Pages

Search This Blog

Showing posts with label jawa barat. Show all posts
Showing posts with label jawa barat. Show all posts

Monday, November 30, 2020

Berkelana ke Kota-Kota di Pulau Jawa

Yo guys, apa kabar? Apakah kalian masih semangat dalam menjalani hari? Tentunya gue berharap kalian semua masih semangat dalam menjalani hari-hari pada aktivitas yang kita lakukan. By the way, bagaimana kalian dalam melakukan beragam kegiatan yang ada? Beragam aktivitas telah dilakukan pastinya oleh kita semua seiring dengan berjalannya waktu yang ada.

Sama halnya dengan gue, ada berbagai macam aktivitas-aktivitas yang telah dilakukan seiring berjalannya waktu sampai pada waktu sekarang ini. Sampai pada waktu sekarang ini, berbagai aktivitas di dalam keseharian yang ada telah dilakukan untuk mengisi hari-hari. Lantas, aktivitas apa sajakah yang gue lakukan pada saat seperti sekarang ini? Beragam aktivitas seperti contohnya kuliah, kerja, sampai mengerjakan kerjaan freelance lainnya adalah contoh-contoh aktivitas yang gue lakukan di setiap harinya.

Seiring dengan berjalannya waktu yang ada, lalu apa sajakah hal yang paling sering gue lakukan untuk mengisi hari-hari gue setiap harinya? Tak lain tak bukan adalah mengisi waktu dalam bekerja di kantor. Beragam kesibukan yang ada di kantor adalah menjadi sebuah rutinitas yang ada dalam kegiatan yang dilakukan oleh gue tersebut.

Meskipun bekerja di kantor, terkadang gue juga mengerjakan hal rutinitas lainnya. Tidak hanya mengetik kerjaan, mengikuti meeting, ataupun membuat konten di kantor, terkadang gue juga melakukan perjalanan dinas untuk perihal pekerjaan atau yang bisa dibilang sebagai ‘tugas kantor’.

Yup, tugas kantor ini mengharuskan gue untuk pergi ke luar kota untuk melakukan peliputan acara kantor yang sedang berlangsung. So, are you guys confident why I should go to the other city to do business trip?

Ya, dapat diketahui bahwa gue sekarang ini bekerja di salah satu korporasi yang ada di Indonesia bernama DNR Corporation. Disini, posisi gue tetap sama seperti latar belakang gue yaitu Content Writer.  Dalam posisi ini, gue berada di divisi Corporate Communication, dimana gue dan tim bertanggung jawab untuk berbagai peliputan acara di kantor, citra perusahaan, maupun konten-konten di dalam perusahaan itu sendiri.

Nah seiring dengan berjalannya waktu yang ada dan kerja di dalam tim tersebut, gue sudah beberapa kali ditugaskan untuk pergi dinas ke luar kota untuk meliput acara yang ada di kantor. Dalam pekerjaan ini, setidaknya sudah ada 2 kota yang gue tuju selama tugas di kantor ini. So, kota-kota apa sajakah yang gue tuju itu?

 

Bandung, Kota Sejuk di Jawa Barat

Kota pertama yang gue tuju untuk melakukan business trip tersebut adalah kota Bandung, Jawa Barat. Ya, kota Bandung adalah kota pertama yang ditugaskan oleh kantor untuk gue melakukan peliputan acara kantor. Dalam hal ini, gue berkunjung ke Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat. Yes! Gue berkunjung ke salah satu sempat yang didiami oleh Gubernur Jawa Barat beserta keluarganya.

Kunjungan kerja kali ini gue datang untuk menghadiri sebuah kegiatan CSR yang dilakukan oleh DNR Corporation. Pada kesempatan ini, DNR Corporation memberikan 10.000 sachet susu kambing RBM Goat Milk dan juga pemberian alat PCR Express untuk mempercepat penanggulangan COVID-19 di daerah Jawa Barat.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat yaitu Bapak Ridwan Kamil beserta Ibu dan juga segenap jajaran maupun staf dari instansi terkait yang berada di bawah naungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

Lalu, bagaimana situasi di rumah dinas sang Gubernur Tanah Pasundan ini? Menurut gue, rumah dinas Gubernur Jawa Barat ini cozy dan pastinya nyaman untuk dihuni. Bangunan yang bergaya arsitektur kolonial Belanda ini tentunya menjadi ciri khas tersendiri bagi kota Bandung dan juga menjadi ciri khas keunikan tersendiri di tengah-tengah kota Bandung.

Tak hanya soal bangunan, suasana yang asri dan juga sejuknya udara di kota Bandung seakan membuat gue terkesima dengan kenyamanan yang ada pada bangunan di tengah kota Bandung maupun dalam suasana khas Jawa Barat itu sendiri.

 

Semarang, Kota Penuh Nuansa

Tak hanya Bandung, di beberapa bulan berikutnya pun juga gue ditugaskan kembali untuk meliput acara dari DNR Corporation di kota Semarang! Yes, Semarang! Wohoo... Anyway, kota Semarang sendiri merupakan salah satu kota di Indonesia yang ingin gue kunjungi dari dulu. Dan dengan adanya peliputan tersebut, dapat dikatakan bahwa mimpi gue menjadi lebih nyata ketika diajak untuk ditugaskan di Kota Semarang.

Perjalanan ke kota Lumpia ini gue tempuh dengan jalur darat, dimana gue bersama tim melewati jalur tol. Perjalanannya bisa dikatakan cukup panjang, meskipun jalur yang ditempuh adalah dengan menggunakan jalur tol. Lama tempuhnya perjalanan sendiri tergantung seberapa padatnya lalu lintas pada tol tersebut maupun kecepatan yang dibawa oleh supir itu sendiri. Namun umumya, waktu tempuh dari Jakarta ke Semarang bisa sampai 6-7 jam (perkiraan gue)...

Ok, lantas apa saja yang gue temui di kota Semarang ini? Well, tentunya ada berbagai macam hal yang seru dan pastinya tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke ibukota provinsi Jawa Tengah ini. Berbagai landmark bisa gue lihat disini seperti contohnya bangunan Lawang Sewu yang ikonik hingga Simpang Lima Semarang. Meskipun melihat secara sekilas, gue tidak ke beberapa tempat yang ikonik seperti contohnya Kota Lama, Sam Poo Kong, ataupun menikmati kuliner khas seperti Toko Oen yang gue idamkan ketika berkunjung ke kota Semarang.

Well, itulah tadi beberapa kota-kota yang gue kunjungi selama melakukan business trip dengan kantor gue. Baik kota Bandung maupun Semarang menurut gue memiliki ciri khas masing-masing yang layak untuk dikunjungi sebagai destinasi liburan bersama dengan keluarga maupun dengan teman-teman.

Dengan adanya kesempatan untuk mengunjungi kota-kota di Pulau Jawa dalam beberapa waktu terakhir kemarin, tentunya membuat gue ingin mengunjungi kedua kota itu lagi untuk berwisata dan berkelana menikmati suasana yang ditawarkan oleh pesona kotanya tersebut.

Bandung, Semarang, until we meet again soon....

Sunday, April 15, 2018

Bandung Trip With Mollers Part 2, "Enjoying The Nature of Bandung City"

Kembali lagi ke cerita trip ke Bandung with my Mollers friends.. Buat kalian yang belum baca di bagian part 1 nya, kalian bisa klik disini (Part 1) untuk check keseruan di hari pertama mengeksplor kota Bandung. Di part 1 sendiri menceritakan gue ke beberapa destinasi kuliner unik dan juga tempatnya yang menurut gue cukup cozy yang ada di kota Bandung sendiri. Mau yang kuliner jaman old, suasana dengan jaman tempoe doeloe era kolonial, atau sampai yang era jaman now, semuanya ada di bagian part 1..

Oke, di cerita lanjutan ini gue akan menceritakan hari kedua gue di Bandung bersama dengan Mollers. Cerita dimulai ketika kita bangun sekitar jam 10 pagi... Yap, well it’s true.. 10 in the morning! Awalnya kita rencana untuk bangun pagi sekitar jam 7 pagi tapi berhubung kita tidur cukup malam, ya pada akhirnya terbangunlah kita di jam segitu. Nah, di hari kedua ini rencana kita adalah pergi ke Lembang pada malamnya kita berpetualan di kota Bandung lagi. Setelah kita selesai mandi dan siap-siap, yang pertama kita cari adalah makanan untuk sarapan. Kita semua tetap mencari makan di sekitaran hotel kok.. Nahh karena bingung kita ingin makan apa, akhirnya kitapun makan di salah satu Restoran Padang yang ada disana. Kita milih makan di sana karena Evi dan Lisa mau makan masakan Padang katanya sii, maka jadilah kita makan di Restoran Padang. Disana kita disuguhkan berbagai macam sayuran yang udah menggugah selera.. Yup! Pada saat itu kita sudah berasa laparnya hehehe..

Setelah makan di tempat Restoran Padang, kitapun pergi ke Kartikasari. Kartikasari sendiri adalah sebuah tempat untuk membeil oleh-oleh khas kota Bandung. Kita menuju ke sini terlebih dahulu karena sehabis ini kitapun mau melanjutkan petualangan kita di kota Bandung. Gue di Kartikasari membeli beberapa oleh-oleh seperti kue Brownies, kue roti panggang (sejenis roti porong yang bertekstur krispi), dan juga beberapa camilan. Hmm.. Sebenernya disini mata gue menuju ke sebuah coklat yang sepertinya enak dan cocok buat dijadikan camilan, tapi gue harus mengurungkan niat untuk membelinya karena gue membeli kue roti panggang sebagai gantinya. Semoga untuk trip ke Bandung berikutnya gue bisa membeli coklat tersebut haha! Anyway coklat yang dimaksud adalah sejenis coklat batangan tapi gue lupa namanya apa.. Hmm, mungkin kalo gue kesana lagi jadinya bisa ingat coklatnya bernama apa hehe..

Puas berbelanja, gue dan teman-teman pun kembali sebentar ke hotel untuk menaruh barang belanjaan kita dan sehabis itu kita berangkat menuju ke daerah Lembang. Nahh, untuk daerah Lembang sendiri kita pergi ke Farmhouse. Dalam perjalanannya sendiri agak macet karena hari itu bertepatan dengan tanggal merah, tapi masih bisa berjalan kendaraan ktia meskipun pelan. Kurang lebih selama 1 jam kita tempuh, sampailah kita di Farmhouse Lembang. Dengan membayar tiket seharga Rp 25.000,- kita bisa menikmati suasana Lembang yang sejuk ditambah mendapatkan susu gratis lho! Gue disana mendapatkan susu rasa strawberry dan rasanya sendiri menurut gue cukup enak. Yaa more or less like Ultra Milk.. Disini, gue dan teman-teman gue mostly kita befoto-foto sii.. Kita  berfoto-foto di sekitaran Farmhouse karena tempat ini sendiri juga terkenalnya sebagai tempat untuk berfoto ria. Situasi di sini bisa terbilang ramai karena orang-orang juga mengunjungi tempat ini saat liburan. Oh iya, untuk spotnya sendiri menurut gue sii oke ya.. Terutama seperti spot yang berada  di tebing yang kita bisa melihat pemandangan kota Bandung dari atas sana. Sayagnya, ketika gue disana, suasana sedikit berawan, jadinya gue tidak bisa melihat kota Bandung dari atas sini dengan jelas. Tapi ya tak apa, suasana dan juga udara Lembang yang sejuk juga sudah cukup bagi gue sii hehehe.. Puas berfoto-foto, kitapun bersiap untuk menuju ke destinasi berikutnya yaitu ke daerah Cihampelas.

Perjalanan menuju ke daerah Cihampelas sendiri terbilang cukup lancar sii meskipun agak tersendat saat berada di kotanya. Oh iya, untuk daerah Cihampelas sendiri kita ke Cihampelas Walk. Ngapain kita kesana? Of course we want to buy something! Yup! Kita ke daerah sana untuk berbelanja oleh-oleh khas Bandung. Cihampelas Walk atau yang sering disebut CiWalk ini terkenal dengan tempat untuk berbelanja fashion guys.. Jadi, kalau kalian ingin membeli aneka fashion yang menarik di Kota Bandung, tempat ini bisa menjadi pilihannya. Nahh disini, gue dan teman-teman berkeliling untuk berbelanja fashion yang memang kita cari. Gue sendiri mencari kemeja yang fashionable haha.. Setelah berkeliling ke beberapa toko, finally I got it! Akhirnya gue mendapatkan kemeja yang menurut gue cukup oke sii.. Dengan membayar sekitar Rp 135.000,- gue sudah bisa membawa pulang 1 kemeja trendy khas Bandung. Ricky membeli jaket dan juga beberapa fashion lainnya, sementara Tracy dan Lisa berbelanja sendal disana. Untuk range harganya disini menurut gue cocok kok.. Dengan harga yang terjangkau dan juga fashion yang trendy, pas untuk berbelanja fashion trendy dengan harga yang oke. Sehabis berbelanja, kitapun hunting street food di daerah ini guys. Disini ada banyak jajanan dan juga makanan street food yang harganya sangat terjangkau. Kalian bisa pilih sesuai dengan selera kalian hehe.. Setelah puas berbelanja dan juga hunting kulineran disini, kitapun tidak langsung pulang.. Kita menuju ke tempat berikutnya ke daerah Sudirman. Nahh, daerah Sudirman Street ini sendiri bisa dibilang sebagai Chinatown nya kota Bandung guys.

Jarak dari CiWalk menuju daerah Sudriman Street memang agak jauh, tapi berhubung jalanan yang tidak terlalu macet, kitapun bisa sampai ke daerah sana dengan cepat. Disana kita disuguhkan dengan suasana khas Chinatown guys. Dengan berbagai macam Chinese Food yang tersedia disana dengan jajanan nya, cocok untuk kalian yang ingin hunting oriental street food. Kita pun berkeliling di daerah sana, melihat-lihat suasana yang unik disini. Setelah puas berkeliling, Tracy mengajak kita untuk mencoba salah satu tempat makan sate yang katanya enak dan juga populer di kota Bandung. Nama tempat satenya sendiri adalah Sate DJ.. Jaraknya sendiri dari Sudirman Street gak terlallu jauh, jadi kita berjalan ke tempat sate tersebut. Gue disini merasakan enaknya udara malam kota Bandung dengan pemandangan suasana kota Bandung yang menurut gue cozy sii.. Entah mengapa gue enjoy saat berjalan saat itu.. Mungkin karena sudah bosan dengan susana kota Jakarta dan ingin menikmati suasana baru, so I can enjoy nit well hehe.. Setelah berjalan beberapa menit, sampailah kita di Sate DJ. Hmm.. sayagnya, suasna disana cukup ramai jadinya kita membeli sate disana dan makan di hotel. Btw, ktia membeli sekitar 70 tusuk guys. Yup! 70 tusuk! Tapi gue sendiri gak heran kenapa orang bisa makan sate ini sampe berpuluh-puluh tusuk karena menurut gue sate ini sii rasanya cukup oke ya dengan harga yang pas. Gue sendiri pun merasa kruang dengan beberapa tusuk sate yang gue makan haha.. Saat menunggu pesanan kita, kitapun iseng  video call dengan Anne dan juga Ramon yang saat itu sedang dalam shift kerjanya. Canda tawa lepas di suasana malam kota Bandung saat itu.. Beberapa menit berlalu, pesanan kitapun datang dan kita kembali ke hotel untuk menikmati sate tersebut.

Karena perut sudah terisi, kita pun langsung beristirahat karena besooknya kita harus ke Stasiun untuk kembali ke Jakarta. Kita menaikki kereta jam 5 pagi, jadi sekitar jam 4 pagi kita harus sudah bangun agar tidak tertinggal oleh kereta. Nahh, itulah cerita seru gue bersama teman-teman Mollers di Bandung selama beberapa hari untuk mengisi waktu libur kita. Gue sendiri sangat menikmati suasana kota Bandung, dan berharap bisa kembali ke kota ini untuk liburan berikutnya.. Bandung? See you soon!

Tracy, Rickie, Evi, Gue, Lisa di rumah hobbit Farmhouse Lembang, Bandung

Sunday, April 1, 2018

Bandung Trip With Mollers Part 1, "Exploring The City of Flowers"

Tired but still enjoying the time.. Itulah yang gue rasakan dalam perjalanan liburan kali ini. Yes, I’m just arrived at Jakarta from Bandung, West Java with my friends. We are find the short escape from our daily routine and also from our busy works time. Nah, untuk perjalanan liburan kita kali ini sendiri sudah kita rencanakan pada awal bulan Maret karena kita harus melihat jadwal kesibukkan masing-masing. Setelah mencari-cari tanggal, maka dapatlah di tanggal yang memang kita semua bisa dan kita bisa menjalankan wacana liburan ini yang sebenernya sii udah di rencanakan bahkan saat kita masih mengerjakan skripsi yang notabene di 2017 lalu. Kita akhirnya sepakat untuk liburan ke tempat yang jaraknya sendiri gak jauh dari Jakarta karena kita hanya mempunyai waktu 3 hari untuk liburan. Too bad the time for the vacation itself is too short, but we try to enjoy it as possible as we can. Kita akhirnya liburan ke Bandung, Jawa Barat mulai dari tanggal 30 Maret sampai dengan 1 April 2018. Cus! Semua akomodasi sudah kita persiapkan mulai dari hotel, tiket kereta, destinasi perjalanan, semuanya siap! Ohh iya, dalam trip kali ini gue berpergian bersama dengan teman-teman Mollers a.k.a my campus friends! Finally we can go out and hanging out together! Kali ini yang ikut bersama gue untuk wisata di Bandung adalah Lisa, Tracy, Evi, dan juga Ricky. Sayangnya beberapa teman kita lainnya seperti Eka, Ramon, dan juga Anne gak bisa ikut karena kehalang dengan jadwal kerja.. Semoga next trip gue beserta temen-temen Mollers yang lainnya bisa liburan bareng! Amen!

Back to the trip’s story! Nah di hari pertama sudah pasti mengenai bagaimana kita berangkat ke Bandung. Gue bersama dengan teman-teman yang lainnya berangkat ke Bandung dengan menaikki kereta Argo Parahyangan yang berangkat dari Stasiun Gambir di Jakarta ke Stasiun Bandung. Untuk keberangkatannya sendiri, keretanya sendiri berangkat pada pukul 07:50 pagi. Oalah! Pagi banget! Tapi gak apa-apa, demi sebuah liburan untuk mengusir kepenatan dari rutinitas di Jakarta well it’s okay then. Gue sendiri berangkat ke Stasiun Gambir sekitar jam setengah 7 pagi karena memang jalanan Jakarta sendiri terbilang lancar karena bertepatan dengan hari libur. Sampai di Stasiun Gambir, gue menunggu beberapa waktu sampai akhirnya Lisa, Evi, Ricky dan juga Tracy datang. Tak perlu waktu lama, kita langsung menuju ke loket untuk check-in  tiket kita dan menunggu keretanya. Nunggu nya sendiripun bisa karena keretanya sendiripun datang lebih awal yaitu sekitar jam 07:30, kereta Argo Parahyangan tujuan Bandung udah sampe di jalurnya. “Ok Bandung! Wait for us!” kata gue dalam hati. Perjalanannya pun memakan waktu sekitar 3 jam dari Jakarta ke Bandung. It’s a little bit long journey, but you can enjoy the nice view during the journey.. Selama perjalanan, kita bisa melihat beberapa pemandangan yang gue bisa bilang cukup bagus sii mulai dari sawah-sawah, pegunungan, sampai lereng-lereng yang kita lewatin dalam perjalanan tersebut. Sambil menunggu perjalanan, temen-temen gue mostly they are sleep at the train because maybe they still feel sleepy after waking up in the early morning. Setelah perjalanan yang cukup lama, finally we arrived! Sampailah kita di Bandung sekitar pukul 11 siang dan kitapun langsung menuju hotel yang jaraknya cukup dekat dengan Stasiun Bandung sendiri. Gak perlu waktu lama, kitapun langsung check-in di hotel lalu istirahat sebentar dan setelah itu langsung berangkat untuk pergi ke beberapa tempat kuliner yang sudah kita list.

Tujuan pertama adalah Mie Naripan yang letaknya di daerah Jalan Naripan di kota Bandung. Wohoo! Noodle! Yang lebih menariknya adalah tempat ini sendiri merupakan tempat bakmi yang cukup melegenda di kota Bandung dengan arsitetktur bangunannya sendiri masih seperti jaman dului bergaya Tionghoa klasik. Susana yang klasik ini jadi makin enak ketika makan mie yang tergolong legenda di Bandung. Jujur, untuk rasanya sendiri gue boleh bilang cukup recommended karena ada rasa gurih pedas dan juga asin yang jadi satu di semangkuk mie. Uniknya, kuahnya juga lumayan banyak yang dituang di mangkok beserta sayuran seperti caisim (bok choy) dan juga pangsit di dalamnya. By the way, disini gue pesen mie yang rasa asin pedas ya karena disini kalian bisa pilih beberapa rasa seperti asin manis, asin pedas, dan juga manis pedas. Kurang lebih 1 jam gue dan teman-teman disana nikmatin semangkuk mie legenda dengan suasana khas oriental jaman dulu.

Selesai makan, kita langsung ke daerah Braga untuk hangout santai disana. Karena di Braga ini ada banyak tempat buat hangout, kita sedikit agak bingung mau hangout dimana sampai akhirnya kita hangout di salah satu cafe di daerah Braga yaitu di The Sugarush Cafe. Letak tempatnya ini sendiri berdekatan dengan Braga City Walk kok. Cukup berjalan kurang dari 5 menit, kalian bisa sampai di tempat hangout ini. Tempatnya sendiri itu cozy dan juga gak terlalu crowded. Nah, disana gue memesan Lemon Mojito, karena pas saat itu gue berasa cukup haus dan susananya sendiri cukup panas. Iyalah panas, it’s 1 in the afternoon guys! Jadinya sangat cocok minum yang segar dikala cuaca yang sedang cukup terik. Thanks to Lemon Mojito! For being a nice friend thing when the sun is blazing at that afternoon!

Sehabis hangout sebentar disana, gue dan teman-teman menuju ke spot berikutnya. Oh iya, spot ini terbilang unik karena suasana dan bangunannya sendiri berciri khas jaman kolonial tempo dulu. Mungkin tempat ini lebih cocok seperti museum karena suasana bangunan nya sendiri hahaha.. Yup! Nama tempatnya adalah Indischetafel yang masih di daerah Braga. Tempat makan yang ada di Jalan Sumatra di kota Bandung ini berciri khas makanan serta aneka hidangan pelengkap era tempoe doeloe lho! “Makanan jaman dulu, suasana jaman dulu dengan diiringi lagu-lagu jaman Belanda, it’s perfect!” kata gue dalam hati. Nah disini gue sama teman-teman hanya pesen makanan ringan aja sii karena kita ingin hangout santai aja. Gue memesan Cappucino beserta Erwtensoep, sementara Lisa dan Tracy pesen sup yang lainnya yaitu Indische Soep. Ricky sama Evi disini mereka cuman minum jus aja, karena masih berasa kenyang katanya sii. Sambil menikmati suasana sore khas Bandung ditemani suasana era jaman dulu, kita ngobrol santai dan setelah itu kita berfoto bersama di tempat unik ini. Waktu udah semakin sore, kita akhirnya pun balik ke hotel untuk bersih-bersih serta istirahat sebentar sebelum lanjutin ke tempat berikutnya.

Tracy, Ricky, Evi, Lisa, dan gue di Indischetafel, Bandung.

Untuk di malam harinya, kita hanya kulineran di depan hotel aja sii karena disini itu cukup banyak yang jual makanan kok. Saking banyaknya, gue sempet bingung mau makan apa yaa karena gue sendiri waktu itu kangen sama nasi hmm.. Pada akhirnya, gue sama temen-temen yang lainnya makan di salah satu street food disana. Disana kita makan ayam goreng, tempe, dan juga soto. Masalah porsi nasi, jangan ditanya ya! Kita makan sampai nambah nasi karena we are already hungry and we miss rice! Lebih okenya lagi, harga makan kita ber 5 tergolong sangat terjangkau lho.. Hanya sekitar 90ribuan aja, kita bisa makan cukup kenyang! Ya, 90 ribu! Setelah puas makan, kita balik sebentar untuk istirahat dan siap-siap untuk ke tempat selanjutnya. Puas kulineran, kita selanjutnya ke tempat untuk night hangout. Destinasi selanjutnya kita ke Four Play yang ada di Jalan Cilaki, Bandung. Tempatnya sendiri cukup dekat terjangkau sama berbagai transportasi karena letaknay sendiri berada di pusat kota dan di dekat Gedung Sate. Untuk Four Play, tempatnya bisa dibilang cozy untuk night hangout with your friends. Ditemani berbagai musik EDM dan juga ada outdoor, cocok untuk mengobrol santai sama teman-teman di malam hari. Di Four Play sendiri, gue gak melihat sampai jam berapa kita disana karena setelah dari sana kita semua balik ke hotel untuk istirahat. Trip di hari pertama cukup seru dengan wisata kuliner di tempat-tempat unik, makanan yang melegenda serta tempat hangout yang cukup cozy...

(To be Continued at part 2)

Friday, December 30, 2016

Christmas Touring 2016

Hi guys, how are you? I hope you guys well. Well, buat posting kali ini, gua mau post cerita soal perjalanan gua kemarin pada hari Natal dari Jatinegara, Jakarta sampai Puncak, Bogor. Untuk kali ini, gua akan post dengan menggunakan Bahasa Indonesia (finally!). Kenapa gua post gak menggunakan English just like usual? Nahh, sepertinya gua sedang bosan untuk post gunain English dan pengen buat postingan sekali-kali menggunakan bahasa negara gua sendiri supaya ada rasa nasionalisme nya lahh kalo kata orang-orang kekinian (yash!). Anyway, yukk kita melipir ke cerita perjalanan touring gua yang mengisi waktu liburan natal gua kemarin. Siapa tau buat temen-temen bikers yang mau touring juga dapet referensi dari sini dan bisa bawa gebetan temen-temen nya buat touring bareng mungkin.

Cerita dimulai pada saat hari natal tanggal 25 Desember 2016 kemarin dan pas banget itu hari minggu, so waktu yang pas buat hang out or quality time bareng sama keluarga, temen or pacar. Nahh, kalo gua kemarin hang out dengan teman-teman karena saya sendiri masih jomblo single (sedih nyoo). Pada pagi harinya setelah gua bangun tidur, bernyaringlah hape gua dengan ucapan-ucapan natal yang dikirim oleh teman-teman dan keluarga gua, dan ada 1 chat masuk dari Ci Elly. Oke, back to story, intinya gua diajakkin untuk touring ke Bogor pada saat itu. Tanpa mikir panjang yaa gua bilang, "Oke" dikarenakan gua jg bosen dirumah, gak kemana-mana, jomblo lagi.  Sip deh kalau begitu, gua langsung mandi, siap-siap, dan cuss melipir. Pas dijalan, kok ada yg aneh yaa? Kenapa tuhh? Hati yang gundah gulana kah? Ternyata ehh ternyata, hati perut yang berbicara. Wahh pantas aja, orang belum sarapan. Waduh, bisa pingsan dijalan dong yaa karena jomblo kelaparan. But luckily, sebelum kita berangkat ternyata kita sarapan dulu di Hoka-Hoka Bento Jatinegara. Melipir lahh ke sana dan gua pesen Value Set + upgrade dengan sejenis soup gitu. Tanpa mikir panjang dan seijin koko cici yang ada disitu, langsung makan dehh. Setelah makan, well tanpa buang-buang waktu, kita langsung berangkat untuk touring (yeah!). Dalam hati sii gua udah semangat buat melipir dengan tunggangan yang setia yaitu Honda Verza 150 lansiran 2013. Dan gua cuman boncengan dengan pacar tas gua, so jangan tanya gua berboncengan dengan siapa. Untuk touring kali ini, yang ikut adalah Ce Elly, Ko Mathias, dan juga Ci Sendy dan ada 3 motor yang ikut. Sebelum perjalanan dimulai, kami isi bensin dulu di Pertamina Jatinegara. Dengan mahar 25rb Rupiah, gua isi sang Verza dengan Pertamax. Sebenernya di tangki gua masih ada setengah tangki bensin sii cuman yaa buat jaga-jaga akhirnya isi aja dan ternyata setelah diisi, indikator bensin si Verza mentok sampai full. Setelah itu, kita langsung berangkat ke Bogor.

Untuk rute pergi, kami lewat Depok. So route nya sii bisa seperti ini buat pergi yaa Jatinegara-Ps. Minggu-Depok-Kab.Bogor-Sentul-Puncak. Buat di Depok sii jalan nya agak tersendat, mungkin karena itu kota dan juga ada beberapa mall jadinya agak tersendat, but we can run our bike around 40 km/h, no prob. Sampai di Kab.Bogor, wahh hati gua udah seneng aja karena gua kira udah sampai di Bogor, tapi ternyata belum sampai kata Ko Mathias. Yahh, hati udah kaya orang galau karena belum sampai, but it's okay, mungkin sebentar lagi sampai. Kita riding terus sampai akhirnya di daerah Sentul. Nahh disini, jalanan nya sii gak terlalu rame so gua bisa memacu Verza sampai 50 km/h, tapi... ada tapinya... kita lewatin jalan yang ada tanjakan sama turunan nya, so Verza gua kurangin dehh gas nya itu. Sebetulnya, ini jalanan bagus banget, cocok banget jadi spot foto gitu dan gua jg kemarin pengen foto sebenarnya cuman karena keasyikan gas jadinya kelewatan dan gak sempet dehh. Disini, menurut gua rute jalan nya cukup ekstrim yaa karena tanjakan dan turunan nya sii cukup curam, tapi masih bisa dilewatin kok. Anyway, gua lupa itu nama daerah nya apa, cuman yang pasti itu di daerah Sentul dan masih sedikit orang yang tau jalan nya itu kalo kata  Ko Mathias sii. Pas, sampe diatas dan lewatin rute itu, darr, mesin Verza mati. Waduhh! Gua dalam hati bingung. Gua coba starter pakai elektrik starter sama kicik starter, no respond. Akhirnya gua kepinggir dehh, dan pas motor mati gua coba panggil Ci Sendy karena waktu itu masih bisa kejar motor nya sii. Oke, kita dipinggiran sampe beberapa waktu. Untungnya, di sana ada bengkel kecil gitu sii. Tanpa pikir panjang, kita ke sana. Gua ketemu sama montir nya trus bilang kenapa ini Verza. Oke, sama sang akang montir ini, fairing Verza dilepas lalu di check busi, rante, dan oli. Emang sii, sebelum touring ini, gua belum service dan ganti oli si Verza ini. Jadi yaa menurut gua sii no surprise kenapa bisa mogok begitu. Setelah didiemin beberapa lama, untungnya sii Verza bisa nyala dan gak ada kerusakan serius sii, so kita langsung lanjutin perjalanan. Sesampai nya di daerah Puncak, pas di depan Taman Safari, hujan turun. Kita langsung siap-siap pakai jas hujan, dsb. Well, hujan-hujanan di Puncak itu cukup seru juga, apalagi pas di Puncak Pass, brr dingin nya makin berasa tjoy! Naik naik terus, libas jalanan dan kita sampai di Nicole's Kitchen & Lounge. Disana kita akan rest dan makan juga disana. Gua gak liat berapa jam perjalanan sii cuman yang gua liat waktu itu udah ada jam setengah 4 sore. Setelah itu kita makan disitu sambil menikmati suasana Puncak.

Setelah istirahat dan makan, waktu udah ada di jam setengah 7. So, kita langsung siap-siap untuk balik ke Jakarta. Dalam perjalanan turun dari Puncak, situasinya itu one way ke bawah dan jadinya semua kendaraan hanya bisa turun ke bawah. Wohoo! Gua menikmati suasana riding itu! Gua merasa Verza nyaman banget buat riding seperti ini daripada bonceng pacar jalanan ibukota yang selalu macet. Gua menikmati perjalanan riding itu! Sesampai nya dibawah, gua tungguin yang lainnya buat melanjutkan ke rute selanjutnya karena mereka cukup tertinggal di belakang. Entah karena gua nya yang bawa kecepatan karena saking menikmati rute nya kali yaa. Oke, setelah itu, kita melewati rute Tajur untuk ke Bogor. Pas belok mau ke Tajur, macet menghadang. Ya kita cukup sedikit bersabar sampai akhirnya kita melewati macetnya. Dengan rute yang hanya lurus saja, kita sampai di kota Bogor. Di kota Bogor ini kondisinya cukup ramai lalu lintas nya, so Verza gak bisa melebihi dari 60 km/h waktu itu. Gua menikmati kota Bogor sambil melirik-lirik bangunan dan situas di kota Bogor, karena gua juga terakhir ke Bogor tahun lalu dengan teman-teman kampus gua naik kereta, so jadi ke flashback moment nya sii. Okee, setelah menikmati suasana Bogor, perjalanan lanjut sampai ke Cijantung dan rute nya juga sama yaitu hanya lurus saja sampai ke Cililitan. Di jalan ini, Verza bisa melaju sampai 60 km/h sii dan mungkin karena suasanya udah malam jadinya rada plongg rute nya. Sesampe nya di Cililitan lalu Cawang, lalu Kp. Melayu and then arrived di Jatinegara. Untuk rute pulang, rute nya seperti ini kurang lebih Puncak-Tajur-Bogor-Cijantung-Cililitan-Cawang-Kp. Melayu-Jatinegara. Sesampai dirumah, gua liat trip meter yang ada di Verza. Dan dengan total perjalanan kurang lebih 171 km, ditambah hanya berkurang 3 atau 4 bar bensin, gua sudah menikmati touring tersebut.

Penutup dari cerita ini setelah touring yang telah gua jalanin, kesimpulan nya adalah mantep dan keren. Mantep karena gua bisa mengisi liburan dengan touring dan melewati beberapa rute yang buat gua sii bisa menghilangkan kepenatan yang ada di Jakarta. Lalu keren karena gua baru tau ternyata Verza bisa seirit dan sebandel itu mesinnya. Semoga di lain waktu, gua bisa touring dan mungkin dengan pasangan gua, I hope~ (Amen!)

Oke guys, itu cerita mengenai touring yang gua jalanin pas liburan natal kemarin. Sebelumnya gua mau mengucapkan Selamat Natal 2016 bagi teman-teman yang menjalankan nya yaa. Semoga kita semua semakin diberkati di Natal tahun ini. Stay tune and ciao!

What's New?

Kuliah S1 Lagi? Sampai Pilih Jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

 Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Apakah kalian masih semangat untuk belajar atau mempelejari sesuatu? Pastinya kalau yang sudah bekerj...

Popular Post