Pages

Search This Blog

Showing posts with label story. Show all posts
Showing posts with label story. Show all posts

Tuesday, June 7, 2022

Lagu In Whom I Can Trust, Bukan Hanya Sebuah Kiasan Lirik

Seiring berjalannya waktu, banyak hal yang terjadi di dalam kehidupan kita. Semakin hari, tantangan yang ada dan perlu dilewati juga semakin beragam sehingga menuntut kita untuk bisa kuat menghadapinya.

Ya, itulah yang saya hadapi pada saat ini. Bertumbuh seiring dengan perjalanannya waktu yang ada, sebagai sosok manusia yang hidup di bumi ini pun juga tidak terlepas dari banyaknya tantangan di keseharian yang ada.

Lantas, apa yang dapat bisa berdampak dari beratnya tantangan yang saya dan mungkin kita hadapi itu di dunia nyata?

Dampaknya tentu sangat besar kepada setiap pribadi kita beserta dengan kepribadian kita sendiri di dalamnya. Semakin berat permasalahan yang ada, pastinya juga akan membuat semakin cepat perubahan di dalam diri kita.

Lalu, perubahan apakah yang ada itu sehingga bisa berdampak dalam diri kita sendiri?

Salah satu yang perlu mendapatkan highlight adalah kepercayaan di dalam diri. Kepercayaan menjadi sebuah nilai point penting dimana hal itu menjadi inti utama dalam kita menjalani kehidupan. Bukan hanya dalam mengambil keputusan juga, tetapi juga di dalam berperilaku atau sifat yang menjadi penambah dalam keseharian kita.


Ketika Dalam Kesulitan, In Whom I Can Trust?

Kita tahu bahwa kepercayaan dalam diri sendiri akan hilang apabila kita mengalami setiap kekecewaan di dalam diri kita. Entah kekecewaan, kesedihan, marah, dan sebagainya, itulah yang membuat kita menjadi hilang kepercayaan atas diri kita.

Jika ada hilangnya rasa kepercayaan tersebut di dalam diri kita, maka siapakah lagi sosok yang dapat kita percayai? Ini pastinya menjadi sebuah pertanyaan yang cukup berat ketika badai kehidupan sedang datang bukan?

Jawabannya mungkin bisa keluarga, orang terdekat, ataupun teman-teman yang memang memberikan supportive yang tepat bagi diri kita. Tetapi, ada satu sosok yang dapat menjadi penguatan hingga yang bisa kita percayai disaat masa-masa sulit dan kelam kita.

Namanya adalah Tuhan Yesus. Percaya atau tidak, saya pun juga merasakan bahwa Dia adalah sosok yang dapat saya percayai ketika di dalam situasi saya sedang kacau dan berat di keseharian saya. Bahkan ketika saya tidak dapat mempercayai diri sendiri, Tuhan-lah yang membuat saya percaya kepadaNya bahwa masih ada 1 pengharapan yang bisa saya pegang dan percayai.

Meksipun tidak serta merta dapat meringankan seluruh beban kehidupan yang ada, tapi setidaknya secara perlahan, Tuhan turut bekerja bersama dengan saya. Hingga disaat pemikiran kelam akan beratnya setiap permasalahan yang ada muncul, Tuhan seakan memberikan kekuatan dan juga pengharapan agar tetap mempercayaiNya di dalam segala sesuatu yang terjadi.

Whatever will be, will be.. Apa yang sudah terjadi, ya sudah terjadilah. Satu hal yang pasti, kita harus tetap memiliki kepercayaan diri dan juga pengharapan di dalam Tuhan meskipun situasi di dalam diri sedang berat dan kacau.


Lagu In Whom I Can Trust

Di saat saya sedang mengalami situasi yang berat dan merasa sendiri, seperti yang saya katakana sebelumnya. Siapa yang dapat saya percayai lagi ketika hidup terasa berat dan tidak karuan? Dan ketika saya menanyakan hal tersebut, jawabannya adalah Tuhan sendiri yang bisa menjadi sosok yang dapat saya percayai.

Hal ini juga diperkuat ketika saya mendengar sebuah judul lagu yang berjudul ‘In Whom I can Trust’. Saya pertama kali mendengar lagu ini ketika saya mengikuti ibadah online di hari Minggu pagi. Ketika saya mendengarnya, hati saya pun ikut tersentuh dan seakan tersadar bahwa masih ada satu sosok yang akan tetap berada di samping kita apapun yang terjadi.

Lagu ‘In Whom I Can Trust’ sendiri pernah dinyanyikan oleh Hillsong dan lagu ini sempat menjadi populer untuk dinyanyikan saat perayaan-perayaan ibadah di publik masyarakat.

Sedikit informasi tentang lagu rohani ini. Tetapi, lagu ini sendiri yang saya tahu juga pernah dinyanyikan di New Creation Church.

Tapi yang terpenting, lirik dari lagu ini sendiri merupakan sebuah kutipan dari ayat

Dengan liriknya yang seakan membuat kita menyadari bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita dan menguatkan kita, Dia pun juga turut dapat menjadi pribadi yang dapat kita percayai untuk menyerahkan setiap permasalahan yang ada.

So, bagaimana lagu dan juga lirik dari lagu ‘In Whom I Can Trust’ ini? Daripada penasaran, berikut liriknya yang bisa kalian nyanyikan dan mungkin bisa menjadi penguatan disaat diri sedang berat akan permasalahan yang ada. Tuhan berkati guys..


Lirik Lagu In Whom I Can Trust

You are the Lord, In whom I can trust.

You are the Rock, I can stand upon.

Every step of the way, You take my hand and say

You’ll always be here, right beside me.

When I call on You, I know You’ll come to me.

 

[Verse]

You are the Lord, In whom I can trust.

You are the Rock, I can stand upon.

Every step of the way, You take my hand and say

You’ll always be here, right beside me.

When I call on You, I know You’ll come to me.

 

[Chorus]

You are my Lord, In whom I can trust.

You’re my Fortress, You’re my deliverer,

My Shield, my Strength.

For all of my days, I place my hope in Jesus.

You loved me with Your life, The Rock of my salvation.

In whom I can trust!

 

[Chorus]

You are my Lord, In whom I can trust.

You’re my Fortress, You’re my deliverer,

My Shield, my Strength.

For all of my days, I place my hope in Jesus.

You loved me with Your life, The Rock of my salvation.

In whom I can trust!

 

[Outro]

You loved me with Your life, The Rock of my salvation.

In whom I can trust!


Friday, December 31, 2021

Kaleidoskop Cerita 2021, The Progress Still Continue

Tahun 2021 akan selesai dalam hitungan beberapa jam lagi. Tidak terasa waktu akan terus berjalan menyelesaikan sisa waktu dari tahun yang penuh perjuangan ini. Beragam hal terjadi dan juga membuat tahun 2021 ini menjadi lebih berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pastinya tahun yang cukup membuat perhatian lebih kita semua ini memberikan kisah yang tidak akan terlupakan bukan?


Tahun 2021 Mempunyai Berbagai Tantangan

Jika berbicara mengenai tahun 2021 ini, pastinya kita akan melihat berbagai hal telah terjadi di tahun yang bisa dibilang cukup berat ini bukan? Gue pun pribadi merasakan hal yang sama dimana tahun ini memang cukup berat untuk dijalankan.

Ya, hal itu memang gue rasakan sendiri di dalam perjalanannya. Tahun 2021 ini memang memberikan tantangan tersendiri yang mana berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Mungkin dari kalian sudah tahu bukan dimana tahun ini adanya wabah pandemi COVID-19 yang menjadi salah satu tantangan utama dan juga memberikan efek yang cukup berarti kepada setiap aktivitas masyarakat dan juga bagi gue maupun keluarga gue.

Akibat adanya wabah pandemi tersebut, segalanya pun telah berubah. Mulai dari ekonomi, aktivitas masyarakat, dan terutama terhadap ekonomi di bangsa kita tercinta ini.

Pastinya kita sudah sepakat bahwa pandemi virus COVID-19 ini adalah sebuah hal yang akan menjadi tantangan dalam beberapa waktu kedepan meskipun perlahan juga akan Kembali lebih baik yang dimulai dari pertengahan dan akhir tahun 2021 ini ya.

Nah jika berbicara mengenai tahun 2021 ini, gue pun mempunyai beberapa cerita yang mana cukup berkesan sepanjang tahun 2021 ini. Berbagai kisah suka maupun duka melingkupi gue di tahun 2021 ini.

Meskipun ada berbagai cerita yang ada, gue pun cukup bersyukur dimana gue masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menjalani hari dan beraktivitas sampai dengan saat ini. Thank God!


Terkena Virus COVID-19, Pengalaman Sakit Yang …

Jika berbicara mengenai kisah yang ada di tahun 2021 ini, salah satu kisah yang tidak dapat gue lupakan adalah terkena paparan virus COVID-19. Ya, secara mengejutkan gue pun ikut terpapar wabah varian virus yang cukup menggemparkan dunia sejak beberapa tahun ini.

Pada bulan Juni 2021 yang lalu, gue secara mengejutkan mendapatkan kabar yang mana gue dinyatakan positif COVID-19 setelah melakukan pengecekan Antigen di salah satu unit layanan Kesehatan di dekat rumah gue.

Kuat kemungkinan gue terkena paparan virus ini yang berasal dari cluster kantor dimana rekan-rekan kantor gue di kantor gue pada saat itu yaitu DNR juga cukup banyak karyawan yang terkena paparan virus ini.

Untuk tim gue pada saat itu yaitu Corporate Communication, terdapat hingga 7 orang dalam tim gue yang ikut terkena paparan virus ini. Memang untuk pada saat itu juga bisa dikatakan bahwa angka COVID-19 di Indonesia sedang tinggi-tingginya itu ya dan banyak kota yang menerapkan PPKM untuk menekan angka penyebaran dari virus ini

Lantas apa rasanya terkena paparan virus COVID-19? Rasanya seperti like I’m gonna die.. Badan panas, meriang, ngilu, radang tenggorokan, hilangnya indera penciuman dan yang paling tidak enak adalah tidak adanya nafsu makan. Ya, karen sakit ini gue mengalami penurunan berat badan dan kurus dalam beberapa minggu hmm…

Kalau tidak salah, gue hampir 2,5 minggu setelah dinyatakan negative ketika gue melakukan test PCR yang disediakan oleh kantor gue. Itupun gue harus test sebanyak 2 kali sebelumnya setelah bisa dinyatakan negative ketika melakukan test Antigen.

Well, pengalaman yang tidak mengenakan. Tapi setidaknya bisa tahu apa rasanya sakit terkena paparan COVID-19.. Thanks to our government yang mana sekarang sudah disediakan vaksin dan gue pun sudah divaksin dosis 2. Semoga tidak terulang sakit ini ya, karena sakit terkena virus COVID-19 itu gak enak bro!


Wisuda S2 UPI YAI, Selesai Kuliah Magister Ilmu Komunikasi!

Kisah lainnya yang tidak terlewatkan dan berkesan bagi gue adalah ketika gue bisa menyelesaikan studi Magister atau S2 gue di Universitas Persada Indonesia Y.A.I dengan mengambil konsentrasi Magister Ilmu Komunikasi.

Well, puji syukur kepada Tuhan bahwa gue dapat menyelesaikan studi S2 gue dengan tepat waktu dan juga dengan nilai terbaik. Pada kuliah S2 gue ini, gue dapat menyelesaikan kuliah S2 dengan nilai akhir IPK di angka 3,81 dan bisa dikatakan Cum Laude karena mendapatkan nilai tersebut di waktu kuliah yang tepat.

Wisuda gue sendiri dilaksanakan pada tanggal 25 November 2021 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Meskipun di wisuda, namun tampak ada feel yang kurang dimana hanya para wisudawan/wisudawati yang dapat mengikuti sesi wisuda tersebut tanpa adanya pendamping yang ikut dalam acara tersebut.

Hal ini tak lain tak bukan juga karena adanya peraturan PPKM dan tidak boleh adanya orang berkerumub secara banyak demi memutuas mata rantai COVID-19.

Meskipun tidak dapat dihadiri oleh para pendamping, gue cukup bersyukur dimana pada saat itu gue dapat mengikuti sesi wisuda bersama dengan rekan-rekan Magister Ilmu Komunikasi lainnya yang mana kita dapat berbahagia menyelesaikan studi kuliah kita.


Harapan Setelah Menjalani Tahun 2021

2021 telah dilewati dengan baik. Beragam cerita, kisah, dan juga kejadian telah berada di kehidupan gue sepanjang tahun yang cukup penuh tantangan. Lantas, apa harapan gue setelah menjalani tahun 2021 yang banyak ragam kisahnya ini?

Untuk gue pribadi, tahun 2021 ini seperti perjuangan awal untuk tantangan kedepannya. Setelah menyeleasikan studi S2 gue, gue pun semakin siap untuk berkarya dan juga berkarir dimana nantinya gue bisa mendapatkan progress karir yang menjanjikan.

2021? The progress is still continue.. Masih banyak hal yang perlu gue capai dan gue gue kejar yang mana mungkin masih tertinggal dibandingkan dengan oran lain. Maka dari itu, berusaha dengan giat sembari berdoa dan yakin adalah harapan gue untuk menyongsong tahun yang akan dating.

Well, bagaimana dengan kalian? Apakah kalian sudah merefleksikan diri di tahun 2021 ini? Tentunya beragam cerita pastinya sudah kalian lewati di sepanjang tahun yang penuh dengan tantangan ini ya.

Happy New Years 2022 guys! Mari kita semangat menyongsong tahun baru dengan harapan, semangat, dan juga optimism untuk hari yang lebih baik!

Tuesday, September 22, 2020

25 Tahun, Seperempat Abad di Bumi Raya

 What’s up guys? Apa kabar kalian? Gue harap kalian sehat selalu dan dalam kondisi yang baik. Seiring dengan berjalannya waktu yang ada di dalam proses keberlangsungan yang ada di dalam proses keberlangsungan yang ada pada saat ini, wabah pandemi COVID-19 yang ada di saat seperti sekarang ini telah mewabah dan menjadi sebuah tantangan dalam keseharian yang ada. Maka untuk hal tersebut, so guys please stay healthy dan terapkan protokol kesehatan yang ada untuk menekan angka penyebaran dari COVID-19 ini sendiri.

Ok guys, that’s about wabah pandemi COVID-19 yang ada pada saat ini. Untuk saat pada saat seperti, tentunya sebuah arus kesehatan menjadi hal yang penting untuk dijaga dalam setiap aktivitas keseharian yang ada.

Anyway meskipun dikala wabah Pandemi COVID-19 yang ada di Indonesia pada saat ini, ada hal yang cukup menarik yang ada di tanggal 22 September ini lho!

Yes, today gue menginjak usia 25 tahun! Tepat pada hari ini di tanggal 22 September 2020, adalah hari ulang tahun gue. Di tahun 2020 ini, gue menginjak usia 25 tahun dan sudah hidup selama hampir seperempat abad di bumi.

25 Tahun! Ya, 25 tahun! Aapakah hal itu tergolong umur yang sudah tua dan juga memasuki usia-usia yang semakin matang? Well, bisa iya bisa juga tidak! Umur 25 tahun ini menurut gue sih so so and depends on each perspective saja sih. Meskipun begitu, umur 25 tahun atau seperempat abad ini juga patut disyukuri seiring dengan berjalannya waktu yang ada.

 

Seperempat abad hidup di bumi

Usia 25 tahun bisa dianggap sebagai usia yang sudah beranjak ke seperempat abad. Waktu yang sudah beranjak 25 tahun ini menjadi salah satu hal yang penting untuk disyukuri mengingat waktu yang sudah dirasakan selama hampir lebih dari 2 dekade ini.

Selama hampir lebih dari 2 dekade ini, pastinya ada berbagai macam hal yang telah terjadi di dalam proses keberlangsungan yang ada di tengah kehidupan gue itu sendiri.

Ya, ada berbagai macam hal telah terjadi selama hidup hampir 25 tahun ini. Berbagai cerita mulai dari canda, tawa, senang, sedih, kecewa, bahagia, dan yang lain-lainnya adalah sudah seperti makanan sehari-hari yang gue rasakan di dalam kehidupan yang gue jalani ini.

Dengan adanya beragam perasaan tersebut, hal ini membuat kehidupan yang telah gue jalani selama kurang lebih seperempat abad di bumi ini telah beragam untuk mewarnai setiap aktivitas keberlangsungan kehidupan yang ada.

Tentunya, 25 tahun atau seperempat abad di bumi bukanlah waktu yang singkat untuk menjalankan roda kehidupan yang sudah berlangsung dikala waktu yang berada pada saat seperti sekarang ini.

Hal ini patut disyukuri karena masih dapat berdiri hingga menginjak usia 25 tahun seperti sekarang yang sudah ditempuh sejak lahir dahulu.

 

Ada tawa, ada air mata

Seiring berjalannya waktu yang sudah berjalan di angka 25 tahun ini, pastinya ada berbagai macam hal yang berada di dalam proses keberlangsungan yang ada di tengah kehidupan yang sudah gue lakukan ini. Seperempat abad pastinya memiliki berbagai cerita yang ada dalam kehidupan gue sendiri.

Dalam perjalanan menuju angka 25 tersebut, beraga, cerita telah terjadi. Ada tawa, pun ada pula air mata yang melingkupi aktivitas kegiatan yang gue lakukan di dalam keseharian yang ada.

Tidak hanya terhadap lingkungan maupun sekitar gue saja, setiap pribadi yang gue temui pun juga turut andil dalam proses kehidupan gue hingga sekarang ini menginjak usia seperempat abad di tengah aktivitas-aktivitas keseharian tersebut. Setiap pribadi yang ada tidak mungkin terlepas begitu saja mengingat panjangnya waktu yang telah berlalu.

Tawa dan air mata seakan tidak bisa lepas dari proses keberlangsungan yang ada di dalam kehidupan gue sendiri. Kedua hal ini menjadi suatu hal yang tidak dapat terlepas di dalam setiap aktivitas yang ada di seiring dengan berjalannya waktu yang ada.

Terima kasih kepada waktu, tawa dan air mata bisa gue lalui dengan baik di waktu menginjak usia 25 tahun pada saat ini.

 

Tantangan dan harapan

Di hari jadi yang ke 25 tahun ini, pastinya akan ada berbagai macam hal yang berada di dalam kehidupan gue itu sendiri. Dua hal yang ada yaitu tantangan dan harapan menjadi sebuah bagian yang tidak dapat terpisahkan seiring dengan berjalannya waktu yang ada.

Pada waktu seperempat abad ini, apakah tantangan-tantangan yang ada di dalam kehidupan gue untuk saat ini dan juga untuk kedepannya?

Tantangan-tantangan yang akan dihadapi pun beragam dan semakin naik tingkatan. Usia 25 tahun ini bukankah usia yang bisa dibilang remaja lagi, melainkan sebuah usia dimana sudah beranjak matang dan siap hidup terjun menghadapi kerasnya tantangan kehidupan yang ada di tengah masyarakat.

Berbicara soal tantangan, tantangan yang pasti akan gue hadapi untuk kedepannya adalah seperti tantangan dalam pekerjaan saat meniti karir, mempersiapkan sebuah keluarga yang bahagia, tercukupinya kebutuhan, cara unuk kebahagiaan keluarga, dan juga bagaimana hidup dengan damai serta tenteram adalah contoh-contoh tantangan yang harus dihadapi beserta harus dipenuhi agar tantangan yang ada tersebut bisa teratasi dengan baik.

Ada tantangan, ada pula harapan. Dari hal tersebut, harapan apakah yang gue inginkan dikala menginjak usia 25 tahun yang berada di hari jadi ini?

Untuk sebuah harapan, harapan yang gue inginkan pun tidak perlu muluk-muluk.. Harapan seperti sehat selalu, diberkahi dan dilindungi oleh Tuhan, keluarga yang harmonis, tercukupinya kebutuhan, karir yang baik, hingga bisa diberikannya kesempatan untuk menjawab impian maupun hobi gue adalah beberapa harapan yang ada mengiringi usia 25 tahun yang berada di dalam seperempat abad ini.

Harapan dan tantangan pastinya menjadi dua hal yang selalu berjalan beriringan seiring dengan berjalannya waktu dan juga dalam proses aktivitas kehidupan gue untuk hari ini maupun dalam waktu kedepannya tersebut.

Menginjak usia 25 tahun bukanlah sebuah hal yang pendek. Seperempat abad telah dijalani dan waktu-waktu yang ada telah dilewati. Terima kasih kepada Yang Maha Kuasa beserta waktu yang telah diberi kesempatan untuk bisa bernafas dan beraktivitas hingga menginjak waktu yang panjang ini.

Lebih dari dua dekade telah dilalui. Canda, tawa, tangisan, harapan, semuanya bergabung menjadi satu mengiringi waktu yang ada. Seperempat abad ini, penuhi dengan rasa syukur, bahagia, dan juga damai untuk diri sendiri dan berikan dampak positif kepada orang-orang disekitar gue. Berbagai tantangan perlu dihadapi, pun berbagai harapan perlu dituruti.

Selamat ulang tahun yang ke 25, seperempat abad berada di bumi raya ini.....

Friday, September 18, 2020

Indomie Ayam Geprek: Hype Abis! Yang Rasanya Hype

Yo guys, apa kabarnya kalian? Udah cukup beberapa lama gue tidak hadir kembali di Blog kesayangan dan juga tercinta ini. Sudah berapa lama tidak upodate dengan Blog ini? Well, tentunya tidak sampai setahunan yang pastinya hahaha (joking). Well, gue tidak update dengan berbagai konten di Blog ini karena memang cukup sibuk dengan berbagai kegiatan yang ada seperti bekerja dan kuliah salah satunya.

Kemarin ini, gue baru saja menyelesaikan kuliah semester 2 gue yang Puji Tuhan masih bisa mendapatkan nilai yang cukup baik. Gue pun cukup kaget dikarenakan nilainya sendiri tidak terbayangkan oleh gue dengan 4 matkul semuanya A (meskipun ada A-). What?!! Yes, I’m shocked at the moment.

Namun, hasil tersebut adalah sebuah hasil yang didapati dengan gue belajar tekun, sering kumpulin tugas, dan persiapan untuk ujian semacem UTS maupun UAS. Dan yang tak lainnya, doa restu orang tua menjadi salah satu yang penting. Namun dari hal tersebut, ada satu lagi yang menentukan keberhasilan tersebut yaitu makan tidur nongkrong.... BUKAN! Salah satu yang tidak kalah penting adalah berdoa dan berserah sama Tuhan seiring dengan upaya yang kita lakukan dengan belajar dan niatin.

Yaa itulah sedikit cerita tentang apa yang gue lakuin dari waktu kemarin-kemarin ini. Kerja-kuliah-kerja-kuliah menjadi sebuah rutinitas yang tidak bisa lepas dari keseharian gue yang ada pada saat seperti sekarang ini dikala rutinitas yang ada.

 

Mencoba Indomie varian baru

Nah dikala waktu weekend gue ketika menikmati waktu untuk istirahat dikala waktu akhir pekan yang datang, itulah waktu gue untuk menikmati waktu yang ada (meskipun kadang harus update kerjaan dan nugas kuliah).

Biasanya dalam waktu akhir pekan tersebut, biasanya gue melakukan beberapa aktivitas kegiatan. Namun pada saat itu, rasa bosan melanda waktu weekend gue. Bingung ingin melakukan apa, mau ngapain, mau kemana juga bingung karena tanggal tua. Yaa, maklum uang dipake buat nabung dan harus beririt untuk target masa depan nihh hmmm.....

Bingung ingin melakukan apa, bosan juga melanda, secara diam saja di kamar sendirian....

Ditambah, rasa lapar juga melanda. Wah, pake komplit kalo weekend itu ya dan jadi bingung sendiri diri ini harus apa dan makan apa?

Karena ada rasa lapar yang melanda tersebut, tanpa langsung mikir gue ke dapur untuk lihaht-lihat makanan. Siapa tau ada sayur yang bisa dinikmati dikala weekend ini. Alhasil? Sayur sudah abis.. Duh, laper.. laper..

Lewat rasa laper yang melanda tersebut, akhirnya coba-coba ngulis ada stok makanan apa saja yang bisa dinikmati dan juga dikulik untuk meredam rasa lapar di hari weekend ini?

Dari hasil mengulik-ngulik sebentar, akhirnya gue mendapat satu hal. Yes! I got something interesting on my eyes!

Ada INDOMIE! Indomie nya beda!

Dari situ, gue baru inget kalo gue pernah membeli Indomie di salah satu supermarket gitu beberapa waktu yang lalu dan belom dicoba karena waktu kesibukan yang ada. Tanpa pikir waktu yang panjang lagi, langsung saja ambil wajan buat masak Indomie, piring dan juga siapin niatin yang membara karena rasa lapar yang ada.

Btw, varian Indomie ini beda dibandingkan dengan varaian-varian Indomie nya lho! Penasaran Indomie apakah itu? Khusus untuk mielovers, pasti sudah tidak asing dengan varian Indomie yang satu ini!

Ya, Indomie Ayam Geprek (Hype Abis!) hahaha.. Itulah varian Indomie yang baru tersebut dan taglinenya cukup terngiang-ngiang di dalam pikiran gue ketika berkata Indomie Ayam Geprek (Hype Abis!). Indomie ini pastinya berbeda dengan varian Indomie lainnya.

 

Indomie Ayam Geprek: Hype Abis! buat dinikmati

Varian Indomie Ayam Geprek: Hype Abis

Jika dilihat dari segi kemasannya, tentunya varian Indomie ini memiliki warna yang beda. Untuk bentuk tetap sama ya. Warna dari varian Indomie ini berwarna hitam dengan dikelir tulisan “Hype Abis” yang menandakan varian Indomie ini menyasari para kaula muda penikmat mie instan yang ingin sesuatu yang berbeda.

Ok, next! Dari situ, gue coba untuk membuka kemasan dari varian yang baru dari Indomie ini dan mencampurkan bumbu-bumbu yang ada di dalam piring. Oh ya, btw varian untuk Indomie Ayam Geprek ini adalah varian dari mie goreng ya maka tidak perlu kuah untuk dinikmatinya.

Langsung saja memasak Indomie seperti biasa, lalu mencampurkan mie dengan bumbu di piring. Whoalaa! Indomie Ayam Geprek: Hype Abis! siap untuk disantap dikala waktu weekend dan juga meredakan rasa lapa yang melanda. Btw, gue makan dua bungkus Indomie hahaha. Makan satu Indomie terkadang kurang nampolllll dikala laper dan ngidam mie instant hmm....

Ok, it’s time to enjoy this delicious food! Surga dunia dalam Indomie siap menyambut gue yang lapar ini.

Nah, bagaimana untuk review dari varian Indomie ini? Bagaimana untuk teksur mie, bumbu, dan yang lain-lainnya? Wow, sabar... Sabar.. Mari kita kulik satu-satu agar para mielovers menjadi tidak penasaran dengan salah satu varian Indomie yang baru ini.

 

Review dari Indomie Ayam Geprek: Hype Abis!

Setelah menikmati varian Indomie ini, kini saatnya gue mereview varian Indomie terbaru ini. Btw apabila memiliki perbedaan review dengan gue, it’s okay ya. Ini merupakan sebuah review pribadi dan setiap lidah memiliki beda rasa dan juga beda review ya. Please be noted ya...

Karena gue bukan Chef Juna atau Chef Arnold yang culinary expert, jadi ini hanyalah review sederhana ala anak pecinta mie instant amatiran yang mencoba membagikan informasi seputaran varian Indomie yang ada.

Ok, let’s review it. Pertama-tama adalah rasa. Oh ya, varian Indomie Ayam Geprek: Hype Abis ini adalah satu dari varian lainnya yang mengedepankan rasa pedas yang menonjol pada bumbunya. Dari namanya kita bisa mengetahui, ‘Ayam Geprek’. Maka hal ini identik dengan rasa pedas. Untuk bumbunya sendiri, rasanya cukup pedas namun masih dapat ditolerir oleh gue. Rasa pedasnya sendiri tidak sepedas seperti Samyang lho. Rasanya cukup gurih, ditambah dengan toping-toping pelengkapnya membuat rasa menjadi pas.

Yang kedua, tekstur. Tekstur dari varian Indomie terbaru ini sebenarnya cukup sama dengan varian-varian Indomie lainnya pada umunya. Namun, yang berbeda dari teksur dari varian Indomie ini adalah teksturnya yang agak sedikit lebar dan sedikit tebal. Dengan adanya tekstur tersebut, hal ini menambah kenikmatan menikmati varian Indomie terbaru yang katanya Hype Abis ini.

Yang ketiga dalam hal porsi. Untuk yang satu ini, semuanya tentatif dan tergantung dari masing-masing ya. Kal buat gue, 1 porsinya sii kurang cukup ya hahaha! 2 are enough for me. Namun untuk menikmati 1 porsi varian Indomie ini saja juga pas dan cocok untuk dinikmati dikala waktu senggang. So, mau coba 1 atau 2 porsi sendiri juga sama-sama enak untuk menikmati varian Indomie terbaru ini.

 

Kesimpulan

Rasa kenyang didapat, rasa puas dengan rasa yang dinikmati juga didapat. Itulah yang gue dapati ketika menikmati varian Indomie terbaru ini yaitu dengan rasa Ayam Geprek pada varian Hype Abis! Untuk pedas sendiri terasa cukup pas dengan ditambah toping-toping lainnya yang menambah kenikmatan menikmati Indomie ini. Dengan porsi yang cukup dan teksur mie yang pas, varian Indomie Ayam Geprek: Hype Abis! cocok untuk dinikmati dikala perut lapar maupun ingin sebatas cemilan bagi para mielovers saat waktu senggang.

So guys, itulah sedikit review dari varian Indomie yang paling baru ini dan wajib untuk dinikmati bagi para anak muda Indonesia pecinta mie instant. Dengan kata lain dengan tagline Hype Abis, varian Indomie ini memang betul Hype Abis!

Bagaimana, tertarik untuk mencoba varian Indomie yang Hype Abis satu ini? Tertantang dengan rasa pedas yang ada di varian Indomie ini?

Tuesday, June 16, 2020

New Normal. Sebuah Tatanan Baru Dalam Kehidupan?

Sehari sebelumnya yaitu pada tanggal 15 Juni 2020, kita tahu bahwa mall-mall ataupun pusat perbelanjaan telah dibuka oleh pemerintah. Kita ketahui bahwa pada sampai saat ini, Virus Corona atau yang biasa dikenal dengan sebutan COVID-19 ini masih memberikan angka peningkatan yang cukup tinggi di tengah-tengah masyarakat. Dibukanya beberapa pusat perbelanjaan di kota Jakarta hingga mulainya aktivitas-aktivitas perkantoran di ibukota membuat seakan pemerintah galau untuk menghadapi pandemi dari COVID-19 ini.

Kegalauan itu terjadi akibat adanya dua pilihan yang harus dipilih oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, menyelamatkan perekonomian serta pendapatan masyarakatnya atau ingin menyelamatkan masyarakatnya dari sisi kesehatan agar tidak terkena dampak dari COVID-19 ini? Meskipun berat untuk dipilih, namun kedua pilihan tersebut haruslah dipilih demi masyarakat dan menyelamatkan perekonomian nasional itu sendiri.

New Normal, Pilihan di Tengah Kerisauan Kondisi.

Istilah New Normal seakan mengemuka dan menjadi sebuah pilihan di tengah kegalauan pada kondisi sekarang ini. New Normal atau yang dalam Bahasa Indonesia berarti 'Normal Baru', merupakan sebuah langkah yang dipilih oleh pemerintah dalam memilih opsi-opsi yang ada agar bisa diterapkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat umum. Langkah ini perlu diambil agar bisa menyelamatkan perekonomian yang ada hingga kepada penyelamatan kepada manusia-manusia yang ada di lingkup  kehidupan masyarakat sekitar.

Pada saat ini, sebagaimana kita ketahui bahwa pada saat ini juga kita sedang memasuki fase transisi untuk menuju kepada New Normal tersebut. Masa transisi tersebut dapat dikatakan setelah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) akan berakhir dan akan memasuki tatanan baru dalam kehidupan kita sehari-hari di tengah masyarakat maupun pada segala aspek aktivitas kita. Fase transisi ini nantinya akan menentukan serta juga bisa dikatakan untuk sebagai sosialisasi kepada masyarakat mengenai kehidupan yang akan dijalani setiap harinya dengan menerapkan aturan New Normal di setiap aktivitasnya tersebut.

Pastinya bagi semua orang dan juga masyarakat Indonesia, penetapan kebijakan New Normal ini perlu dipatuhi dan dilaksanakan secara seksama agar segala aktivitas dapat berjalan seperti biasanya, namun dengan catatan bahwa angka dari COVID-19 ini tetap terjaga atau bahkan turun sehingga daerah-daerah yang ada akan masuk ke dalam zona hijau, bukan meningkat pada zona kuning ataupun hingga zona merah akibat adanya peningkatan dari pasien virus Corona di tengah masyarakat.

Penerapan Protokol Kesehatan Yang Ketat

Lewat adanya kebijakan New Normal yang akan dilaksanakan oleh pemerintah dan dilakukan oleh masyarakat secara luas, tentunya ada berbagai hal yang perlu dipersiapkan hingga ditingkatkan agar kasus dari dampak virus Corona ini tidak bertambah tinggi jumlahnya. Salah satu yang diterapkan secara ketat di lapangan adalah sebuah protokol kesehatan yang ketat dan juga tegas oleh para petugas yang memiliki kewajiban menjaga keamanan maupun ketertiban di tempat-tempat umum.

Langkah-langkah dari protokol kesehatan tersebut sudah dipersiapkan serta didiskusikan oleh para tim-tim yang menangani pandemi ini, sehingga protokol kesehatan tersebut nantinya bisa berjalan dengan baik dalam penerapannya di lapangan atau di tempat-tempat keramaian umum. Protokol kesehatan yang ada dan dapat diketahui adalah seperti memakai masker saat berada di tempat umum, mencuci tangan dengan menggunakan sabun atau dengan hand sanitizer, ataupun dengan menjaga jarak kurang lebih sejauh 1 meter.

Tak hanya sampai disitu, protokol kesehatan ini juga mengatur jumlah pengunjung di setiap-setiap tempat umum ataupun yang mengindikasikan adanya keramaian umum lho! Sebagai contoh, mungkin dibatasinya jumlah pengunjung yang datang pada sebuah tempat umum, berkurangnya jam operasional dari sebuah tempat, hingga wacana akan adanya pembagian jam masuk kerja seakan menjadi beberapa hal yang dilakukan agar protokol kesehatan tersebut dapat berjalan dengan baik  sehingga diharapkan dapat menurunkan angka penyebaran dari virus COVID-19 itu sendiri.

Tatanan Baru Dalam Aktivitas Kehidupan Keseharian

Pastinya era New Normal ini akan kita rasakan secara langsung di dalam setiap aktivitas kita sehari-hari. Beberapa tempat seperti di pusat-pusat perbelanjaan, tempat ibadah, kampus, sekolah, kantor, tempat makan, cafe, dan lain-lainnya juga akan melaksanakan New Normal ini dengan setiap ketentuan protokol kesehatan yang ada. Di sini, tentunya peran dari masyarakat itu sendiri diperlukan karena masyarakat lah yang merasakan dampaknya secara langsung akibat pandemi virus COVID-19 ini.

Tentunya masyarakat perlu melakukan penyesuaian yang dapat membawa hal ini kepada tatanan baru dalam bermasyarakat dan beraktivitas. Adanya pengurangan jumlah pengunjung, jarak saat berinteraksi, pembayaran dengan menggunakan cashless, hingga menerapkan pola hidup yang sehat dan bersih secara berkala adalah beberapa hal baru di dalam tatanan yang akan datang tersebut. Hal ini perlahan-lahan dijalankan dan harus bisa menjadi suatu kewajaran yang ada di tengah masyarakat agar kita semua dapat melawan pandemi dari virus yang sedang mewabah pada saat seperti sekarang ini.

Bagaimana? Sudah siap untuk menyambut tatanan baru dalam keseharian aktivitas kita sehari-hari dengan adanya kebijakan New Normal ini? Dengan adanya kebijakan ini, kita semua pastinya berharap dapat membawa dampak yang cukup baik bagi seluruh masyarakat dalam segi perekonomian, kesehatan, pendidikan, hingga pada aspek sosial itu sendiri di tengah wabah pandemi COVID-19 ini. Selain itu, perlunya kesadaran dari masyarakat dalam menjalani serta mematuhi berbagai protokol kesehatan yang ada juga dapat memberikan dampak yang signifikan dalam melawan pandemi ini, sehingga nantinya kita semua dapat menang melawan virus yang tidak kasat mata ini.

So guys, keep safety and always use your mask when you're in the public places. Also, keep your hands clean with soap and make a social distance to prevent the spread of this COVID-19. Safe your love with a healthy habbit! God bless!

Thursday, May 7, 2020

COVID-19, Sang Virus Corona Pembawa Perubahan...

Hi,guys! Apa kabar kalian? Semoga gue harap kalian dalam kondisi yang sehat dan baik-baik saja. Well, why I’m asking you about youur condition? Seperti yang kalian ketahui, pada saat-saat seperti ini kesehatan adalah sesuatu hal yang sangat penting untuk dijaga. Ibarat kata, kesehatan adalah barang mahal yang diinginkan oleh semua orang pada situasi sekarang ini.. Lalu, apa yang membuat kesehatan seakan adalah hal yang penting untuk dimiliki dan juga dijaga oleh kita semua? Apa yang terjadi dengan kesehatan di sekitar kita?

Semuanya itu tidak terlepas dari yang namanya Virus Corona atau yang juga bisa dikenal dengan sebutan COVID-19. COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) merupakan sebuah virus yang saat ini sedang mewabah di seluruh dunia dan bahkan di negara kita sendiri, Indonesia. Bagi kalian yang ingin mengetahui lebih lanjut apakah itu Virus Corona, kalian bisa melihatnya lebih lanjut disini karena disitu terdapat penjelasan tentang apakah itu Virus Corona, perjalanan penyebarannya, hingga penjelasan lebih detail secara medis tentang virus yang satu ini.

Namun secara singkatnya, virus ini dapat menyebar dengan cepat antara satu manusia dengan manusia lainnya lewat berbagai cara seperti kontak fisik dan juga lewat udara dengan cara batuk atau bersin. Tak heran pada saat ini, pemerintah memberikan berbagai anjuran yang harus ditaati oleh seluruh masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan yang diharapkan dapat menekan angka terkena paparan virus Corona ini. Hingga saat ini, beberapa anjuran dari pemerintah seperti beraktivitas mandiri di rumah (ibadah mandiri, sekolah mandiri, bekerja mandiri), social distancing atau jaga jarak, penggunaan masker di tempat umum, rajin mencuci tangan dengan sabun ataupun hand sanitizer, hingga dilarang berkerumun di tempat publik adalah contoh-contoh arahan dari pemerintah untuk menjaga masyarakatnya agar tidak terpapar virus Corona.

Well, as you know.. Berbagai peraturan tersebut tentunya memberikan dampak yang sangat terasa di dalam keseharian kita. Gue pun merasakan hal yang sama dan turut merasakan dampak tersebut. Kalau gue, dampak yang paling terasa adalah dari segi pekerjaan, kuliah, ibadah, dan juga komunikasi sosial dengan masyarakat (it looks like every people feels about that..). Ya, akibat adanya peraturan tersebut gue pun merasakan perbedaan dari kesehatrian gue sehar-hari dalam beraktivitas.

Seperti yang ada di judul, Virus Corona memang membawa perubahan.. Tapi, menurut gue perubahan itu bukan berada di sisi positif sih.. Dari segi pekerjaan, gue merasakan yang namanya WFH atau Work From Home a.k.a bekerja dirumah. Yup, pemerintah sudah mengeluarkan peraturan bahwa sektor-sektor yang bukan berada di daftarnya diharuskan untuk bekerja dirumah bagi karyawannya. Sebelum kebijahan WFH secara full dirumah, gue masih bisa berangkat ke kantor untuk bekerja namun harinya selang-seling sehingga hanya hari tertentu saja gue masuk ke kantor. Dari sisi pekerjaan ini, the thing thay will be my concern is not about the working time, but about the salary for the employee. Kita tahu bahwa akibat pandemi virus Corona ini, banyak perusahaan yang melakukan PHK, penyesuaian gaji, hingga tidak memberikan THR pada karyawannya which are makes me sad. Kebayangkan susahnya ditengah pandemi ini namun penghasilan juga berimbas kepada setiap karyawan? Tentunya setiap kita memikirkan “bagaimana keluarga gue makan, bagaimana untuk menyambung kehidupan, bagaimana untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari..” well yes, you are have the same things to think about for our family at home.. Meskipun bantuan dari pemerintah dapat mengurangi beban masyarakat and thanks to our government for sending basic needs assistance, tapi kembali lagi.. We need salary and money for our family.. Ya, tidak bisa dipungkiri jika COVID-19 ini memberikan dampak yang cukup besar terhadap sektor bisnis, usaha, inverstasi, dan lainnya yang membuat masalah ekonomi yang pelik bagi negara kita.

Perubahan berikutnya yang gue rasakan adalah mengenai kuliah / belajar. Jika sebelum-sebelumnya gue pergi ke kampus untuk belajar dan belajar demi mengejar gelar yang ingin dicapai pada saat ini, maka sekarang semua pembelajaran diubah ke dalam sistem online class. Well, yeah sometimes it’s good becaue of the efficiency of time, but the bad thing is we can’t understand more about the learning materials. Belum lagi jika ada kendala internet, tentunya hal tersebut adalah salah satu sisi kurangnya dari pembelajaraan online ini. Another thing that we felt about this condition is social distancing.. Social distancing atau pembatasan sosial tentunya dirasakan oleh gue dan setiap kita. Akibat adanya arahan ini, seakan ruang komunikasi dan interaksi kita terbatasi oleh keadaan. Hal-hal mulai dari dilarang berkerumun, dilarang kontak fisik, dilarang membawa penumpang dalam kapasitas seperti biasanya di dalam kendaraan adalah beberapa contoh dampak dari social distancing ini. Bagi setiap kita, pastinya social distancing dirasa cukup mengganggu karena aktivitas kita menjadi terganggu dan tidak seperti biasanya bukan?

Ya, bisa gue bilang jika virus Corona ini memberikan perubahan pada setiap aktivitas di keseharian kita sehari-hari. Diri kitapun menjadi lebih sering berada di rumah dan berfokus pada dunia digital New Media yang ada (sosial media, televisi, internet, dan lainnya). Meskipun memberikan perubahan yang cukup signifikan pada aktivitas kita, namun kita masih bisa melakukan beberapa hal positif dann menarik untuk melawan kejenuhan kita ketika berada di rumah akibat pandemi ini lho. Sebagai contohnya, gue mencoba berbagai masakan yang baru dan belajar untuk memasak. Aktivitas ini cukup seru dan dapat melawan rasa bosan ketika sedang berada di rumah di situasi seperti sekarang ini lho karena banyak dari teman-teman gue juga melakukan kegiatan memasak sebagai aktivitasnya dirumah sekarang. Selain memasak, ada juga kegiatan-kegiatan lainnya yang gue lakukan seperti menulis Blog, belajar editing video dengan aplikasi yang mudah, hingga melakukan pekerjaan Subtitling yang pastinya dapat waktu gue menjadi lebih berguna.
Aneka Masakan Yang Gue Masak Selama #DirumahAja

Virus Corona atau COVID-19 memang memberikan dampak bagi kehidupan aktivitas kita sehari-hari. Ya, virus ini seakan sebagai suatu hal yang dapat membuat beberapa aspek kehidupan menjadi berubah dan serasa tidak sama seperti sebelumnya. Namun meskipun terkadang situasi saat ini dirasa berat untuk dijalani, tetaplah berdoa dan bangkitkan sisi optimis agar kita semakin kuat dan dapat bertahan di kala seperti ini. Selain itu, melakukan aktivitas-aktiitas yang beda ataupun yang belum pernah dilakukan adalah suatu hal yang dapat melawan rasa kebosanan, kejenuhan ataupun rasa suntuk di rumah di kala pandemi virus Corona ini.

So guys, itulah sedikit cerita dari gue mengenai pandemi yang saat ini sedang terjadi di sekiatr kita. Ingat, tetap jaga kebersihan bada, gunakan masker setiap saat ketika di luar rumah dan patuhi anjuran dari pemerintah agar kita bisa menang melawan virus Corona yang tengah mewabah ini. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan juga penyertaan dari Tuhan selalu agar kita bisa melewati saat-saat yang cukup berat seperti sekarang ini dan kita bisa lebih baik ke depannya setelah wabah ini selesai. Stay strong and keep healthy guys, God bless!

Monday, October 22, 2018

Peran Media dan Aspek Kemanusiaan


“Hmm.. Rasanya kayak lagi kuliah lagi kalo ngikutin seminar kayak gini. Kangen masa itu..”

Kalo boleh untuk berbicara di dalam hati, itulah hal yang akan gue katakan. Yup! Masa kuliah dimana gue cukup sering mengikuti berbagai seminar yang diadakan oleh pihak kampus ataupun dari pihak jurusan sendiri. Mau cuman ngikut sebagai peserta? Ikut.. Atau mungkin jadi panitia seminar? Hayuu aja.. Ahh, masa dimana gue menimba ilmu dan juga dimana gue menikmati hidup-hidup sebagai mahasiswa.. Takkan terlupakan..

Well, untuk kali ini gue gak akan membicarakan mengenai masa-masa gue menjadi mahasiswa itu kok.. Tenang.. Tenang.. Topik pada hari ini gak ada hubungannya dengan dunia kuliah ya Friends. Untuk cerita kali ini, gue akan menceritakan mengenai suatu seminar yang kemarin baru saja gue ikuti di kantor. Yaa, kalo boleh jujur sii sebenarnya gue lebih memilih untuk menggunakan waktu gue buat ngelakuin berbagai hal yang gue suka macem me time, istirahat sejenak di hari weekend, ataupun tidur.. Hmm, tapi karena ini diwajibkan oleh kantor untuk ikut seminarnya ya apa boleh kata. Gue yaa berpikir positive aja, siapa tau apa yang gue dengar bisa bermanfaat dan terlebih cukup menghibur di kala akhir pekan.

Nahh untuk seminar kemarin, kantor gue menyelenggarakan sebuah seminar yang mempunyai tema “Seminar Media dan Kemanusiaan” yang diselenggarakan di gedung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Mengingat ulang Tahun dari Tzu Chi sendiri yang ke 25 tahun, DAAI TV sebagai salah satu bagian dari badan misi yayasan ini tentu juga ingin merayakan hari jadi yayasan yang mempunyai gedung di daerah Pantai Indah Kapuk ini. Tentu tentang apa yang diselenggarakan acaranya, tak jauh-jauh mengenai media karena tohh DAAI TV merupakan suatu media penyiaran yang sudah malang-melintang di dunia pertelevisian Indonesia.

Back to topic, jadi di seminar ini sendiri, DAAI TV juga mengundang beberapa tokoh-tokoh besar yang turut berperan dalam dunia media serta dunia kemanusiaan guys. Ya, ini juga menurut gue menjadi salah satu penyemangat untuk mengikuti seminar di kala rasa hati di diri ingin beristirahat dirumah. Dan memang, gue sendiri cukup excited untuk melihat para tokoh tersebut secara langsung. Lho, kok excited? Lahh iya dong, wong melihat mereka aja biasanya cuman di televisi hahaha..

Untuk tokoh yang pertama sendiri ada Bapak Moeldoko. Siapa yang tak kenal dengan beliau? Tentu kalian sudah mengenalinya bukan? Seorang mantan Panglima TNI yang sekarang menjabat sebagai  Kepala Staf Kepresidenan RI ini menjadi sosok pembicara pertama yang menyampaikan pesan di panggung acara. Pak Moeldoko sendiri memberikan beberapa informasi dimana peran pemerintah dalam media serta upaya apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam menanggulangi hoax yang sekarang cukup masif di kalangan masyarakat. Selain itu, Pak Moeldoko juga memberikan informasi mengenai tantangan apa kedepannya bagi Indonesia yang akan menuju ke era industri 4.0 guys.

Selain Pak Moeldoko, ada juga tokoh yang tak kalah pentingnya di dalam seminar ini. Selanjutnya ada Pak Rudiantara selaku Menteri Komunikasi dan Informatika RI. Tentu sebagai sosok dimana yang mengurus segala hal tentang media, jaringan komunikasi, bahkan internet yang ada di Indonesia ini, beliau juga memberikan beberapa pesan dimana pentingnya peran media dalam menyampaikan berita informasi guys. Pak Rudiantara juga memberikan himbauan dalam seminar ini agar kita tidak gampang dengan berita bohong a.k.a hoax serta bersama-sama memerangi kumpulan berita hoax tersebut agar dunia informatika kita bisa menjadi lebih sehat dan juga terbebas dari berita bohong.

Nahh, sosok pembicara yang terakhir menurut gue adalah salah satu tokoh yang cukup dikenal di dunia pertelevisian Indonesia serta putri bungsu dari Presiden ke-4 yaitu Pak Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan sebutan Gus Dur. Hayoo tebak siapakah dia? Ya! Mba Inayah Wahid! Untuk di sesi ini sendiri, Mba Inayah lebih condong menceritakan dari sisi kemanusiaan guys. Dengan mengambil contoh dari sisi sang ayah, Mba Inayah juga menceritakan bagaimana kemanusiaan itu juga termasuk dalam cara kita dalam menghormati sesama manusia serta berkawan dengan semua orang tanpa memandang latar belakang mereka (suku, agama, ataupun ras). Dari apa yang disampaikan oleh Mba Inayah, tentu gue sangat.. sangat.. 100% setuju dengan apa yang disampaikan oleh Mba Inayah. Kita harus menghormati semua orang dan hidup secara harmoni tanpa memandang latar belakang dari orang tersebut guys!

Selain ketiga tokoh tadi, ada juga pesan-pesan yang disampaikan oleh beberapa tokoh seperti dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) yaitu KH Said Aqil Siradj dan serta juga ada Bapak Hong Tjhin selaku CEO dari DAAI TV sendiri. Buat gue sendiri, seminar kemain cukup memberikan inspirasi dan juga pandangan buat gue sebagai insan media pada saat ini. Setelah mendengar materi-materi yang disampaikan oleh para tokoh tersebut, gue menyadari kalau media juga turut berperan dalam kehidupan kita dalam aspek kemanusiaan. Selain itu, media juga berperan sangat besar untuk menyebarkan informasi positif yang bisa disampaikan untuk masyarakat luas.

Nahh dari seminar kemarin, gue pun juga berharap agar media-media di Indonesia dapat terbebas dari banyaknya berita bohong atau biasa yang disebut hoax serta media sendiri dapat meberikan nilai-nilai positif bagi kehidupan berbangsa kita. Tentu hidup dengan damai, aman dan juga tenteram di bumi Indonesia menjadi impian kita bukan? Maka dari itu, yukk kita sebarkan kebaikan serta berita positif di media-media Indonesia..

Tuesday, October 16, 2018

Diantara Perasaan Dengan Kejujuran

Pernahkah kalian merasa dikagumi oleh seseorang? Atau mungkin, kalian pernah disukai oleh seseorang yang merupakan teman kalian? Well.. Hal itu merupakan salah satu yang sangat diinginkan oleh semua orang bukan? Gue sendiri pun juga ingin merasakan hal yang sama kok hehehe.. Everybody wants to be loved, right?

Nahh, ngomong-ngomong soal feeling seperti itu, gue sendiripun hanya sekali merasakannya dalam hidup gue so far hehehe.. Itupun gue mengetahuinya secara tidak sengaja oleh pengakuan seseorang yang membuat diri gue pun kage tdan tidak mempercayainya lho! Like, wow! This is the first time that people have a feeling for me! So excited! Eitss.. Eitss.. Tapi kok kenapa gue tidak jadian orang tersebut ya? Well, hal itu dikarenakan orang tersebut sudah mempunyai pasangan. Jadi, ketika ia berkata jujur mengenai perasaan yang cukup lama dipendamnya tersebut, gue pun berterima kasih akan kejujuran dia dan gue juga memberikan nasihat supaya tetap setia dengan pasangannya yang notabene juga teman gue. Hmm.. Meskipun membuat gue galau yang cukup menguras hati, tapi melihat kebahagiaan orang lain juga bukan menjadi hal yang salah bukan?

Itu sedikit cerita mengenai yang sedikit gue rasakan di akhir-akhir ini.. So, how about you guys? Have you ever feel the sama thing just like me? Hmm.. Kalau mungkin merasakan hal yang sama,we are the same way brotha and sista! Buat yang merasakannya, apa yang kalian lakukan? Menerima orang tersebut? Atau menolaknya? Well, jika orang tersebut adalah berstatus single a.k.a jomblo tentu sudah pasti 100% diterima oleh kalian. Tapi, bagaimana jika orang tersebut sudah mempunyai pacar?

Tentu, hal tersebut menjadi pergolakan di dalam hati ya.. Terkadang memang jika kita mempunyai niat demi kepentingan diri kita sendiri, pastinya kita akan menerima orang tersebut meskipun notabene sudah mempunyai pasangan. Tapi di satu sisi jika kita memang ingin melihat suatu kebahagiaan yang bisa mendamaikan jiwa kita, merelakan dan juga melihat dia berbahagia dengan pasangannya bisa menjadi jawaban yang tepat lho. Biar kata ia mengatakan suka, cinta, have a feeling with you, bla.. bla.. and so on, semua itu tidak ada maknanya jika ia mempunyai seorang pasangan lho.

Alih-alih ingin mendapatkan kebahagiaan karena ada seseorang yang menyatakan perasaan kepada kita dan kita terima pernyataan tersebut, tapi ujung-ujungnya yang terjadi adalah konflik antara diri sendiri, teman kita, dan bisa juga dengan orang yang menyatakan perasaan itu. Hmm.. Kalau sudah seperti itu sii yang ada masalah menjadi semakin rumit dan juga pelik ya Friends. Semoga kita tidak berada di dalam situasi macam itu yaa..

Maka dari itu, saran gue adalah bijaklah dengan perasaan dalam diri sendiri. Bijak dalam arti disini adalah paham betul situasi dan kondisi di mana perasaan kita tersebut datang. Misalkan seperti contoh diatas, maka kita harus memahami bahwa kita tidak boleh merebut pasangan orang lho! Biar kata orang yang menyatakan perasaan kepada kita itu sampai bilang sayang banget, suka, care, dsb, tapi tetap saja jika ia dalam suatu hubungan dengan seorang, maka akan lebih bijak jika kita menganggapnya sebuah kejujuran dalam konteks pertemanan saja.

Sekalipun kita juga menyayangi orang tersebut, tetapi kita juga harus ingat bahwa ada juga perasaan orang lain yang juga harus kita jaga. Meskipun tidak bisa bersama dengan orang yang menyatakan perasaannya tersebut ke kita, tetapi mengagumi sebagai teman juga bukanlah sebuah jawaban yang buruk lho. Bahkan, itu merupakan jawaban yang paling tepat karena selain membuat diri kita legowo plus kita juga merasa bahagia karena turut ikut melihat kebahagiaan orang lain.. Bahagia untuk diri saya, diri anda, dan juga untuk semuanya..

Sunday, September 30, 2018

Kenangan Dan Waktu Kehidupan Yang Terus Berjalan



“Terkadang, aku rindu dengan masa itu..” Ya, itulah apa yang dikatakan oleh Browny di dalam hatinya. Sebut saja nama hewan itu adalah Browny. Ia adalah seekor anjing yang cukup pintar, mempunyai daya bersaing yang cukup tinggi, serta memiliki bentuk fisik seperti bulu dan juga tubuh yang membuatnya elok untuk dipandang. Semua apa yang ia dapati dalam dirinya itu tentu tak lepas dari usahanya untuk bisa mencapai seperti itu. Mulai dari belajar dan berlatih dengan giat serta merawat tubuhnya agar sempurna.

Mempunyai kelebihan tersebut tentunya membuat Browny ingin mengetahui seberapa jauh kemampuan dirinya. Setiap perlombaan-pun ia ikuti. Mulai dari perlombaan kepintaran, ketahanan tubuh, hingga lomba seberapa indah bulu yang dimiliki oleh para hewan. Dan ternyata, hasilnya pun tidak sia-sia. Juara 1 sering ia dapati. Pun jika tidak mendapatkan posisi pertama, dirinya bertengger di posisi kedua ataupun ketiga. Kemenangannya tersebut membuatnya memiliki banyak koleksi berbagai piagam penghargaan dan juga medali-medali dari perlombaan tersebut. Alangkah senangnya ia bisa memenangkan serta mengoleksi penghargaan tersebut. Di usia muda, ia bisa merasakan pencapaian tersebut tentu suatu hal yang membanggakan.

Waktu terus berjalan, Browny pun harus melanjutkan hidupnya karena dirinya bertumbuh semakin dewasa. Memang, hidup tak selamanya di atas ataupun tak selamanya kita bisa menikmati waktu yang kita senangi. Ia pun mulai memasukki dunia kerja. Dunia yang keras dan juga penuh dengan persaingan nyata demi sebuah penyambungan kehidupan. Pagi ke pagi hari, sore berlalu ke sore, ia pun menjalani kehidupan pekerjaannya yang berbeda itu. Ia pun baru merasakan ”oh, inilah yang disebut dunia nyata ya,” katanya.

Seketika, ia melihat sebuah foto dimana dirinya terpampang menjuarai perlombaan saat dirinya masih muda. Wajah penuh dengan senyuman serta menjalani hidup dengan nyaman, berbanding terbalik dengan apa yang ia jalani sekarang. Tentu, semua pribadi akan merasakan suatu hal yang menyentuh hati ketika kehidupan yang dijalaninya berbeda dari apa yang sering dilakukan dulu kala. Browny pun hanya bisa duduk tersadar kalau inilah kehidupan. Di mana waktu akan terus berlanjut, dan dirinya hanya bisa duduk termenung sambil ditemani perasaan kenangan di masa lalu yang menjasi satu-satunya hal yang membuat ia tersenyum dikala menjalani kehidupan nyata sekarang hingga seterusnya...

Well, itulah di atas sepenggal cerita tentang Browny, seekor anjing yang dulunya nyaman menjalani kehidupannya serta bisa mendapatkan pencapaian-pencapaian ketika dirinya masih muda. Tapi, keceriaan itu berubah ketika dirinya memasukki dunia nyata seiring berjalannya waktu sehingga Browny yang ceria telah hilang bak ditelan bumi ataupun seperti hilang ditengah jurang yang dalam. Begitulah sedikit cerita bagaimana gue mendeskripsikan gambar tersebut lewat sebuah narasi kata.

Apakah kalian pernah merasakan hal yang sama? Tentu gue pribadipun merasakan hal yang sama. Setahun sudah berlalu dimana gue menyeleasikan dunia perkuliahan gue secara akademis. Di bulan September juga adalah selain gue bertambah usia, tahun lalu gue juga mengumpulkan hardcover dari skripsi gue yang menandakan diri gue siap untuk diwisuda dan menyandang gelar S.Hum (cerita lengkapnya bisa kalian lihat di sini). Setelahnya, diri gue pun berjuang untuk menghadapi dunia nyata.. Dunia dimana kehidupan itu ada dan setiap manusia berkutat di dalamnya..

Gue merasakan sama persis dengan apa yang digambarkan oleh gambar tersebut. Dulu ketika gue masa kuliah, gue sangat menikmati kehidupan gue. Menjalani hidup dengan semangat, senyuman,hanging out with my best friends, ngerjain tugas bareng-bareng, everything what I do is makes my day so colorful. Hingga suatu impian yang dulunya gue cuman berkata di dalam hati, pada akhirnya bisa gue capai yang tentunya gue sendiri kala itu hampir tidak mempercayainya. Menang juara lomba nasional, lomba internal kampus, nama dipajang di kampus, website kampus, hingga di buku wisuda mahasiswa/i UBM, ahh semua hal itu gue rasakan di akhir-akhir masa kuliah gue. Tentunya menjadi sebuah kenangan yang sangat manis dan terlalu berat untuk dilupakan bukan?

Seiring berjalannya waktu, gue pun harus menyadari ketika gue harus memasukki dunia nyata dan juga bersaing di tengah kehidupan orang-orang pada umumnya. Yup! Dunia kerja! Dimana sebuah pelajaran yang sangat berbeda dari apa yang dipelajari di kampus dan juga pelajaran yang akan terus dipelajari hingga hari tua tiba. Pun juga perasaan dimana dulu gue senang menjalani hidup dalam dunia kampus, sekarang harus berjibaku dalam tempaan dunia nyata lewat pekerjaan. Semuanya seperti 2 perasaan yang berbanding terbalik antara satu dengan yang lainnya. Tak bisa dipungkiri, antara hati, pikiran dan juga tubuh pribadi juga bergejolak karena adanya kenyamanan dalam menjalani hidup..

Ya, itulah hidup dan juga waktu. Dua hal dimana yang akan terus berlanjut dan juga berjalan tanpa henti. Meskipun diri merasa sulit untuk melangkah tetapi sulit untuk dilakukan atau bahkan kita ingin berdiam di masa itu, mereka akan tetap menarik kita untuk melangkah bagaimanapun caranya untuk meninggalkan masa tersebut. Bagaimanapun, sebuah kenangan dalam hidup kita pasti akan kita kenang bersamaan dengan berjalannya waktu tersebut yang akan terus menarik kita menjauh dari kenangan yang dibuat.

Last but not least, that is life and time.. Berjalannya mereka, tentu juga mengajarkan kita untuk bersyukur atas apa yang sudah kita lalui dan juga belajar untuk menikmati sebuah kenangan yang lalu. Biar kata waktu dan hidup terus melangkah, sebuah kenangan yang ada dalam diri kita ini akan tetap di dalam hati kita. Satu kata yang bisa diucapkan adalah terima kasih. Terima kasih untuk kenangan yang selalu ada dan juga menemani kita agar kita bisa tersenyum menjalani waktu kehidupan yang terus berjalan perlahan. Meskipun waktu dan juga kehidupan terus berlanjut, tetapi kenangan akan terus ada dan setia berdiam di dalam diri kita...

Saturday, September 22, 2018

Sepenggal Catatan Di Awal Usia 23

Hai guys! Hari gue berasa sangat senang dan juga bersyukur sekali! Yup! Karena tepat pada tanggal ini yaitu 22 September, gue merayakan hari ulang tahun. Untuk tahun ini sendiri, umur gue sudah memasukki usia yang ke 23 tahun (tua ya hmm..). Anyway, pada postingan hari ini gue hanya ingin memberikan sedikit cerita saja mengenai diri gue yang sudah memasukki kepala dua ini.

Memang, usia 23 tahun itu yaa bisa dibilang masih terbilang cukup muda ya untuk seusia cowok tapi ingat lho... Ingat.. Umurnya sendiri sudah berkepala dua hahaha. Di usia ini buat gue sebagai cowok ibarat kayak this age is the time to start my journey and also my carrer. Karena saat ini gue sendiri sudah lulus dari dunia kuliah dan juga sudah di wisuda pada bulan Januari lalu, so my concern at this time is my career.

Pada saat-saat ini juga gue sedang memikirkan tentang apa yang akan gue capai selanjutnya, apa yang akan gue lakukan kedepannya, what about my career, what things that I want buy, etc.. Waahh, banyak sekali ini di kepala yang harus dipikirkan. Karena pada zaman sekarang semua orang melihat bagaimana pencapaian kita, apa yang sudah kita dapat, sudah di posisi apa kita bekerja, dsb yang membuat diri gue agak sedikit berpikir keras untuk bisa mendapatkan itu semua.

But, when there is a will there is a way! Dengan semangat, gue pasti bisa mendapatkan semuanya (Amin!). Mengingat menginjak usia yang katanya dibilang orang masih muda ini, tentu hal tersebut bisa gue dapatkan asalkan dengan semangat dan juga tekad bukan? Ibarat jika memakai hitung-hitungan matematika, gue mempunyai waktu 7 tahun dari sekarang untuk mencapai pencapaian yang harus gue dapatkan sebelum usia 30 tahun atau menginjak usia kepala 3.

Lalu selama gue hidup selama 23 tahun sekarang ini, memang banyak kejadian-kejadian yang telah gue lalui. Meskipun belum bisa dibilang apa-apa dibandingkan dengan orang-orang yang usia nya lebih tua daripada gue, tapi step by step gue tentu akan mengalaminya seiring berjalannya waktu. Contohnya saja dulu ketika gue masih SMP, gue berasa umur 20an itu kayaknya masih lama ya. Then after that seiring berjalannya waktu, udah lulus SMA dan memasukki kuliah. Saat kuliah pun, gue jujur, gue merasakkan waktu itu cepat sekali lho! 4 tahun gue jalani dan tiba-tiba gue sudah diwisuda saja pada bulan Januari kemarin. And now, my age is 23! Cepat sekali bukan?

Last but not least, sedikit demi sedikit gue akan menjalani lembaran baru dalam hidup gue dimulai dari sekarang. Kalau dulu gue hanya pusing dan ber-galau dengan pelajaran atau mata kuliah, tapi sekarang gue ber-galau dengan real life, pekerjaan, karir, dsb nya. Yaa well, that’s a life right? Intinya adalah kita harus tetap bersemangat untuk mencapai impian kita. Gue pun saat ini sedang berjuang untuk mewujudkan beberapa hal yang memang dulu belum bisa gue dapatkan. Yaa anggap saja gue sedang mengejar ketertinggalan dengan mungkin orang-orang yang lebih berada dibanding gue. Slow but sure, I can achieve it!

As a closing words, untuk teman-teman yang mungkin berulang tahun pada hari ini yang tentunya sama tanggal nya dengan gue, I just wanna say Happy Birthday! Ayo semangat menggapai cita-cita ataupun impian yang ingin dicapai..

Wednesday, July 18, 2018

Harmony of Sound With DAAI Choir

Hi guys! What's up? It's been a while after my last posting in this blog.. Well, it's because of my work's time. Yup! You can imagine how about my time that I had. A busy schedule, thinking to make a creative content every time, contacting talent, ahh.. Those kind of thing that I do during the working time. And also, you can come to the office in the weekend time (Saturday and Sunday) for taping the program. Hmm, me myself sometimes can't handle these things~ Just like I wanna find a long escape from this routinity guys. Even I have a tight schedule, well, sometimes I can enjoy myself at the office. The only thing that I can enjoyed it by singing. What? Singing during the works time ? Hell, you are finding a problem with your manager. No.. No.. It's not about that. I'm not singing while do my assignments. Singing in here is I'm sing during the lunch time. One hour to release the stressfull at your mind is quite good enough right, before you start thinking again at your desk. Yes, I do singing during the lunch time but I'm not sing alone. I'm singing with a choir.

From this several months (if I'm not mistaken at March), I joined the choir at my office. I just know that my office got a choir after the Camp Humanis 2018. So, why I join this choir? Well of course to find a new friends, to know the supervisors at my office, and also to sing along together. Since I loved to sing and for myself also singing can make my mind a little bit relax, so there is no doubt to join this choir. Yaa, maybe the other reason is also to practice my sound (my voice is not really good anyway lol). So, beacuse of all that kind of reasons, now I joined the DAAI Choir! I have a schedule to practiced with the choir in every Tuesday.

DAAI Choir itself is a choir which is consists of the employees of the DAAI TV. The members itself is from the different division. You can meet the people from the Translator division, Finance division, Production division and others. As you know, my office is closely related to the Mandarin Language.. So, you can imagine that I have to sing a song using a Mandarin.. Even I'm not a little bit friendly with this language and also I'm NOT graduated from Chinese Literature, so I got a little bit problem to spoke some words lol. But, I can go with that! Lao shi Jin Hua as our coach sometimes fix the words which are we spoke during singing the Mandarin song. Yaa, well that's another bonus for me! You can learn the Mandarin Language thru' song which is very interesting to do. Oh and also you can known some songs which is for me that's the good song. I mean not only the melody itself, but also the meaning of the song. Some of the songs teach us about humanity, love, and many more. Maybe in the next post I'll post some of the songs which are I practiced at choir..

Last but not least, I hope that when I joined the DAAI Choir, I can give a small contribute of my voice for the choir itself. Well, even I don't have a good voice, at least I can try to practice to singing with a right melody and also with a right intonation hahaha. Oh, and the important thing for me is I hope that I can go well the all members of the choir. By having a new friends, ourselves can learn to know and understand others people perspective. So, at that time in the future, we can know how to associate with others people with a right things to do. Gan en.

The DAAI TV Choir

Monday, March 26, 2018

Menjalin Jodoh Baik Lewat Camp Humanis 2018

Menjalin jodoh baik? Hmm.. Jodoh baik apa itu kira-kira? Anyway, jodoh disini bukan berarti secara gamblang tentang jodoh seperti 1 orang dengan pasangannya. Jodoh di dalam konteks ini mempunyai arti sebuah jalinan atau hubungan yang sudah timbul untuk kedepannya. Konsep ini merupakan sebuah konsep yang diajarkan dalam ajaran Buddha dan juga dipercayai oleh setiap Buddhism. Nah, karena di dalam tempat gue bekerja sekarang sangat kental dengan budaya agama Buddha, jadi kami setiap karyawan juga belajar untuk mengikuti setiap tata krama yang berlaku disana. By the way, I have to point this one to you. Even the culture at there is closely related to Buddhism, it doesn't mean that we have to be have the same religion or we have to learn their religion. In here, all religions are welcome and can enjoyed plus respect each other. Hanya tata kramanya saja yang lebih kental terhadap nuansa ajaran agama Buddha. So, don't think any negative things about a religion in here okay..

Back to topic then, nah setelah penjelasan singkat diatas mengenai how is the culture that my office have, lalu diselenggarakanlah sebuah acara di kantor gue. Acara tersebut bernama 'Camp Humanis', meskipun namanya camp tapi lebih cocok dibilang sebagai gathering karyawan jika kita bisa merujuk ke bahasa orang awam. Acara tersebut diselenggarakan dari 9 - 11 Maret 2018 dan tentu saja kita semua harus menginap di sana. Untuk acara di ini sendiri, gue tidak langsung pulang karena setelah selesai bekerja, gue langsung menuju ke gedung sebelah untuk langsung menginap. Well, untuk tempat tinggalnya sendiri identik dengan nuansa seperti yang berada di Taiwan sana. There is no bed just like an ordinary room, only a sleeping bed. Yang lebih menariknya lagi, ada tata cara bagaimana kita merapikan temat tidur tersebut lho. Mulai dari tempat tidur, selimut, sampai bantalnya sendiri pun mempunyai tata cara bagaimana merapikan dengan benar. Gue sempat kaget karena merapikan tempat tidur saja, tidak sembarangan lho.. Oh iya, untuk makanan disini juga semuanya berbahan dasar vegetarian. Semua makanan yang kita konsumsi disini sudah pasti semuanya sayuran. So, don't you ever thingk about any meat in here. Meskipun kita memakan makanan vegetarian, tapi ada beberapa masakan yang ternyata enak lho.. You should try a vegetarian cuisine one day.

Next things is about manner that I learned in here. Jadi, selama acara Camp Humanis ini seluruh peserta baru a.k.a karyawan baru mengikuti sebuah acara yang diajarkan oleh shi xie (panggilan untuk kakak or senior perempuan disini) meliputi berbagai tata krama yang berlaku disana. Mulai dari cara berjalan yang harus 90 derajat, bagaimana kita membawa huan bao (sejenis tas tempat makan kecil), bagaimana kita untuk duduk makan, dan bahkan sampai cara bagaimana kita makan. Well, this one is interesting because we are learned those ethics which is we don't know yet before. Cukup unik di dalam kelas ini bagaimana setiap cara tata krama yang berlaku. Ibarat kita para karyawan baru ini yang agak urak-urakan, jadi memahami setiap tata krama untuk mendisiplinkan diri kita agar lebih rapi lagi. I really like this class because I can learn the new thing about a culture in here. You know that I am person which is really like to learn and know the other culture.

The other thing which is interesting in here is, we can also learned several ethics beside the basic ethic which is already teached by shi xie. Disini kita juga diajarkan beberapa tata krama lho di dalam kelas etika. Ada 3 kelas yang kita ikuti dan juga kita pelajari. Yang pertama adalah kelas minum dan membuat teh. Yup, for the name itself you already know what we learned in here. Di kelas ini, kita diajarkan bagaimana cara membuat, menyajikan, dan juga meminum teh dengan sebuah etika yang baik. Di dalam kelas sendiri, shi gu (sebutan untuk senior perempuan dengan usia yang lebih tua) mencotohkan bagaimana cara membuat teh mulai dari meracik, menuang air, dan juga merapikan tempat teh nya itu sendiri. Nah di dalam kelas ini juga, gue juga berkesempatan dengan beberapa teman lainnya untuk membawakan nampan teh lalu menyajikan nya ke teman-teman di meja gue. "I feel like in the Chinese clasic film which is serving the tea", terbesit di dalam pikiran gue yang cukup kagum dengan budaya menyajikan teh ini.

Di kelas selanjutnya ada kelas merangkai bunga. Hah? Merangkai bunga? Are you serious? Yes I'm serious in here. Jadi ada kelas yang kita ikuti yaitu seni merangkai bunga. Disini, shi gu mengajarkan bagaimana cara merangkai bunga dengan indah sambil memberikan informasi dari filosofi tentang merangkai bunga. Ada beberapa macam teknik dalam merangkai itu sendiri.Di dalam merangkai ini, kita menancapkan bunga dan juga beberapa dedaunan di dalam sebuah pot kecil yang sudah terisi air. Di situ, kita merangkai sebuah bunga dengan filosofi yang berarti untuk mencapai suatu keindahan lewat sebuah tindakan cinta kasih serta menghormati terhadap sesama makhluk hidup dan seluruh hal yang ada di dunia ini.

Lalu, kelas yang ketiga adalah kelas kaligraphi. Nah di kelas ini yang membuat gue lebih excited. Why? Why I am so excited? It's because I never do any caligraphy yet. Apalagi membuat kaligraphi dengan tulisan Bahasa Mandairn yang notabene gue tidak mempunyai basic disana. Well, I'm from English literature and now I learn the Chinese literature, hmm sounds interesting! Di kelas ini shi gu mengajarkan 3 kata dalam Bahasa Mandarin yang akan kita tulis dalam kertas kaligraphi. Unfortunately, I forgot what is the words what I write at the caligraphy paper. Di saat gue sedang menulis, shi gu melihat tulisan kaligraphi yang sedang gue lihat. "Ahh cukup bagus tulisannya," kata shi gu. Gue pun menjawab, "Iya shi gu, saya cukup mengerti bagaimana dasar menulis Bahasa Mandarin hehe." Lalu kata shi gu, "Good, bagus untuk pemula." I feel happy because even my caligraphy is not really good just like the shi gu done, but still it's an art tho hahaha.. Itulah beberapa kelas yang kita ikuti selama acara Camp Humanis ini.

Selain mengikuti beberapa kelas yang ada, para peserta juga diajak untuk pergi ke depo daur ulang milik Yayasan Buddha Tzu Chi yang berada di Tangerang. Disana, kita diajarkan bagaimana cara mengolah sampah daur ulang agar bisa dipakai lagi. Selain diajarkan bagaimana cara kita mendaur ulang sampah, kita juga diajarkan membuat sebuah benda dari bahan daur ulang lho. Kita disana diajak mengambil beberapa sampah daur ulang yang bisa kita pilih sendiri, lalu kita buat sebuah kerajinan dengan benda-benda tersebut. Setelah mengetahui bagaimana cara mendaur ulang sampah dengan baik, kita juga diajak ke pabrik pendaur ulang yang ada disana. Kita diajak berkeliling ke sekitar area pabrik dengan waktu berkeliling sekitar 20 menit. Acara-acara lainnya selain kelas tata krama budaya dan juga mengunjungi depo daur ulang, kita juga mendapatkan beberapa workshop yang dibagi menjadi beberapa sesi selama 3 hari. Ada sesi dari karyawan DAAI TV Medan, ada sesi dari Pak Hong selaku CEO dari DAAI TV, ada juga sesi dari para penonton setia DAAI TV. Mereka-merekalah yang menjadi narasumber untuk sesi workshop tersebut. Sesi ini dibuat agar kita menjadi lebih mengerti dan paham akan pekerjaan kita dan bisa menjalin jodoh baik lewat media, khususnya lewat DAAI TV sendiri. Di setiap sesi seminar, sesi ini juga kita diajarkan untuk mengamalkan sikap Gan En, Zun Zhong, Ai yang berarti "Bersyukur, Menghormati, dan juga Cinta Kasih" terhadap sesama makhluk hidup, terutama kepada manusia itu sendiri.

Itulah cerita singkat mengenai acara Camp Humanis 2018 yang diselenggarakan oleh kantor gue. Selain untuk mengenal setiap karyawan satu sama lain, kita juga bisa menjalin jodoh baik lewat acara ini. Kita diingatkan bahwa tidak mungkin ada kata kebetulan jika kita semua berkumpul dalam acara tersebut, yang berarti memang sudah ada ikatan jodoh yang akan terjalin lewat tempat dimana kita kerja sekarang. Buat gue sendiri acara ini cukup menarik karena selain sebagai gathering karyawan, kita juga diajari beberapa tata krama dalam kebudayaan dari Taiwan sana serta melatih diri kita agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. I can't wait for the next Camp Humanis in the next year! Hope I can join again in the next same event. Gan En!

Kelompok 11 Camp Humanis DAAI TV 2018

Friday, December 29, 2017

UBM di Mata Kampus Lain itu...

Ada hal yang menarik ketika gue sedang browsing di internet saat sedang bersantai. Well, browsing bisa dikatakan udah kayak seperti makanan gue sehari-sehari. There is no day without browsing on the internet! Ibarat kayak internet ini adalah sebagai jendela dunia gue yang bersanding dengan sebuah buku dikala zaman sebelum digital. Iseng-iseng mem-browsing di internet dan saat sedang galau karena teringat dunia perkuliahan, gue menemukan satu hal yang sangat menarik! Penemuan ini bukanlah tentang yang berbau negatif, horror, or things like that yaa.. Ini adalah cerita ketika tentang lomba Bahasa Inggris tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Dan di tahun 2017 ini, perlombaan tersebut bertajuk 'The 21st ALSA National English Competition'. Ini bisa dibilang suatu perlombaan Bahasa Inggris yang cukup presitigius se- Indonesia lho guys! Lomba yang diikuti oleh berbagai sekolah tingkat SMA dan pastinya oleh berbagai kampus negeri maupun swasta yang turut ikut berpartisipasi dalam perhelatan perlombaan ini.

Sekilas dari nama saja mungkin kalian sudah bisa menebak siapa saja yang mengikuti perlombaan disini. Yup! Dikarenakkan yang menyelenggarakan adalah dari Fakultas Hukum dan tentunya dari ALSA (Asian Law Student Association) UI, bisa kalian bayangkan jurusan apa yang kebanyakan berpartisipasi dalam event tahunan ini bukan. Hukum! Ya, jurusan atau fakultas Hukum lah yang cukup mendominasi peserta di event lomba ini. Tapi, meskipun mayoritas berasal dari Fakultas Hukum, masih ada juga yang mengikuti event ini yang berasal dari jurusan lain dan salah satunya adalah dari kampus gue sendiri yaitu UBM. Seperti yang kalian ketahui bahwa jurusan gue sendiri adalah bukan Hukum melainkan Bahasa & Budaya Inggris a.k.a Sastra Inggris. Yaa biar kata gelar lulusan gue juga mungkin mirip dengan lulusan S.H (Hukum) (ngarep) dan gue sendiri adalah S. Hum (Humaniora), tapi gue dan teman-teman tetap bersemangat untuk ikut event ini. Terhitung gue sudah 3x mewakili UBM dalam event tahunan perlombaan Bahasa Inggris ini. Ohh iya, just information, kalau di event ada beberapa bidang kategori perlombaan yang bisa diikuti seperti Spelling Bee, Battle of Brains, Speech, Newscasting, Debate, Story Telling, dan Paper Presentation. Untuk kampus gue sendiri, kita biasa mengirim ke beberapa bidang lomba seperti Spelling Bee, Newscasting, dan juga Battle Of Brains yang notabene merupakan kategori yang gue ikuti. Begitulah penjelasan dan juga cerita singkat mengenai event perlombaan ALSA National English Competition ini.

Lalu, apa hubungan nya dengan judul topik diatas? Eittss.. Disini laah intinya! Seperti yang gue jelaskan diawal tulisan bahwa gue menemukan sesuatu yang mengenai perlombaan ini dan juga kampus gue, khususnya jurusan sendiri. Saat sedang mem-browsiing dan galau karena ada 1 email ayng gue terima tentang invitation to join The 2018 Asian English Olympics, galaulah gue karena teringat masa-masa kuliah dan juga masa-masa lomba mewakili kampus gue. Karena kegalauan itu, gue secara iseng browsing dengan keyword 'alsa ubm undip ui'. Kenapa gue browsing dengan keyword itu? Hal itu dikarenakkan saat Final lomba BoB (Battle of Brains) kemarin, 3 kampus inilah yang maju di babak final dengan result UNDIP di peringkat 1, UBM peringkat 2, dan UI di peringkat 3. Singkat cerita, di hasil pencarian gue via om Google, gue menemukan satu hal menarik di tagline paling atas yaitu di website FH UNDIP. Setelah gue baca, gue cukup kaget! 'Wah, kampus gue masuk berita di portal kampus lain nii," di dalam hati gue berkata seperti itu. Rasa bangga dan senang pun menjadi satu perasaan gue. Gue merasa bangga karena nama UBM dan jurusan BBI UBM bisa tercatat gak cuma di kampus sendiri, tapi bisa tercatat bahkan dikenang sama kampus lain lho.. Bagi kalian yang penasaran apa sii isi beritanya, kalian bisa lihat beritanya dibawah ini yang telah gue capture di bagian di mana nama UBM disebutkan.
Sumber: http://lpmgemakeadilan.fh.undip.ac.id/2017/04/20/delegasi-fakultas-hukum-undip-raih-juara-1-battle-of-brains-the-21th-alsa-national-english-competition-alsa-lc-ui/

Begitulah sepenggal isi berita yang diberitakan dalam website tersebut. Cerita diatas yang gue lansir langsung dari website tersebut merupakan saat gue sedang dalam ruangan lomba Battle of Brains melawan UNDIP dan UI. 'Wow! Gak kebayang gue dan tim gue bisa memberikan perlawanan yang berarti buat kampus besar sebesar UNDIP dan UI!" Begitulah di dalam gue berkata. Rasa bangga, senang dan terharu pun terasa di dalam diri gue. Gak cuman bisa terpampang di kampus UBM sendiri, tapi di kampus lain juga sebesar UNDIP lho. Masih tetep gak nyangka kalau yang merupakan lomba terakhir gue dalam mewakili UBM bisa lebih berkesan lagi seperti ini. Kalau seperti ini terus, bagaimana gue bisa 'mup on' dari dunia perkuliahan yang seru dan juga asik itu? Gue pribadi masih berasa berat untuk sadar kalau gue sudah menyelesaikan studi gue di UBM, tinggal menunggu wisuda, dan sudah memasuki dunia pekerjaan yang keras. Apapun yang gue rasa, ini bisa menjadi sebuah cerita kelak untuk teman-teman bahkan anak-cucu gue (amin!) kelak sebagai pengalaman yang sangat berguna kalau sebuah kampus kecil di Jakarta bisa memberikan perlawanan yang sengit dalam perlombaan besar dengan melawan kampus besar sebesar UNDIP dan UI.. Sungguh sebuah cerita yang sangat berkesan..

Friday, August 25, 2017

From Nothing to Something

Apakah kalian pernah memikirkan nama kalian bisa terpampang disuatu tempat? Atau pernah bermimpi orang-orang bisa kenal kalian lewat foto kalian? Well, I believe that those kind of those things are a dream for every people. Gue juga pernah memikirkan hal yang sama kok dengan kalian haha. Anyway, gue post ini karena ingin menceritakan tentang yang berhubungan dengan nama dan juga foto yang terpampang di tempat umum. Yang pasti, bukan terpampang karena perbuatan negatif seperti mencontek, atau melakukan hal yang negatif lainnya yoo.. This is purely positive. Lalu, beginilah ceritanya...

By the way, kisah ini sii bermula ketika gue sudah memasuki dunia perkuliahan yaa. Ketika sudah kuliah di kampus gue yaitu UBM (Universitas Bunda Mulia), gue cukup sering melihat sebuah mading (I guess..) yang terpampang di beberapa titik sudut kampus seperti di lift-lift, lt.2 dekat LM, dan juga di dinding lt.3 yaitu ruang dosen. Well, ada apa sii dengan mading tersebut? Is there any interesting things sampe gue sendiri cukup tertarik menulis ini? Of course there is something interesting on there! Yupp, yang menarik di mading tersebut adalah foto - foto mahasiswa/i UBM yang telah performed extremely well di bidang akademik dan juga non akademik. Mostly, foto - foto yang terpajang disana adalah mahasiswa/i yang telah memenangkan lomba tingkat nasional bahkan tingkat internasional lho! That's why I told to you that there are something on there. Nahh disaat gue awal masuk kuliah, gue melihat kalo foto - foto yang terpampang disitu kok keren yaa! Keren juga selain bisa membawa prestasi buat jurusan dan kampus, plus people can know you lhoo.. Wahh, idaman seorang mahasiswa banget yaa ketika nama kita bisa dikenal oleh teman - teman mahasiswa lainnya (apalagi oleh adik junior kita haha). Hmm, ketika itu ada salah satu senior gue yang foto nya terpampang di mading tersebut. Yupp, Ci Bella and she is the winner of Spelling Bee tingkat nasional yang diselenggarakan oleh UI. "Wow! keren!" Di dalam pikiran gue, yaitu adalah hebat banget bisa menangin lomba tingkat nasional seperti itu dan bisa buat bangga jurusan bahkan kampus gue. Nahh dari situlah, gue mulai bermimpi. Mimpi seorang mahasiswa ini adalah 'seandainya nama gue juga bisa terpampang disitu yaa.. seandainya gue bisa memenangkan lomba besar seperti ituu..' dann terus berandai - andai. Singkat cerita, gue bertekad untuk bisa nama gue terpampang disitu dengan doa, perjuangan, tekad, dan juga (makan banyak) belajar yang pasti haha.

Mulai dari situ, gue cukup sering mengikuti perlombaan untuk mewakili jurusan gue yaitu Bahasa & Budaya Inggris UBM di perlombaan - perlombaan tingkat nasional. It's a long journey dan ketika pada saat itu, pencapain tertinggi gue adalah menjadi semi final di lomba cerdas cermat bahasa Inggris tingkat nasional. 'Hmm, sudah mulai goyah nii tekad gue karena belum membuahkan hasil', dipikian gue berkata seperti itu. Well, yasudah disitu gue belajar untuk legowo saja dengan berpikir 'yaa mungkin gue bukan orang yang bisa terpampang  di mading tersebut untuk buat jurusan gue bangga.. mungkin teman gue, atau mungkin junior gue yang bisa terpampang disana', pikiran di dalam diri sendiri berkata seperti itu. Setelah mulai legowo dengan hal tersebut, beberapa bulan kemudian muncullah satu hal yang bikin gue proud! Yupp, my best friend can make his photo on that place! Ramon, temen segeng dan seperjuangan gue dikelas dia juara 1 Spelling Bee tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Untar! Wow, you make my thought is becoming true! Selain itu, di kategori lain yaitu Jessica Wong yaitu junior gue bisa memenangkan juara 2 kategori Short Story dengan di lomba yang sama. Mereka berdua akhirnya bisa terpampang namanya di mading tersebut dan bisa bawa nama BBI UBM jadi makin kece! Senangnya gue ketika melihat mahasiswa/i jurusan gue bisa berprestasi. Well, mimpi gue untuk bisa nama mahasiswa/i BBI UBM bisa terpampang disitu ditambah bisa menambah piala untuk jurusan juga sudah membuat gue senang karena disaat itu gue sedang memangku jabatan sebagai Koordinator Bidang Perlombaan untuk ACES BBI UBM. 'So proud of that', di dalam hati gue berkata seperti itu dan gue bisa cukup senang karena target gue bisa tercapai.

Singkat cerita ketika gue di semester 8 ini, dosen gue mengajak untuk ikut lomba cerdas cermat bahasa Inggris tingkat nasional yang diselenggarakan oleh UI. Well, it was the same competition that joined from 2014. Ditambah Ramon juga mengajak gue untuk berpartisipasi lagi dan dia ngomong 'ikut aja per, buat penutupan kita di semester 8 ini' he said. Hmm.. gue berpikir dan akhirnya yasudah, gue ikutlah lomba tersebut dengan menjadi tim bersama Ramon dan juga Alfonsus. Ohh yaa, btw Alfonsus is one of my junior. 'Okee gue ikut, tapi yaa untuk have fun sajalah. Tidak memikirkan menang apa - apa', dalam hati gue berkata seperti itu. Perlombaan berjalan beberapa hari dengan ketat dan wow! Gue juara 2! (bisa kalian baca cerita tentang lomba ALSA UI 2017 di postingan sebelumnya). Gue bener - bener gak nyangka karena setelah 3 tahun mencoba dan menunggu, finally my photo is on there! Selain itu, ini adalah foto ke 2 Ramon yang terpampang di mading kampus tersebut. Ditambah Alfonsus juga menang juara 1 lomba Spelling Bee di Univ. Mercu Buana yang otomatis dia terpampang 2 foto sekaligus! Amazing! Gue gak habis pikir dan speechless karena my dreams becoming true! Seneng nya bukan main karena apa yang gue harapkan bisa benar terjadi dengan doa dan juga kerja keras. 'Finally  I can make my major which is English Language & Culture and my campus UBM proud', dalam hati berkata seperti itu. Dari cerita ini, ada pelajaran yang bisa gue petik sii.. Teruslah bermimpi, teruslah mencoba sampai kalian berhasil mendapatkan mimpi tersebut! Kita tidak tahu kapan mimpi itu bisa terjadi, tapi seiring berjalan nya waktu, doa dan usaha kita, niscaya mimpi yang kita impikan bisa benar - benar terwujud. Tetap bermimpi, berdoa dan juga berusaha supaya kita bisa menjadi orang yang sukses. Semoga pengalaman singkat ini bisa bermanfaat buat teman - teman sekalian. Have a good day semua!

Foto Mading Mahasiswa Berprestasi UBM Periode 2017

What's New?

Kuliah S1 Lagi? Sampai Pilih Jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

 Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Apakah kalian masih semangat untuk belajar atau mempelejari sesuatu? Pastinya kalau yang sudah bekerj...

Popular Post