Pages

Search This Blog

Showing posts with label magister. Show all posts
Showing posts with label magister. Show all posts

Sunday, November 28, 2021

Wisuda XXXI UPI Y.A.I 2021, Finally Resmi Lulus Magister Ilmu Komunikasi!

 Yes, waktu yang ditunggu-tunggu telah datang! Siapa yang tidak ingin menikmati hari wisuda yang bahagia dan pastinya berdiri di pencapaian acara wisuda? Pastinya semua orang ingin dan terutama bagi para mahasiswa/i yang telah menempuh pendidikan tinggi di bangku perkuliahan, ini adalah momen yang ditunggu kan? Nah, hal inilah juga yang gue rasakan ketika mengikuti acara Wisuda XXXI UPI Y.A.I di tahun 2021 ini dimana gue secara resmi mendapatkan gelar Magister Ilmu Komunikasi a.k.a M.I.Kom! So, bagaimana ceritanya? Here's the story!


Wisuda Unik di Tengah Pandemi COVID-19

Satu hal yang pasti adalah bahwa acara wisuda yang gue ikuti pastinya akan berbeda dibandingkan dengan acara wisuda ketika S1 dulu di UBM pada beberapa tahun yang lalu. Well, apakah yang beda itu? Ya, tak lain dan tak bukan adalah karena situasi pandemi COVID-19 yang masiih merajalela di tengah masyarakat.

Sebagai seorang mahasiswa (ciee elah, jiwa mahasiswa masih ada niih), pastinya gue tidak ingin menikmati momen wisuda gue dengan cara virtual alias online. Beberapa Perguruan Tinggi or kampus memang mengadakan acara wisuda mereka secara virtual dimana mahasiswa/i dapat mengikuti prosesi wisuda di rumah bersama dengan keluarga mereka.

Tapi.. Tapi... Gue secara pribadi ingin merasakan yang namanya wisuda secara langsung seperti tahun ketika gue lulus S1 dari UBM. Terlebih ini adalah pencapaian yang besar dimana dapat menyelesaikan studi S2, pastinya ini akan menjadi sangat spesial bagi gue ya.

Singkat cerita ketika setelah menyelesaikan tesis dan perintilannya, gue sempat harap-harap cemas dimana takut akan diadakannya wisuda secara virtual seperti kampus-kampus yang lain. Ya perlu diketahaui bahwa di waktu 2021 ini masih diberlakukan PPKM oleh Pemerintah demi melawan pandemi virus Corona di tengah masyarakat.

Well, jadi kalian bisa tau kan apa? Yup, pembatasan sosial berskala besar dan terlebih pembatasan pada acara pertemuan besar seperti sekarang ini. Hal ini yang membuat gue dan rekan-rekan mahasiswa/i Magister lainnya terus bertanya tentang 'wisuda kita bagaimana ya'?

Masih terbesit pertanyaan tersebut, dan datanglah informasi dari pihak kampus bahwa kita akan melakukan wisuda secara langsung. Yes! Gue sangat senang akan hal itu! Tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat, kita harus mematuhi peraturan yang ada.

Beberapa peraturan seperti contohnya harus Swab Antigen terlebih dahulu, mendandatangani pakta integritas, berjaga jarak, dan mematuhi peraturan yang utama adalah syarat mutlak dalam acara wisuda ini.

Namun, salah satu syarat lainnya adalah pendamping wisudawan/wisudawati tidak diperkenankan masuk ke acara wisuda. Para pendamping hanya boleh menunggu di luar saja..

Momen wisuda UPI Y.A.I tahun 2021 di Balai Sidang Convention Center, Jakarta.
Momen wisuda UPI Y.A.I tahun 2021 di Balai Sidang Convention Center, Jakarta.

Yah.. Sempat merasa sedikit kecewa sih karena para pendamping wisuda tidak dapat melihat bagaimana prosesi acara wisuda berlangsung seperti biasanya, tapi harus tetap disyukuri karena bisa melangungkan acara wisuda UPI Y.A.I tahun 2021 tersebut deh ya.

Dan pada tanggal 25 November 2021 kemarin, dimulailah acara wisuda Universitas Persada Indonesia Y.A.I yang diselenggarakan di Balai Sidang Convention Center, Jakarta..


Momen Bahagia dan Terharu, Jadi Satu!

Meskipun di tengah situasi yang berbeda dan tidak terlalu meriah seperti wisuda sebelum jaman COVID-19 menyerang, prosesi wisuda cukup gue nikmati dan jadi momen yang pastinya ditunggu-tunggu oleh gue.

Yup, perjalanan kuliah 2 tahun menempuh pendidikan Magister tentu tidak mudah. Beragam lika-liku, pusing mengurusi paper, membuat jurnal internasional, hingga mengurus Tesis sampai selesai, seakan menjadi tampilan film di memori gue ketika menginjakkan kaki di acara wisuda tersebut.

Berfoto bersama rekan-rekan seangkatan MIKOM UPI Y.A.I
Berfoto bersama rekan-rekan seangkatan MIKOM UPI Y.A.I (Ibu Fatonah, Ibu Wulan, Pak Mustofa, dan Ibu Ida)

Oh iya dalam acara prosesi wisuda UPI Y.A.I tahun 2021 ini, gue mendapatkan jadwal siang pada sesi ketiga. Di tahun ini, UPI Y.A.I mengadakan hingga 4 sesi acara wisuda dalam sehari mengingat pada waktu ini masih diberlakukannya PPKM oleh Pemerintah sehingga acara wisuda dipercepat dan dimaksimalkan pada hari tersebut oleh pihak kampus.

Balik lagi ke acara prosesi wisuda.. Nah momen yang tersaji pada acara tersebut adalah menjadi momen yang bahagia dan juga terharu. Sampai pada akhirnya gue bisa berkata 'finally, I can finish my Master's Degree!'. Hal ini juga diutarakan oleh rekan-rekan teman Magister lainnya.

Berfoto bersama rekan-rekan Magister Ilmu Komunikasi UPI Y.A.I saat acara wisuda.
Berfoto bersama rekan-rekan Magister Ilmu Komunikasi UPI Y.A.I saat acara wisuda.

Untuk wisuda kali ini, untuk angkatan gue sendiri pastinya tidak sebanyakan lulusan Sarjana ya. Hanya sektiar 14 wisudawan/wisudawati dari program Magister Ilmu Komunikasi UPI Y.A.I yang mrngikuti acara wisuda di momen ini.

Bisa dikatakan dalam wisuda ini, gue menjadi wisudawan termuda pada angkatan ini dimana semua rekan-rekan perkuliahan gue bisa dikatakan sudah senior ya.. Namun pengalaman baiknya, gue pun bisa belajar banyak dari mereka dimana bisa menambah relasi hingga wawasan yang lebih luas ya.

Pada acara wisuda ini sebelum acara dimulai, seluruh wisudawan/wisudawati akan dikumpulkan di satu ruangan untuk bersiap-siap sambil menunggu sesi ebelumnya selesai. Gue dan rekan-rekan lainnya menunggu hampir setengah jam dimana kita saling mengobrol dan saling berfoto untuk mengabadikan momen bersejarah ini

Dan tibalah waktunya! Ketika gue dipanggil ke atas podium! Momen ketika dipanggil nama 'Christopher Setiadi, M.I.Kom', disitu dengan rasa penuh percaya diri dan bangga gue naik. Inilah momen yang gue tunggu-tunggu dimana gue kuliah mampu menyelesaikannya tepat waktu dan dengan nilai yang bagus yaitu Cumlaude!

Setelah dipanggil satu per satu, kami pun langsung diarahkan untuk keluar ruangan acara karena pada saat itu prosesi acara wisuda harus diberlakukan dengan cepat demi terhindar dari penyebaran virus COVID-19.

Sesi foto bersama rekan-rekan setelah acara wisuda UPI Y.A.I tahun 2021.
Sesi foto bersama rekan-rekan setelah acara wisuda UPI Y.A.I tahun 2021.

Saat diluar, gue bersama rekan-rekan lainnya berfoto bersama dan mengabadikan momen kebersamaan kita yang berbahagia ini. Dan setelah itu pun, gue juga pulang dimana sesi foto studio dilakukan di lain hari dan dilakukan di kampus sesuai dengan jadwal yang telah diberikan.


Bagaimana Setelah Lulus S2? What's Next?

Rasa bahagia dan juga terharu pastinya menyelimuti gue maupun rekan-rekan lainnya setelah mengikuti acara prosesi Wisuda XXXI UPI Y.A.I tahun 2021 ini. Tanpa banyak kata, gue merasa sangat bersyukur dimana gue mampu menyelesaikan studi Magister or S2 tepat waktu dan diberikan kesempatan untuk merasakan lulus dengan predikan Cumlaude.

Nah saat jalan pulan, gue terbesit sebuah pertanyaan yang ada di pikiran gue.. Pertanyannya adalah 'Apa lagi selanjutnya setelah selesai S2? What's next? Apa yang akan gue lakukan dengan gelar ini?' Ya.. Ya.. Itulah pertanyaan para mahasiswa/i yang pastinya juga turut dipikirikan sesaat setelah menggunakan toga bukan?

Buat gue pribadi, ada berbagai hal yang bisa menjadi jawabannya. Beberapa jawaban seperti melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi lagi yaitu S3 atau Doktor, mengambil S2 lainnya, mengajar, ataupun fokus dalam membangun karier adalah jawaban-jawaban yang ada di pikiran gue.

Well, mari kita lihat saja apa yang akan menjadi selanjutnya di dalam diri gue. Gue sendiri tetap percaya terhadap jalan yang Tuhan berikan karena Dia yang memimpin dan menuntun jalan gue, so well let's just enjoy the moment at this time ya..

Sunday, August 8, 2021

Achievement Unlocked! Tercapainya Gelar M.I.Kom!

Tidak ada kata-kata yang dapat mengisahkan betapa bahagia serta bersyukurnya gue ketika dapat mencapai suatu titik yang boleh dikatakan membanggakan. Tentunya semua orang pasti merasakan hal yang sama bukan? Dari hal tersebut, tercapainya gelar Magister Ilmu Komunikasi atau M.I.Kom adalah satu dari pencapaian yang telah berhasil dan itulah yang menjadi langkah awal untuk pencapaian-pencapaian lainnya.

 

Proses Yang Panjang Untuk Ikut Sidang Tesis

Untuk mencapai kesuksesan tersebut, ada banyak hal yang harus gue lewati secara bertahap agar dapat mengikuti sidang tesis. Bagi yang belum tahu tentang kisahnya, gue sendiri menjadi mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Persada Indonesia Y.A.I atau yang biasa dikenal dengan sebutan UPI Y.A.I dari tahun 2019 silam.

Ya pada tahun tersebut, gue memberanikan diri untuk mengambil kuliah lanjutan yaitu jenjang Magister (S2) yang mana hal itu bisa dikatakan sebagai salah satu langkah terbesar yang gue lakukan untuk saat ini.

Lantas, langkah apa yang menjadi suatu hal yang besar tersebut? Well, bisa dikatakan gue melanjutkan S2 gue di bidang yang bukan dari jalur ilmu S1 gue. Perlu diketahui bahwa gue S1 gue dulu adalah mengambil jurusan Bahasa dan Budaya Inggris (Sastra Inggris) dari Universitas Bunda Mulia atau yang dikenal sama masyarakat itu UBM.

Meskipun begitu, Puji Tuhan gue dapat menjalankan setiap matkul dengan baik. Gue bersyukur meskipun ada sedikit perbedaan, antara gue S1 dan S2 sekarang masih cukup linear karena sama-sama menitik beratkan komunikasi dalam aspek pelajarannya tersebut. Jadi, bisa dikatakan bahwa kuliah S2 ini bisa menjadi sebuah pelengkap dan penambah wawasan komunikasi gue saat S1 dulu.

Tentunya perbedaan ini cukup menjadi tantangan dimana pelajaran maupun mata kuliah yang diambil pun bisa berbeda dengan apa yang gue pelajarin saat S1 dulu. Namun, syukurnya secara perlahan gue dapat melewatinya 1 per 1.

Saat menempuh kuliah S2 ini, gue mengambil konsentrasi Komunikasi Bisnis dan Public Relation. Sebagai info, jenjang Magister Ilmu Komunikasi di UPI Y.A.I menghadirkan 2 pilihan konsentrasinya yaitu Komunikasi Bisnis dan Public Relations seperti yang gue ambil dan juga ada Komunikasi Politik yang bisa menjadi pilihannya.

Gue mengambil Komunikasi Bisnis sendiri tentunya tidak terlepas dari jenis pekerjaan gue yang diaplikasikan dalam urusan pekerjaan bisnis maupun korporasi setiap harinya jadi peminatan Komunikasi bisnis tersebut adalah yang gue pilih.

Selain matkul, publikasi jurnal internasional menjadi hal yang penting dan jadi salah satu syarat untuk mengikuti sidang tesis di Magister Ilmu Komunikasi UPI YAI. Sempat gue rada bingung dan memikirkan tentang bagaimana untuk publikasinya mengingat publikasi jurnal internasional itu cukup sulit dan memakan waktu yang cukup lama. Namun, bersyukur ketika gue dapat mempublikasikan jurnal internasional bersama dengan Ibu Ilona selaku dosen dan Mas Hafiz lebih cepat di IOSR sebulan sebelum gue sidang tesis. It’s a something that God prepare the way for me!

 

Sidang Tesis Online dan Tercapainya M.I.Kom

Nah untuk sidang tesis gue, lalu bagaimana untuk sidang tersebut? Untuk sidang tesis, bisa dikatakan sidang tesis gue ngeri-ngeri sedap hahaha. Lho, kok bisa bilang begitu? Ya, untuk sidang gue sendiri diuji oleh 3 penguji dan para pengujinya tersebut tentunya berkompeten dan detail di dalam pengetahuannya.

Untuk penguji 1 gue ada Prof Ibnu selaku Dekan FIKOM UPI YAI, penguji 2 ada Ibu Sri Desti selaku pembimbing 1, dan penguji 2 ada Ibu Siti Komsiah selaku penguji ahli. Tentunya para penguji tersebut mengingatkan gue pada sidang S1 gue dulu ketika gue diuji oleh Mrs. Murni, Mr. Alvin, dan Ms. Maria dalan siang skripsi yang mana suasana-nya sangat mirip.

Sempet down karena pengujinya bisa gue katakan cukup sulit, tapi gue harus tetap optimis dan yakin. Hal ini juga didukung oleh kedua dosen pembimbing gue yaitu Ibu Sri Desti dan Pak Sumardi dimana mereka menyatakan untuk ikut saja sidang dan yakin, tidak perlu memikirkan banyak hal agar cepat selesai.

Untuk sidang tesis gue, sidangnya sendiri dilaksanakan pada Senin, 2 Agustus 2021 dan dilaksanakan dengan cara virtual atau online yang diakibatkan oleh situasi pandemi COVID-19. Sidang gue dilaksanakan jam 10:30 pagi. Well, sidang pun dimulai dan ditonton juga oleh mahasiswa/i Magister Ilmu Komunikasi UPI Y.A.I.

Pertanyaan demi pertanyaan gue jawab, dan menurut gue pertanyaan dari Ibu Siti Komsiah cukup detail sehingga gue harus berusaha perlahan-lahan menjawabnya. Lalu ada pertanyaan dari Prof Ibnu yang lebih kepada strategi dalam penelitiannya, dan untuk Ibu Sri Desti sendiri lebih bertanya kepada teknikal penulisannya.

Berjalan hingga pukul setengah 1 siang, Prof Ibnu menyatakan bahwa gue telah lulus sidang tesis. Wow! Gue pun sempat kaget dan tidak percaya jika gue lulus sidang tesis dan bisa menyandang gelar M.I.Kom atau Magister Ilmu Komunikasi secara resmi dalam waktu dekat.

Tentunya setelah sidang tesis, gue pun pertama berdoa sama Tuhan karena berkatNya gue dapat menyelesaikan sidang tesis tersebut. Setelahnya, gue pun mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing gue dan terakhir gue memberikan informasi kelulusan sidang tesis kepada keluarga tercinta.

Setelah mengikuti sidang tesis, gue dinyatakan lulus sidang tesis dan dapat menyandang gelar M.I.Kom dari UPI Y.A.I.

Dengan gelar barunya ini, nama gue pun dapat berubah menjadi Christopher Setiadi, S.Hum., M.I.Kom. yang mana gelar-gelar ini pun bisa menjadi amanah serta menjadi awal dalam mencapai kesuksesan dan mengejar impian-impian yang ada dalam waktu dekat ini.

Monday, July 5, 2021

Publikasi Jurnal Ilmiah Internasional Done, Next is Thesis!

Jika berbicara mengenai perkuliahan S2 atau Magister, keseharian dalam dunia perkuliahannya tidak akan terlepas dari dunia ilmiah, riset, hingga melakukan penelitian-penelitian ilmiah yang berhubungan dengan latar berlakang pengetahuan yang diambilnya. Selain itu, penulisan tugas akhir berbentuk Tesis atau Thesis adalah syarat terakhir dalam melakukan penelitian ilmiah untuk mendapatkan gelar tersebut.

Seperti yang diketahui sebelumnya, gue saat ini sedang mengambil S2 bidang Ilmu Komunikasi di Universitas Persada Indonesia Y.A.I atau yang biasa dikenal juga dengan sebutan UPI Y.A.I. Tentunya untuk menjalankan kuliah lanjutan ini ada banyak tantangan yang harus gue hadapi demi mendapatkan gelar M.I.Kom sebagai gelar yang bisa berguna untuk masa depan kelak.

Nah sebagai salah satu syarat untuk membuat Tesis, kampus gue mengisyaratkan bagi mahasiswa/i magister untuk mempublikasikan jurnal ilmiah dalam skala nasional yang terindeks maupun dalam skala jurnal internasional yang berkompeten. Tentunya pada saat awal gue kuliah, gue rada harap-harap cemas untuk membuat jurnal dan mempublikasikannya tersebut.

Berjalannya waktu, gue beberapa kali berdiskusi dengan dosen-dosen gue di kampus dan bertanya mengenai cara untuk membuat hingga melakukan publikasi dalam jurnalnya tersebut. 1 Dosen, dosen berikutnya, dan dosen-dosen lainnya gue tanyakan agar gue bisa paham bagaimana untuk menyelesaikan salah satu persyaratan untuk Tesis ini sendiri.

Singkat cerita, gue pun mendapatkan kesempatan untuk membuat karya ilmiah jurnal internasional bersama Ibu Ilona sebagai pembimbing. Selain itu, Ibu Ilona juga mengajak teman gue di kelas lainnya untuk bergabung membuat karya ilmiah bersama dan tentunya bisa menekan biaya publikasinya tersebut karena untuk publikasi jurnal internasional memerlukan biaya yang tidak sedikit. Dan akhirnya, gue mengajak mas Hafiz untuk sama-sama membuat jurnalnya tersebut.

Cover jurnal ilmiah yang kami publikasikan di IOSR.

Untuk pembuatan jurnalnya pun gue bisa bilang kami membuat dalam waktu yang cukup cepat mengingat kita harus mengejar tanggal sebelum penerbitan publikasi jurnal yang ditentukan oleh pihak penerbit. Dalam kali ini, kami memilih untuk melakukan publikasi di IOSR (International Organization of Scientific Research). Kami memilih IOSR karena prosesnya yang sedikit lebih mudah dan juga biaya publikasi yang cukup murah, yaitu hanya sebesar 75 USD atau sekitar Rp 1,1 jutaan saja jika dikonversi dalam kurs Rupiah sekarang ini.

Jurnal ilmiah yang kami terbitkan di IOSR ini berjudul The Influence of Word Of Mouth Communication Homecoming for Lebaran 2021 To Community Behavior in Complying With Health Protocol (Survey on Communities in the East Jakarta Region) dan di dalam jurnal ilmiah ini kami menggunakan teori Word of Mouth dengan pendekatan kuantitatif.

Setelah menunggu proses yang dilakukan oleh pihak IOSR, jurnal kami pun telah terbit dalam waktu hingga kurang lebih 5-7 hari proses yang ada. Dengan adanya karya ilmiah jurnal yang telah kami lakukan, tentunya bagi gue dan mas Hafiz sekarang bisa berfokus ke penyelesaian Tesis yang ada. And yup, 1 thing has done and now it’s time to finish the Thesis as soon as possible to get the Master’s Degree!

Jurnal ilmiah yang telah terpublikasikan di IOSR.

Nah bagi kalian yang penasaran dengan jurnal yang kami buat, kalian bisa mengunjungi alamat link berikut ini (link jurnal) agar bagi kalian yang sedang membuat jurnal ilmiah, skripsi, ataupun tesis yang berhubungan dengan dunia ilmu komunikasi bisa mendapatkan ide-ide yang bisa membuat karya pengetahuan kalian menjadi lebih lengkap dan luas.

Monday, May 3, 2021

One Step Further, From SUP to Thesis!

Yo, what’s up everybody? Masih semangat menjalani kehidupan sehari-hari kalian? Semoga kalian masih semangat untuk menjalani hari-hari dengan ceria untuk mencapai goals-goals yang ingin kalian capai ya. So, what about me? Well, terkadang saat ini sedang merasa tidak bersemangat, lelah, ataupun sedang kurang fokus saja (bukan karena kurang minum air putih ya..). It’s because there a lot of things on my mind and I need to thinking about it or even have to do something to make everything’s going well.. Terlepas dari bagaimanapun kondisi kita sekarang, tetaplah semangat dan selalu cetria guys!

Nah, sekarang gue ingin bercerita sedikit tentang perjalanan kuliah S2 / Magister gue. As you know, gue saat ini melanjutkan kuliah dan mengambil jurusan Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Persada Indonesia Y.A.I (UPI YAI) Jakarta dan saat ini telah memasuki semester 4. Sebelumnya, gue merupakan lulusan S1 Bahasa dan Budaya Inggris / Sastra Inggris di Universitas Bunda Mulia (UBM) Jakarta.

Semester 4 di dalam perkuliahan S2 adalah salah satu titik dimana yang sudah hampir mencapai tahap akhir oleh seseorang mahasiswa/i dalam masa studinya tersebut. Nantinya di dalam semester akhir itu, mahasiswa/i Magister (S2) dituntut untuk membuat sebuah Tesis sebagai tanda akhir mahasiswa/i tersebut untuk mendapatkan gelar Magister-nya.

Senada dengan hal tersebut, gue belum lama ini telah mengikuti prosesi salah satu Mata Kuliah (MK) sebagai syarat untuk melanjutkan ke tahap akhir di semester 4 tersebut. MK yang perlu dilewati untuk bisa melangkah ke Tesis tersebut adalah Seminar Usulan Penelitian atau yang biasa dikenal juga dengan sebutan SUP.

Lantas, apa itu SUP? Bisa dikatakan SUP ini adalah sebagai sebuah proposal penelitian yang kita buat yang mana dibuat dengan format sama seperti Tesis dan juga dilakukan bersama dengan para dosen pembimbing. Untuk jenjang S2 ini, terdapat 2 pembimbing yang akan membantu para mahasiswa/i nya agar bisa mengerjakan Tesis itu sendiri.

Ok, kembali ke cerita SUP yang baru aja gue lewati ini. Untuk diketahui bahwa gue dibeirkan 2 dosen pembimbing oleh dari pihak kampus yaitu Ibu Desti sebagai Pembimbing 1 dan Pak Sumardi sebagai Pembimbing 2. Tentunya gue sangat bersyukur mendapatkan pembimbing dari 2 dosen tersebut dikarenakan cukup cocok dengan judul yang gue angkat untuk Tesis itu sendiri. Gue sendiri mendapatkan jadwal untuk sidang SUP pada awal bulan Mei yang lalu. Dan untuk siding SUP sendiri tentunya dihadiri oleh 2 Pembimbing dan 1 Dosen Penguji. Untuk jadwal gue kemarin, gue mendapati Ibu Ilona sebagai Dosen Penguji gue.

Sidang SUP yang gue ikuti secara virtual bersama dengan para dosen Magister Ilmu Komunikasi UPI Y.A.I dan juga rekan-rekan mahasiswa lainnya.
Sidang SUP yang gue ikuti secara virtual bersama dengan para dosen Magister Ilmu Komunikasi UPI Y.A.I dan juga rekan-rekan mahasiswa lainnya.

Oh, dan 1 lagi. Untuk siding SUP yang gue lakukan kemarin dilakukan secara virtual mengingat pandemi COVID-19 yang masih ada dan juga seluruh institusi di Indonesia melakukan pembelajaran jarak jauh, tak terkecuali bagi kampus UPI Y.A.I itu sendiri. Sidang pada hari tersebut bisa dikatakan cukup terburu-buru persiapannya karena pada ahri tersebut gue sedang mengadakan Public Expose pada acara kantor gue. Gue pun harus berlari-larian dan mempersiapkannya dengan sangat cepat agar tidak telat. Berlari-lari naik tangga, mempersiapkan laptop, bahan materi, dan pastinya mempersiapkan mental.

Sambil menarik nafas, dan berdoa untuk mengharapkan hasil yang terbaik, siding SUP pun dimulai pada sore hari di jam 3 sore. As usual, sidang dilakukan dengan dilakukan pemaparan materi oleh gue terlebih dahulu selama 15-20 menit dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama dengan para dosen. Well, bagaimana rasanya di dalam sidang SUP ini? Nervous? Iya. Deg-degan? Iya. Tapi, semuanya harus dijalani dengan baik guna mendapatkan nilai yang maksimal. Satu demi satu pertanyaan telah gue jawab dengan baik dan sebisanya gue jawab. Setelah kurang lebih hampir 1 jam, sesi sidang SUP berakhir dan judul gue bisa dilanjutkan untuk pembuatan Tesis nanti.

Sesi tanya jawab bersama dengan Dosen Penguji serta Dosen Pembimbing 1 dan Dosen Pembimbing 2 dalam Sidang SUP Virtual.
Sesi tanya jawab bersama dengan Dosen Penguji serta Dosen Pembimbing 1 dan Dosen Pembimbing 2 dalam Sidang SUP Virtual.

Well, pertama-tama gue harus bersyukur sama Tuhan karena gue masih dapat berdiri sampai sekarang ini dan juga masih dapat menjalani pekerjaan hingga kuliah sampai saat ini. Rasa lelah, capek, pesimis, tentunya mengikuti gue setiap harinya dalam menjalani segala aktivitas yang ada. Meskipun begitu, sedikit rasa semangat dan juga sisa rasa-rasa optimis masih harus dikembangkan agar dapat bertahan ditengah aktivitas yang dijalani tersebut. Selain itu, gue harus menjaga rasa semangat yang ada agar bisa menyelesaikan studi Magister ini secepatnya..

Semoga Tuhan kiranya menyertai setiap jalan dan juga memberkati kita dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan. Amin!

Monday, March 9, 2020

Cerita Dibalik Memilih S2 dan Kisah di Semester 1


Yak, semester 1 sudah berlalu dan sebentar lagi, semester yang baru akan dimulai. Memasuki semester yang baru yaitu di semester 2 tentunya membuat gue antara deg-degan dan juga ingin cepat-cepat saja untuk memasukin semester genap yang satu ini. Sebelumnya, gue cukup patut berbangga dan juga bersyukur karena gue sudah menyelesaikan langkah awal yaitu di semester 1 dengan baik. Awalnya, gue cukup khawatir apakah gue bisa mengikuti perkuliahan dengan baik ataupun bisa mendapatkan nilai yang baik atau tidak karena baru kali ini gue notabene kuliah sambil bekerja. Namun setelah dilewati dalam beberapa bulan dan mengikuti perkuliahan sebisa gue, gue bisa mengikuti dan menyelesaikan semester 1 dengan baik.

Oh ya buat kalian yang bingung gue kuliah dimana sekarang? Ataupun mungkin kalian masih bingung kenapa gue bisa kuliah sambil bekerja? Ya, kalau ditarik dari kisah sebelumnya, gue sekarang melanjutkan studi gue a.k.a melanjutkan studi S2 gue. Wow, that’s the thing that I’m not really thinking about it honestly. Karena memang sejujurnya, gue memang memikirkan untuk mengambil Magister / S2 untuk ke jenjang berikutnya namun gue sendiri pada awalnya cukup kaget karena gue rasa ini terlalu cepat lho.. Namun, gue berpikiran bahwa lebih cepat lebih baik bukan? Bukankah jika kita masih diberi kesempatan untuk melakukannya, bukannya harus dicoba dan juga diambil kesempatan itu? Karena menurut gue ketika gue mengambil S2 sekarang, tentunya gue berharap agar kedepannya gue bisa mendapatkan jenjang pekerjaan yang lebih baik lagi disamping gue bisa menambah pengetahuan yang lebih luas lagi dari para dosen-dosen yang handal di bidangnya tersebut.

Nah untuk kalian yang bingung gue sekarang kuliah dimana? Tenang, let me tell it to you. Sekarang ini gue sedang mengambil jurusan Magister / S2 di bidang Ilmu Komunikasi. Sounds a little bit far from my Bachelor’s Degree right? Meskipun terdengar sedikit agak jauh dari apa yang gue ambil di S1 dulu, namun bidang ilmu yang gue pelajari sekarang masih cukup nyambung dengan bidang Sastra lho. Ibarat kalau dulu gue ambil Sastra Inggris sebagai skill untuk mengasah kemampuan berbahasa, nah sekarang gue memilih Ilmu Komunikasi sebagai kemampuan untuk mengasah bagaimana cara gue berkomunikasi dengan relasi. Selain itu, ada juga senior-senior gue di kampus maupun yang seangkatan dengan gue yang mengambil jurusan S2 Ilmu Komunikasi sebagai jurusan tingkatan lanjutan yang dia ambil lho. So, it’s still related from the subject of my background ya..

Pilih S2 Dimana dan Alasannya?

Untuk tempat kuliahnya sendiri, gue memilih Universitas Persada Indonesia Y.A.I atau yang biasa dikenal dengan sebutan UPI YAI. Kampusnya sendiri berlokasi di Salemba, Jakarta Pusat yang menurut gue cukup strategis lokasinya karena bisa dicapai dengan angkutan umum seperti kereta KRL maupun Transjakarta. Lalu, mengapa gue memilih S2 Ilmu Komunikasi di Universitas Persada Indonesia Y.A.I ini? Tentunya yang pertama karena ada jurusan yang gue ingin ambil. Kalau tidak ada jurusan yang inign gue ambil, pastinya gue tidak akan meilih kampus tersebut bukan HAHAHA.. Yang kedua karena letak kampusnya yang cukup dekat dengan rumah gue. To be honest, untuk pergi ke kampus gue ini mungkin hanya memerlukan waktu sekitar 15-30 menit (jika macet) atau bahkan bisa kurang dari itu dikarenakan jaraknya yang cukup dekat. Jadi dengan jarak yang cukup dekat tersebut, itu salah satu privilege pertama yang bisa gue dapatkan dari Magister UPI YAI ini ya.

Yang ketiga, karena jam kuliahnya. Jam kuliahnya sendiri disini cukup fleksibel dengan waktu gue bekerja, jadi gue tidak perlu memusingkan bagaimana antara jam kerja maupun jam kuliah. Mengenai jam kuliah ini pastinya sangat penting karena gue tidak mau kalau antara jam kuliah maupun jam kerja gue jadi bertabrakan karena jadwal-jadwal yang ada tersebut, dan ini menjadi privilege kedua gue dari UPI YAI. Yang ketiga, karena biayanya yang cukup terjangkau.

Gue memilih S2 DI UPI YAI tentunya karena biayanya yang cukup terjangkau untuk sekelas Magister S2 Ilkom. Perlu diketahui kalau gue melanjutkan kuliah ke jenjang Magister S2 ini sendiri dengan menggunakan uang sendiri tanpa adanya bantuan dari orang tua lho, karena gue merasa gue harus bisa untuk mengurus diri sendiri dan juga dari guenya juga tidak ingin merepotkan orang tua untuk kedepannya. Dengan hal tersebut, soal biaya adalah privilege ketiga yang bisa gue dapat dari pilihan UPI YAI ini.

Dapat Buku Sebagai Hadiah

Oh ya, pada semester 1 kemarin ada hal yang menarik lho dan membuat gue cukup bangga. Ketika di semester 1, gue mendapatkan buku yang berjudul “Pergelakan Politik di Makassar” karya Prof. Dr. Anwar Arifin. Prof. Dr. Anwar atau yang biasa dikenal dengan sebutan Prof Anwar ini adalah dosen gue untuk mata kuliah Sistem Komunikasi Indonesia Kontemporer di semester 1 kemarin. Beliau sendiri merupakan sosok yg dikenal sebagai Mantan Wakil Ketua Komisi VI & X DPR RI, Politisi Senior, Guru Besar Ilmu Komunikasi, mantan rektor, dosen senior, dan juga penulis buku. Gue melihat beliau sebagai sosok yang cukup aktif di dalam berbagai organisasi, mempunyai pengetahuan yang luas, dan juga seorang politisi yang cukup handal. Tentu hal tersebut membuat gue cukup takjub dengan pencapaian beliau dimana bisa menjadi salah satu seorang professor termuda di Indonesia di kala itu.
Foto Bersama Prof. Anwar Ketika Menghadiahkan Buku Karyanya "Pergelakan Politik di Makassar", UPI YAI
Foto Bersama Prof. Anwar Ketika Menghadiahkan Buku Karyanya "Pergelakan Politik di Makassar", UPI YAI

Menariknya, hadiah yang dibeirkan kepada gue sendiri adalah sebuah buku. Lalu, kenapa yang diberikana dalah sebuah buku ya? Prof. Anwar pernah berkata bahwa “Kalau bertanya sama saya jika memberi hadiah atau membeli oleh-oleh, buku adalah jawabannya. Karena buku bisa membebaskan pribadi rakyat dari MBS (Miskin, Bodoh, dan Sakit-sakitan). - Prof. Anwar". Hal itu ia lakukan agar generasi muda di Indonesia tidak tertinggal dibanding dengan negara-negara lainnya yang pada saat ini sedang berlomba-lomba dalam berbagai bidang kemajuan di era industri 4.0 ini. Tentunya semangat dan juga apa yang beliau lakukan bagi negara Indonesia patut diapresiasi dan juga diacungi jempol karena sumbangsih beliau bagi kemajuan bangsa ini.

Itulah sedikit cerita mengenai semester 1 kemarin yang sudah gue tempuh dalam beberapa bulan kemarin dari juga cerita seru di dalamnya. Dari apa yang sudah dilalui di semester 1 kemarin, pastinya haru bisa menjadi sebuah modal yang dapat memicu gue untuk lebih baik lagi maupun lebih semangat lagi untuk menghadapi semester 2 agar bisa wisuda tepat waktu dengan nilai terbaik. Amin! Keep up the good work, do the best and God do the rest..

What's New?

Kuliah S1 Lagi? Sampai Pilih Jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

 Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Apakah kalian masih semangat untuk belajar atau mempelejari sesuatu? Pastinya kalau yang sudah bekerj...

Popular Post