that I can enjoyed it by singing. What? Singing during the works time ? Hell, you are finding a problem with your manager. No.. No.. It's not about that. I'm not singing while do my assignments. Singing in here is I'm sing during the lunch time. One hour to release the stressfull at your mind is quite good enough right, before you start thinking again at your desk. Yes, I do singing during the lunch time but I'm not sing alone. I'm singing with a choir.

From this several months (if I'm not mistaken at March), I joined the choir at my office. I just know that my office got a choir after the Camp Humanis 2018. So, why I join this choir? Well of course to find a new friends, to know the supervisors at my office, and also to sing along together. Since I loved to sing and for myself also singing can make my mind a little bit relax, so there is no doubt to join this choir. Yaa, maybe the other reason is also to practice my sound (my voice is not really good anyway lol). So, beacuse of all that kind of reasons, now I joined the DAAI Choir! I have a schedule to practiced with the choir in every Tuesday.

DAAI Choir itself is a choir which is consists of the employees of the DAAI TV. The members itself is from the different division. You can meet the people from the Translator division, Finance division, Production division and others. As you know, my office is closely related to the Mandarin Language.. So, you can imagine that I have to sing a song using a Mandarin.. Even I'm not a little bit friendly with this language and also I'm NOT graduated from Chinese Literature, so I got a little bit problem to spoke some words lol. But, I can go with that! Lao shi Jin Hua as our coach sometimes fix the words which are we spoke during singing the Mandarin song. Yaa, well that's another bonus for me! You can learn the Mandarin Language thru' song which is very interesting to do. Oh and also you can known some songs which is for me that's the good song. I mean not only the melody itself, but also the meaning of the song. Some of the songs teach us about humanity, love, and many more. Maybe in the next post I'll post some of the songs which are I practiced at choir..

Last but not least, I hope that when I joined the DAAI Choir, I can give a small contribute of my voice for the choir itself. Well, even I don't have a good voice, at least I can try to practice to singing with a right melody and also with a right intonation hahaha. Oh, and the important thing for me is I hope that I can go well the all members of the choir. By having a new friends, ourselves can learn to know and understand others people perspective. So, at that time in the future, we can know how to associate with others people with a right things to do. Gan en.

The DAAI TV Choir

Monday, March 26, 2018

Menjalin Jodoh Baik Lewat Camp Humanis 2018

Menjalin jodoh baik? Hmm.. Jodoh baik apa itu kira-kira? Anyway, jodoh disini bukan berarti secara gamblang tentang jodoh seperti 1 orang dengan pasangannya. Jodoh di dalam konteks ini mempunyai arti sebuah jalinan atau hubungan yang sudah timbul untuk kedepannya. Konsep ini merupakan sebuah konsep yang diajarkan dalam ajaran Buddha dan juga dipercayai oleh setiap Buddhism. Nah, karena di dalam tempat gue bekerja sekarang sangat kental dengan budaya agama Buddha, jadi kami setiap karyawan juga belajar untuk mengikuti setiap tata krama yang berlaku disana. By the way, I have to point this one to you. Even the culture at there is closely related to Buddhism, it doesn't mean that we have to be have the same religion or we have to learn their religion. In here, all religions are welcome and can enjoyed plus respect each other. Hanya tata kramanya saja yang lebih kental terhadap nuansa ajaran agama Buddha. So, don't think any negative things about a religion in here okay..

Back to topic then, nah setelah penjelasan singkat diatas mengenai how is the culture that my office have, lalu diselenggarakanlah sebuah acara di kantor gue. Acara tersebut bernama 'Camp Humanis', meskipun namanya camp tapi lebih cocok dibilang sebagai gathering karyawan jika kita bisa merujuk ke bahasa orang awam. Acara tersebut diselenggarakan dari 9 - 11 Maret 2018 dan tentu saja kita semua harus menginap di sana. Untuk acara di ini sendiri, gue tidak langsung pulang karena setelah selesai bekerja, gue langsung menuju ke gedung sebelah untuk langsung menginap. Well, untuk tempat tinggalnya sendiri identik dengan nuansa seperti yang berada di Taiwan sana. There is no bed just like an ordinary room, only a sleeping bed. Yang lebih menariknya lagi, ada tata cara bagaimana kita merapikan temat tidur tersebut lho. Mulai dari tempat tidur, selimut, sampai bantalnya sendiri pun mempunyai tata cara bagaimana merapikan dengan benar. Gue sempat kaget karena merapikan tempat tidur saja, tidak sembarangan lho.. Oh iya, untuk makanan disini juga semuanya berbahan dasar vegetarian. Semua makanan yang kita konsumsi disini sudah pasti semuanya sayuran. So, don't you ever thingk about any meat in here. Meskipun kita memakan makanan vegetarian, tapi ada beberapa masakan yang ternyata enak lho.. You should try a vegetarian cuisine one day.

Next things is about manner that I learned in here. Jadi, selama acara Camp Humanis ini seluruh peserta baru a.k.a karyawan baru mengikuti sebuah acara yang diajarkan oleh shi xie (panggilan untuk kakak or senior perempuan disini) meliputi berbagai tata krama yang berlaku disana. Mulai dari cara berjalan yang harus 90 derajat, bagaimana kita membawa huan bao (sejenis tas tempat makan kecil), bagaimana kita untuk duduk makan, dan bahkan sampai cara bagaimana kita makan. Well, this one is interesting because we are learned those ethics which is we don't know yet before. Cukup unik di dalam kelas ini bagaimana setiap cara tata krama yang berlaku. Ibarat kita para karyawan baru ini yang agak urak-urakan, jadi memahami setiap tata krama untuk mendisiplinkan diri kita agar lebih rapi lagi. I really like this class because I can learn the new thing about a culture in here. You know that I am person which is really like to learn and know the other culture.

The other thing which is interesting in here is, we can also learned several ethics beside the basic ethic which is already teached by shi xie. Disini kita juga diajarkan beberapa tata krama lho di dalam kelas etika. Ada 3 kelas yang kita ikuti dan juga kita pelajari. Yang pertama adalah kelas minum dan membuat teh. Yup, for the name itself you already know what we learned in here. Di kelas ini, kita diajarkan bagaimana cara membuat, menyajikan, dan juga meminum teh dengan sebuah etika yang baik. Di dalam kelas sendiri, shi gu (sebutan untuk senior perempuan dengan usia yang lebih tua) mencotohkan bagaimana cara membuat teh mulai dari meracik, menuang air, dan juga merapikan tempat teh nya itu sendiri. Nah di dalam kelas ini juga, gue juga berkesempatan dengan beberapa teman lainnya untuk membawakan nampan teh lalu menyajikan nya ke teman-teman di meja gue. "I feel like in the Chinese clasic film which is serving the tea", terbesit di dalam pikiran gue yang cukup kagum dengan budaya menyajikan teh ini.

Di kelas selanjutnya ada kelas merangkai bunga. Hah? Merangkai bunga? Are you serious? Yes I'm serious in here. Jadi ada kelas yang kita ikuti yaitu seni merangkai bunga. Disini, shi gu mengajarkan bagaimana cara merangkai bunga dengan indah sambil memberikan informasi dari filosofi tentang merangkai bunga. Ada beberapa macam teknik dalam merangkai itu sendiri.Di dalam merangkai ini, kita menancapkan bunga dan juga beberapa dedaunan di dalam sebuah pot kecil yang sudah terisi air. Di situ, kita merangkai sebuah bunga dengan filosofi yang berarti untuk mencapai suatu keindahan lewat sebuah tindakan cinta kasih serta menghormati terhadap sesama makhluk hidup dan seluruh hal yang ada di dunia ini.

Lalu, kelas yang ketiga adalah kelas kaligraphi. Nah di kelas ini yang membuat gue lebih excited. Why? Why I am so excited? It's because I never do any caligraphy yet. Apalagi membuat kaligraphi dengan tulisan Bahasa Mandairn yang notabene gue tidak mempunyai basic disana. Well, I'm from English literature and now I learn the Chinese literature, hmm sounds interesting! Di kelas ini shi gu mengajarkan 3 kata dalam Bahasa Mandarin yang akan kita tulis dalam kertas kaligraphi. Unfortunately, I forgot what is the words what I write at the caligraphy paper. Di saat gue sedang menulis, shi gu melihat tulisan kaligraphi yang sedang gue lihat. "Ahh cukup bagus tulisannya," kata shi gu. Gue pun menjawab, "Iya shi gu, saya cukup mengerti bagaimana dasar menulis Bahasa Mandarin hehe." Lalu kata shi gu, "Good, bagus untuk pemula." I feel happy because even my caligraphy is not really good just like the shi gu done, but still it's an art tho hahaha.. Itulah beberapa kelas yang kita ikuti selama acara Camp Humanis ini.

Selain mengikuti beberapa kelas yang ada, para peserta juga diajak untuk pergi ke depo daur ulang milik Yayasan Buddha Tzu Chi yang berada di Tangerang. Disana, kita diajarkan bagaimana cara mengolah sampah daur ulang agar bisa dipakai lagi. Selain diajarkan bagaimana cara kita mendaur ulang sampah, kita juga diajarkan membuat sebuah benda dari bahan daur ulang lho. Kita disana diajak mengambil beberapa sampah daur ulang yang bisa kita pilih sendiri, lalu kita buat sebuah kerajinan dengan benda-benda tersebut. Setelah mengetahui bagaimana cara mendaur ulang sampah dengan baik, kita juga diajak ke pabrik pendaur ulang yang ada disana. Kita diajak berkeliling ke sekitar area pabrik dengan waktu berkeliling sekitar 20 menit. Acara-acara lainnya selain kelas tata krama budaya dan juga mengunjungi depo daur ulang, kita juga mendapatkan beberapa workshop yang dibagi menjadi beberapa sesi selama 3 hari. Ada sesi dari karyawan DAAI TV Medan, ada sesi dari Pak Hong selaku CEO dari DAAI TV, ada juga sesi dari para penonton setia DAAI TV. Mereka-merekalah yang menjadi narasumber untuk sesi workshop tersebut. Sesi ini dibuat agar kita menjadi lebih mengerti dan paham akan pekerjaan kita dan bisa menjalin jodoh baik lewat media, khususnya lewat DAAI TV sendiri. Di setiap sesi seminar, sesi ini juga kita diajarkan untuk mengamalkan sikap Gan En, Zun Zhong, Ai yang berarti "Bersyukur, Menghormati, dan juga Cinta Kasih" terhadap sesama makhluk hidup, terutama kepada manusia itu sendiri.

Itulah cerita singkat mengenai acara Camp Humanis 2018 yang diselenggarakan oleh kantor gue. Selain untuk mengenal setiap karyawan satu sama lain, kita juga bisa menjalin jodoh baik lewat acara ini. Kita diingatkan bahwa tidak mungkin ada kata kebetulan jika kita semua berkumpul dalam acara tersebut, yang berarti memang sudah ada ikatan jodoh yang akan terjalin lewat tempat dimana kita kerja sekarang. Buat gue sendiri acara ini cukup menarik karena selain sebagai gathering karyawan, kita juga diajari beberapa tata krama dalam kebudayaan dari Taiwan sana serta melatih diri kita agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. I can't wait for the next Camp Humanis in the next year! Hope I can join again in the next same event. Gan En!

Kelompok 11 Camp Humanis DAAI TV 2018

What's New?

Kuliah S1 Lagi? Sampai Pilih Jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

 Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Apakah kalian masih semangat untuk belajar atau mempelejari sesuatu? Pastinya kalau yang sudah bekerj...

Popular Post