Pages

Search This Blog

Showing posts with label campus story. Show all posts
Showing posts with label campus story. Show all posts

Monday, May 3, 2021

One Step Further, From SUP to Thesis!

Yo, what’s up everybody? Masih semangat menjalani kehidupan sehari-hari kalian? Semoga kalian masih semangat untuk menjalani hari-hari dengan ceria untuk mencapai goals-goals yang ingin kalian capai ya. So, what about me? Well, terkadang saat ini sedang merasa tidak bersemangat, lelah, ataupun sedang kurang fokus saja (bukan karena kurang minum air putih ya..). It’s because there a lot of things on my mind and I need to thinking about it or even have to do something to make everything’s going well.. Terlepas dari bagaimanapun kondisi kita sekarang, tetaplah semangat dan selalu cetria guys!

Nah, sekarang gue ingin bercerita sedikit tentang perjalanan kuliah S2 / Magister gue. As you know, gue saat ini melanjutkan kuliah dan mengambil jurusan Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Persada Indonesia Y.A.I (UPI YAI) Jakarta dan saat ini telah memasuki semester 4. Sebelumnya, gue merupakan lulusan S1 Bahasa dan Budaya Inggris / Sastra Inggris di Universitas Bunda Mulia (UBM) Jakarta.

Semester 4 di dalam perkuliahan S2 adalah salah satu titik dimana yang sudah hampir mencapai tahap akhir oleh seseorang mahasiswa/i dalam masa studinya tersebut. Nantinya di dalam semester akhir itu, mahasiswa/i Magister (S2) dituntut untuk membuat sebuah Tesis sebagai tanda akhir mahasiswa/i tersebut untuk mendapatkan gelar Magister-nya.

Senada dengan hal tersebut, gue belum lama ini telah mengikuti prosesi salah satu Mata Kuliah (MK) sebagai syarat untuk melanjutkan ke tahap akhir di semester 4 tersebut. MK yang perlu dilewati untuk bisa melangkah ke Tesis tersebut adalah Seminar Usulan Penelitian atau yang biasa dikenal juga dengan sebutan SUP.

Lantas, apa itu SUP? Bisa dikatakan SUP ini adalah sebagai sebuah proposal penelitian yang kita buat yang mana dibuat dengan format sama seperti Tesis dan juga dilakukan bersama dengan para dosen pembimbing. Untuk jenjang S2 ini, terdapat 2 pembimbing yang akan membantu para mahasiswa/i nya agar bisa mengerjakan Tesis itu sendiri.

Ok, kembali ke cerita SUP yang baru aja gue lewati ini. Untuk diketahui bahwa gue dibeirkan 2 dosen pembimbing oleh dari pihak kampus yaitu Ibu Desti sebagai Pembimbing 1 dan Pak Sumardi sebagai Pembimbing 2. Tentunya gue sangat bersyukur mendapatkan pembimbing dari 2 dosen tersebut dikarenakan cukup cocok dengan judul yang gue angkat untuk Tesis itu sendiri. Gue sendiri mendapatkan jadwal untuk sidang SUP pada awal bulan Mei yang lalu. Dan untuk siding SUP sendiri tentunya dihadiri oleh 2 Pembimbing dan 1 Dosen Penguji. Untuk jadwal gue kemarin, gue mendapati Ibu Ilona sebagai Dosen Penguji gue.

Sidang SUP yang gue ikuti secara virtual bersama dengan para dosen Magister Ilmu Komunikasi UPI Y.A.I dan juga rekan-rekan mahasiswa lainnya.
Sidang SUP yang gue ikuti secara virtual bersama dengan para dosen Magister Ilmu Komunikasi UPI Y.A.I dan juga rekan-rekan mahasiswa lainnya.

Oh, dan 1 lagi. Untuk siding SUP yang gue lakukan kemarin dilakukan secara virtual mengingat pandemi COVID-19 yang masih ada dan juga seluruh institusi di Indonesia melakukan pembelajaran jarak jauh, tak terkecuali bagi kampus UPI Y.A.I itu sendiri. Sidang pada hari tersebut bisa dikatakan cukup terburu-buru persiapannya karena pada ahri tersebut gue sedang mengadakan Public Expose pada acara kantor gue. Gue pun harus berlari-larian dan mempersiapkannya dengan sangat cepat agar tidak telat. Berlari-lari naik tangga, mempersiapkan laptop, bahan materi, dan pastinya mempersiapkan mental.

Sambil menarik nafas, dan berdoa untuk mengharapkan hasil yang terbaik, siding SUP pun dimulai pada sore hari di jam 3 sore. As usual, sidang dilakukan dengan dilakukan pemaparan materi oleh gue terlebih dahulu selama 15-20 menit dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama dengan para dosen. Well, bagaimana rasanya di dalam sidang SUP ini? Nervous? Iya. Deg-degan? Iya. Tapi, semuanya harus dijalani dengan baik guna mendapatkan nilai yang maksimal. Satu demi satu pertanyaan telah gue jawab dengan baik dan sebisanya gue jawab. Setelah kurang lebih hampir 1 jam, sesi sidang SUP berakhir dan judul gue bisa dilanjutkan untuk pembuatan Tesis nanti.

Sesi tanya jawab bersama dengan Dosen Penguji serta Dosen Pembimbing 1 dan Dosen Pembimbing 2 dalam Sidang SUP Virtual.
Sesi tanya jawab bersama dengan Dosen Penguji serta Dosen Pembimbing 1 dan Dosen Pembimbing 2 dalam Sidang SUP Virtual.

Well, pertama-tama gue harus bersyukur sama Tuhan karena gue masih dapat berdiri sampai sekarang ini dan juga masih dapat menjalani pekerjaan hingga kuliah sampai saat ini. Rasa lelah, capek, pesimis, tentunya mengikuti gue setiap harinya dalam menjalani segala aktivitas yang ada. Meskipun begitu, sedikit rasa semangat dan juga sisa rasa-rasa optimis masih harus dikembangkan agar dapat bertahan ditengah aktivitas yang dijalani tersebut. Selain itu, gue harus menjaga rasa semangat yang ada agar bisa menyelesaikan studi Magister ini secepatnya..

Semoga Tuhan kiranya menyertai setiap jalan dan juga memberkati kita dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan. Amin!

Thursday, May 7, 2020

COVID-19, Sang Virus Corona Pembawa Perubahan...

Hi,guys! Apa kabar kalian? Semoga gue harap kalian dalam kondisi yang sehat dan baik-baik saja. Well, why I’m asking you about youur condition? Seperti yang kalian ketahui, pada saat-saat seperti ini kesehatan adalah sesuatu hal yang sangat penting untuk dijaga. Ibarat kata, kesehatan adalah barang mahal yang diinginkan oleh semua orang pada situasi sekarang ini.. Lalu, apa yang membuat kesehatan seakan adalah hal yang penting untuk dimiliki dan juga dijaga oleh kita semua? Apa yang terjadi dengan kesehatan di sekitar kita?

Semuanya itu tidak terlepas dari yang namanya Virus Corona atau yang juga bisa dikenal dengan sebutan COVID-19. COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) merupakan sebuah virus yang saat ini sedang mewabah di seluruh dunia dan bahkan di negara kita sendiri, Indonesia. Bagi kalian yang ingin mengetahui lebih lanjut apakah itu Virus Corona, kalian bisa melihatnya lebih lanjut disini karena disitu terdapat penjelasan tentang apakah itu Virus Corona, perjalanan penyebarannya, hingga penjelasan lebih detail secara medis tentang virus yang satu ini.

Namun secara singkatnya, virus ini dapat menyebar dengan cepat antara satu manusia dengan manusia lainnya lewat berbagai cara seperti kontak fisik dan juga lewat udara dengan cara batuk atau bersin. Tak heran pada saat ini, pemerintah memberikan berbagai anjuran yang harus ditaati oleh seluruh masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan yang diharapkan dapat menekan angka terkena paparan virus Corona ini. Hingga saat ini, beberapa anjuran dari pemerintah seperti beraktivitas mandiri di rumah (ibadah mandiri, sekolah mandiri, bekerja mandiri), social distancing atau jaga jarak, penggunaan masker di tempat umum, rajin mencuci tangan dengan sabun ataupun hand sanitizer, hingga dilarang berkerumun di tempat publik adalah contoh-contoh arahan dari pemerintah untuk menjaga masyarakatnya agar tidak terpapar virus Corona.

Well, as you know.. Berbagai peraturan tersebut tentunya memberikan dampak yang sangat terasa di dalam keseharian kita. Gue pun merasakan hal yang sama dan turut merasakan dampak tersebut. Kalau gue, dampak yang paling terasa adalah dari segi pekerjaan, kuliah, ibadah, dan juga komunikasi sosial dengan masyarakat (it looks like every people feels about that..). Ya, akibat adanya peraturan tersebut gue pun merasakan perbedaan dari kesehatrian gue sehar-hari dalam beraktivitas.

Seperti yang ada di judul, Virus Corona memang membawa perubahan.. Tapi, menurut gue perubahan itu bukan berada di sisi positif sih.. Dari segi pekerjaan, gue merasakan yang namanya WFH atau Work From Home a.k.a bekerja dirumah. Yup, pemerintah sudah mengeluarkan peraturan bahwa sektor-sektor yang bukan berada di daftarnya diharuskan untuk bekerja dirumah bagi karyawannya. Sebelum kebijahan WFH secara full dirumah, gue masih bisa berangkat ke kantor untuk bekerja namun harinya selang-seling sehingga hanya hari tertentu saja gue masuk ke kantor. Dari sisi pekerjaan ini, the thing thay will be my concern is not about the working time, but about the salary for the employee. Kita tahu bahwa akibat pandemi virus Corona ini, banyak perusahaan yang melakukan PHK, penyesuaian gaji, hingga tidak memberikan THR pada karyawannya which are makes me sad. Kebayangkan susahnya ditengah pandemi ini namun penghasilan juga berimbas kepada setiap karyawan? Tentunya setiap kita memikirkan “bagaimana keluarga gue makan, bagaimana untuk menyambung kehidupan, bagaimana untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari..” well yes, you are have the same things to think about for our family at home.. Meskipun bantuan dari pemerintah dapat mengurangi beban masyarakat and thanks to our government for sending basic needs assistance, tapi kembali lagi.. We need salary and money for our family.. Ya, tidak bisa dipungkiri jika COVID-19 ini memberikan dampak yang cukup besar terhadap sektor bisnis, usaha, inverstasi, dan lainnya yang membuat masalah ekonomi yang pelik bagi negara kita.

Perubahan berikutnya yang gue rasakan adalah mengenai kuliah / belajar. Jika sebelum-sebelumnya gue pergi ke kampus untuk belajar dan belajar demi mengejar gelar yang ingin dicapai pada saat ini, maka sekarang semua pembelajaran diubah ke dalam sistem online class. Well, yeah sometimes it’s good becaue of the efficiency of time, but the bad thing is we can’t understand more about the learning materials. Belum lagi jika ada kendala internet, tentunya hal tersebut adalah salah satu sisi kurangnya dari pembelajaraan online ini. Another thing that we felt about this condition is social distancing.. Social distancing atau pembatasan sosial tentunya dirasakan oleh gue dan setiap kita. Akibat adanya arahan ini, seakan ruang komunikasi dan interaksi kita terbatasi oleh keadaan. Hal-hal mulai dari dilarang berkerumun, dilarang kontak fisik, dilarang membawa penumpang dalam kapasitas seperti biasanya di dalam kendaraan adalah beberapa contoh dampak dari social distancing ini. Bagi setiap kita, pastinya social distancing dirasa cukup mengganggu karena aktivitas kita menjadi terganggu dan tidak seperti biasanya bukan?

Ya, bisa gue bilang jika virus Corona ini memberikan perubahan pada setiap aktivitas di keseharian kita sehari-hari. Diri kitapun menjadi lebih sering berada di rumah dan berfokus pada dunia digital New Media yang ada (sosial media, televisi, internet, dan lainnya). Meskipun memberikan perubahan yang cukup signifikan pada aktivitas kita, namun kita masih bisa melakukan beberapa hal positif dann menarik untuk melawan kejenuhan kita ketika berada di rumah akibat pandemi ini lho. Sebagai contohnya, gue mencoba berbagai masakan yang baru dan belajar untuk memasak. Aktivitas ini cukup seru dan dapat melawan rasa bosan ketika sedang berada di rumah di situasi seperti sekarang ini lho karena banyak dari teman-teman gue juga melakukan kegiatan memasak sebagai aktivitasnya dirumah sekarang. Selain memasak, ada juga kegiatan-kegiatan lainnya yang gue lakukan seperti menulis Blog, belajar editing video dengan aplikasi yang mudah, hingga melakukan pekerjaan Subtitling yang pastinya dapat waktu gue menjadi lebih berguna.
Aneka Masakan Yang Gue Masak Selama #DirumahAja

Virus Corona atau COVID-19 memang memberikan dampak bagi kehidupan aktivitas kita sehari-hari. Ya, virus ini seakan sebagai suatu hal yang dapat membuat beberapa aspek kehidupan menjadi berubah dan serasa tidak sama seperti sebelumnya. Namun meskipun terkadang situasi saat ini dirasa berat untuk dijalani, tetaplah berdoa dan bangkitkan sisi optimis agar kita semakin kuat dan dapat bertahan di kala seperti ini. Selain itu, melakukan aktivitas-aktiitas yang beda ataupun yang belum pernah dilakukan adalah suatu hal yang dapat melawan rasa kebosanan, kejenuhan ataupun rasa suntuk di rumah di kala pandemi virus Corona ini.

So guys, itulah sedikit cerita dari gue mengenai pandemi yang saat ini sedang terjadi di sekiatr kita. Ingat, tetap jaga kebersihan bada, gunakan masker setiap saat ketika di luar rumah dan patuhi anjuran dari pemerintah agar kita bisa menang melawan virus Corona yang tengah mewabah ini. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan juga penyertaan dari Tuhan selalu agar kita bisa melewati saat-saat yang cukup berat seperti sekarang ini dan kita bisa lebih baik ke depannya setelah wabah ini selesai. Stay strong and keep healthy guys, God bless!

Monday, March 9, 2020

Cerita Dibalik Memilih S2 dan Kisah di Semester 1


Yak, semester 1 sudah berlalu dan sebentar lagi, semester yang baru akan dimulai. Memasuki semester yang baru yaitu di semester 2 tentunya membuat gue antara deg-degan dan juga ingin cepat-cepat saja untuk memasukin semester genap yang satu ini. Sebelumnya, gue cukup patut berbangga dan juga bersyukur karena gue sudah menyelesaikan langkah awal yaitu di semester 1 dengan baik. Awalnya, gue cukup khawatir apakah gue bisa mengikuti perkuliahan dengan baik ataupun bisa mendapatkan nilai yang baik atau tidak karena baru kali ini gue notabene kuliah sambil bekerja. Namun setelah dilewati dalam beberapa bulan dan mengikuti perkuliahan sebisa gue, gue bisa mengikuti dan menyelesaikan semester 1 dengan baik.

Oh ya buat kalian yang bingung gue kuliah dimana sekarang? Ataupun mungkin kalian masih bingung kenapa gue bisa kuliah sambil bekerja? Ya, kalau ditarik dari kisah sebelumnya, gue sekarang melanjutkan studi gue a.k.a melanjutkan studi S2 gue. Wow, that’s the thing that I’m not really thinking about it honestly. Karena memang sejujurnya, gue memang memikirkan untuk mengambil Magister / S2 untuk ke jenjang berikutnya namun gue sendiri pada awalnya cukup kaget karena gue rasa ini terlalu cepat lho.. Namun, gue berpikiran bahwa lebih cepat lebih baik bukan? Bukankah jika kita masih diberi kesempatan untuk melakukannya, bukannya harus dicoba dan juga diambil kesempatan itu? Karena menurut gue ketika gue mengambil S2 sekarang, tentunya gue berharap agar kedepannya gue bisa mendapatkan jenjang pekerjaan yang lebih baik lagi disamping gue bisa menambah pengetahuan yang lebih luas lagi dari para dosen-dosen yang handal di bidangnya tersebut.

Nah untuk kalian yang bingung gue sekarang kuliah dimana? Tenang, let me tell it to you. Sekarang ini gue sedang mengambil jurusan Magister / S2 di bidang Ilmu Komunikasi. Sounds a little bit far from my Bachelor’s Degree right? Meskipun terdengar sedikit agak jauh dari apa yang gue ambil di S1 dulu, namun bidang ilmu yang gue pelajari sekarang masih cukup nyambung dengan bidang Sastra lho. Ibarat kalau dulu gue ambil Sastra Inggris sebagai skill untuk mengasah kemampuan berbahasa, nah sekarang gue memilih Ilmu Komunikasi sebagai kemampuan untuk mengasah bagaimana cara gue berkomunikasi dengan relasi. Selain itu, ada juga senior-senior gue di kampus maupun yang seangkatan dengan gue yang mengambil jurusan S2 Ilmu Komunikasi sebagai jurusan tingkatan lanjutan yang dia ambil lho. So, it’s still related from the subject of my background ya..

Pilih S2 Dimana dan Alasannya?

Untuk tempat kuliahnya sendiri, gue memilih Universitas Persada Indonesia Y.A.I atau yang biasa dikenal dengan sebutan UPI YAI. Kampusnya sendiri berlokasi di Salemba, Jakarta Pusat yang menurut gue cukup strategis lokasinya karena bisa dicapai dengan angkutan umum seperti kereta KRL maupun Transjakarta. Lalu, mengapa gue memilih S2 Ilmu Komunikasi di Universitas Persada Indonesia Y.A.I ini? Tentunya yang pertama karena ada jurusan yang gue ingin ambil. Kalau tidak ada jurusan yang inign gue ambil, pastinya gue tidak akan meilih kampus tersebut bukan HAHAHA.. Yang kedua karena letak kampusnya yang cukup dekat dengan rumah gue. To be honest, untuk pergi ke kampus gue ini mungkin hanya memerlukan waktu sekitar 15-30 menit (jika macet) atau bahkan bisa kurang dari itu dikarenakan jaraknya yang cukup dekat. Jadi dengan jarak yang cukup dekat tersebut, itu salah satu privilege pertama yang bisa gue dapatkan dari Magister UPI YAI ini ya.

Yang ketiga, karena jam kuliahnya. Jam kuliahnya sendiri disini cukup fleksibel dengan waktu gue bekerja, jadi gue tidak perlu memusingkan bagaimana antara jam kerja maupun jam kuliah. Mengenai jam kuliah ini pastinya sangat penting karena gue tidak mau kalau antara jam kuliah maupun jam kerja gue jadi bertabrakan karena jadwal-jadwal yang ada tersebut, dan ini menjadi privilege kedua gue dari UPI YAI. Yang ketiga, karena biayanya yang cukup terjangkau.

Gue memilih S2 DI UPI YAI tentunya karena biayanya yang cukup terjangkau untuk sekelas Magister S2 Ilkom. Perlu diketahui kalau gue melanjutkan kuliah ke jenjang Magister S2 ini sendiri dengan menggunakan uang sendiri tanpa adanya bantuan dari orang tua lho, karena gue merasa gue harus bisa untuk mengurus diri sendiri dan juga dari guenya juga tidak ingin merepotkan orang tua untuk kedepannya. Dengan hal tersebut, soal biaya adalah privilege ketiga yang bisa gue dapat dari pilihan UPI YAI ini.

Dapat Buku Sebagai Hadiah

Oh ya, pada semester 1 kemarin ada hal yang menarik lho dan membuat gue cukup bangga. Ketika di semester 1, gue mendapatkan buku yang berjudul “Pergelakan Politik di Makassar” karya Prof. Dr. Anwar Arifin. Prof. Dr. Anwar atau yang biasa dikenal dengan sebutan Prof Anwar ini adalah dosen gue untuk mata kuliah Sistem Komunikasi Indonesia Kontemporer di semester 1 kemarin. Beliau sendiri merupakan sosok yg dikenal sebagai Mantan Wakil Ketua Komisi VI & X DPR RI, Politisi Senior, Guru Besar Ilmu Komunikasi, mantan rektor, dosen senior, dan juga penulis buku. Gue melihat beliau sebagai sosok yang cukup aktif di dalam berbagai organisasi, mempunyai pengetahuan yang luas, dan juga seorang politisi yang cukup handal. Tentu hal tersebut membuat gue cukup takjub dengan pencapaian beliau dimana bisa menjadi salah satu seorang professor termuda di Indonesia di kala itu.
Foto Bersama Prof. Anwar Ketika Menghadiahkan Buku Karyanya "Pergelakan Politik di Makassar", UPI YAI
Foto Bersama Prof. Anwar Ketika Menghadiahkan Buku Karyanya "Pergelakan Politik di Makassar", UPI YAI

Menariknya, hadiah yang dibeirkan kepada gue sendiri adalah sebuah buku. Lalu, kenapa yang diberikana dalah sebuah buku ya? Prof. Anwar pernah berkata bahwa “Kalau bertanya sama saya jika memberi hadiah atau membeli oleh-oleh, buku adalah jawabannya. Karena buku bisa membebaskan pribadi rakyat dari MBS (Miskin, Bodoh, dan Sakit-sakitan). - Prof. Anwar". Hal itu ia lakukan agar generasi muda di Indonesia tidak tertinggal dibanding dengan negara-negara lainnya yang pada saat ini sedang berlomba-lomba dalam berbagai bidang kemajuan di era industri 4.0 ini. Tentunya semangat dan juga apa yang beliau lakukan bagi negara Indonesia patut diapresiasi dan juga diacungi jempol karena sumbangsih beliau bagi kemajuan bangsa ini.

Itulah sedikit cerita mengenai semester 1 kemarin yang sudah gue tempuh dalam beberapa bulan kemarin dari juga cerita seru di dalamnya. Dari apa yang sudah dilalui di semester 1 kemarin, pastinya haru bisa menjadi sebuah modal yang dapat memicu gue untuk lebih baik lagi maupun lebih semangat lagi untuk menghadapi semester 2 agar bisa wisuda tepat waktu dengan nilai terbaik. Amin! Keep up the good work, do the best and God do the rest..

Saturday, December 14, 2019

Time Flies Fast.. Public Speaking With My Lecture

Time flies fast. Ya, itulah kata yang bisa gue katakan untuk momen yang baru saja gue lewati pada hari Selasa yang lalu. Mengapa pada hari tersebut bisa menjadi yang cukup berkesan buat gue? Tak lain dan tak bukan adalah kesempatan dimana gue bisa kembali diberikan kepercayaan oleh UBM untuk membawa nama kampus, terutama untuk jurusan gue yaitu Bahasa dan Budaya Inggris agar bisa lebih diperkenalkan kepada masyarakat umum.

Nah untuk di kali ini, gue dapat membawa nama kampus gue bukan dalam bidang perlombaan seperti yang gue lakukan pada waktu dulu. Ya hal itu dikarenakan gue sudah menjadi alumni dari BBI UBM, so it means that I can’t join any competitions to represent my campus anymore. Well, it’s just a sweet moment.. Meskipun begitu, gue masih bisa membawa nama kampus gue dengan cara yang lainnya yaitu dengan cara mempromosikan kampus dan jurusan gue kepada adik-adik SMA.

Pada di hari Selasa, tanggal 10 Desember 2019 gue diminta oleh pihak kampus dan terutama oleh bagian marketing untuk mempromosikan kampus UBM serta jurusan gue yaitu Bahasa dan Budaya Inggris kepada adik-adik SMA agar mereka bisa lebih mengenal maupun memahami lebih lanjut tentang bagaimana dunia perkuliahan tersebut. Untuk di kali ini, gue diberikan kesempatan mempromosikan kampus UBM di salah satu sekolah swasta di kota Tangerang yaitu SMA Tarsisius Vireta. Untuk nama sekolahnya sendiri sebenarnya tidak begitu asing di telinga gue karena ketika waktu bekerja di DAAI TV dulu di program Rumah Dongeng, gue pernah mengundang TK Tarsisius Vireta untuk datang serta tampil di acara program tersebut.

Kembali lagi ke topik cerita, awal kenapa gue bisa menjadi pembicara di sekolah tersebut ketika waktu itu yaitu Mrs. Murniati (Kaprodi BBI UBM) menelpon gue untuk bisa membantu bagian marketing dalam memperkenalkan UBM beserta jurusan gue kepada adik-adik sekolah di SMA. Dipilihnya gue karena gue pada waktu kuliah memang cukup aktif berorganisasi serta dapat memenangkan lomba di ALSA maupun di internal kampus. Singkat cerita, gue menyanggupi untuk menjadi seorang speaker di acara tersebut.

Selang beberapa hari, pihak marketing-pun mengkontak gue. Gue pun diberikan jadwal di hari Selasa pada tanggal 10 Desember 2019 untuk menjadi pembicara alumni di sekolah SMA Tarsisius Vireta Tangerang. Gue pun menjawab “OK”, lalu pihak marketing menginformasikan bahwa jam 06.15 WIB pagi sudah sampai di kampus. Hmm, gue agak kaget karena sudah lama tidak pernah bangun sepagi itu selain pada waktu kuliah dulu ataupun ketika gue mendapatkan jadwal tugas di gereja gue hahaha. Anyway, gue “OK” kembali karena merasa ini tanggung jawab gue untuk membesarkan nama kampus serta jurusan gue setelah jurusan BBI UBM telah memberikan kesempatan gue hingga bisa mendapatkan pencapaian sampai sekarang ini.

Hari-hari berlalu, gue pun mulai siap mempersiapkan bahan presentasi. Bahan presentasi gue lebih memperkenalkan dunia kuliah seperti apa, kegiatan kampus apa saja, hingga pengenalan diri dari gue tentang apa yang gue kerjakan sekarang dan juga pencapaian apa yang telah gue raih bersama dengan BBI UBM. Beberapa hari berlalu, dan tibalah tanggal 10 Desember 2019 and it’s the time to present about my major! Gue bangun sekitar jam 5 pagi dan berangkat di jam setengah 6 pagi. Disaat perjalanan, gue sendiri merasa agak bernostalgia karena gue merasa sedang di masa kuliah ketika gue berangkat pagi untuk mengikuti kelas  pagi di kampus. Ah, such a sweet memories!

Setelah perjalanan dan gue sampai di kampus, gue pun menunggu di Lawson UBM. Teringat kembali masa-masa dimana gue kuliah di tempat itu. Memang ketika gue kembali kesini, banyak kenangan ketika gue kuliah dan semuanya seakan flashback dengan cepat. Ok, back to story! Gue pun akhirnya berangkat dari UBM sekitar jam setengah 7 pagi dan sampai di sekolah Tarsisius Vireta sekitar jam 8 pagi. Disana yang tak gue sangka adalah, sudah ada Mr. Jonathan atau yang biasa dikenal dengan sebutan Sir Jo oleh gue maupun oleh anak-anak BBI UBM. What? I feel surprised because I can met him again! Disitu kita mulai berbincang-bincang mengenai apa yang sedang gue kerjakan, kesibukan masing-masing bagaimana, dan lain-lainnya. Disitu, gue juga bilang kalau gue sedang melanjutkan studi Magister / S2 gue di UPI Y.A.I dengan jurusan Komunikasi Bisnis dan Public Relations. Beliaupun kaget serta bangga bahwa mahasiswanya ada yang bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Setelah berbincang-bincang, kitapun dari pihak sekolah Tarsisius Vireta dan juga markeing UBM menunjukkan ruang kelas untuk kita bisa mempresentasikan mengenai jurusan kita bagaimana. Oh iya, di dalama cara tersebut juga ada jurusan lainnya seperti Hospar (Hospitality & Pariwisata), Ilmu Komunikasi, Akuntansi, dan juga DKV. Selang menunggu beberapa menit, murid-muridpun memasuki ruang kelas dan duduk di bangku yang disediakan untuk bisa mengetahui lebih lanjut mengenai jurusan Bahsa & Budaya Inggris UBM.

Disini, terlihat bahwa siswa-siswi yang berada di ruang tersebut cukup excited dengan jurusan BBI UBM. Berbagai pertanyaan mengenai jurusan ini, kegiatan di jurusan ini, hingga bertanya mengenai apa yang gue lakukan maupun apa yang gue daapat dari jurusan ini pun menjadi topik yang sering ditanyakan oleh siswa-siswi disini. Dalam sesi tanya jawab sendiri, Sir Jo juga membantu gue untuk menjawab pertanyaan yang ditanyakan kepada kami. Untuk sesi ini, gue pun memberikan pertanyaan seputar akademik kepada Sir Jo selaku dosen dan beliau yang lebih paham mengenai akademik tersebut. Sesi tanya jawab berlangsung seru hingga pihak dari marketing sendiri menyatakan bahwa waktu sesi kami telah habis. Well, mungkin karena kami terlalu seru menjawab pertanyaan siswa-siswi hingga kami kelupaan waktu hahaha..

Setelah sesi kami selesai, kamipun kembali ke ruang BP. Disana, kamipun melanjutkan pembicaraan hangat dan juga Sir Jo menanyakan bagaimana teman-teman BBI gue yang lainnya. Gue pun sempat bercanda kepada Sir Jo ketika saat presentasi tadi. Gue berkata bahwa dulu sekitar 4 tahun yang lalu, gue melihat Sir Jo membawakan materi kuliah di depan kelas namun sekarang gue bisa berdiri disamping beliau untuk membawakan materi presentasi di depan kelas, Beliapun sempat tertawa mendengar gue berkata tersebut hahaha. But’ it’s the fact. I said to him that time flies fast.. Setlah berbincang-bincang sedikit, gue bersama dari tim UBM Ancol berpamitan kepada tim dari UBM Serpong, tim dari sekolah Tarsisius Vireta dan juga Sir Jo. Sebelum kembali ke Kampus Ancol, gue sempat berfoto bersama Sir Jo dan juga kami bersalaman sebelum pulang. Sir Jo berharap gue untuk sukses serta bisa menyelesaikan studi magister yang sekarang sedang gue tempuh. Ia pun juga mengajak gue untuk melihat BBI yang ada di Kampus Serpong. Gue pun menjawab dan memberikan sepatah kata sukses untuk beliau dan jika ada waktu, gue akan coba berkunjung ke Kampus Serpong untuk melihat jurusan BBI yang ada disana. Setelah itu, kamipun berpamitan dan juga pulang.

Well from that story, I just realized that time flies so fast! Seakan baru saja lulus dan wisuda hingga sekarang bisa berdiri di depan bersama dengan dosen gue yang notabene dulu mengajarkan gue di kelas. Gue pun cukup bangga karena pencapaian ini sehingga gue bisa membawa nama baik kampus serta jurusan gue di mata publik. Tentunya ini menjadi suatu hal yang sangat berkesan bagi gue karena hal menjadi seorang public speaking di depan umum dan mengenalkan jurusan gue sebagai alumni bukanlah hal yang pernah gue pikirkan sebelumnya. But, I’m so grateful with that. And yeah, I feel that time flies fast until today...


Taking a picture with my lecture, Mr. Jonathan Tanihardjo

Friday, August 25, 2017

From Nothing to Something

Apakah kalian pernah memikirkan nama kalian bisa terpampang disuatu tempat? Atau pernah bermimpi orang-orang bisa kenal kalian lewat foto kalian? Well, I believe that those kind of those things are a dream for every people. Gue juga pernah memikirkan hal yang sama kok dengan kalian haha. Anyway, gue post ini karena ingin menceritakan tentang yang berhubungan dengan nama dan juga foto yang terpampang di tempat umum. Yang pasti, bukan terpampang karena perbuatan negatif seperti mencontek, atau melakukan hal yang negatif lainnya yoo.. This is purely positive. Lalu, beginilah ceritanya...

By the way, kisah ini sii bermula ketika gue sudah memasuki dunia perkuliahan yaa. Ketika sudah kuliah di kampus gue yaitu UBM (Universitas Bunda Mulia), gue cukup sering melihat sebuah mading (I guess..) yang terpampang di beberapa titik sudut kampus seperti di lift-lift, lt.2 dekat LM, dan juga di dinding lt.3 yaitu ruang dosen. Well, ada apa sii dengan mading tersebut? Is there any interesting things sampe gue sendiri cukup tertarik menulis ini? Of course there is something interesting on there! Yupp, yang menarik di mading tersebut adalah foto - foto mahasiswa/i UBM yang telah performed extremely well di bidang akademik dan juga non akademik. Mostly, foto - foto yang terpajang disana adalah mahasiswa/i yang telah memenangkan lomba tingkat nasional bahkan tingkat internasional lho! That's why I told to you that there are something on there. Nahh disaat gue awal masuk kuliah, gue melihat kalo foto - foto yang terpampang disitu kok keren yaa! Keren juga selain bisa membawa prestasi buat jurusan dan kampus, plus people can know you lhoo.. Wahh, idaman seorang mahasiswa banget yaa ketika nama kita bisa dikenal oleh teman - teman mahasiswa lainnya (apalagi oleh adik junior kita haha). Hmm, ketika itu ada salah satu senior gue yang foto nya terpampang di mading tersebut. Yupp, Ci Bella and she is the winner of Spelling Bee tingkat nasional yang diselenggarakan oleh UI. "Wow! keren!" Di dalam pikiran gue, yaitu adalah hebat banget bisa menangin lomba tingkat nasional seperti itu dan bisa buat bangga jurusan bahkan kampus gue. Nahh dari situlah, gue mulai bermimpi. Mimpi seorang mahasiswa ini adalah 'seandainya nama gue juga bisa terpampang disitu yaa.. seandainya gue bisa memenangkan lomba besar seperti ituu..' dann terus berandai - andai. Singkat cerita, gue bertekad untuk bisa nama gue terpampang disitu dengan doa, perjuangan, tekad, dan juga (makan banyak) belajar yang pasti haha.

Mulai dari situ, gue cukup sering mengikuti perlombaan untuk mewakili jurusan gue yaitu Bahasa & Budaya Inggris UBM di perlombaan - perlombaan tingkat nasional. It's a long journey dan ketika pada saat itu, pencapain tertinggi gue adalah menjadi semi final di lomba cerdas cermat bahasa Inggris tingkat nasional. 'Hmm, sudah mulai goyah nii tekad gue karena belum membuahkan hasil', dipikian gue berkata seperti itu. Well, yasudah disitu gue belajar untuk legowo saja dengan berpikir 'yaa mungkin gue bukan orang yang bisa terpampang  di mading tersebut untuk buat jurusan gue bangga.. mungkin teman gue, atau mungkin junior gue yang bisa terpampang disana', pikiran di dalam diri sendiri berkata seperti itu. Setelah mulai legowo dengan hal tersebut, beberapa bulan kemudian muncullah satu hal yang bikin gue proud! Yupp, my best friend can make his photo on that place! Ramon, temen segeng dan seperjuangan gue dikelas dia juara 1 Spelling Bee tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Untar! Wow, you make my thought is becoming true! Selain itu, di kategori lain yaitu Jessica Wong yaitu junior gue bisa memenangkan juara 2 kategori Short Story dengan di lomba yang sama. Mereka berdua akhirnya bisa terpampang namanya di mading tersebut dan bisa bawa nama BBI UBM jadi makin kece! Senangnya gue ketika melihat mahasiswa/i jurusan gue bisa berprestasi. Well, mimpi gue untuk bisa nama mahasiswa/i BBI UBM bisa terpampang disitu ditambah bisa menambah piala untuk jurusan juga sudah membuat gue senang karena disaat itu gue sedang memangku jabatan sebagai Koordinator Bidang Perlombaan untuk ACES BBI UBM. 'So proud of that', di dalam hati gue berkata seperti itu dan gue bisa cukup senang karena target gue bisa tercapai.

Singkat cerita ketika gue di semester 8 ini, dosen gue mengajak untuk ikut lomba cerdas cermat bahasa Inggris tingkat nasional yang diselenggarakan oleh UI. Well, it was the same competition that joined from 2014. Ditambah Ramon juga mengajak gue untuk berpartisipasi lagi dan dia ngomong 'ikut aja per, buat penutupan kita di semester 8 ini' he said. Hmm.. gue berpikir dan akhirnya yasudah, gue ikutlah lomba tersebut dengan menjadi tim bersama Ramon dan juga Alfonsus. Ohh yaa, btw Alfonsus is one of my junior. 'Okee gue ikut, tapi yaa untuk have fun sajalah. Tidak memikirkan menang apa - apa', dalam hati gue berkata seperti itu. Perlombaan berjalan beberapa hari dengan ketat dan wow! Gue juara 2! (bisa kalian baca cerita tentang lomba ALSA UI 2017 di postingan sebelumnya). Gue bener - bener gak nyangka karena setelah 3 tahun mencoba dan menunggu, finally my photo is on there! Selain itu, ini adalah foto ke 2 Ramon yang terpampang di mading kampus tersebut. Ditambah Alfonsus juga menang juara 1 lomba Spelling Bee di Univ. Mercu Buana yang otomatis dia terpampang 2 foto sekaligus! Amazing! Gue gak habis pikir dan speechless karena my dreams becoming true! Seneng nya bukan main karena apa yang gue harapkan bisa benar terjadi dengan doa dan juga kerja keras. 'Finally  I can make my major which is English Language & Culture and my campus UBM proud', dalam hati berkata seperti itu. Dari cerita ini, ada pelajaran yang bisa gue petik sii.. Teruslah bermimpi, teruslah mencoba sampai kalian berhasil mendapatkan mimpi tersebut! Kita tidak tahu kapan mimpi itu bisa terjadi, tapi seiring berjalan nya waktu, doa dan usaha kita, niscaya mimpi yang kita impikan bisa benar - benar terwujud. Tetap bermimpi, berdoa dan juga berusaha supaya kita bisa menjadi orang yang sukses. Semoga pengalaman singkat ini bisa bermanfaat buat teman - teman sekalian. Have a good day semua!

Foto Mading Mahasiswa Berprestasi UBM Periode 2017

Monday, April 3, 2017

Pertaruhan Terakhir

Hi guys, apa kabar? I hope you guys well! What's up everybody? Gimana nii dengan tahun yang baru ini? Gak kerasa udah bulan April di tahun 2017 ini. Udah bulan ke-4 saja bro sis! Anyway, gimana juga dengan kesibukan kalian akhir-akhir ini? Well, me personally being busy on my final project.. Yeah, final project... Suatu hal yang menjadi biggest thing for every student in university~ Oke, dalam posting kali ini, gue mau cerita sedikit tentang my final project dan juga apa sii yang gua lakuin sekarang ini dengan project ini a.k.a Skripsi hmm.. Dan, judul "Pertaruhan Terakhir" diatas dimaksudkan bukan hal-hal yang negatif ya, itu hanya sebuah kiasan untuk menggambarkan situasi dan kondisi untuk menuju suatu hal di penghujung jalan lho. Tanpa perlu basa basi, here is the story~

Yupp, now i'm in 8th Semester.. The last semester which is one step closer to graduate (yey!). Tapii.. tapii, sebelum menuju ke sana, rintangan pun datang dan menunggu! Waitt waitt, sabar, ini bukan sejenis halang rintang yang ada di dunia nyata ya. Rintangan yang gue maksud disini adalah seperti teori, analisis data, sumber data, dan sebagainya lho. Yupp, membuat skripsi itu sii for me personally gampang-gampang susah, tapi itu based from my thought ya (mungkin temen-temen lainnya punya pemikiran yang beda). By the way, for my final project, I choose literature as my basic subject. Yep, literature a.k.a sastra dalam Bahasa Indonesia. Kenapa gue pilih literature? Jawaban nya cukup mudah kok, because I love it and also I understand it! Dan yang semakin memperkokoh pendirian gue untuk mengulas kesusastraan ini adalah karena gue pribadi sudah memikirkan topik ini semenjak semester 6 lalu, bahkan sudah ada pembicaraan atau ulasan singkat dengan dosen mengenati topik ini. Disini, gue mengambil topik pure sastra, tidak ada campuran dengan studi-studi lainnya ya.. Lho, maksudnya gimana tohh?? Jadi gue mengambil topik yang bahasan nya hanya dengan 2 subjek which is Film and Novel.. Wahh seru dong, bikin skripsi sekalgus nonton film atau baca novel gitu?? Basically yes of course, tapii.. ada tapii nya lhoo, I have to work twice. Betul banget, gue harus bekerja 2x dikarenakan gue mengambil topik adaptasi novel ke film, jadi yaa kerjaan gue cuman analisis film dan novel, again.. again.. and againn.. But it is an interesting thing to do, if you like literature or anything that related with a literary works. Ibarat mengerjakan tugas, tapi ada selingan nonton film nya (lumayan buat refreshing). Sebenarnya, ulasan skripsi seperti ini itu sudah cukup familiar di kampus-kampus ternama seperti di Universitas Indonesia sebagai contoh. Yupp, "UI is a heaven of literature" my lecturer said. Lalu, apa sangkut pautnya dengan UBM? Well, di UBM belum ada skripsi tentang ini masbro.. Cukup disayangkan bukan? So, another reason is I want to make something new for my beloved campus, or at least for my department. "Wihh, keren tujuan nya lau sob", people said to me. Terlepas dari apa yang orang lain bilang dan semua alasan itu, tujuan gue sii sebernarnya supaya ada yang baru aja gitu di perpustakaan (haha!), tapi dengan niat dan tujuan yang baik kok untuk memperkaya pengetahuan, terutama sastra di jurusan gue..

Nahh, lalu apa tujuan nya dengan "Pertaruhan Terakhir" gue? Well, it is about to get a Bachelor Degree of Humanities a.k.a S.Hum / Sarjana Humaniora! Gue mempertaruhkan seluruh jiwa, raga, pikiran, dan imajinasi (huehehe) untuk bisa mendapatkan nya! Ini semua bukan hanya tentang satu pribadi, tapi menyangkut untuk kebahagiaan ortu yang udah menyekolahkan gue sampai sekarang (Thanks mom & dad), untuk dosen pembimbing gue yang telah membimbing gue dengan topik ini, dan juga rekan-rekan Simollers a.k.a my best friend consists of 8 heads hahaha. Skripsi ini adalah pertaruhan terakhir dan juga pertarungan terakhir untuk merebut gelar tersebut. Ditambah gue juga cukup berpacu dengan waktu dalam skripsi ini. Why? Lau dikejar-kejar tukang bakso sob?? Hahaha, well of course not! Dikejar waktu disini dapat diartikan bahwa gue juga pengen cepat-cepat kerja! Yup,, get some money for family, get new experiences, dan mungkin can take my Master Degree (AMEN!).. Sembari menyelesaikan skripsi, gue juga mencari-cari pekerjaan yang cocok dengan gue sii dan juga yang bisa mengaplikasikan apa yang sudah gw pelajari selama ini di kampus dalam jurusan gua, yaitu Sastra Inggris ini.

So, that is my short story about what I do now and also my story about what I want to get. I hope that I can finish this final project as soon as possible well and get the good result from it. So I can make my parents, and every person who support me can feel proud and happy! Okay, that's all from this my short story. Untuk temen-temen yang sedang berkutat, berjuang, berperang, atau istilah lainnya yang kalian sematkan dalam skripsi ini, gue pribadi menyampaikan semangat bro sis! Niat, optimis dan rajin itu perlu supaya cepat selesai, dan yang pasti berdoa kepada Tuhan supaya diberi tuntunan dan mendapatkan hasil yang baik. Semangat wahai para pejuang skripsi!

Wednesday, October 1, 2014

Campus life, is it tough enough?

Hi, it's me again. Today I would like to give you a story about campus life. First of all, do you know about the campus life? No, it is not same like a school life absolutely. This is totally different with the school life. At this time, you will learn by your own, not by the teachers own. In campus, you are free to do, free to give your opinion or statement and also you are free to come to attend the class or not. So, is it tough enough? Well for me, after a year i'm studying on my campus, the answer is yes it is. In my opinion, campus life is totally different with the school life and also a little bit tough enough. Why I can answer yes? Because in campus, you'll do by your own and also you'll free to do without any warning from the teachers. In here, you're not call them a teacher but you called them a lecturer. The lecturer maybe let you to do anything because in here like i said before, you learn by your own. It doesn't matter that if you want to make a note from the subject or not, listen the lecturer or not, concentrate to subject or you just sit and play your gadget, it is absolutely up to you. But, maybe the consequence if you didn't make a note or listen and concentrate to the subject is you will get a little bit hard to do the mid - term test or the final test. So, how about the friends then? In here, you will be meet a different kind of a people. In campus, there are so many people with the different of characteristics. Good friend, bad friend, fake friend, real friend, two face, liar, drama, love, relationhips, honest one, anything was in here. So, how i can make a good relationships between myself and the friends that i didn't know their characteristics? Well, the answer is first you must positive thinking with your friends, stay trust them, and learn their characteristics. Over the time, later on you will know who is the best friends that can make you be a good friend or a bad friend. So, like i said before, campus life is a little bit tough enough because in here, you do the things by your own, high of individualism person, and you are free to give your statement or opinion. My suggestions is if you want to make this campus life a 'lil bit easier is just stick with the line, follow the rule of the campus and your own rules and standard, and also never give up with the conditions. I hope this article can giving you a picture about the campus life. Make this campus life experience become your experience to the jobs life because jobs life is more harder than a campus life. Remember, the best lesson for success is the experience that you've already got and no pain no gain That's all for today, See you soon!

What's New?

Kuliah S1 Lagi? Sampai Pilih Jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

 Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Apakah kalian masih semangat untuk belajar atau mempelejari sesuatu? Pastinya kalau yang sudah bekerj...

Popular Post