Pages

Search This Blog

Showing posts with label happy birthday. Show all posts
Showing posts with label happy birthday. Show all posts

Wednesday, September 22, 2021

Bagaimana Menginjak Kehidupan di Usia 26 Tahun?

 Sebuah usia adalah suatu perjalanan hidup seseorang. Adanya usia, hal ini menandakan sudah seberapa panjang setiap pribadi yang ada di dalam menjalani roda kehidupan dari waktu ke waktu dalam kesehariannya.

Lantas, mengapa perkataan di atas tersebut bisa terucap oleh gue? Hal itu tidak terlepas dari apa yang saat ini sedang gue rasakan. Ya, tepat pada hari ini, gue menginjakkan kaki di kehidupan usia 26 tahun.

Angka 26 tentunya bukanlah sebuah angka yang singkat, namun bukan juga angka yang panjang selama menjalani kehidupan yang terus bergulir dari setiap waktu dan hari yang dilewati ini oleh gue.

Menjalani kehidupan yang telah melewati ¼ abad ini pastinya sudah gue rasakan. Baik susah, senang, sedih, ketawa, kecewa, harapan, dan yang lain-lainnya, sudah gue hadapi untuk menghadapi kehidupan yang tidak pernah berhenti.

Seiring dengan hari jadi yang ke 26 tahun ini, lalu apa sajakah yang bis ague bagikan sebagai sebuah pengalaman hidup yang telah gue rasakan sampai dengan sekarang ini?

Well, kalau dijabarkan mungkin tulisan ini bisa panjang.. But hmm, let me make it simple and just some points that I will share to you about my story..

 

Banyak Tantangan, Namun Harus Memupuk Harapan

Pertama yang ada di benak para generasi muda yang telah memasuki seperempat abad lebih adalah tentang dinamika kehidupan. Ya, hal ini pastinya dirasakan oleh setiap pribadi yang menginjakkan kaki di usia yang bisa dibilang bukan lagi remaja.

Probelmatika yang gue dan orang-orang lainnya di usia seperti ini adalah banyaknya tantangan yang harus gue hadapai. Lets’s be fair, it’s called a life, right?

Tantangan yang gue hadapi di usia 26 tahun ini ada beberapa macam. Tantangan yang pertama adalah perihal karir dan pekerjaan. Karir dan pekerjaan adalah hal utama yang menjadi ujung tombak gue untuk masa depan gue kedepannya.

Terlebih gue sendiri sudah menginjak gelar akademik Magister / S2 dan juga ditambah dengan adanya gelar sertifikasi non-akademik, pastinya hal ini juga menjadi tuntutan agar gue bisa mendapatkan pendapatan dan posisi yang sesuai dengan kriteria latar belakang gue.

Jika mengingat di usia ke 26 tahun ini dan ditambah dengan pengalaman kerja gue yang sudah memegang pengalaman kerja dari tahun 2017, pastinya jabatan sekelas senior ataupun junior manager pun sudah menjadi target untuk karir kedepannya.

Target karir tersebut juga tidak terlepas dari salary yang gue butuhkan untuk memenuhi kebutuhan keseharian dan untuk target masa depan gue. Everybody needs money in this modern era, so I.

Selain dalam bidang karir dan pekerjaan, tantangan lainnya yang gue hadapi adalah seberapa banyak achievement yang harus gue capai. Sama seperti dalam bidang karir, gue pun harus menghadapi tantangan di dalam pencapaian yang harus gue dapatkan.

Gue sendiri masih memegang komitmen agar dapat bisa mencapai pencapaian-pencapaian yang baik sebelum menginjak usia 30 tahun. Jika dihitung, ada umur 4 tahun lagi yang perlu gue kejar untuk mengebut pencapaian gue sebanyak-banyaknya.

Selain kedua hal tadi, masih banyak tantangan yang gue hadapi di usia 26 tahun ini secara nyata. Tantangan dalam segi finansial, kebutuhan, target masa depan, semuanya dicampur jadi satu. Pusing? Iya. Stres mikirin? Iya.

Namun dari tantangan tersebut, gue pun harus bisa memupuk harapan sebanyak dan sekuat mungkin agar bisa menghadapi banyaknya tantangan di usia 26 tahun ini. Sebanyak tantangan yang ada, pastinya harus bisa memupuk sebanyak harapan untuk bisa mencapai berbagai tujuan yang sudah dipersiapkan itu ya..

 

Inner Circle di Usia 26 Tahun? Smaller and Smaller..

Nah di usia yang ke 26 tahun ini, hal ini juga menjadi salah satu hal yang memberikan dampak perubahan dalam gue menjalani hari-hari. Di usia 26 tahun, gue merasakan secara nyata bahwa inner circle dan pertemanan gue menjadi lebih sedikit dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya.

Dalam menginjak usia yang baru ini, gue melihat dan merasakan sendiri bahwa sampai sekarang ini di diri gue bahwa gue hanya memiliki segelintir teman yang bisa dibilang cukup dekat. Cukup dekat dalam arti ini lebih nyaman dalam berteman dibandingkan teman-teman lainnya, namun belum pada titik sahabat.

Well as you know, pada saat ini gue hanya bisa merasakan kurang dari 5 orang yang gue rasa bisa menjadi teman yang cukup dekat. Di usia yang ke 26 ini, gue merasakan hal dimana semua teman-teman gue sebelumnya telah sibuk dengan urusannya masing-masing dan perlahan mulai pergi dari inner circle gue.

Lantas, apa efeknya yang gue rasakan? Ya, secara langsung, inner circle gue semakin sedikit dan it is smaller than ever…

Meskipun begitu, gue tetap mengambil sisi baiknya dari apa yang ada. Dalam hal ini, gue menjadi bisa lebih memiliki teman yang benar-benar bisa menjadi teman gue dan pertemanan gue pun menjadi lebih berkualitas karena dapat berteman dengan baik.

Dari persoalan inner circle di usia 26 tahun ini, pelajaran yang gue ambil adalah smaller that I had, the less drama that I got. By the way, inner circle ini berbeda dengan konseksi yang gue miliki ya.

Kalau berbicara koneksi dari segi professional dan pekerjaan, koneksi gue tentunya bisa jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya dan harus memperbanyak koneksi relasi yang ada dari waktu ke waktu.

 

Bersemangat, Bersyukur, dan Sayangi Diri di Usia ke 26

Mendengar cerita tadi, apa kalian menghela nafas dan berfikir ‘’oh, usia 26 tahun berarti berat dan banyak juga tantangan ya..” Ya secara faktanya, memang betul. Inilah kehidupan yang harus dijalani dan kita sendiri tidak dapat menghindari setiap roda perputaran kehidupan yang ada.

Lantas dengan menginjak usia yang sudah berjalan sampai 26 tahun seperti sekarang ini, maka apa yang bisa gue lakukan demi mengatasi setiap permasalahan dan juga di dalam memupuk harapan untuk diri sendiri?

Cara yang tepat untuk menggatasi setiap tantangan yang dihadapi adalah dengan menerapkan tiga hal. Ketiga hal ini sendiri pelan-pelan gue coba implementasikan di dalam diri agar gue terhindar dari status toxic circle maupun berbagai drama kehidupan yang ada.

Well ketiga cara itu yaitu bersemangat, bersyukur, dan juga menyayangi diri sendiri. Hanya tiga, tidak perlu banyak-banyak hal bukan?

Meskipun sulit, tapi perlahan ketiga hal tersebut bisa dapat gue terima pelan-pelan karena ibaratkan ketiha hal itu adalah sebuah obat dan vitamin yang gue minum agar tubuh gue dapat tetap sehat, bugar, dan juga fit.

Lakukan pemikiran ketiga hal tersebut setiap hari dan setiap saat Ketika diri kalian sedang down ataupun sedang dilema dengan tantangan kehidupan yang nyata ini. Dengen mencoba memiliki mindset ketiga hal tersebut, kehidupan mungkin akan sedikit berdamai dengan diri kalian dari waktu ke waktu.

Ya guys, itulah tadi sepenggal cerita yang gue rasakan dan gue pikirkan di saat menginjak usia baru yang ke 26 tahun ini. Tentunya dengan bersemangat, bersyukur, dan memupuk rasa saying terhadap diri sendiri, beragam harapan dapat bisa tercapai lewat tuntunan dari Tuhan sendiri.

Nah, bagaimana dengan kalian? Apakah usia ke 26 tahun adalah sebuah titik balik untuk menjalani kehidupan yang lebih kompleks dan bermakna di waktu kesehariannya menunggu waktu dari sang Pencipta?

Tuesday, September 22, 2020

25 Tahun, Seperempat Abad di Bumi Raya

 What’s up guys? Apa kabar kalian? Gue harap kalian sehat selalu dan dalam kondisi yang baik. Seiring dengan berjalannya waktu yang ada di dalam proses keberlangsungan yang ada di dalam proses keberlangsungan yang ada pada saat ini, wabah pandemi COVID-19 yang ada di saat seperti sekarang ini telah mewabah dan menjadi sebuah tantangan dalam keseharian yang ada. Maka untuk hal tersebut, so guys please stay healthy dan terapkan protokol kesehatan yang ada untuk menekan angka penyebaran dari COVID-19 ini sendiri.

Ok guys, that’s about wabah pandemi COVID-19 yang ada pada saat ini. Untuk saat pada saat seperti, tentunya sebuah arus kesehatan menjadi hal yang penting untuk dijaga dalam setiap aktivitas keseharian yang ada.

Anyway meskipun dikala wabah Pandemi COVID-19 yang ada di Indonesia pada saat ini, ada hal yang cukup menarik yang ada di tanggal 22 September ini lho!

Yes, today gue menginjak usia 25 tahun! Tepat pada hari ini di tanggal 22 September 2020, adalah hari ulang tahun gue. Di tahun 2020 ini, gue menginjak usia 25 tahun dan sudah hidup selama hampir seperempat abad di bumi.

25 Tahun! Ya, 25 tahun! Aapakah hal itu tergolong umur yang sudah tua dan juga memasuki usia-usia yang semakin matang? Well, bisa iya bisa juga tidak! Umur 25 tahun ini menurut gue sih so so and depends on each perspective saja sih. Meskipun begitu, umur 25 tahun atau seperempat abad ini juga patut disyukuri seiring dengan berjalannya waktu yang ada.

 

Seperempat abad hidup di bumi

Usia 25 tahun bisa dianggap sebagai usia yang sudah beranjak ke seperempat abad. Waktu yang sudah beranjak 25 tahun ini menjadi salah satu hal yang penting untuk disyukuri mengingat waktu yang sudah dirasakan selama hampir lebih dari 2 dekade ini.

Selama hampir lebih dari 2 dekade ini, pastinya ada berbagai macam hal yang telah terjadi di dalam proses keberlangsungan yang ada di tengah kehidupan gue itu sendiri.

Ya, ada berbagai macam hal telah terjadi selama hidup hampir 25 tahun ini. Berbagai cerita mulai dari canda, tawa, senang, sedih, kecewa, bahagia, dan yang lain-lainnya adalah sudah seperti makanan sehari-hari yang gue rasakan di dalam kehidupan yang gue jalani ini.

Dengan adanya beragam perasaan tersebut, hal ini membuat kehidupan yang telah gue jalani selama kurang lebih seperempat abad di bumi ini telah beragam untuk mewarnai setiap aktivitas keberlangsungan kehidupan yang ada.

Tentunya, 25 tahun atau seperempat abad di bumi bukanlah waktu yang singkat untuk menjalankan roda kehidupan yang sudah berlangsung dikala waktu yang berada pada saat seperti sekarang ini.

Hal ini patut disyukuri karena masih dapat berdiri hingga menginjak usia 25 tahun seperti sekarang yang sudah ditempuh sejak lahir dahulu.

 

Ada tawa, ada air mata

Seiring berjalannya waktu yang sudah berjalan di angka 25 tahun ini, pastinya ada berbagai macam hal yang berada di dalam proses keberlangsungan yang ada di tengah kehidupan yang sudah gue lakukan ini. Seperempat abad pastinya memiliki berbagai cerita yang ada dalam kehidupan gue sendiri.

Dalam perjalanan menuju angka 25 tersebut, beraga, cerita telah terjadi. Ada tawa, pun ada pula air mata yang melingkupi aktivitas kegiatan yang gue lakukan di dalam keseharian yang ada.

Tidak hanya terhadap lingkungan maupun sekitar gue saja, setiap pribadi yang gue temui pun juga turut andil dalam proses kehidupan gue hingga sekarang ini menginjak usia seperempat abad di tengah aktivitas-aktivitas keseharian tersebut. Setiap pribadi yang ada tidak mungkin terlepas begitu saja mengingat panjangnya waktu yang telah berlalu.

Tawa dan air mata seakan tidak bisa lepas dari proses keberlangsungan yang ada di dalam kehidupan gue sendiri. Kedua hal ini menjadi suatu hal yang tidak dapat terlepas di dalam setiap aktivitas yang ada di seiring dengan berjalannya waktu yang ada.

Terima kasih kepada waktu, tawa dan air mata bisa gue lalui dengan baik di waktu menginjak usia 25 tahun pada saat ini.

 

Tantangan dan harapan

Di hari jadi yang ke 25 tahun ini, pastinya akan ada berbagai macam hal yang berada di dalam kehidupan gue itu sendiri. Dua hal yang ada yaitu tantangan dan harapan menjadi sebuah bagian yang tidak dapat terpisahkan seiring dengan berjalannya waktu yang ada.

Pada waktu seperempat abad ini, apakah tantangan-tantangan yang ada di dalam kehidupan gue untuk saat ini dan juga untuk kedepannya?

Tantangan-tantangan yang akan dihadapi pun beragam dan semakin naik tingkatan. Usia 25 tahun ini bukankah usia yang bisa dibilang remaja lagi, melainkan sebuah usia dimana sudah beranjak matang dan siap hidup terjun menghadapi kerasnya tantangan kehidupan yang ada di tengah masyarakat.

Berbicara soal tantangan, tantangan yang pasti akan gue hadapi untuk kedepannya adalah seperti tantangan dalam pekerjaan saat meniti karir, mempersiapkan sebuah keluarga yang bahagia, tercukupinya kebutuhan, cara unuk kebahagiaan keluarga, dan juga bagaimana hidup dengan damai serta tenteram adalah contoh-contoh tantangan yang harus dihadapi beserta harus dipenuhi agar tantangan yang ada tersebut bisa teratasi dengan baik.

Ada tantangan, ada pula harapan. Dari hal tersebut, harapan apakah yang gue inginkan dikala menginjak usia 25 tahun yang berada di hari jadi ini?

Untuk sebuah harapan, harapan yang gue inginkan pun tidak perlu muluk-muluk.. Harapan seperti sehat selalu, diberkahi dan dilindungi oleh Tuhan, keluarga yang harmonis, tercukupinya kebutuhan, karir yang baik, hingga bisa diberikannya kesempatan untuk menjawab impian maupun hobi gue adalah beberapa harapan yang ada mengiringi usia 25 tahun yang berada di dalam seperempat abad ini.

Harapan dan tantangan pastinya menjadi dua hal yang selalu berjalan beriringan seiring dengan berjalannya waktu dan juga dalam proses aktivitas kehidupan gue untuk hari ini maupun dalam waktu kedepannya tersebut.

Menginjak usia 25 tahun bukanlah sebuah hal yang pendek. Seperempat abad telah dijalani dan waktu-waktu yang ada telah dilewati. Terima kasih kepada Yang Maha Kuasa beserta waktu yang telah diberi kesempatan untuk bisa bernafas dan beraktivitas hingga menginjak waktu yang panjang ini.

Lebih dari dua dekade telah dilalui. Canda, tawa, tangisan, harapan, semuanya bergabung menjadi satu mengiringi waktu yang ada. Seperempat abad ini, penuhi dengan rasa syukur, bahagia, dan juga damai untuk diri sendiri dan berikan dampak positif kepada orang-orang disekitar gue. Berbagai tantangan perlu dihadapi, pun berbagai harapan perlu dituruti.

Selamat ulang tahun yang ke 25, seperempat abad berada di bumi raya ini.....

Saturday, September 22, 2018

Sepenggal Catatan Di Awal Usia 23

Hai guys! Hari gue berasa sangat senang dan juga bersyukur sekali! Yup! Karena tepat pada tanggal ini yaitu 22 September, gue merayakan hari ulang tahun. Untuk tahun ini sendiri, umur gue sudah memasukki usia yang ke 23 tahun (tua ya hmm..). Anyway, pada postingan hari ini gue hanya ingin memberikan sedikit cerita saja mengenai diri gue yang sudah memasukki kepala dua ini.

Memang, usia 23 tahun itu yaa bisa dibilang masih terbilang cukup muda ya untuk seusia cowok tapi ingat lho... Ingat.. Umurnya sendiri sudah berkepala dua hahaha. Di usia ini buat gue sebagai cowok ibarat kayak this age is the time to start my journey and also my carrer. Karena saat ini gue sendiri sudah lulus dari dunia kuliah dan juga sudah di wisuda pada bulan Januari lalu, so my concern at this time is my career.

Pada saat-saat ini juga gue sedang memikirkan tentang apa yang akan gue capai selanjutnya, apa yang akan gue lakukan kedepannya, what about my career, what things that I want buy, etc.. Waahh, banyak sekali ini di kepala yang harus dipikirkan. Karena pada zaman sekarang semua orang melihat bagaimana pencapaian kita, apa yang sudah kita dapat, sudah di posisi apa kita bekerja, dsb yang membuat diri gue agak sedikit berpikir keras untuk bisa mendapatkan itu semua.

But, when there is a will there is a way! Dengan semangat, gue pasti bisa mendapatkan semuanya (Amin!). Mengingat menginjak usia yang katanya dibilang orang masih muda ini, tentu hal tersebut bisa gue dapatkan asalkan dengan semangat dan juga tekad bukan? Ibarat jika memakai hitung-hitungan matematika, gue mempunyai waktu 7 tahun dari sekarang untuk mencapai pencapaian yang harus gue dapatkan sebelum usia 30 tahun atau menginjak usia kepala 3.

Lalu selama gue hidup selama 23 tahun sekarang ini, memang banyak kejadian-kejadian yang telah gue lalui. Meskipun belum bisa dibilang apa-apa dibandingkan dengan orang-orang yang usia nya lebih tua daripada gue, tapi step by step gue tentu akan mengalaminya seiring berjalannya waktu. Contohnya saja dulu ketika gue masih SMP, gue berasa umur 20an itu kayaknya masih lama ya. Then after that seiring berjalannya waktu, udah lulus SMA dan memasukki kuliah. Saat kuliah pun, gue jujur, gue merasakkan waktu itu cepat sekali lho! 4 tahun gue jalani dan tiba-tiba gue sudah diwisuda saja pada bulan Januari kemarin. And now, my age is 23! Cepat sekali bukan?

Last but not least, sedikit demi sedikit gue akan menjalani lembaran baru dalam hidup gue dimulai dari sekarang. Kalau dulu gue hanya pusing dan ber-galau dengan pelajaran atau mata kuliah, tapi sekarang gue ber-galau dengan real life, pekerjaan, karir, dsb nya. Yaa well, that’s a life right? Intinya adalah kita harus tetap bersemangat untuk mencapai impian kita. Gue pun saat ini sedang berjuang untuk mewujudkan beberapa hal yang memang dulu belum bisa gue dapatkan. Yaa anggap saja gue sedang mengejar ketertinggalan dengan mungkin orang-orang yang lebih berada dibanding gue. Slow but sure, I can achieve it!

As a closing words, untuk teman-teman yang mungkin berulang tahun pada hari ini yang tentunya sama tanggal nya dengan gue, I just wanna say Happy Birthday! Ayo semangat menggapai cita-cita ataupun impian yang ingin dicapai..

What's New?

Kuliah S1 Lagi? Sampai Pilih Jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

 Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Apakah kalian masih semangat untuk belajar atau mempelejari sesuatu? Pastinya kalau yang sudah bekerj...

Popular Post