Pages

Search This Blog

Showing posts with label sastra inggris ubm. Show all posts
Showing posts with label sastra inggris ubm. Show all posts

Thursday, April 2, 2026

Kuliah S1 Lagi? Sampai Pilih Jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

 Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Apakah kalian masih semangat untuk belajar atau mempelejari sesuatu? Pastinya kalau yang sudah bekerja dan udah di usia kepala 3 kayak gue ini mungkin rasanya udah agak malas atau mager buat belajar lagi ya.. Tenang.. Itu yang kita rasakan karena pasti kita sudah punya fokus tersendiri dalam hidup kita. Nah kalau gue, gue belum lama ini memutuskan untuk kembali berkuliah. Ya, kalian gak salah lihat atau denger kok. Yang uniknya, gue kembali kuliah di jurusan S1. What? ‘Padahal kan lo udah S1 dan lulus S2 lagi ya’, ‘kenapa gak kuliah lanjut S3?’ Sabar.. Sabar.. Akan gue certain kisahnya ke kalian dan pada akhirnya gue memilih satu kampus swasta di Jakarta bernama Universitas Siber Asia atau yang bisa dikenal juga dengan UNSIA. So, let’s check the story..

 

Kilas Balik Pertama Kali Kuliah S1

Semuanya itu pasti beralasan dan ada landasan awal kenapa kita melakukan sesuatu ya guys. Nah gue ini memang sudah lulus S1 dan S2. Dulu gue lulus S1 di jurusan Sastra Inggris di Universitas Bunda Mulia, lalu melanjutkan kuliah S2 gue di jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Persada Indonesia Y.A.I. Dari sini, mungkin kalian bisa lihat kalau antara S1 dan S2 gue itu enggak linear. Ya.. Meskipun ada sedikit hal yang mata kuliahnya sedikit linear, tapi tetap dalam pandangan ilmu ini udah hal yang berbeda ya.

Dari awal kuliah sendiri, awalnya gue itu pengen masuk ke jurusan Hubungan Internasional atau HI. Namun karena adanya keterbatasan biaya dimana ortu gue harus membagi biaya pendidikan antara untuk gue kuliah dan adek gue sekolah, maka gue mengalah untuk tidak mengambil kuliah di jurusan itu.

Selanjutnya, gue pun mencoba untuk mencari kampus lain dan waktu itu sekolah gue kedatangan tim marketing dari Universitas Bunda Mulia (UBM) yang memperkenalkan kampusnya. Awalnya, gue ya biasa aja dan anggep tim marketingnya ini cuma sebagai referensi. Setelah beberapa minggu, sekolah gue pun diundang untuk datang ke kampus UBM (a.k.a campus tour). Dan yaa.. Setelah gue datang ke kampus ini, gue pun merasa kayaknya ini kampus ok juga buat dipilih.

Sehabis dari kampus ini, gue pun bilang sama ortu gue kalo gue kayaknya mau kuliah di UBM saja karena gue jujur udah bingung mau pilih kampus mana buat kuliah hahaha.. Dalam perbicangan kita, gue pun berdiskusi soal jurusan apa yang mau gue ambil. Waktu itu pilihan terbesar gue di UBM adalah Sastra Inggris karena bisa dilihat gue dari SD sudah les Bahasa Inggris dan yaa bisa dibilang cukup ada basic disini. Selain itu, pilihan lainnya adalah Ilmu Komunikasi dimana jujur gue awalnya gak tahu ilmu komunikasi itu pelajarin apa. Namun karena dulu gue pikir kalo ilmu komunikasi banyak ngomong dan gue seorang introvert, jadi gue memutuskan pilih Sastra Inggris saja dibanding Ilmu Komunikasi daripada gue nanti kuliah gak sreg kan ya.

Selang beberapa hari, gue sama papa gue datang kembali ke UBM dan gue mendaftar di jurusan Sastra Inggris. And then, the stories continue until I graduated in this major in 2017.


Pekerjaan Banyak di Bidang Ilkom Sampai Lanjut S2 Ilmu Komunikasi

Perjalanan terus belanjut ketika gue berada di dalam lingkup profesional dimana setelah lulus S1 Sastra Inggris gue bekerja. Kalau bisa ditarik sejak 2017 dimana gue pertama kerja, gue sendiri sudah berada di berbagai lingkup kerja sebagai pengalamannya. Mulai dari perusahaan skala kecil, start-up, korporat, sampai di media adalah beberapa contoh  lingkungan kerja yang sudah gue cicipi dalam perjalanan hidup profesional gue.

Menariknya, bisa dikatakan hampir secara keseluruhan bidang gue itu adalah di bidang Ilmu Komunikasi. Untuk bidang Sastra Inggris, bahkan menurut gue hanya sedikit saja yang gue temui di dalam pekerjaan gue. Lah, kok bisa? Gue pun juga sempat bertanya-tanya kenapa hahaha.. Tapi ya, mungkin ini sebuah jalan Tuhan untuk karir gue dan gue tetep mensyukuri itu. Bidang-bidang pekerjaan dalam lingkup Ilmu Komunikasi yang pernah gue kerjakan adalah seperti di dalam lingkup Corporate Communication, Creative di TV, lingkup Digital Marketing dan SEO (Social Media Specialist lebih spesifiknya). Meskipun begitu, menurut gue ada juga lingkup kerja dari pengalaman gue yang seperti penggabungan antara Sastra Inggris dan Ilmu Komunikasi seperti Content Writer dan Copywriter.

Lanjut cerita, karena pengalaman-pengalaman yang kebanyakan di Ilmu Komunikasi dan malah kelamaan gue ngerasa kalo gue ini seperti kayak ‘salah jurusan’ hahaha, akhirnya gue pun memutuskan untuk lanjut studi S2 Ilmu Komunikasi. Untuk bidangnya sendiri, gue mengambil konsentrasi Komunikasi Bisnis & Public Relations di Universitas Persada Indonesia Y.A.I. Kenapa gue mengambil konsentrasi itu? Pada saat gue ngambil S2 itu, gue sendiri sebenernya sambil bekerja sebagai Content Writer di divisi Corporate Communication yang mana kerjaan gue sudah hampir mendekati dengan PR (buat Press Release, buat Company Profile, Branding perusahaan, manajemen krisis komunikasi perusahaan, dsb nya). Jadi karena itu, gue mantapkan untuk lanjut S2 Ilmu Komunikasi karena selain perdalam tentang lingkup ilkom gue dan pas juga lagi sesuai sama kerjaan. Well, Puji Tuhan gue bisa menyelesaikan studi S2 Ilmu Komunikasi dengan tepat waktu, yaitu selama tahun 2 tahun dan wisuda di tahun 2021.

Selepas lulus S2, apa yang gue lakukan? Tentu masih lanjut kerja ya guys. Dan gue beberapa kali kerja di lingkup yang sama seperti yang gue infokan sebelumnya, sampai pernah gue membuat sebuah bisnis kecil-kecilan untuk bidang penulisan konten digital yaitu CopyLingua.id dimana fokusnya itu di Content Writing dan Copywriting. Tentu hal ini jadi semakin tajam dalam pengalaman gue di bidang ilkom.

 

Career Switch Jadi Dosen di bidang English for Digital Communication

Pada tahun 2023, gue di kontak oleh dosen-dosen gue di UBM untuk mengajar. Gue cukup beberapa kali melakukan kontak dengan dosen-dosen gue untuk mengisi kegiatan di prodi gue. Nah salah satu pembicaraan yang dilakukan adalah tentang gue menjadi dosen. Gue pun bilang kalo gue belum pernah mengajar karena fokus gue dari dulu itu adalah di dunia profesional, namun dosen-dosen gue bilang coba dulu saja jalani karena siapa tau ada jalan karir di bagian ini.

Well, gue berpikir sejenak beberapa hari sampai pada akhirnya gue memutuskan untuk mencoba untuk jadi dosen. Di fase 2023 tersebut, gue mencoba dulu untuk jadi Dosen Tidak Tetap karena waktu itu kondisinya gue masih kerja secara full mobile dengan perusahaan asing  sebagai Copywriter. Sampai pada akhirnya di tahun 2024, gue resign dari perusahaan tersebut dan menjalani karir sebagai Dosen Tetap Full Time.

Ngomong-ngomong, gue sendiri merupakan seorang dosen untuk prodi Bahasa Inggris (Sastra Inggris). Nah menariknya, gue itu menghandle beberapa mata kuliah untuk peminatan English for Digital Communication. Bisa dikatakan ini seperti campuran antaran Sastra Inggris dan juga Ilmu Komunikasi. Jadi yaa bisa dibilang masih cukup nyambung sama pengalaman-pengalaman kerja gue maupun S2 gue.

 

Kuliah S1 Lagi, Kegalauan Untuk Pilih Universitas Terbuka

Seiring berjalannya waktu, di tahun 2026 ini adalah sudah mau memasukki tahun ketiga gue bekerja sebagai dosen. Dalam perjalanannya, gue juga baru tau kalau jadi dosen di Indonesia itu sebaiknya memiliki rumpun ilmu yang linear, dalam artian antara S1, S2, sampai S3 itu sama. Nah gue sendiri antara S1 dan S2 saja sudah tidak linear dimana S1 gue itu bergelar S.Hum (Sarjana Humaniora) dan S2 gue itu M.I.Kom (Magister Ilmu Komunikasi).

Selayaknya kalau dilihat dari pendidikan terakhir, gue lebih tepat untuk mengajar di dalam prodi Ilmu Komunikasi dan gue pun mengamini hal tersebut. Gue juga cukup merasa kalau gue memiliki potensi lebih di prodi Ilmu Komunikasi dibandingkan di prodi Sastra Inggris. Karena hal tersebut, gue jadi berpikir “kalau gue mau fokus jadi dosen, seyogianya gue di Ilmu Komunikasi karena dilihat dari pengalaman kerja, minat ilmu maupun latar belakang pendidikan.”

Sebenernya gue bisa saja untuk mengambil S2 Sastra Inggris, tetapi rasanya gue kurang begitu minat ya untuk saat ini fokus di bidang Sastra Inggris karena gue rasa prospek di Ilmu Komunikasi itu lebih besar ya. Sempat galau selama beberapa bulan untuk langkah yang mau gue ambil, sampai pada satu kesimpulan gue yakin buat memilih untuk S1 kembali, yaitu ambil jurusan Ilmu Komunikasi supaya bisa linear sama S2 gue dan semoga kalau gue S3 pun bisa linear di rumpun ilmu ini.

Awalnya gue bingung buat pilih tempat kuliah S1 Ilmu Komunikasi di Jakarta, karena situasi gue yang full time kerja jadi Dosen ini. Ada beberapa pilihan kampus swasta di Jakarta yang udah gue rasa lirik dan pas, tapi sayangnya gak gue pilih karena gue mikirin di biaya sih. Lalu, setelahnya ortu gue saranin ambil Universitas Terbuka (UT) saja, karena fleksibel, terjangkau, dan karena tujuan gue juga untuk melinearkan gelar yang sudah gue dapet.

Namun ada hal yang buat gue galau buat ambil Universitas Terbuka. Gue sering melihat konten-konten di sosial media (khususnya TikTok) mengenai UT sekarang ini yang berbeda dibandingkan dulu. Orang-orang pada bilang bahwa UT sudah tidak se-fleksibel dulu, ujiannya harus on-site, Tutor terkadang tidak responsive, dsbnya. Tentu sebenernya kalau gue pribadi sih ini kembali ke masing-masing yang menjalaninya ya. Tapi informasi-informasi publik tersebut, gue pun akhirnya enggak memilih UT untuk kuliah S1 Ilkom yang akan gue tempuh.

 

Pilih S1 PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

Masih dalam kegalauan gue, lalu tiba-tiba ortu gue infoin gue untuk coba lihat nama kampus UNSIA. Gue pun awalnya bingung itu kampus apa dan dimana ya, karena memang gue pribadi belum pernah dengar nama kampus ini. Ortu gue sendiri taunya dari TikTok dan mereka infoin ke gue kalau kampusnya itu full online kayak UT dan ada S1 Ilmu Komunikasi juga. Selain itu, kampus ini juga udah terakreditasi nasional dan internasional, jadi cukup worth it untuk dicoba.

Karena penasaran, gue akhirnya cobalah cari di Google soal kampus UNSIA ini. Setelah gue cek, UNSIA yang punya kepanjangan dari Universitas Siber Asia ternyata boleh juga nih ya. Dengan uang semester yang masih cukup terjangkau dan bahkan bisa dicicil, gue rasa kayaknya cocok buat jadi pilihan gue lanjut kuliah ya ini.

Singkat cerita, gue akhirnya berdiskusi dengan ortu gue dan juga pasangan gue soal S1 Ilmu Komunikasi di kampus Universitas Siber Asia (UNSIA). Setelah berdiskusi, mereka pun mendukung gue untuk ambil prodi S1 PJJ Komunikasi di UNSIA dan menyemangati gue untuk kuliahnya nanti. Akhirnya, pada akhir Desember 2025 kemarin gue mendaftar di UNSIA dan Puji Tuhan diterima di kampusnya.

Almamater UBM & UNSIA yang gue miliki, tanda dua almamater ini jadi langkah perkuliahan gue.

Untuk perkuliahannya sendiri baru akan dimulai di bulan April 2026 ini, tepatnya di 13 April 2026 nanti. Namun untuk pengenalan dan peresmian penyambutan mahasiswa baru oleh pihak kampus UNSIA akan dilakukan di 11 April 2026 lewat acara bernama Pengenalan Sistem Akademik Universitas Siber Asia (PENSAMAKU).

Well, tentu gue merasa tidak sabar untuk memulai hal yang baru sebagai mahasiswa. Bisa dibilang ini adalah hal yang unik dimana gue dari pagi sampai siang adalah seorang Dosen, tapi dari sore sampai malam akan jadi mahasiswa hahaha.. Mungkin juga ini hal yang sedikit nyeleneh dimana orang sudah S2, terus balik lagi kuliah ke S1. Meskipun begitu, ini merupakan hal yang bagus menurut gue buat pengembangan karir dan prospek kedepannya. Best luck and good luck for me then to start a new chapter..

So, nanti di cerita berikutnya akan gue bagikan kisah lainnya seputar kuliah S1 Ilmu Komunikasi di UNSIA ini ya...

Monday, August 21, 2023

Career Switching, Jadi Dosen Sebagai Langkah Awal?

Back to me again guys! So, gimana kabar kalian hari ini? Apakah semuanya sehat-sehat? Pastinya semuanya dalam keadaan sehat ya. Btw, gue baru saja melangkah ke satu bagian yang tidak pernah gue pikirkan sebelumnya. Pernah gak kalian kepikiran buat jadi pengajar gitu seperti jadi guru atau mungkin jadi dosen? Well, gue sebenernya sama sekali gak pernah terpikirkan buat terjun ke bagian situ. Karena dari dulu gue memang lebih fokus untuk kerja kantoran dan hidup seperti orang-orang kantoran pada umumnya. Tapi.. Tapi.. Gue baru saja membuka sebuah lembaran baru dimana ini sangat mind blowing dan pastinya juga unexpected sekali dari apa yang gue pikirkan. Yup, jadi dosen.. Kebayang gak sih?

 

Cerita Awal Memilih Jadi Dosen

Sebenarnya, tawaran untuk menjadi staff pengajar atau dosen di kampus gue itu sudah beberapa kali datang ke gue yaitu Universitas Bunda Mulia. Sejak beberapa tahun belakangan, dari prodi gue sendiri yakni Bahasa dan Budaya Inggris a.k.a BBI atau Sastra Inggris itu udah mengajak gue bergabung untuk menjadi pengajar disana.

Tetapi karena waktu itu gue fokus untuk di dunia profesional jadi gue tolak tawaran tersebut. Selain itu, gue pun awalnya juga kurang cocok untuk ngajarin orang. Hal ini bisa diketahui kalau dulu pas kuliah peminatan yang gue ambil adalah Translation (Penerjemah), bukan Teaching (Pengajaran). Jadi ini bener-bener diluar apa yang gue fokusin.

Dan suatu waku, gue diundang ke kampus untuk mengikuti sebuah kegiatan oleh tim UBM. Di saat itu, gue ketemu sama orang-orang UBM. Gue diajaklah ngobrol-ngobrol tentang dulu kuliah gimana.. Ternyata, salah satu orang di UBM tersebut kenal dengan dosen pembimbing gue yakni Ms. Tika yang masih aktif mengajar disana. Jadi, dipanggil Ms. Tika untuk ketemu gue.

Tak berselang lama, gue pun ketemu sama Ms. Tika. Tentu kami bertanya mengenai keadaan masing-masing dan juga kesibukannya gimana. Karena gue terakhir ketemu beliau sendiri kalau tidak salah di tahun 2017 dulu ketika pas lagi wisudaan di kampus UBM.

Nah dari sesi tersebut, Ms. Tika langsung bilang ke gue bagaimana kalau jadi dosen di UBM. Gue pun gak terlalu kaget karena sebelumnya juga beberapa dosen juga menawarkan hal yang sama ke gue. Gue pun menjawab ya gue masih di dunia profesional secara mobile. Pada waktu ini, gue kerja memang di perusahaan asing dan bener-bener full mobile (full wfh), jadinya gue handle kerjaan juga dari rumah.

Mendengar hal tersebut, Ms. Tika langsung bilang ke gue untuk coba jadi dosen tidak tetap aja. Dosen tidak tetap disini bisa juga dikatakan sebagai Dosen Luar Biasa (LB) dimana bisa dibilang sebagai dosen freelance. Hmm.. Sejenak gue memikirkan tentang hal tersebut.. Lalu, Ms. Tika langsung memanggil Ms. Suwarni dan juga Sir Ardi untuk datang menemui kita.

Tanpa berapa lama Ms. Suwarni dan juga Sir Ardi datang dan kami ngobrol-ngobrol, lalu Ms. Tika langsung bilang untuk gue jadi Dosen LB di prodi. Keduanya pun sangat welcome dan menyambut gue untuk jadi bagian di tim UBM. Gue pun semakin tidak menyangka kalau misalkan jadi dosen itu bagaimana..

Ms. Suwarni langung bilang untuk share CV gue ke beliau, supaya nanti bisa diliat untuk kedepannya apakah bisa untuk mengajar di kampus UBM. Well gue sendiri nothing to lose tentang hal tersebut, gue pun menjawab kalau gue akan infoin CV gue ke Ms. Suwarni. Seandainya gue jadi Dosen LB yaa Puji Tuhan, enggak juga gak apa-apa. Toh gue memang fokus awalnya di dunia profesional ini kan.

Setelah dirumah, gue pun infokan CV gue ke Ms. Suwarni seperti yang sudah diinfokan tadi pas di kampus UBM. Yaa gue infokan saja CVnya, siapa tau gue bisa jadi dipanggil untuk jadi pembicara gitu kan. Masalah jadi dosen? Yaa itu belakangan deh sepemikiran gue.

 

Presentasi Untuk Mini Class

Selang beberapa lama, gue pun dihubungi oleh pihak HRD UBM. Gue pun katanya ingin diproses untuk menjadi Dosen Tidak Tetap atau Dosen LB untuk prodi Bahasa Inggris. Gue pada saat itu memikirkan yasudah, mengapa tidak? Selain gue mengurus pekerjaan gue dirumah dan juga kerjaan freelance gue di dunia penulisan, gak ada salahnya juga mencoba menambah income freelance untuk mengajar kan.

Setelahnya CV gue pun diproses. Gue pun dijadwalkan untuk melakukan sesi mini-class dengan Ms. Suwarni, Rektor, dan juga Dekan di UBM. Awalnya gue merasa kaget dan gak menyangka kalau gue bahkan presentasi bersama dengan beliau-beliau. Tapi gue merasa sepertinya worth it untuk dicoba, toh kalau tidak dicoba juga kita tidak akan tau kan ya? Ibarat gue ingin mengetest diri gue juga sih sepehaman gue di bidang gue itu gimana ya selama ini.

Akhirnya selang beberapa hari, dimulailah sesi tersebut. Jujur rasanya presentasi di depan orang-orang yang level akademiknya diatas gue itu bikin nervous. Rasanya? Kayak lagi mau sidang kuliah aja seperti dulu. Tapi ya gue coba untuk presentasi sebisa gue, anggep saja seperti lagi di sidang perkuliahan gitu..

Gue pada saat itu mempresentasikan tentang perbedaan antara “Content Writer vs Copywriter in English Language”. Gue memilih topik tersebut karena gue nantinya akan menghandle bagian peminatan English for Digital Communication yang baru buka di prodi Bahasa Inggris UBM. Setelah hampir 30 menit sesi berjalan, sesi mini-class berjalan dengan lancar.

Well, thank God.. Ternyata meskipun gue sudah pernah sidang di S2 yaa tetep saja rasa nervous itu ada ya di posisi tersebut. Setelahnya pihak HRD informasikan untuk menunggu kabar selanjutnya untuk diproses lebih lanjut.

 

Diterima Untuk Mengajar di UBM

Selang hampir 1 hingga 2 minggu, nomor gue dihubungi oleh pihak HRD UBM. Wah gue pun cukup excited untuk mendengar hasilnya bagaimana. Gue meskipun gak terlalu berharap banyak, tapi ya seenggaknya gue mau tau hasil prosesnya bagaimana. “Siapa tau jodoh jadi dosen gitu kan”, di dalam hati gue ngomong bercanda.

Tanpa disadari, ternyata dari pihak UBM menginfokan bahwa gue diterima untuk jadi Dosen LB di kampus UBM. Gue pun agak shock mendengar kabar tersebut. Terdiam gue sejenak setelah mendengar kabar itu.. Antara tidak percaya dan percaya.. Seperti yang gue bilang sebelumnya, menjadi seorang dosen atau tenaga pengajar itu tidak pernah ada di list pikiran gue..

Masih dalam keadaan tidak percaya, Ms. Suwarni juga menginformasikan kalo gue diterima untuk jadi Dosen LB di kampus UBM. “We are congratulate you to be a non-permanen lecturer in our prodi”, kata Ms. Suwarni saat mengirim pesan teks ke WA gue. Gue pun berterima kasih kepada Ms. Suwarni karena babak baru di dalam perjalanan karir gue baru saja dimulai.

Masih di posisi antara percaya atau tidak percaya, sebuah langkah baru dateng ke diri gue. Lantas, bagaimana dengan pekerjaan gue yang full mobile dengan perusahaan luar ini? Tentunya masih tetap berjalan karena gue bisa menghandlenya setelah sesi kelas selesai. Jadi gue perlu lebih mengatur waktu untuk tiga pekerjaan gue ini yakni kerjaan full mobile di perusahaan luar, freelance penulis, dan freelance mengajar di kampus ini.

Lantas, bagaimana untuk kedepannya? Cukup untuk sekarang kita jalanin saja dulu apa yang ada.. Kedepannya ya semoga Tuhan memberikan jalan yang sekiranya sesuai sama apa yang ada di dalam rencanaNya. Entah gue di full time kantoran or di dunia profesional atau di dunia jadi dosen? We never know..

Tuesday, January 16, 2018

Sebuah Langkah Awal, Wisuda XXVIII UBM 2018

Tanggal 15 Januari 2018, bisa jadi merupakan tanggal yang paling penting bagi gue dan juga teman-teman kampus gue! Yap! Di tanggal itulah dan tepatnya kemarin, kita semua di wisuda dan melepas stasus kemahasiswaan kita. Dengan rasa bersyukur dan juga bangga, kami pun sudah menanti-nantikan momen tersebut dari setelah kami menyelesaikan skripsi kami. Di hari itu, angkatan 2013 dari UBM melaksanakan prosesi wisuda ke XXVIII.

Bertempat di The UBM Grand Auditorium, prosesi wisuda sendiri untuk jurusan gue yaitu Bahasa dan Budaya Inggris adalah di sesi 2. Sesi 2 sendiri berlangsung dari jam 13:30 – 16:30 lhoo yang berarti mulai dari siang hari sampai sore hari. Dan juga, untuk sesi 2 ini diwajibkan untuk melakukan proses registrasi di kampus pada jam 12:30. Nah, untuk di sesi 2 ini sendiri, jurusan gue tidak sendiri guys.. Jadi selain ada dari jurusan gue sendiri yaitu Bahasa & Budaya Inggris (Sastra Inggris), ada juga dari Akuntansi dan juga Psikologi. Dari ketiga jurusan itu, yang paling banyak adalah yang berasal dari Akuntansi, lalu disusul oleh jurusan gue, dan yang terakhir adalah jurusan Psikologi. Dikarenakkan Akuntansi yang paling banyak, jadi jurusan ini mendapatkan posisi duduk di tengah dan gue beserta jurusan gue mendapatkan tempat duduk di belakang. “Wahh, sayang banget yaa gue tidak bisa duduk di tengah seperti pas gladi resik kemarin,” dalam hati gue berkata. Tapi tak apa, tohh juga masih bisa melihat dengan jelas ke stage nya karena The UBM Grand Auditorium itu sendiri bias dibilang tempatnya cukup luas untuk mengadakan suatu acara lho. Disini, gue duduk bersebelahan dengan Ramon. Yupp, he is one of my classmate for this 4 years! Gue bersama dengan Ramon selain di sering dapet kelas yang sama, dari peminatan yang sama, dan juga se-tim yang sama untuk beberapa perlombaan seperti ALSA National English Competition yang diselenggarakan di Universitas Indonesia yang dapat kami menangkan di posisi juara 2. Di depan gue yang duduk adalah Lisa. Lisa juga teman kampus gue dan bisa dibilang ini temen gue yang cukup sering berdebat sama gue. Tapi yang lucu adalah setelah kita berdebat, sekitar 10 menit berselang yaa kita bias ketawa hahaha hihihi lagi lhoo… Itu yang unik antara gue dan Lisa. Untuk teman-teman gue yang lainnya seperti Ricky, Evi, Eka, dan Anne, mereka duduk berpencar dan jadinya mereka tidak duduk di dekat gue bertiga.

Balik lagi ke prosesi wisudaan gue, well acara wisuda kali ini berlangsung khidmat dan juga lancar kokk. Mulai dari menyanyikan lagu “Indonesia Raya” lalu disambung dengan menyanyikan lagu Mars UBM, dan setelah itu prosesi wisuda, semuanya berjalan dengan lancar. Nahh saat proses wisuda sendiri, gue cukup merasakan gugup juga, khususnya saat nama gue dipanggil untuk maju ke depan. Ketika nama gue dipanggil oleh MC acara, majulah gue untuk membalikkan tali di atas topi toga gue agar bisa secara resmi menjadi seoran Sarjana. Rasa bangga dan juga senang bercampur menjadi satu saat gue maju di stage dan menyalami Dekan dan juga pimpinan dari kampus gue. ‘Wow, I made it!” dalam hati gue berkata kegirangan. Di depan orang tua gue, Kaprodi, serta teman-teman gue, now I’m officialy S. Hum., the degree that I got! Setelah gue maju ke stage, lalu gue diarahkan oleh panitia untuk foto di sebelah stage dan sehabis itu gue duduk kembali. Ada cerita lucu diantara gue dan teman-teman soal wisuda ini. Ada kata lucu sepeti ini, “Setelah 4 tahun gue kuliah dengan susah payah untuk memindahkan sebuah tali dari kiri ke kanan,” ataupun seperti “Akhirnya gue dapet boneka ini juga setelah 4 tahun gue kuliah dan berjibakku dengan dunia perkuliahan,” semua hal lucu kita lontarkan demi melepas status kemahasiswaan kita. Nahh, di dalam prosesi wisuda juga, dipanggillah juga mahasiswa/I UBM yang menyabet predikat Cum Laude untuk IPK mereka. Salah satu temen gue dari BBI yang dipanggil adalah Marcheli dengan predikat IP 3,98! “Keren yaa! I wish that I can stand in front of the stage with my parents because of my high score,” terbesit di hati gue. Hmm.. Tapi tak apa, karena gue juga sudah disebutkan oleh Rektor UBM karena bisa memenangkan lomba nasional saat pembukaan wisuda even he not mention the name. Pada saat itu, Rektor UBM menyebutkan beberapa prestasi perlombaan yang telah dicapai UBM pada tahun 2017 dan dari BBI sendiri, tim gue bisa menorehkannya hingga BBI pun disebut. Acara berlanjut dan sampai di penutupan, setelah penutupan selesai kamipun diarahkan untuk maju ke stage untuk berfoto bersama dengan Rektor, Dekan, Kaprodi. Dan setelah itu, kamipun diarahkan ke TUPA (The UBM Plaza a.k.a Bunderan kalau anak UBM sebutnya) yang terletak di lantai 1 untuk sesi foto bersama. Hal yang menarik disini adalah kami tidak melempar toga melainkan melempar boneka yang kami dapat saat prosesi wisuda tadi, menarik bukan?

Sehabis acara sesi foto bersama, gue pun langsung berfoto bersama teman-teman dan juga dengan para dosen BBI UBM. Rasa bangga, senang, haru yang para dosen-dosen gue rasakan. Gue pun berfoto bersama dengan Ms. Tika yang tak lain dan tak bukan adalah dosen pembimbing gue, lalu dengan Mrs. Murni selaku Kaprodi BBI UBM, dan setelah itu dengan Mr. Rex, Mr. Jonathan, dan juga Mr. Ardi. Oh iya, gue beserta dengan teman-teman BBI yang lain juga menyempatkan diri untuk foto bersama dengan dosen. Waktu sudah hampir menunjukkan pukul 6 sore, dan gue pun beserta keluarga gue pamit dari UBM dan menuju ke restoran D’Cost untuk makan bersama untuk merayakkan wisuda gue.

Setelah 4 tahun gue mengenyam pendidikan Sarjana gue di UBM, tepat kemarin bisa dikatakan gue sudah menyelesaikannya dengan baik. Ada banyak yang bisa gue dapat dan juga gue pelajari dari kampus gue sendiri. Mulai dari berteman dengan teman-teman seangkatan gue, materi kuliah yang disampaikan oleh para dosen, dan juga support serta torehan prestasi yang gue beserta teman-teman gue raih. Meskipun gue tidak mendapatkan IPK yang tinggi sampai Cum Laude, gue tetap bangga karena gue bisa menyelesaikan studi S1 gue dengan baik dan juga dengan nilai yang memuaskan. Tak lupa juga, seperti yang gue bilang tadi kalua mungkin nama gue tidak tercantum di daftar nama mahasiswa yang lulus dengan IPK Cum Laude, tapi nama gue masih tetap dapat berbangga diri karena bisa tercantum di bagian mahasiswa berprestasi karena lomba lho! Nama gue tercantum bersama dengan Ramon dan juga Alfonsus karena kita bisa memenangkan lomba ALSA di tahun 2017 kemarin. Yaa bisa dibilang itu bisa menjadi kebanggan tersendiri untuk gue dan juga orang tua, karena nama gue bisa dipampang setara dengan mahasiswa berprestasi di buku tahunan wisuda UBM yang dicatat untuk 500 orang lebih! Sungguh membanggakan bukan!

Terakhir, gue ingin mengucapkan Proficiat untuk teman-teman yang telah di wisuda kemarin di UBM! Selamat karena kita telah menyelesaikan studi kita dan bisa membanggakan kedua orang tua kita! Terima kasih juga gue panjatkan untuk Tuhan yang selalu menyertai gue, kedua orang tua gue, kepada dosen-dosen BBI UBM, teman-teman Mollers (Ricky, Ramon, Eka, Lisa, Tracy, Anne, Evi), dan juga untuk semua teman-teman gue dari BBI UBM angkatan 2013 yang tak bisa gue sebutkan semuanya. Sesungguhnya, perjalanan kita baru saja dimulai karena kita akan terjun ke dunia kerja dan wisuda kemarin adalah awal dari langkah kita. Tetap semangat untuk kita semua, let’s start our journey and be success together! Proficiat for BBI UBM!
 Foto bersama mahasiswa BBI UBM angkatan 2013 bersama para dosen BBI UBM

Monday, December 5, 2016

My Favourite Subjects

Hello guys, how ya' doin? Whoa, what a busy semester and finally! I almost reach the end of the 7th semester. Several weeks later, the final exam will begin and I have to prepare myself to face it. By the way, now, I want to tell you a brief story about what is my favourite subjects after this 7th semesters that I have been learnt started from the 1st semester until now. Actually, there are so many subjects that I learnt from any subjects like from Linguistics, Translation, Teaching, and Literature. So, from that main subjects, what is my major and what is the subject that I love? Actually I'm taking Translation as my main subject since my department only give us two choices of main subjects which are Translation and Teaching, so I choose Translation due to fact that I'm not really like to teach someone (is it?), But, but, even my major is Translation but I love Literature so much. HOW? How that I really love Literature so much? Well, main reason I love it because I love to learn something that related to the cultural, literary works such as poem, poetry, drama, and the important thing that I love since when I was in the junior school is history. Yes, maybe you guys will ask just like my friends that why I love history? I believed that by learning history, we can know who we are, what is our identitity (nationalism yeay!) and also we can know the others history that has been made by human and that was awesome you know! Anyway, I don't want to discuss that kind of things in this session. Let's discuss about what is my favourite subjects that I have been learnt until 7th semester. Let's discuss it one by one so maybe you can get and know what is the subjects that I learn as an English Language & Culture student so maybe one day you are interested to apply as an English Language & Culture student like me (promotion?).

After many subjects that I learnt until this 7th semester, there are several subjects that I love which are first is about the Cultural Studies like American Studies, British Studies, and Australian Studies. Second are English for Specific Purpose Studies like English For Journalists, English For Public Relation, and also English For Secretary. Third and last was anything that related to the Literature Studies like Film & Literature, Introduction to Drama, and also Introduction to Contemporary Literature. Whoa, Whoa, wait a minute, are you sure with that subjects? Absoultely yes, because on those subjects, I feel like my passion about English on that subjects are strong and I'm never bored or sleepy to learnt it at the class. Why I can love those subjects? there are several strong reasons why I love those subjects.
     1. First is about passion. If you know your passion and you love it, and whoala, you will enjoy to learn the thing that you love. After you love it and you got the passion on it, you will do your best effort to get the best score on it. In here, I know the passion since my junior school time. At this university level, I'm trying to expand my passion on that subjects to get the maximum scores. Once you get it, you will very grateful with your own work and it will be invaluable moment.
     2. Second are about the subjects that will be very useful for you at your job's life. Journalists, Public Relation, Secretary, or job in the Embassy is the dream job for me and several persons. So it is the best subjects to learn and to prepare yourself about what will you do next later on at your career.

Anyway, what is the reason why I tell this story about my experience? Well, since on the 8th semester that I will only focused on the thesis, and also my SKS is complete to proceed for the thesis, there will be no more subjects beside final project (skripsi in Bahasa Indonesia).

So, what is the conclusion for you that I want to give? The conclusion is simple, find your passion and fight for it to get the best result on it. It is very,very important for your career and also your future later on. Beside that, there is no useless thing that you have been learnt. Everything is USEFUL for you to use it for your future. That's all for this simple post that maybe can help you to get some ideas and my message is "Whatever what is your passion, find it, learn it, maximize it! Never give up, discipline yourself, and responsible at your work!"

Saturday, September 10, 2016

Deciding the Translation, Busy time, and the Beginning of 7th Semester!

Hi guys, it's been a long time since my last posting. I really sorry for not post anything on the last recent months since my schedule was very busy enough. Well, how are you guys? I hope that you are all well. You guys maybe think what I'm doing in the last recent months or what are the activities that bring me to the busy time, right? Well, it is because at the last recent months, I was in 6th semester. Yes, it is the beginning of the las semester of campus life for me. In Indonesia, when we are in the 6th semester, people will call it someday as a "Senior". It is not an ordinary senior just like when you have your junior, no.. It's about you are almost ended up your campus life. So, before I tell you about this 7th semester that I now reach, let's tell the story about the last 6th semester, shall we?

In the 6th semester, my department which is English Language and Culture of Bunda Mulia Universirty, will separate the students into 2 majority. The majorities are Translation and Teaching. We just only have 2 majorities for this department nowadays. Me, personally, hope that later on there will be another majorities such as Literature or Linguistics if possible because it seems that there are several students that like with those 2 other majorities. So, what is my majority? Well, I'm taking Translation.  Why I take translation rather than teaching? Because I like translating something, and also learn another languages beside English. I'm not taking teaching because for me, teaching someone i hard, especially when you teach and it is wrong, you will wasted and it is dangerous. So, what is the subjects in Translation majority? There are 2 main subjects in this majority, one is Literary and Popular Translation, and the other one Movie Translation. Literary Translation is about translatin the texts such as from comics, novel, etc, while Movie Translation is about translating the movie, subtitiling, and dubbing. From those 2 subjects, I like Movie Translation rather than Literary Translation hahaha. It's because in Movie Translation, not only subtitling but also I can watch the movie itself (refreshing while doing the subject). Oh, by the way, we had an final project from those 2 subjects and it is translating the books and subtitling the movie. For the final projects, I choose translating the "Beowulf" for Literary and "Furious 7" for Movie. Well, it is the projects that push me to have a lot of time to do that. But, the result is quite good for me. It is ebcause the main important for me is can passes those subjects or all subjects on those semester. Well, that is about the majority that I choose. So, what about the competition? Did I join the compeition on the 6th semester just like the other semesters before? Well, I just only joined 1 asian competition which is AEO (Asian English Olympics) held by Bina Nusantara University and I joined up for short story competition and 1 inter competition when Social Science Week held by my campus. Why I just only join for 1 asian competition? Well, because I saw the busy schedule and the assignments that considered me to just join in only one competition. The other aspect is since because on the 6th semester, I appointed as the Head of the Competition Division for ACES, so my job is decide the competition and the students who wants to joined up the competition with lecturers, and settle up the payment, etc for my department to joining the competition. But, for me that's okay because I can won the inter competition held by my campus and my department. I won the 1st rank for Battle of Brain competition with my team, Ramon Adianto (6th semester) and Vesalia (4th semester). The other thing that make me proud is I can brought 2 trophies for my department under my division that I lead. So, I'm not really disspaointed at ala because I can still myself andmake my department proud because we can won the competition itself.

That is about my activity in the last 6th semester, so how about this 7th semester? Well, it is more busy for me. I have to think more about one subject, Seminar on Research which is one step before the thesis on 8th semester later on. In this semester, the Translation subject that I got are Computer Assisted Translation and Introduction Interpreting. From now, I have to think what subject that I do later on my thesis. In this beginning of the 7th semester also makes me and my friends to have discussion more than the latest semester. All we do just talking about the topics, topics, and topics... But, anyway, that is the consequemce being the student in 7th semester. The time full of busy thing, always think about the topic, meeting with a lecturer about the topic and also for the assignment. Hope that me and my friends can pass this 7th semester well and can bring a positive thing for us to reach the thesis on the 8th semester.

Well, I think that's all about the story that I can give to you at this time. See you next time folks, and God bless!

Monday, November 30, 2015

Decision of The Subject

Hi guys! It's been a long month after I post something in this blog. Well, sorry for this very late post because the assignments is more insane at this time. Assignments are coming day by day and we suffer the fast time to make the assignments ready for collect to the teachers. By the way, are you feel the feelings just like I do? Let's say pressure, tired, or anything beacuse the subjects or tasks in your place? Well, I hope that we can suffer from the time that make us feel tired or anything kinda like that and passed all the things that we've already made with a best result.

Anyway, I've been applied my KRS ( in Bahasa is Kartu Rencana Studi). KRS is a thing or a list for next semester for us about what subjects that we will take. It seems that  it is just like a plan list of the subjcects. Let's talk about this one first before we talk about the major that I've been took for the next semester. There are 12 packet of KRS that campus are offer for us. So, we can choose which one that we will take for the next semester. There are different between the 20 KRS and 22 KRS, although the different is just the one subject. So it means that if you choose the 22 KRS, it just add the extra subject for you in the next semseter. I've been excited to apply the KRS itself. So, after I see all the packet of the KRS, I choose the KRS that contain  of the translation and Literature subjects.

Ohh by the way, in this packets of KRS. There are only 2 subjects that we can choose with the 2 additionals subjects. The main subjects are Translation and Teaching, and for the additionals subjects are Literature and Linguistics. Well honestly, I will choose Literature as the main subject and the additional one is Translation, but it is too bad that Literature is not the main subject. So, well I choose a packet of KRS that contains the subject of Translation and Literature. That packet that I've been choose also have an interesting subject for me. The subject is English for Journalist. I'm exicted too be a journalist, beacuse it seems that interesting if you can go somewhere and find the story and publicate it and you spread the knowledge, story or ideas for the peoples. So, after a thinking a little while to choose the packet of the KRS, then I choose that one that contains of Translation and Literature, and I hope that I can passed it and it is the best decision for me for the next semester.

Okay then, that is the short story for the decision of the subject for the next semester that I've been choose and apply it. Hope it is the best decision for me and also it is the best subjects or major for me then. Keep up the good work fellas! Stay healthy and shared a smile to the world! Dag! :)

Thursday, August 20, 2015

New Friends, New Experiences, New Story

Until this day, I have been busy because the fifth semester have been started. Now, I am in fifth semester, yeah fifth semester. Seems like all the subjects now is more harder than before and also there are a lot of assignments. Before the fifth semester started, I have been participated on one of the national competition. The competition is NUDC which is stand for National University Debate Championship. This the third national competition in a year that I have been participated. For this year, we just reach at rank 17. For the quarter final, it must be top 16, so we can't reach the quarter final. It is very very too close. But, maybe next time we can reach the quarter final or even the final round. Other thing is I moved out to Rajawali, near Pademangan. Well, honestly, to live in a flat is a little bit hard, especially is about the financial. You must be wise to using and spend your money. It's a nice thing to do because you can be more independent, more wise to using your money and also you can manage your money more better but, the bad thing is you are far with your family. Everything has is vice versa right? It depends on what your opinion stand with. Another thing for this month is I got so many new friends. This month, freshmens are come and start to study in our department. There are several peoples that I have met and also be a friend. Well, the important thing for this month is I must more focus on all of the subjects to make my GPA more better than before. This fifth semester is different with others semesters before. We learn the new subjects and also more harder than before. I hope I can be a better person at this month, I can study well, I can have a good relations with all of my friends, and especially are stay healthy, be a positive person, and be a happy person. See ya!

Wednesday, June 24, 2015

Aahh, Holiday Time is Come!

Finally, after the long semester and also so much assignments to do, especially the final exam, the holiday is come! Wohoo, holiday time, I'm waiting that time. Time that I can take a rest, sleep, hanging out, and anything else to spend this holiday time. Anyway, the first thing that I do in this holiday time is sleep. Yes, sleep! It is the important thing to do when we are in the holiday time (hahaha). The other things to do are like I learn more about Dutch language, browsing an information from the internet, playing games, etc. Ooh, and also I hanging out together with my friends. But, at this holiday time, maybe I'm little bit bored because I didn't go to outside from the town. At this holiday, maybe I'm just in Jakarta, especially in my beloved house. Well, it doesn't matter. Just enjoy your holiday time with several activities that I can do in my house. The positive thing is also I can save my money because I didn't go anywhere hehehe. Just info that next semester, I move out to Pademangan, North Jakarta. Yes, I'm going live in boarding house. Why I moved out? Maybe because I'm tired if I come and go from East Jakarta to North Jakarta and vice versa. You don't know about the traffic jam when it is in the busy time in the evening. So, I need to spend this holiday in my beloved before I moved out to Pademangan. Being a student that lived in boarding house is a little bit difficult you know. Ya so - so, if you can manage your time, have a good relationship with your next door, and especially manage your money. And also, the next semester is more tough than this semester. The subjects for next semester is about the basic subjects for go to next semester, which is next semester is I'm going to choose the specific subjects. There are 4 subjects that it is about. The subjects are Literature, Translation, Linguistics, and Teaching. Well, personally, I choose Literature and Translation. I don't want to take Teaching beacuse I can't teach a person anyway hahaha. So, to prepared it on the next semester, I need to chill out and relax for a while before start a new semester. Okay, that is a simple post about the holiday time at this month. All I do is having a relax time and also take a rest, or do the things that I will do later in this holiday time. So, this is about my holiday time, what about you?

Friday, November 7, 2014

Red Rose

Goeden avond fellas, how was your day? I hope everything is alright then. Well, topic for today is about literature. Yaa, as you know, I start learn this subject start from this third semester. This subject is about anything that related with a literature like novel, poem, or drama. Last day, I learn about one of the classic poem. This poem is the thing that me and my friends discussing about with our lecturer, Mr. Lambok. The name of the poem is 'Red Rose". Before I tell you about that poem, let's discuss furthermore about this poem. This poem is originally from Scotland by Robert Burns. Burns's make this poem in 1794 and the genre of this poem is romantic. This poem tell a story about a man that separated a long miles with his beloved girl. The man express his feeling about how he miss her so deeply. That's about the overview of the poem, now I give you the poem so you can see and maybe learn from this poem.

Red Rose

By : Robert Burns

O my Luve is like a red, red rose
   That’s newly sprung in June;
O my Luve is like the melody
   That’s sweetly played in tune.


So fair art thou, my bonnie lass,
   So deep in luve am I;
And I will luve thee still, my dear,
   Till a’ the seas gang dry.


Till a’ the seas gang dry, my dear,
   And the rocks melt wi’ the sun;
I will love thee still, my dear,
   While the sands o’ life shall run.


And fare thee weel, my only luve!
   And fare thee weel awhile!
And I will come again, my luve,
   Though it were ten thousand mile.

After you see the poem above, you can see that this poem is using an old English. This poem is express someones feeling so deeply and express of miss or love someone wholeheartly. We can learn or see from this poem that we must love the person that we love seriously, even it is separated by distance for a thousand mile. I hope you got the lessons from this poem that it is useful for you later on. So, I think that's all for today. Goeden avond, my dear fellow reader.

What's New?

Kuliah S1 Lagi? Sampai Pilih Jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

 Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Apakah kalian masih semangat untuk belajar atau mempelejari sesuatu? Pastinya kalau yang sudah bekerj...

Popular Post