Pages

Search This Blog

Showing posts with label cerita kampus. Show all posts
Showing posts with label cerita kampus. Show all posts

Sunday, November 28, 2021

Wisuda XXXI UPI Y.A.I 2021, Finally Resmi Lulus Magister Ilmu Komunikasi!

 Yes, waktu yang ditunggu-tunggu telah datang! Siapa yang tidak ingin menikmati hari wisuda yang bahagia dan pastinya berdiri di pencapaian acara wisuda? Pastinya semua orang ingin dan terutama bagi para mahasiswa/i yang telah menempuh pendidikan tinggi di bangku perkuliahan, ini adalah momen yang ditunggu kan? Nah, hal inilah juga yang gue rasakan ketika mengikuti acara Wisuda XXXI UPI Y.A.I di tahun 2021 ini dimana gue secara resmi mendapatkan gelar Magister Ilmu Komunikasi a.k.a M.I.Kom! So, bagaimana ceritanya? Here's the story!


Wisuda Unik di Tengah Pandemi COVID-19

Satu hal yang pasti adalah bahwa acara wisuda yang gue ikuti pastinya akan berbeda dibandingkan dengan acara wisuda ketika S1 dulu di UBM pada beberapa tahun yang lalu. Well, apakah yang beda itu? Ya, tak lain dan tak bukan adalah karena situasi pandemi COVID-19 yang masiih merajalela di tengah masyarakat.

Sebagai seorang mahasiswa (ciee elah, jiwa mahasiswa masih ada niih), pastinya gue tidak ingin menikmati momen wisuda gue dengan cara virtual alias online. Beberapa Perguruan Tinggi or kampus memang mengadakan acara wisuda mereka secara virtual dimana mahasiswa/i dapat mengikuti prosesi wisuda di rumah bersama dengan keluarga mereka.

Tapi.. Tapi... Gue secara pribadi ingin merasakan yang namanya wisuda secara langsung seperti tahun ketika gue lulus S1 dari UBM. Terlebih ini adalah pencapaian yang besar dimana dapat menyelesaikan studi S2, pastinya ini akan menjadi sangat spesial bagi gue ya.

Singkat cerita ketika setelah menyelesaikan tesis dan perintilannya, gue sempat harap-harap cemas dimana takut akan diadakannya wisuda secara virtual seperti kampus-kampus yang lain. Ya perlu diketahaui bahwa di waktu 2021 ini masih diberlakukan PPKM oleh Pemerintah demi melawan pandemi virus Corona di tengah masyarakat.

Well, jadi kalian bisa tau kan apa? Yup, pembatasan sosial berskala besar dan terlebih pembatasan pada acara pertemuan besar seperti sekarang ini. Hal ini yang membuat gue dan rekan-rekan mahasiswa/i Magister lainnya terus bertanya tentang 'wisuda kita bagaimana ya'?

Masih terbesit pertanyaan tersebut, dan datanglah informasi dari pihak kampus bahwa kita akan melakukan wisuda secara langsung. Yes! Gue sangat senang akan hal itu! Tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat, kita harus mematuhi peraturan yang ada.

Beberapa peraturan seperti contohnya harus Swab Antigen terlebih dahulu, mendandatangani pakta integritas, berjaga jarak, dan mematuhi peraturan yang utama adalah syarat mutlak dalam acara wisuda ini.

Namun, salah satu syarat lainnya adalah pendamping wisudawan/wisudawati tidak diperkenankan masuk ke acara wisuda. Para pendamping hanya boleh menunggu di luar saja..

Momen wisuda UPI Y.A.I tahun 2021 di Balai Sidang Convention Center, Jakarta.
Momen wisuda UPI Y.A.I tahun 2021 di Balai Sidang Convention Center, Jakarta.

Yah.. Sempat merasa sedikit kecewa sih karena para pendamping wisuda tidak dapat melihat bagaimana prosesi acara wisuda berlangsung seperti biasanya, tapi harus tetap disyukuri karena bisa melangungkan acara wisuda UPI Y.A.I tahun 2021 tersebut deh ya.

Dan pada tanggal 25 November 2021 kemarin, dimulailah acara wisuda Universitas Persada Indonesia Y.A.I yang diselenggarakan di Balai Sidang Convention Center, Jakarta..


Momen Bahagia dan Terharu, Jadi Satu!

Meskipun di tengah situasi yang berbeda dan tidak terlalu meriah seperti wisuda sebelum jaman COVID-19 menyerang, prosesi wisuda cukup gue nikmati dan jadi momen yang pastinya ditunggu-tunggu oleh gue.

Yup, perjalanan kuliah 2 tahun menempuh pendidikan Magister tentu tidak mudah. Beragam lika-liku, pusing mengurusi paper, membuat jurnal internasional, hingga mengurus Tesis sampai selesai, seakan menjadi tampilan film di memori gue ketika menginjakkan kaki di acara wisuda tersebut.

Berfoto bersama rekan-rekan seangkatan MIKOM UPI Y.A.I
Berfoto bersama rekan-rekan seangkatan MIKOM UPI Y.A.I (Ibu Fatonah, Ibu Wulan, Pak Mustofa, dan Ibu Ida)

Oh iya dalam acara prosesi wisuda UPI Y.A.I tahun 2021 ini, gue mendapatkan jadwal siang pada sesi ketiga. Di tahun ini, UPI Y.A.I mengadakan hingga 4 sesi acara wisuda dalam sehari mengingat pada waktu ini masih diberlakukannya PPKM oleh Pemerintah sehingga acara wisuda dipercepat dan dimaksimalkan pada hari tersebut oleh pihak kampus.

Balik lagi ke acara prosesi wisuda.. Nah momen yang tersaji pada acara tersebut adalah menjadi momen yang bahagia dan juga terharu. Sampai pada akhirnya gue bisa berkata 'finally, I can finish my Master's Degree!'. Hal ini juga diutarakan oleh rekan-rekan teman Magister lainnya.

Berfoto bersama rekan-rekan Magister Ilmu Komunikasi UPI Y.A.I saat acara wisuda.
Berfoto bersama rekan-rekan Magister Ilmu Komunikasi UPI Y.A.I saat acara wisuda.

Untuk wisuda kali ini, untuk angkatan gue sendiri pastinya tidak sebanyakan lulusan Sarjana ya. Hanya sektiar 14 wisudawan/wisudawati dari program Magister Ilmu Komunikasi UPI Y.A.I yang mrngikuti acara wisuda di momen ini.

Bisa dikatakan dalam wisuda ini, gue menjadi wisudawan termuda pada angkatan ini dimana semua rekan-rekan perkuliahan gue bisa dikatakan sudah senior ya.. Namun pengalaman baiknya, gue pun bisa belajar banyak dari mereka dimana bisa menambah relasi hingga wawasan yang lebih luas ya.

Pada acara wisuda ini sebelum acara dimulai, seluruh wisudawan/wisudawati akan dikumpulkan di satu ruangan untuk bersiap-siap sambil menunggu sesi ebelumnya selesai. Gue dan rekan-rekan lainnya menunggu hampir setengah jam dimana kita saling mengobrol dan saling berfoto untuk mengabadikan momen bersejarah ini

Dan tibalah waktunya! Ketika gue dipanggil ke atas podium! Momen ketika dipanggil nama 'Christopher Setiadi, M.I.Kom', disitu dengan rasa penuh percaya diri dan bangga gue naik. Inilah momen yang gue tunggu-tunggu dimana gue kuliah mampu menyelesaikannya tepat waktu dan dengan nilai yang bagus yaitu Cumlaude!

Setelah dipanggil satu per satu, kami pun langsung diarahkan untuk keluar ruangan acara karena pada saat itu prosesi acara wisuda harus diberlakukan dengan cepat demi terhindar dari penyebaran virus COVID-19.

Sesi foto bersama rekan-rekan setelah acara wisuda UPI Y.A.I tahun 2021.
Sesi foto bersama rekan-rekan setelah acara wisuda UPI Y.A.I tahun 2021.

Saat diluar, gue bersama rekan-rekan lainnya berfoto bersama dan mengabadikan momen kebersamaan kita yang berbahagia ini. Dan setelah itu pun, gue juga pulang dimana sesi foto studio dilakukan di lain hari dan dilakukan di kampus sesuai dengan jadwal yang telah diberikan.


Bagaimana Setelah Lulus S2? What's Next?

Rasa bahagia dan juga terharu pastinya menyelimuti gue maupun rekan-rekan lainnya setelah mengikuti acara prosesi Wisuda XXXI UPI Y.A.I tahun 2021 ini. Tanpa banyak kata, gue merasa sangat bersyukur dimana gue mampu menyelesaikan studi Magister or S2 tepat waktu dan diberikan kesempatan untuk merasakan lulus dengan predikan Cumlaude.

Nah saat jalan pulan, gue terbesit sebuah pertanyaan yang ada di pikiran gue.. Pertanyannya adalah 'Apa lagi selanjutnya setelah selesai S2? What's next? Apa yang akan gue lakukan dengan gelar ini?' Ya.. Ya.. Itulah pertanyaan para mahasiswa/i yang pastinya juga turut dipikirikan sesaat setelah menggunakan toga bukan?

Buat gue pribadi, ada berbagai hal yang bisa menjadi jawabannya. Beberapa jawaban seperti melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi lagi yaitu S3 atau Doktor, mengambil S2 lainnya, mengajar, ataupun fokus dalam membangun karier adalah jawaban-jawaban yang ada di pikiran gue.

Well, mari kita lihat saja apa yang akan menjadi selanjutnya di dalam diri gue. Gue sendiri tetap percaya terhadap jalan yang Tuhan berikan karena Dia yang memimpin dan menuntun jalan gue, so well let's just enjoy the moment at this time ya..

Monday, May 3, 2021

One Step Further, From SUP to Thesis!

Yo, what’s up everybody? Masih semangat menjalani kehidupan sehari-hari kalian? Semoga kalian masih semangat untuk menjalani hari-hari dengan ceria untuk mencapai goals-goals yang ingin kalian capai ya. So, what about me? Well, terkadang saat ini sedang merasa tidak bersemangat, lelah, ataupun sedang kurang fokus saja (bukan karena kurang minum air putih ya..). It’s because there a lot of things on my mind and I need to thinking about it or even have to do something to make everything’s going well.. Terlepas dari bagaimanapun kondisi kita sekarang, tetaplah semangat dan selalu cetria guys!

Nah, sekarang gue ingin bercerita sedikit tentang perjalanan kuliah S2 / Magister gue. As you know, gue saat ini melanjutkan kuliah dan mengambil jurusan Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Persada Indonesia Y.A.I (UPI YAI) Jakarta dan saat ini telah memasuki semester 4. Sebelumnya, gue merupakan lulusan S1 Bahasa dan Budaya Inggris / Sastra Inggris di Universitas Bunda Mulia (UBM) Jakarta.

Semester 4 di dalam perkuliahan S2 adalah salah satu titik dimana yang sudah hampir mencapai tahap akhir oleh seseorang mahasiswa/i dalam masa studinya tersebut. Nantinya di dalam semester akhir itu, mahasiswa/i Magister (S2) dituntut untuk membuat sebuah Tesis sebagai tanda akhir mahasiswa/i tersebut untuk mendapatkan gelar Magister-nya.

Senada dengan hal tersebut, gue belum lama ini telah mengikuti prosesi salah satu Mata Kuliah (MK) sebagai syarat untuk melanjutkan ke tahap akhir di semester 4 tersebut. MK yang perlu dilewati untuk bisa melangkah ke Tesis tersebut adalah Seminar Usulan Penelitian atau yang biasa dikenal juga dengan sebutan SUP.

Lantas, apa itu SUP? Bisa dikatakan SUP ini adalah sebagai sebuah proposal penelitian yang kita buat yang mana dibuat dengan format sama seperti Tesis dan juga dilakukan bersama dengan para dosen pembimbing. Untuk jenjang S2 ini, terdapat 2 pembimbing yang akan membantu para mahasiswa/i nya agar bisa mengerjakan Tesis itu sendiri.

Ok, kembali ke cerita SUP yang baru aja gue lewati ini. Untuk diketahui bahwa gue dibeirkan 2 dosen pembimbing oleh dari pihak kampus yaitu Ibu Desti sebagai Pembimbing 1 dan Pak Sumardi sebagai Pembimbing 2. Tentunya gue sangat bersyukur mendapatkan pembimbing dari 2 dosen tersebut dikarenakan cukup cocok dengan judul yang gue angkat untuk Tesis itu sendiri. Gue sendiri mendapatkan jadwal untuk sidang SUP pada awal bulan Mei yang lalu. Dan untuk siding SUP sendiri tentunya dihadiri oleh 2 Pembimbing dan 1 Dosen Penguji. Untuk jadwal gue kemarin, gue mendapati Ibu Ilona sebagai Dosen Penguji gue.

Sidang SUP yang gue ikuti secara virtual bersama dengan para dosen Magister Ilmu Komunikasi UPI Y.A.I dan juga rekan-rekan mahasiswa lainnya.
Sidang SUP yang gue ikuti secara virtual bersama dengan para dosen Magister Ilmu Komunikasi UPI Y.A.I dan juga rekan-rekan mahasiswa lainnya.

Oh, dan 1 lagi. Untuk siding SUP yang gue lakukan kemarin dilakukan secara virtual mengingat pandemi COVID-19 yang masih ada dan juga seluruh institusi di Indonesia melakukan pembelajaran jarak jauh, tak terkecuali bagi kampus UPI Y.A.I itu sendiri. Sidang pada hari tersebut bisa dikatakan cukup terburu-buru persiapannya karena pada ahri tersebut gue sedang mengadakan Public Expose pada acara kantor gue. Gue pun harus berlari-larian dan mempersiapkannya dengan sangat cepat agar tidak telat. Berlari-lari naik tangga, mempersiapkan laptop, bahan materi, dan pastinya mempersiapkan mental.

Sambil menarik nafas, dan berdoa untuk mengharapkan hasil yang terbaik, siding SUP pun dimulai pada sore hari di jam 3 sore. As usual, sidang dilakukan dengan dilakukan pemaparan materi oleh gue terlebih dahulu selama 15-20 menit dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama dengan para dosen. Well, bagaimana rasanya di dalam sidang SUP ini? Nervous? Iya. Deg-degan? Iya. Tapi, semuanya harus dijalani dengan baik guna mendapatkan nilai yang maksimal. Satu demi satu pertanyaan telah gue jawab dengan baik dan sebisanya gue jawab. Setelah kurang lebih hampir 1 jam, sesi sidang SUP berakhir dan judul gue bisa dilanjutkan untuk pembuatan Tesis nanti.

Sesi tanya jawab bersama dengan Dosen Penguji serta Dosen Pembimbing 1 dan Dosen Pembimbing 2 dalam Sidang SUP Virtual.
Sesi tanya jawab bersama dengan Dosen Penguji serta Dosen Pembimbing 1 dan Dosen Pembimbing 2 dalam Sidang SUP Virtual.

Well, pertama-tama gue harus bersyukur sama Tuhan karena gue masih dapat berdiri sampai sekarang ini dan juga masih dapat menjalani pekerjaan hingga kuliah sampai saat ini. Rasa lelah, capek, pesimis, tentunya mengikuti gue setiap harinya dalam menjalani segala aktivitas yang ada. Meskipun begitu, sedikit rasa semangat dan juga sisa rasa-rasa optimis masih harus dikembangkan agar dapat bertahan ditengah aktivitas yang dijalani tersebut. Selain itu, gue harus menjaga rasa semangat yang ada agar bisa menyelesaikan studi Magister ini secepatnya..

Semoga Tuhan kiranya menyertai setiap jalan dan juga memberkati kita dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan. Amin!

Monday, March 9, 2020

Cerita Dibalik Memilih S2 dan Kisah di Semester 1


Yak, semester 1 sudah berlalu dan sebentar lagi, semester yang baru akan dimulai. Memasuki semester yang baru yaitu di semester 2 tentunya membuat gue antara deg-degan dan juga ingin cepat-cepat saja untuk memasukin semester genap yang satu ini. Sebelumnya, gue cukup patut berbangga dan juga bersyukur karena gue sudah menyelesaikan langkah awal yaitu di semester 1 dengan baik. Awalnya, gue cukup khawatir apakah gue bisa mengikuti perkuliahan dengan baik ataupun bisa mendapatkan nilai yang baik atau tidak karena baru kali ini gue notabene kuliah sambil bekerja. Namun setelah dilewati dalam beberapa bulan dan mengikuti perkuliahan sebisa gue, gue bisa mengikuti dan menyelesaikan semester 1 dengan baik.

Oh ya buat kalian yang bingung gue kuliah dimana sekarang? Ataupun mungkin kalian masih bingung kenapa gue bisa kuliah sambil bekerja? Ya, kalau ditarik dari kisah sebelumnya, gue sekarang melanjutkan studi gue a.k.a melanjutkan studi S2 gue. Wow, that’s the thing that I’m not really thinking about it honestly. Karena memang sejujurnya, gue memang memikirkan untuk mengambil Magister / S2 untuk ke jenjang berikutnya namun gue sendiri pada awalnya cukup kaget karena gue rasa ini terlalu cepat lho.. Namun, gue berpikiran bahwa lebih cepat lebih baik bukan? Bukankah jika kita masih diberi kesempatan untuk melakukannya, bukannya harus dicoba dan juga diambil kesempatan itu? Karena menurut gue ketika gue mengambil S2 sekarang, tentunya gue berharap agar kedepannya gue bisa mendapatkan jenjang pekerjaan yang lebih baik lagi disamping gue bisa menambah pengetahuan yang lebih luas lagi dari para dosen-dosen yang handal di bidangnya tersebut.

Nah untuk kalian yang bingung gue sekarang kuliah dimana? Tenang, let me tell it to you. Sekarang ini gue sedang mengambil jurusan Magister / S2 di bidang Ilmu Komunikasi. Sounds a little bit far from my Bachelor’s Degree right? Meskipun terdengar sedikit agak jauh dari apa yang gue ambil di S1 dulu, namun bidang ilmu yang gue pelajari sekarang masih cukup nyambung dengan bidang Sastra lho. Ibarat kalau dulu gue ambil Sastra Inggris sebagai skill untuk mengasah kemampuan berbahasa, nah sekarang gue memilih Ilmu Komunikasi sebagai kemampuan untuk mengasah bagaimana cara gue berkomunikasi dengan relasi. Selain itu, ada juga senior-senior gue di kampus maupun yang seangkatan dengan gue yang mengambil jurusan S2 Ilmu Komunikasi sebagai jurusan tingkatan lanjutan yang dia ambil lho. So, it’s still related from the subject of my background ya..

Pilih S2 Dimana dan Alasannya?

Untuk tempat kuliahnya sendiri, gue memilih Universitas Persada Indonesia Y.A.I atau yang biasa dikenal dengan sebutan UPI YAI. Kampusnya sendiri berlokasi di Salemba, Jakarta Pusat yang menurut gue cukup strategis lokasinya karena bisa dicapai dengan angkutan umum seperti kereta KRL maupun Transjakarta. Lalu, mengapa gue memilih S2 Ilmu Komunikasi di Universitas Persada Indonesia Y.A.I ini? Tentunya yang pertama karena ada jurusan yang gue ingin ambil. Kalau tidak ada jurusan yang inign gue ambil, pastinya gue tidak akan meilih kampus tersebut bukan HAHAHA.. Yang kedua karena letak kampusnya yang cukup dekat dengan rumah gue. To be honest, untuk pergi ke kampus gue ini mungkin hanya memerlukan waktu sekitar 15-30 menit (jika macet) atau bahkan bisa kurang dari itu dikarenakan jaraknya yang cukup dekat. Jadi dengan jarak yang cukup dekat tersebut, itu salah satu privilege pertama yang bisa gue dapatkan dari Magister UPI YAI ini ya.

Yang ketiga, karena jam kuliahnya. Jam kuliahnya sendiri disini cukup fleksibel dengan waktu gue bekerja, jadi gue tidak perlu memusingkan bagaimana antara jam kerja maupun jam kuliah. Mengenai jam kuliah ini pastinya sangat penting karena gue tidak mau kalau antara jam kuliah maupun jam kerja gue jadi bertabrakan karena jadwal-jadwal yang ada tersebut, dan ini menjadi privilege kedua gue dari UPI YAI. Yang ketiga, karena biayanya yang cukup terjangkau.

Gue memilih S2 DI UPI YAI tentunya karena biayanya yang cukup terjangkau untuk sekelas Magister S2 Ilkom. Perlu diketahui kalau gue melanjutkan kuliah ke jenjang Magister S2 ini sendiri dengan menggunakan uang sendiri tanpa adanya bantuan dari orang tua lho, karena gue merasa gue harus bisa untuk mengurus diri sendiri dan juga dari guenya juga tidak ingin merepotkan orang tua untuk kedepannya. Dengan hal tersebut, soal biaya adalah privilege ketiga yang bisa gue dapat dari pilihan UPI YAI ini.

Dapat Buku Sebagai Hadiah

Oh ya, pada semester 1 kemarin ada hal yang menarik lho dan membuat gue cukup bangga. Ketika di semester 1, gue mendapatkan buku yang berjudul “Pergelakan Politik di Makassar” karya Prof. Dr. Anwar Arifin. Prof. Dr. Anwar atau yang biasa dikenal dengan sebutan Prof Anwar ini adalah dosen gue untuk mata kuliah Sistem Komunikasi Indonesia Kontemporer di semester 1 kemarin. Beliau sendiri merupakan sosok yg dikenal sebagai Mantan Wakil Ketua Komisi VI & X DPR RI, Politisi Senior, Guru Besar Ilmu Komunikasi, mantan rektor, dosen senior, dan juga penulis buku. Gue melihat beliau sebagai sosok yang cukup aktif di dalam berbagai organisasi, mempunyai pengetahuan yang luas, dan juga seorang politisi yang cukup handal. Tentu hal tersebut membuat gue cukup takjub dengan pencapaian beliau dimana bisa menjadi salah satu seorang professor termuda di Indonesia di kala itu.
Foto Bersama Prof. Anwar Ketika Menghadiahkan Buku Karyanya "Pergelakan Politik di Makassar", UPI YAI
Foto Bersama Prof. Anwar Ketika Menghadiahkan Buku Karyanya "Pergelakan Politik di Makassar", UPI YAI

Menariknya, hadiah yang dibeirkan kepada gue sendiri adalah sebuah buku. Lalu, kenapa yang diberikana dalah sebuah buku ya? Prof. Anwar pernah berkata bahwa “Kalau bertanya sama saya jika memberi hadiah atau membeli oleh-oleh, buku adalah jawabannya. Karena buku bisa membebaskan pribadi rakyat dari MBS (Miskin, Bodoh, dan Sakit-sakitan). - Prof. Anwar". Hal itu ia lakukan agar generasi muda di Indonesia tidak tertinggal dibanding dengan negara-negara lainnya yang pada saat ini sedang berlomba-lomba dalam berbagai bidang kemajuan di era industri 4.0 ini. Tentunya semangat dan juga apa yang beliau lakukan bagi negara Indonesia patut diapresiasi dan juga diacungi jempol karena sumbangsih beliau bagi kemajuan bangsa ini.

Itulah sedikit cerita mengenai semester 1 kemarin yang sudah gue tempuh dalam beberapa bulan kemarin dari juga cerita seru di dalamnya. Dari apa yang sudah dilalui di semester 1 kemarin, pastinya haru bisa menjadi sebuah modal yang dapat memicu gue untuk lebih baik lagi maupun lebih semangat lagi untuk menghadapi semester 2 agar bisa wisuda tepat waktu dengan nilai terbaik. Amin! Keep up the good work, do the best and God do the rest..

Sunday, April 8, 2018

Sebuah Prestasi Yang Dicapai Lewat Akreditasi

Congratulations! Selamat! Ucapan selamat ini dengan rasa bangga gue sematkan untuk jurusan gue tercinta, yaitu Bahasa dan Budaya Inggris UBM. Gue secara pribadi turut merasa bangga bersama, khususnya bersama alumni angkatan tahun 2013 dari BBI UBM. Kami semua turut merasa bangga karena jurusan Bahasa dan Budaya Inggris Universitas Bunda Mulia telah mendapatkan akreditasi A.

Informasi ini sendiri gue dapatkan beberapa hari sebelumnya saat sedang di kantor. Ketika itu, grup chat gue berdering karena ada chat yang masuk ke grup tersebut. “Wah, ada apa ini di grup kampus? Tumben rame chatnya,” itulah kata gue saat melihat ponsel ketika berdering. Setelah itu, gue mulai membaca chat-chat yang berada di grup kampus. Tak disangka, disitu membahas akreditasi yang baru saja diraih oleh jurusan gue. Wow! Amazing! Finally my major now is have an A acreditation! Rasa bangga, senang, dan juga bersyukur bercampur menjadi satu pada saat itu.

Setelah itu, gue pun penasaran dengan berita ini. Gue pun melihat di media sosial kampus gue dan juga di Instagram ACES. Ternyata, memang betul bahwa jurusan gue telah mendapatkan akreditasi A. Ditambah, halam website kampus gue sendiri juga mempostingkan bahwa jurusan gue telah mendapatkan akreditasinya. Akreditasi ini sendiri didapatkan setelah jurusan Bahasa dan Budaya Inggris UBM telah memenuhi beberapa syarat dan juga berbagai kriteria seperti:

- Prestasi
- Tata kelola
- Kurikulum yang berorientasi pada masa depan
- Sumber daya manusia
- Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
- Testimoni mahasiswa, alumni dan pengguna lulusan
- Proses belajar-mengajar.

Mendapatkan akreditasi A ini juga merupakan hal yang tidak mudah. Prestasi, dedikasi, dan juga semangat yang telah dilakukan oleh semua pihak mulai dari para dosen, para mahasiswa, dan juga para alumni yang telah bekerja sama demi mendapatkan akreditasi tertinggi ini. Terakhir, gue berharap dengan akreditasi ini, jurusan gue bisa semakin lebih maju dan juga lebih berprestasi untuk kedepannya. Semoga dengan akreditasi ini, jurusan Bahasa dan Budaya Inggris bisa menjadi jurusan unggulan di UBM yang bisa mengukir prestas-prestasi gemilang dalam Bahasa Inggris di kancah nasional bahkan internasional. Maju terus BBI UBM!

Sumber: http://www.ubm.ac.id/program-studi-bahasa-dan-budaya-inggris-universitas-bunda-mulia-meraih-akreditasi-a/

Tuesday, January 16, 2018

Sebuah Langkah Awal, Wisuda XXVIII UBM 2018

Tanggal 15 Januari 2018, bisa jadi merupakan tanggal yang paling penting bagi gue dan juga teman-teman kampus gue! Yap! Di tanggal itulah dan tepatnya kemarin, kita semua di wisuda dan melepas stasus kemahasiswaan kita. Dengan rasa bersyukur dan juga bangga, kami pun sudah menanti-nantikan momen tersebut dari setelah kami menyelesaikan skripsi kami. Di hari itu, angkatan 2013 dari UBM melaksanakan prosesi wisuda ke XXVIII.

Bertempat di The UBM Grand Auditorium, prosesi wisuda sendiri untuk jurusan gue yaitu Bahasa dan Budaya Inggris adalah di sesi 2. Sesi 2 sendiri berlangsung dari jam 13:30 – 16:30 lhoo yang berarti mulai dari siang hari sampai sore hari. Dan juga, untuk sesi 2 ini diwajibkan untuk melakukan proses registrasi di kampus pada jam 12:30. Nah, untuk di sesi 2 ini sendiri, jurusan gue tidak sendiri guys.. Jadi selain ada dari jurusan gue sendiri yaitu Bahasa & Budaya Inggris (Sastra Inggris), ada juga dari Akuntansi dan juga Psikologi. Dari ketiga jurusan itu, yang paling banyak adalah yang berasal dari Akuntansi, lalu disusul oleh jurusan gue, dan yang terakhir adalah jurusan Psikologi. Dikarenakkan Akuntansi yang paling banyak, jadi jurusan ini mendapatkan posisi duduk di tengah dan gue beserta jurusan gue mendapatkan tempat duduk di belakang. “Wahh, sayang banget yaa gue tidak bisa duduk di tengah seperti pas gladi resik kemarin,” dalam hati gue berkata. Tapi tak apa, tohh juga masih bisa melihat dengan jelas ke stage nya karena The UBM Grand Auditorium itu sendiri bias dibilang tempatnya cukup luas untuk mengadakan suatu acara lho. Disini, gue duduk bersebelahan dengan Ramon. Yupp, he is one of my classmate for this 4 years! Gue bersama dengan Ramon selain di sering dapet kelas yang sama, dari peminatan yang sama, dan juga se-tim yang sama untuk beberapa perlombaan seperti ALSA National English Competition yang diselenggarakan di Universitas Indonesia yang dapat kami menangkan di posisi juara 2. Di depan gue yang duduk adalah Lisa. Lisa juga teman kampus gue dan bisa dibilang ini temen gue yang cukup sering berdebat sama gue. Tapi yang lucu adalah setelah kita berdebat, sekitar 10 menit berselang yaa kita bias ketawa hahaha hihihi lagi lhoo… Itu yang unik antara gue dan Lisa. Untuk teman-teman gue yang lainnya seperti Ricky, Evi, Eka, dan Anne, mereka duduk berpencar dan jadinya mereka tidak duduk di dekat gue bertiga.

Balik lagi ke prosesi wisudaan gue, well acara wisuda kali ini berlangsung khidmat dan juga lancar kokk. Mulai dari menyanyikan lagu “Indonesia Raya” lalu disambung dengan menyanyikan lagu Mars UBM, dan setelah itu prosesi wisuda, semuanya berjalan dengan lancar. Nahh saat proses wisuda sendiri, gue cukup merasakan gugup juga, khususnya saat nama gue dipanggil untuk maju ke depan. Ketika nama gue dipanggil oleh MC acara, majulah gue untuk membalikkan tali di atas topi toga gue agar bisa secara resmi menjadi seoran Sarjana. Rasa bangga dan juga senang bercampur menjadi satu saat gue maju di stage dan menyalami Dekan dan juga pimpinan dari kampus gue. ‘Wow, I made it!” dalam hati gue berkata kegirangan. Di depan orang tua gue, Kaprodi, serta teman-teman gue, now I’m officialy S. Hum., the degree that I got! Setelah gue maju ke stage, lalu gue diarahkan oleh panitia untuk foto di sebelah stage dan sehabis itu gue duduk kembali. Ada cerita lucu diantara gue dan teman-teman soal wisuda ini. Ada kata lucu sepeti ini, “Setelah 4 tahun gue kuliah dengan susah payah untuk memindahkan sebuah tali dari kiri ke kanan,” ataupun seperti “Akhirnya gue dapet boneka ini juga setelah 4 tahun gue kuliah dan berjibakku dengan dunia perkuliahan,” semua hal lucu kita lontarkan demi melepas status kemahasiswaan kita. Nahh, di dalam prosesi wisuda juga, dipanggillah juga mahasiswa/I UBM yang menyabet predikat Cum Laude untuk IPK mereka. Salah satu temen gue dari BBI yang dipanggil adalah Marcheli dengan predikat IP 3,98! “Keren yaa! I wish that I can stand in front of the stage with my parents because of my high score,” terbesit di hati gue. Hmm.. Tapi tak apa, karena gue juga sudah disebutkan oleh Rektor UBM karena bisa memenangkan lomba nasional saat pembukaan wisuda even he not mention the name. Pada saat itu, Rektor UBM menyebutkan beberapa prestasi perlombaan yang telah dicapai UBM pada tahun 2017 dan dari BBI sendiri, tim gue bisa menorehkannya hingga BBI pun disebut. Acara berlanjut dan sampai di penutupan, setelah penutupan selesai kamipun diarahkan untuk maju ke stage untuk berfoto bersama dengan Rektor, Dekan, Kaprodi. Dan setelah itu, kamipun diarahkan ke TUPA (The UBM Plaza a.k.a Bunderan kalau anak UBM sebutnya) yang terletak di lantai 1 untuk sesi foto bersama. Hal yang menarik disini adalah kami tidak melempar toga melainkan melempar boneka yang kami dapat saat prosesi wisuda tadi, menarik bukan?

Sehabis acara sesi foto bersama, gue pun langsung berfoto bersama teman-teman dan juga dengan para dosen BBI UBM. Rasa bangga, senang, haru yang para dosen-dosen gue rasakan. Gue pun berfoto bersama dengan Ms. Tika yang tak lain dan tak bukan adalah dosen pembimbing gue, lalu dengan Mrs. Murni selaku Kaprodi BBI UBM, dan setelah itu dengan Mr. Rex, Mr. Jonathan, dan juga Mr. Ardi. Oh iya, gue beserta dengan teman-teman BBI yang lain juga menyempatkan diri untuk foto bersama dengan dosen. Waktu sudah hampir menunjukkan pukul 6 sore, dan gue pun beserta keluarga gue pamit dari UBM dan menuju ke restoran D’Cost untuk makan bersama untuk merayakkan wisuda gue.

Setelah 4 tahun gue mengenyam pendidikan Sarjana gue di UBM, tepat kemarin bisa dikatakan gue sudah menyelesaikannya dengan baik. Ada banyak yang bisa gue dapat dan juga gue pelajari dari kampus gue sendiri. Mulai dari berteman dengan teman-teman seangkatan gue, materi kuliah yang disampaikan oleh para dosen, dan juga support serta torehan prestasi yang gue beserta teman-teman gue raih. Meskipun gue tidak mendapatkan IPK yang tinggi sampai Cum Laude, gue tetap bangga karena gue bisa menyelesaikan studi S1 gue dengan baik dan juga dengan nilai yang memuaskan. Tak lupa juga, seperti yang gue bilang tadi kalua mungkin nama gue tidak tercantum di daftar nama mahasiswa yang lulus dengan IPK Cum Laude, tapi nama gue masih tetap dapat berbangga diri karena bisa tercantum di bagian mahasiswa berprestasi karena lomba lho! Nama gue tercantum bersama dengan Ramon dan juga Alfonsus karena kita bisa memenangkan lomba ALSA di tahun 2017 kemarin. Yaa bisa dibilang itu bisa menjadi kebanggan tersendiri untuk gue dan juga orang tua, karena nama gue bisa dipampang setara dengan mahasiswa berprestasi di buku tahunan wisuda UBM yang dicatat untuk 500 orang lebih! Sungguh membanggakan bukan!

Terakhir, gue ingin mengucapkan Proficiat untuk teman-teman yang telah di wisuda kemarin di UBM! Selamat karena kita telah menyelesaikan studi kita dan bisa membanggakan kedua orang tua kita! Terima kasih juga gue panjatkan untuk Tuhan yang selalu menyertai gue, kedua orang tua gue, kepada dosen-dosen BBI UBM, teman-teman Mollers (Ricky, Ramon, Eka, Lisa, Tracy, Anne, Evi), dan juga untuk semua teman-teman gue dari BBI UBM angkatan 2013 yang tak bisa gue sebutkan semuanya. Sesungguhnya, perjalanan kita baru saja dimulai karena kita akan terjun ke dunia kerja dan wisuda kemarin adalah awal dari langkah kita. Tetap semangat untuk kita semua, let’s start our journey and be success together! Proficiat for BBI UBM!
 Foto bersama mahasiswa BBI UBM angkatan 2013 bersama para dosen BBI UBM

Sunday, January 14, 2018

Angkatan dalam Kebersamaan

Tak kerasa kalau wisuda sudah mau memasukki H-1.. Ya! Begitulah yang gue rasa di dalam minggu ini. Waktu yang berjalan cepat sambil menunggu waktu untuk mengukuhkan sebuah gelar yang telah diperjuangkan selama 4 tahun menempuh dunia perkuliahan dan menjadi seorang mahasiswa. Hidup dalam ruang lingkup mahasiswa yang penuh cerita, pengalaman seru, dan masih banyak lagi, adalah salah satu segelintir contoh yang gue rasakan di tengah-tengah teman-teman seangkatan gue. Untuk angkatan gue sendiri, kita semua adalah angkatan 2013 which means kita memasukki dunia perkuliahan di tahun 2013. Yup, tahun 2013 merupakan tahun awal dimana dunia perkuliahan dimulai dan kita semua di angkatan ini merasakan bagaimana sii dunia perkuliahan itu, apakah sama seperti kayak di film-film gitu? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang terbesit di pikiran kami..

Anyway, berada di tengah-tengah angkatan 2013 dari Bahasa & Budaya Inggris UBM (BBI UBM) merupakan sebuah pengalaman yang seru dan juga berwarna untuk gue. Kenapa? Kok gue bisa bilang seru dan juga berwarna? Gue bisa berkata begitu, yaa well, karena di angkatan ini terdapat berbagai macam karakter yang unik dengan kepribadian mereka masing-masing. Di tengah teman-teman ini juga gue merasakan bagaimana menjadi seorang teman yang baik, menjalin pertemanan yang baik, serta mempunyai relasi antar sesama teman. Meskipun ada perbedaan pendapat, pandangan, dan hal lainnya yang kadang suka terjadi di dalam kelas ataupun dunia organisasi kampus, tapi angkatan ini tetap satu kokk. Hal yang bisa dikatakan berwarna juga karena di angkatan ini juga setiap pribadi merupakan berasal dari latar belakang keluarga yang beragam. Benar adanya perbedaan yang ada dari berbagai suku, agama, maupun kebudayaan, well everything is fine and we go well together. Implementasi dari kata 'Bhineka Tunggal Ika' pun dapat ter-implementasi dengan baik di angkatan ini lho bro-sis. Itulah yang menjadi angkatan gue menjadi beragam dengan bercampur nya setiap kebudayaan dan kepercayaan yang ada.

Selain itu, yang menariknya adalah angkatan gue ini dikenal dengan angkatan yang aktif lho.. Aktif disini adalah aktif dalam dunia perkuliahan, organisasi, dan juga lomba. Bahkan, dosen-dosen pun meng-iyakan kalau angkatan gue adalah angkatan yang aktif dan juga cukup semangat dalam sisi akademik, organisasi, maupun perlombaan. Mau lomba nasional seperti ALSA? Angkatan gue ikut, atau mau lomba dengan sekala tingkat asia seperti AEO? Wis kita ikut juga, mau lomba apa juga kita pasti ikut karena kita mencoba untuk belajar dan mencari pengalaman akan lomba tersebut sendiri. Even bisa dibilang untuk angkatan gue sendiri bisa memberikan at least 3 piala dari lomba tingkat nasional, tapi itu semua hanya sebagai pelengkap dari kebersamaan yang udah kita lalui bersama. Kalau masalah akademik, angkatan gue juga bisa dibilang unik. Kenapa unik? Apa yang unik? Ya unik! Bisa kalian lihat dari berbagai judul skripsi yang telah kami buat kalau judul-judul skripsi kita itu unik dan beda dari angkatan sebelumnya. Setiap pribadi di angkatan gue itu mempunyai judul skripsi yang rata-rata bisa dibilang judul skripsi nya itu baru di jurusan BBI UBM ini. Hal ini juga tak luput dari beragamnya juga mata kuliah kita yang cukup bervariatif lho. Mau translation, literature, linguistics, atau teaching pun semua lengkap di angkatan ini. Menarik bukan? Setiap kategori dari Sastra itu sendiri ada di angkatan gue ini dari masing-masing pribadi yang tertarik dalam bidang tersebut.
Kunjungan Industri BBI UBM Angkatan 2013  dengan Mr. Alvin ke Radio 100.6 Heartline FM, Tangerang.

Keseruan bersama BBI UBM Angkatan 2013 dengan Mr. Lambok dalam kelas English for Drama.

Di kelas English for Secretary and Public Relation dengan Mrs. Becky.

Banyak cerita kebersamaan yang udah gue lalui bersama dengan angkatan 2013 ini di BBI UBM. Senang, canda, tawa, sedih, kesal, lucu, aneh, seru, semuanya jadi satu bak permen nano-nano. Tapi semuanya itu berkesan dan juga bermakna dalam hidup gue secara pribadi sii. Dimulai dari WF (Welcoming Freshmen/Ospek), Gathering, belajar di kelas, rapat organisasi, ikut lomba, proposal skripsi, skripsi, sampai terakhir adalah gladi resik untuk persiapan wisuda pun gue masih ingat setiap momen-momen seru tersebut. Terakhir, gue ingin mengatakan selamat untuk angkatan 2013 yang telah menempuh 4 tahun dalam mencampai gelar sarjana yang kita idam-idamkan dari awal kuliah. Selamat untuk gelar S.Hum., kita dan nilai terbaik yang telah kita torehkan. Terima kasih untuk momen kebersamaan kita dalam menempuh dunia perkuliahan ini secara banyak cara, banyak tawa, banyak momen seru, dan juga banyak kerja sama. Mari kita persiapkan diri kita untuk menempuh dunia kerja berikutnya dan sukses dalam karir kita kedepannya! Sampai ketemu di momen kebahagiaan kita semua, yaitu di wisuda nanti..
Foto kebersamaan BBI Angkatan 2013 dengan Mr. Ardi dan Mrs. Murni yang akan
mengikuti prosesi Wisuda XXVIII UBM yang diselenggarakan pada 15 January 2018 nanti.

Monday, April 3, 2017

Pertaruhan Terakhir

Hi guys, apa kabar? I hope you guys well! What's up everybody? Gimana nii dengan tahun yang baru ini? Gak kerasa udah bulan April di tahun 2017 ini. Udah bulan ke-4 saja bro sis! Anyway, gimana juga dengan kesibukan kalian akhir-akhir ini? Well, me personally being busy on my final project.. Yeah, final project... Suatu hal yang menjadi biggest thing for every student in university~ Oke, dalam posting kali ini, gue mau cerita sedikit tentang my final project dan juga apa sii yang gua lakuin sekarang ini dengan project ini a.k.a Skripsi hmm.. Dan, judul "Pertaruhan Terakhir" diatas dimaksudkan bukan hal-hal yang negatif ya, itu hanya sebuah kiasan untuk menggambarkan situasi dan kondisi untuk menuju suatu hal di penghujung jalan lho. Tanpa perlu basa basi, here is the story~

Yupp, now i'm in 8th Semester.. The last semester which is one step closer to graduate (yey!). Tapii.. tapii, sebelum menuju ke sana, rintangan pun datang dan menunggu! Waitt waitt, sabar, ini bukan sejenis halang rintang yang ada di dunia nyata ya. Rintangan yang gue maksud disini adalah seperti teori, analisis data, sumber data, dan sebagainya lho. Yupp, membuat skripsi itu sii for me personally gampang-gampang susah, tapi itu based from my thought ya (mungkin temen-temen lainnya punya pemikiran yang beda). By the way, for my final project, I choose literature as my basic subject. Yep, literature a.k.a sastra dalam Bahasa Indonesia. Kenapa gue pilih literature? Jawaban nya cukup mudah kok, because I love it and also I understand it! Dan yang semakin memperkokoh pendirian gue untuk mengulas kesusastraan ini adalah karena gue pribadi sudah memikirkan topik ini semenjak semester 6 lalu, bahkan sudah ada pembicaraan atau ulasan singkat dengan dosen mengenati topik ini. Disini, gue mengambil topik pure sastra, tidak ada campuran dengan studi-studi lainnya ya.. Lho, maksudnya gimana tohh?? Jadi gue mengambil topik yang bahasan nya hanya dengan 2 subjek which is Film and Novel.. Wahh seru dong, bikin skripsi sekalgus nonton film atau baca novel gitu?? Basically yes of course, tapii.. ada tapii nya lhoo, I have to work twice. Betul banget, gue harus bekerja 2x dikarenakan gue mengambil topik adaptasi novel ke film, jadi yaa kerjaan gue cuman analisis film dan novel, again.. again.. and againn.. But it is an interesting thing to do, if you like literature or anything that related with a literary works. Ibarat mengerjakan tugas, tapi ada selingan nonton film nya (lumayan buat refreshing). Sebenarnya, ulasan skripsi seperti ini itu sudah cukup familiar di kampus-kampus ternama seperti di Universitas Indonesia sebagai contoh. Yupp, "UI is a heaven of literature" my lecturer said. Lalu, apa sangkut pautnya dengan UBM? Well, di UBM belum ada skripsi tentang ini masbro.. Cukup disayangkan bukan? So, another reason is I want to make something new for my beloved campus, or at least for my department. "Wihh, keren tujuan nya lau sob", people said to me. Terlepas dari apa yang orang lain bilang dan semua alasan itu, tujuan gue sii sebernarnya supaya ada yang baru aja gitu di perpustakaan (haha!), tapi dengan niat dan tujuan yang baik kok untuk memperkaya pengetahuan, terutama sastra di jurusan gue..

Nahh, lalu apa tujuan nya dengan "Pertaruhan Terakhir" gue? Well, it is about to get a Bachelor Degree of Humanities a.k.a S.Hum / Sarjana Humaniora! Gue mempertaruhkan seluruh jiwa, raga, pikiran, dan imajinasi (huehehe) untuk bisa mendapatkan nya! Ini semua bukan hanya tentang satu pribadi, tapi menyangkut untuk kebahagiaan ortu yang udah menyekolahkan gue sampai sekarang (Thanks mom & dad), untuk dosen pembimbing gue yang telah membimbing gue dengan topik ini, dan juga rekan-rekan Simollers a.k.a my best friend consists of 8 heads hahaha. Skripsi ini adalah pertaruhan terakhir dan juga pertarungan terakhir untuk merebut gelar tersebut. Ditambah gue juga cukup berpacu dengan waktu dalam skripsi ini. Why? Lau dikejar-kejar tukang bakso sob?? Hahaha, well of course not! Dikejar waktu disini dapat diartikan bahwa gue juga pengen cepat-cepat kerja! Yup,, get some money for family, get new experiences, dan mungkin can take my Master Degree (AMEN!).. Sembari menyelesaikan skripsi, gue juga mencari-cari pekerjaan yang cocok dengan gue sii dan juga yang bisa mengaplikasikan apa yang sudah gw pelajari selama ini di kampus dalam jurusan gua, yaitu Sastra Inggris ini.

So, that is my short story about what I do now and also my story about what I want to get. I hope that I can finish this final project as soon as possible well and get the good result from it. So I can make my parents, and every person who support me can feel proud and happy! Okay, that's all from this my short story. Untuk temen-temen yang sedang berkutat, berjuang, berperang, atau istilah lainnya yang kalian sematkan dalam skripsi ini, gue pribadi menyampaikan semangat bro sis! Niat, optimis dan rajin itu perlu supaya cepat selesai, dan yang pasti berdoa kepada Tuhan supaya diberi tuntunan dan mendapatkan hasil yang baik. Semangat wahai para pejuang skripsi!

Monday, December 5, 2016

My Favourite Subjects

Hello guys, how ya' doin? Whoa, what a busy semester and finally! I almost reach the end of the 7th semester. Several weeks later, the final exam will begin and I have to prepare myself to face it. By the way, now, I want to tell you a brief story about what is my favourite subjects after this 7th semesters that I have been learnt started from the 1st semester until now. Actually, there are so many subjects that I learnt from any subjects like from Linguistics, Translation, Teaching, and Literature. So, from that main subjects, what is my major and what is the subject that I love? Actually I'm taking Translation as my main subject since my department only give us two choices of main subjects which are Translation and Teaching, so I choose Translation due to fact that I'm not really like to teach someone (is it?), But, but, even my major is Translation but I love Literature so much. HOW? How that I really love Literature so much? Well, main reason I love it because I love to learn something that related to the cultural, literary works such as poem, poetry, drama, and the important thing that I love since when I was in the junior school is history. Yes, maybe you guys will ask just like my friends that why I love history? I believed that by learning history, we can know who we are, what is our identitity (nationalism yeay!) and also we can know the others history that has been made by human and that was awesome you know! Anyway, I don't want to discuss that kind of things in this session. Let's discuss about what is my favourite subjects that I have been learnt until 7th semester. Let's discuss it one by one so maybe you can get and know what is the subjects that I learn as an English Language & Culture student so maybe one day you are interested to apply as an English Language & Culture student like me (promotion?).

After many subjects that I learnt until this 7th semester, there are several subjects that I love which are first is about the Cultural Studies like American Studies, British Studies, and Australian Studies. Second are English for Specific Purpose Studies like English For Journalists, English For Public Relation, and also English For Secretary. Third and last was anything that related to the Literature Studies like Film & Literature, Introduction to Drama, and also Introduction to Contemporary Literature. Whoa, Whoa, wait a minute, are you sure with that subjects? Absoultely yes, because on those subjects, I feel like my passion about English on that subjects are strong and I'm never bored or sleepy to learnt it at the class. Why I can love those subjects? there are several strong reasons why I love those subjects.
     1. First is about passion. If you know your passion and you love it, and whoala, you will enjoy to learn the thing that you love. After you love it and you got the passion on it, you will do your best effort to get the best score on it. In here, I know the passion since my junior school time. At this university level, I'm trying to expand my passion on that subjects to get the maximum scores. Once you get it, you will very grateful with your own work and it will be invaluable moment.
     2. Second are about the subjects that will be very useful for you at your job's life. Journalists, Public Relation, Secretary, or job in the Embassy is the dream job for me and several persons. So it is the best subjects to learn and to prepare yourself about what will you do next later on at your career.

Anyway, what is the reason why I tell this story about my experience? Well, since on the 8th semester that I will only focused on the thesis, and also my SKS is complete to proceed for the thesis, there will be no more subjects beside final project (skripsi in Bahasa Indonesia).

So, what is the conclusion for you that I want to give? The conclusion is simple, find your passion and fight for it to get the best result on it. It is very,very important for your career and also your future later on. Beside that, there is no useless thing that you have been learnt. Everything is USEFUL for you to use it for your future. That's all for this simple post that maybe can help you to get some ideas and my message is "Whatever what is your passion, find it, learn it, maximize it! Never give up, discipline yourself, and responsible at your work!"

Thursday, August 20, 2015

New Friends, New Experiences, New Story

Until this day, I have been busy because the fifth semester have been started. Now, I am in fifth semester, yeah fifth semester. Seems like all the subjects now is more harder than before and also there are a lot of assignments. Before the fifth semester started, I have been participated on one of the national competition. The competition is NUDC which is stand for National University Debate Championship. This the third national competition in a year that I have been participated. For this year, we just reach at rank 17. For the quarter final, it must be top 16, so we can't reach the quarter final. It is very very too close. But, maybe next time we can reach the quarter final or even the final round. Other thing is I moved out to Rajawali, near Pademangan. Well, honestly, to live in a flat is a little bit hard, especially is about the financial. You must be wise to using and spend your money. It's a nice thing to do because you can be more independent, more wise to using your money and also you can manage your money more better but, the bad thing is you are far with your family. Everything has is vice versa right? It depends on what your opinion stand with. Another thing for this month is I got so many new friends. This month, freshmens are come and start to study in our department. There are several peoples that I have met and also be a friend. Well, the important thing for this month is I must more focus on all of the subjects to make my GPA more better than before. This fifth semester is different with others semesters before. We learn the new subjects and also more harder than before. I hope I can be a better person at this month, I can study well, I can have a good relations with all of my friends, and especially are stay healthy, be a positive person, and be a happy person. See ya!

Wednesday, June 24, 2015

Aahh, Holiday Time is Come!

Finally, after the long semester and also so much assignments to do, especially the final exam, the holiday is come! Wohoo, holiday time, I'm waiting that time. Time that I can take a rest, sleep, hanging out, and anything else to spend this holiday time. Anyway, the first thing that I do in this holiday time is sleep. Yes, sleep! It is the important thing to do when we are in the holiday time (hahaha). The other things to do are like I learn more about Dutch language, browsing an information from the internet, playing games, etc. Ooh, and also I hanging out together with my friends. But, at this holiday time, maybe I'm little bit bored because I didn't go to outside from the town. At this holiday, maybe I'm just in Jakarta, especially in my beloved house. Well, it doesn't matter. Just enjoy your holiday time with several activities that I can do in my house. The positive thing is also I can save my money because I didn't go anywhere hehehe. Just info that next semester, I move out to Pademangan, North Jakarta. Yes, I'm going live in boarding house. Why I moved out? Maybe because I'm tired if I come and go from East Jakarta to North Jakarta and vice versa. You don't know about the traffic jam when it is in the busy time in the evening. So, I need to spend this holiday in my beloved before I moved out to Pademangan. Being a student that lived in boarding house is a little bit difficult you know. Ya so - so, if you can manage your time, have a good relationship with your next door, and especially manage your money. And also, the next semester is more tough than this semester. The subjects for next semester is about the basic subjects for go to next semester, which is next semester is I'm going to choose the specific subjects. There are 4 subjects that it is about. The subjects are Literature, Translation, Linguistics, and Teaching. Well, personally, I choose Literature and Translation. I don't want to take Teaching beacuse I can't teach a person anyway hahaha. So, to prepared it on the next semester, I need to chill out and relax for a while before start a new semester. Okay, that is a simple post about the holiday time at this month. All I do is having a relax time and also take a rest, or do the things that I will do later in this holiday time. So, this is about my holiday time, what about you?

Sunday, March 22, 2015

Road to ALSA UI 2015 Competition

Goeden avond mijn vriend, how are you today? I hope you're in a good condition then. I'm sorry for late posting because I've been busy with the campus assignment and also preparation for the national competition. Now, I want to give an information about the competition that I will joined up with my teams to delegate our beloved university, Bunda Mulia University especially for our department, English Language & Culture Department. This the second time that I represent Bunda Mulia University at national competition. At this time, I'm choosen for the same category of the competition itself, just like a year ago. Yes, this is the second time that I've been choosen to joined up and help for the Battle of Brains team. Before I tell you the several names and its categories to represent Bunda Mulia University at the ALSA 2015 National Competition, let's talk a little bit about this competition itself. This competition regularly held by the Faculty of Law from University of Indonesia in Depok. There are several competitions that all the best from each delegates will fight hard to be a winner. The categories for the competitions are :

- Battle of Brains
- Spelling Bee
- Newscasting
- Story Telling
- Debate
- Speech

Last year, my campus send at least 9 persons to represent Bunda Mulia University to joining the competition. We represent for several competitions like Battle of Brains, Newscasting and Spelling Bee. Now for this year, we send at least 10 persons to represent UBM for the competition iteslf. The categories still same like a year ago. Unfortunately, we can't send the another two categories like Story Telling or Debate itself due for several reasons. It is a little bit different and quite interesting for this year that there are several of my friends are interesting to joining for the competition itself. There are 13 persons that want to join the competition itself. After the selection, here it is! The names and the categories that will represent Bunda Mulia University for ALSA 2015 National competition at University of Indonesia on April 23, 2015.

- Spelling Bee : Marchelli Pricillia and Marianne Naftalia
- Newscasting : Felix Veliando and Liana Lasimin
- Battle of Brains team 1 : Ramon Adianto, Sarah Waturangi, and Christopher Setiadi
- Battle of Brains team 2 : Claudia Desyntha, Evi Citra Dewi, and Jovid Jonathan

Congratulation for who has been selected to represent Bunda Mulia University for ALSA 2015 National Competition. We hope that all delegates are give their best shot and also fight hard for the competiton itelf. We have at least 1 month to prepare and practice hard to get the best result for us, especially for our beloved campus and department. That's all for the latest news for today. Fight hard for all the delegates and be a champion for the competition itself! Let's bring the trophies to our beloved campus!

What's New?

Kuliah S1 Lagi? Sampai Pilih Jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

 Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Apakah kalian masih semangat untuk belajar atau mempelejari sesuatu? Pastinya kalau yang sudah bekerj...

Popular Post