Pages

Search This Blog

Showing posts with label kehidupan. Show all posts
Showing posts with label kehidupan. Show all posts

Tuesday, October 16, 2018

Diantara Perasaan Dengan Kejujuran

Pernahkah kalian merasa dikagumi oleh seseorang? Atau mungkin, kalian pernah disukai oleh seseorang yang merupakan teman kalian? Well.. Hal itu merupakan salah satu yang sangat diinginkan oleh semua orang bukan? Gue sendiri pun juga ingin merasakan hal yang sama kok hehehe.. Everybody wants to be loved, right?

Nahh, ngomong-ngomong soal feeling seperti itu, gue sendiripun hanya sekali merasakannya dalam hidup gue so far hehehe.. Itupun gue mengetahuinya secara tidak sengaja oleh pengakuan seseorang yang membuat diri gue pun kage tdan tidak mempercayainya lho! Like, wow! This is the first time that people have a feeling for me! So excited! Eitss.. Eitss.. Tapi kok kenapa gue tidak jadian orang tersebut ya? Well, hal itu dikarenakan orang tersebut sudah mempunyai pasangan. Jadi, ketika ia berkata jujur mengenai perasaan yang cukup lama dipendamnya tersebut, gue pun berterima kasih akan kejujuran dia dan gue juga memberikan nasihat supaya tetap setia dengan pasangannya yang notabene juga teman gue. Hmm.. Meskipun membuat gue galau yang cukup menguras hati, tapi melihat kebahagiaan orang lain juga bukan menjadi hal yang salah bukan?

Itu sedikit cerita mengenai yang sedikit gue rasakan di akhir-akhir ini.. So, how about you guys? Have you ever feel the sama thing just like me? Hmm.. Kalau mungkin merasakan hal yang sama,we are the same way brotha and sista! Buat yang merasakannya, apa yang kalian lakukan? Menerima orang tersebut? Atau menolaknya? Well, jika orang tersebut adalah berstatus single a.k.a jomblo tentu sudah pasti 100% diterima oleh kalian. Tapi, bagaimana jika orang tersebut sudah mempunyai pacar?

Tentu, hal tersebut menjadi pergolakan di dalam hati ya.. Terkadang memang jika kita mempunyai niat demi kepentingan diri kita sendiri, pastinya kita akan menerima orang tersebut meskipun notabene sudah mempunyai pasangan. Tapi di satu sisi jika kita memang ingin melihat suatu kebahagiaan yang bisa mendamaikan jiwa kita, merelakan dan juga melihat dia berbahagia dengan pasangannya bisa menjadi jawaban yang tepat lho. Biar kata ia mengatakan suka, cinta, have a feeling with you, bla.. bla.. and so on, semua itu tidak ada maknanya jika ia mempunyai seorang pasangan lho.

Alih-alih ingin mendapatkan kebahagiaan karena ada seseorang yang menyatakan perasaan kepada kita dan kita terima pernyataan tersebut, tapi ujung-ujungnya yang terjadi adalah konflik antara diri sendiri, teman kita, dan bisa juga dengan orang yang menyatakan perasaan itu. Hmm.. Kalau sudah seperti itu sii yang ada masalah menjadi semakin rumit dan juga pelik ya Friends. Semoga kita tidak berada di dalam situasi macam itu yaa..

Maka dari itu, saran gue adalah bijaklah dengan perasaan dalam diri sendiri. Bijak dalam arti disini adalah paham betul situasi dan kondisi di mana perasaan kita tersebut datang. Misalkan seperti contoh diatas, maka kita harus memahami bahwa kita tidak boleh merebut pasangan orang lho! Biar kata orang yang menyatakan perasaan kepada kita itu sampai bilang sayang banget, suka, care, dsb, tapi tetap saja jika ia dalam suatu hubungan dengan seorang, maka akan lebih bijak jika kita menganggapnya sebuah kejujuran dalam konteks pertemanan saja.

Sekalipun kita juga menyayangi orang tersebut, tetapi kita juga harus ingat bahwa ada juga perasaan orang lain yang juga harus kita jaga. Meskipun tidak bisa bersama dengan orang yang menyatakan perasaannya tersebut ke kita, tetapi mengagumi sebagai teman juga bukanlah sebuah jawaban yang buruk lho. Bahkan, itu merupakan jawaban yang paling tepat karena selain membuat diri kita legowo plus kita juga merasa bahagia karena turut ikut melihat kebahagiaan orang lain.. Bahagia untuk diri saya, diri anda, dan juga untuk semuanya..

Sunday, September 30, 2018

Kenangan Dan Waktu Kehidupan Yang Terus Berjalan



“Terkadang, aku rindu dengan masa itu..” Ya, itulah apa yang dikatakan oleh Browny di dalam hatinya. Sebut saja nama hewan itu adalah Browny. Ia adalah seekor anjing yang cukup pintar, mempunyai daya bersaing yang cukup tinggi, serta memiliki bentuk fisik seperti bulu dan juga tubuh yang membuatnya elok untuk dipandang. Semua apa yang ia dapati dalam dirinya itu tentu tak lepas dari usahanya untuk bisa mencapai seperti itu. Mulai dari belajar dan berlatih dengan giat serta merawat tubuhnya agar sempurna.

Mempunyai kelebihan tersebut tentunya membuat Browny ingin mengetahui seberapa jauh kemampuan dirinya. Setiap perlombaan-pun ia ikuti. Mulai dari perlombaan kepintaran, ketahanan tubuh, hingga lomba seberapa indah bulu yang dimiliki oleh para hewan. Dan ternyata, hasilnya pun tidak sia-sia. Juara 1 sering ia dapati. Pun jika tidak mendapatkan posisi pertama, dirinya bertengger di posisi kedua ataupun ketiga. Kemenangannya tersebut membuatnya memiliki banyak koleksi berbagai piagam penghargaan dan juga medali-medali dari perlombaan tersebut. Alangkah senangnya ia bisa memenangkan serta mengoleksi penghargaan tersebut. Di usia muda, ia bisa merasakan pencapaian tersebut tentu suatu hal yang membanggakan.

Waktu terus berjalan, Browny pun harus melanjutkan hidupnya karena dirinya bertumbuh semakin dewasa. Memang, hidup tak selamanya di atas ataupun tak selamanya kita bisa menikmati waktu yang kita senangi. Ia pun mulai memasukki dunia kerja. Dunia yang keras dan juga penuh dengan persaingan nyata demi sebuah penyambungan kehidupan. Pagi ke pagi hari, sore berlalu ke sore, ia pun menjalani kehidupan pekerjaannya yang berbeda itu. Ia pun baru merasakan ”oh, inilah yang disebut dunia nyata ya,” katanya.

Seketika, ia melihat sebuah foto dimana dirinya terpampang menjuarai perlombaan saat dirinya masih muda. Wajah penuh dengan senyuman serta menjalani hidup dengan nyaman, berbanding terbalik dengan apa yang ia jalani sekarang. Tentu, semua pribadi akan merasakan suatu hal yang menyentuh hati ketika kehidupan yang dijalaninya berbeda dari apa yang sering dilakukan dulu kala. Browny pun hanya bisa duduk tersadar kalau inilah kehidupan. Di mana waktu akan terus berlanjut, dan dirinya hanya bisa duduk termenung sambil ditemani perasaan kenangan di masa lalu yang menjasi satu-satunya hal yang membuat ia tersenyum dikala menjalani kehidupan nyata sekarang hingga seterusnya...

Well, itulah di atas sepenggal cerita tentang Browny, seekor anjing yang dulunya nyaman menjalani kehidupannya serta bisa mendapatkan pencapaian-pencapaian ketika dirinya masih muda. Tapi, keceriaan itu berubah ketika dirinya memasukki dunia nyata seiring berjalannya waktu sehingga Browny yang ceria telah hilang bak ditelan bumi ataupun seperti hilang ditengah jurang yang dalam. Begitulah sedikit cerita bagaimana gue mendeskripsikan gambar tersebut lewat sebuah narasi kata.

Apakah kalian pernah merasakan hal yang sama? Tentu gue pribadipun merasakan hal yang sama. Setahun sudah berlalu dimana gue menyeleasikan dunia perkuliahan gue secara akademis. Di bulan September juga adalah selain gue bertambah usia, tahun lalu gue juga mengumpulkan hardcover dari skripsi gue yang menandakan diri gue siap untuk diwisuda dan menyandang gelar S.Hum (cerita lengkapnya bisa kalian lihat di sini). Setelahnya, diri gue pun berjuang untuk menghadapi dunia nyata.. Dunia dimana kehidupan itu ada dan setiap manusia berkutat di dalamnya..

Gue merasakan sama persis dengan apa yang digambarkan oleh gambar tersebut. Dulu ketika gue masa kuliah, gue sangat menikmati kehidupan gue. Menjalani hidup dengan semangat, senyuman,hanging out with my best friends, ngerjain tugas bareng-bareng, everything what I do is makes my day so colorful. Hingga suatu impian yang dulunya gue cuman berkata di dalam hati, pada akhirnya bisa gue capai yang tentunya gue sendiri kala itu hampir tidak mempercayainya. Menang juara lomba nasional, lomba internal kampus, nama dipajang di kampus, website kampus, hingga di buku wisuda mahasiswa/i UBM, ahh semua hal itu gue rasakan di akhir-akhir masa kuliah gue. Tentunya menjadi sebuah kenangan yang sangat manis dan terlalu berat untuk dilupakan bukan?

Seiring berjalannya waktu, gue pun harus menyadari ketika gue harus memasukki dunia nyata dan juga bersaing di tengah kehidupan orang-orang pada umumnya. Yup! Dunia kerja! Dimana sebuah pelajaran yang sangat berbeda dari apa yang dipelajari di kampus dan juga pelajaran yang akan terus dipelajari hingga hari tua tiba. Pun juga perasaan dimana dulu gue senang menjalani hidup dalam dunia kampus, sekarang harus berjibaku dalam tempaan dunia nyata lewat pekerjaan. Semuanya seperti 2 perasaan yang berbanding terbalik antara satu dengan yang lainnya. Tak bisa dipungkiri, antara hati, pikiran dan juga tubuh pribadi juga bergejolak karena adanya kenyamanan dalam menjalani hidup..

Ya, itulah hidup dan juga waktu. Dua hal dimana yang akan terus berlanjut dan juga berjalan tanpa henti. Meskipun diri merasa sulit untuk melangkah tetapi sulit untuk dilakukan atau bahkan kita ingin berdiam di masa itu, mereka akan tetap menarik kita untuk melangkah bagaimanapun caranya untuk meninggalkan masa tersebut. Bagaimanapun, sebuah kenangan dalam hidup kita pasti akan kita kenang bersamaan dengan berjalannya waktu tersebut yang akan terus menarik kita menjauh dari kenangan yang dibuat.

Last but not least, that is life and time.. Berjalannya mereka, tentu juga mengajarkan kita untuk bersyukur atas apa yang sudah kita lalui dan juga belajar untuk menikmati sebuah kenangan yang lalu. Biar kata waktu dan hidup terus melangkah, sebuah kenangan yang ada dalam diri kita ini akan tetap di dalam hati kita. Satu kata yang bisa diucapkan adalah terima kasih. Terima kasih untuk kenangan yang selalu ada dan juga menemani kita agar kita bisa tersenyum menjalani waktu kehidupan yang terus berjalan perlahan. Meskipun waktu dan juga kehidupan terus berlanjut, tetapi kenangan akan terus ada dan setia berdiam di dalam diri kita...

What's New?

Kuliah S1 Lagi? Sampai Pilih Jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

 Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Apakah kalian masih semangat untuk belajar atau mempelejari sesuatu? Pastinya kalau yang sudah bekerj...

Popular Post