Pages

Search This Blog

Showing posts with label universitas bunda mulia. Show all posts
Showing posts with label universitas bunda mulia. Show all posts

Thursday, April 2, 2026

Kuliah S1 Lagi? Sampai Pilih Jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

 Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Apakah kalian masih semangat untuk belajar atau mempelejari sesuatu? Pastinya kalau yang sudah bekerja dan udah di usia kepala 3 kayak gue ini mungkin rasanya udah agak malas atau mager buat belajar lagi ya.. Tenang.. Itu yang kita rasakan karena pasti kita sudah punya fokus tersendiri dalam hidup kita. Nah kalau gue, gue belum lama ini memutuskan untuk kembali berkuliah. Ya, kalian gak salah lihat atau denger kok. Yang uniknya, gue kembali kuliah di jurusan S1. What? ‘Padahal kan lo udah S1 dan lulus S2 lagi ya’, ‘kenapa gak kuliah lanjut S3?’ Sabar.. Sabar.. Akan gue certain kisahnya ke kalian dan pada akhirnya gue memilih satu kampus swasta di Jakarta bernama Universitas Siber Asia atau yang bisa dikenal juga dengan UNSIA. So, let’s check the story..

 

Kilas Balik Pertama Kali Kuliah S1

Semuanya itu pasti beralasan dan ada landasan awal kenapa kita melakukan sesuatu ya guys. Nah gue ini memang sudah lulus S1 dan S2. Dulu gue lulus S1 di jurusan Sastra Inggris di Universitas Bunda Mulia, lalu melanjutkan kuliah S2 gue di jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Persada Indonesia Y.A.I. Dari sini, mungkin kalian bisa lihat kalau antara S1 dan S2 gue itu enggak linear. Ya.. Meskipun ada sedikit hal yang mata kuliahnya sedikit linear, tapi tetap dalam pandangan ilmu ini udah hal yang berbeda ya.

Dari awal kuliah sendiri, awalnya gue itu pengen masuk ke jurusan Hubungan Internasional atau HI. Namun karena adanya keterbatasan biaya dimana ortu gue harus membagi biaya pendidikan antara untuk gue kuliah dan adek gue sekolah, maka gue mengalah untuk tidak mengambil kuliah di jurusan itu.

Selanjutnya, gue pun mencoba untuk mencari kampus lain dan waktu itu sekolah gue kedatangan tim marketing dari Universitas Bunda Mulia (UBM) yang memperkenalkan kampusnya. Awalnya, gue ya biasa aja dan anggep tim marketingnya ini cuma sebagai referensi. Setelah beberapa minggu, sekolah gue pun diundang untuk datang ke kampus UBM (a.k.a campus tour). Dan yaa.. Setelah gue datang ke kampus ini, gue pun merasa kayaknya ini kampus ok juga buat dipilih.

Sehabis dari kampus ini, gue pun bilang sama ortu gue kalo gue kayaknya mau kuliah di UBM saja karena gue jujur udah bingung mau pilih kampus mana buat kuliah hahaha.. Dalam perbicangan kita, gue pun berdiskusi soal jurusan apa yang mau gue ambil. Waktu itu pilihan terbesar gue di UBM adalah Sastra Inggris karena bisa dilihat gue dari SD sudah les Bahasa Inggris dan yaa bisa dibilang cukup ada basic disini. Selain itu, pilihan lainnya adalah Ilmu Komunikasi dimana jujur gue awalnya gak tahu ilmu komunikasi itu pelajarin apa. Namun karena dulu gue pikir kalo ilmu komunikasi banyak ngomong dan gue seorang introvert, jadi gue memutuskan pilih Sastra Inggris saja dibanding Ilmu Komunikasi daripada gue nanti kuliah gak sreg kan ya.

Selang beberapa hari, gue sama papa gue datang kembali ke UBM dan gue mendaftar di jurusan Sastra Inggris. And then, the stories continue until I graduated in this major in 2017.


Pekerjaan Banyak di Bidang Ilkom Sampai Lanjut S2 Ilmu Komunikasi

Perjalanan terus belanjut ketika gue berada di dalam lingkup profesional dimana setelah lulus S1 Sastra Inggris gue bekerja. Kalau bisa ditarik sejak 2017 dimana gue pertama kerja, gue sendiri sudah berada di berbagai lingkup kerja sebagai pengalamannya. Mulai dari perusahaan skala kecil, start-up, korporat, sampai di media adalah beberapa contoh  lingkungan kerja yang sudah gue cicipi dalam perjalanan hidup profesional gue.

Menariknya, bisa dikatakan hampir secara keseluruhan bidang gue itu adalah di bidang Ilmu Komunikasi. Untuk bidang Sastra Inggris, bahkan menurut gue hanya sedikit saja yang gue temui di dalam pekerjaan gue. Lah, kok bisa? Gue pun juga sempat bertanya-tanya kenapa hahaha.. Tapi ya, mungkin ini sebuah jalan Tuhan untuk karir gue dan gue tetep mensyukuri itu. Bidang-bidang pekerjaan dalam lingkup Ilmu Komunikasi yang pernah gue kerjakan adalah seperti di dalam lingkup Corporate Communication, Creative di TV, lingkup Digital Marketing dan SEO (Social Media Specialist lebih spesifiknya). Meskipun begitu, menurut gue ada juga lingkup kerja dari pengalaman gue yang seperti penggabungan antara Sastra Inggris dan Ilmu Komunikasi seperti Content Writer dan Copywriter.

Lanjut cerita, karena pengalaman-pengalaman yang kebanyakan di Ilmu Komunikasi dan malah kelamaan gue ngerasa kalo gue ini seperti kayak ‘salah jurusan’ hahaha, akhirnya gue pun memutuskan untuk lanjut studi S2 Ilmu Komunikasi. Untuk bidangnya sendiri, gue mengambil konsentrasi Komunikasi Bisnis & Public Relations di Universitas Persada Indonesia Y.A.I. Kenapa gue mengambil konsentrasi itu? Pada saat gue ngambil S2 itu, gue sendiri sebenernya sambil bekerja sebagai Content Writer di divisi Corporate Communication yang mana kerjaan gue sudah hampir mendekati dengan PR (buat Press Release, buat Company Profile, Branding perusahaan, manajemen krisis komunikasi perusahaan, dsb nya). Jadi karena itu, gue mantapkan untuk lanjut S2 Ilmu Komunikasi karena selain perdalam tentang lingkup ilkom gue dan pas juga lagi sesuai sama kerjaan. Well, Puji Tuhan gue bisa menyelesaikan studi S2 Ilmu Komunikasi dengan tepat waktu, yaitu selama tahun 2 tahun dan wisuda di tahun 2021.

Selepas lulus S2, apa yang gue lakukan? Tentu masih lanjut kerja ya guys. Dan gue beberapa kali kerja di lingkup yang sama seperti yang gue infokan sebelumnya, sampai pernah gue membuat sebuah bisnis kecil-kecilan untuk bidang penulisan konten digital yaitu CopyLingua.id dimana fokusnya itu di Content Writing dan Copywriting. Tentu hal ini jadi semakin tajam dalam pengalaman gue di bidang ilkom.

 

Career Switch Jadi Dosen di bidang English for Digital Communication

Pada tahun 2023, gue di kontak oleh dosen-dosen gue di UBM untuk mengajar. Gue cukup beberapa kali melakukan kontak dengan dosen-dosen gue untuk mengisi kegiatan di prodi gue. Nah salah satu pembicaraan yang dilakukan adalah tentang gue menjadi dosen. Gue pun bilang kalo gue belum pernah mengajar karena fokus gue dari dulu itu adalah di dunia profesional, namun dosen-dosen gue bilang coba dulu saja jalani karena siapa tau ada jalan karir di bagian ini.

Well, gue berpikir sejenak beberapa hari sampai pada akhirnya gue memutuskan untuk mencoba untuk jadi dosen. Di fase 2023 tersebut, gue mencoba dulu untuk jadi Dosen Tidak Tetap karena waktu itu kondisinya gue masih kerja secara full mobile dengan perusahaan asing  sebagai Copywriter. Sampai pada akhirnya di tahun 2024, gue resign dari perusahaan tersebut dan menjalani karir sebagai Dosen Tetap Full Time.

Ngomong-ngomong, gue sendiri merupakan seorang dosen untuk prodi Bahasa Inggris (Sastra Inggris). Nah menariknya, gue itu menghandle beberapa mata kuliah untuk peminatan English for Digital Communication. Bisa dikatakan ini seperti campuran antaran Sastra Inggris dan juga Ilmu Komunikasi. Jadi yaa bisa dibilang masih cukup nyambung sama pengalaman-pengalaman kerja gue maupun S2 gue.

 

Kuliah S1 Lagi, Kegalauan Untuk Pilih Universitas Terbuka

Seiring berjalannya waktu, di tahun 2026 ini adalah sudah mau memasukki tahun ketiga gue bekerja sebagai dosen. Dalam perjalanannya, gue juga baru tau kalau jadi dosen di Indonesia itu sebaiknya memiliki rumpun ilmu yang linear, dalam artian antara S1, S2, sampai S3 itu sama. Nah gue sendiri antara S1 dan S2 saja sudah tidak linear dimana S1 gue itu bergelar S.Hum (Sarjana Humaniora) dan S2 gue itu M.I.Kom (Magister Ilmu Komunikasi).

Selayaknya kalau dilihat dari pendidikan terakhir, gue lebih tepat untuk mengajar di dalam prodi Ilmu Komunikasi dan gue pun mengamini hal tersebut. Gue juga cukup merasa kalau gue memiliki potensi lebih di prodi Ilmu Komunikasi dibandingkan di prodi Sastra Inggris. Karena hal tersebut, gue jadi berpikir “kalau gue mau fokus jadi dosen, seyogianya gue di Ilmu Komunikasi karena dilihat dari pengalaman kerja, minat ilmu maupun latar belakang pendidikan.”

Sebenernya gue bisa saja untuk mengambil S2 Sastra Inggris, tetapi rasanya gue kurang begitu minat ya untuk saat ini fokus di bidang Sastra Inggris karena gue rasa prospek di Ilmu Komunikasi itu lebih besar ya. Sempat galau selama beberapa bulan untuk langkah yang mau gue ambil, sampai pada satu kesimpulan gue yakin buat memilih untuk S1 kembali, yaitu ambil jurusan Ilmu Komunikasi supaya bisa linear sama S2 gue dan semoga kalau gue S3 pun bisa linear di rumpun ilmu ini.

Awalnya gue bingung buat pilih tempat kuliah S1 Ilmu Komunikasi di Jakarta, karena situasi gue yang full time kerja jadi Dosen ini. Ada beberapa pilihan kampus swasta di Jakarta yang udah gue rasa lirik dan pas, tapi sayangnya gak gue pilih karena gue mikirin di biaya sih. Lalu, setelahnya ortu gue saranin ambil Universitas Terbuka (UT) saja, karena fleksibel, terjangkau, dan karena tujuan gue juga untuk melinearkan gelar yang sudah gue dapet.

Namun ada hal yang buat gue galau buat ambil Universitas Terbuka. Gue sering melihat konten-konten di sosial media (khususnya TikTok) mengenai UT sekarang ini yang berbeda dibandingkan dulu. Orang-orang pada bilang bahwa UT sudah tidak se-fleksibel dulu, ujiannya harus on-site, Tutor terkadang tidak responsive, dsbnya. Tentu sebenernya kalau gue pribadi sih ini kembali ke masing-masing yang menjalaninya ya. Tapi informasi-informasi publik tersebut, gue pun akhirnya enggak memilih UT untuk kuliah S1 Ilkom yang akan gue tempuh.

 

Pilih S1 PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

Masih dalam kegalauan gue, lalu tiba-tiba ortu gue infoin gue untuk coba lihat nama kampus UNSIA. Gue pun awalnya bingung itu kampus apa dan dimana ya, karena memang gue pribadi belum pernah dengar nama kampus ini. Ortu gue sendiri taunya dari TikTok dan mereka infoin ke gue kalau kampusnya itu full online kayak UT dan ada S1 Ilmu Komunikasi juga. Selain itu, kampus ini juga udah terakreditasi nasional dan internasional, jadi cukup worth it untuk dicoba.

Karena penasaran, gue akhirnya cobalah cari di Google soal kampus UNSIA ini. Setelah gue cek, UNSIA yang punya kepanjangan dari Universitas Siber Asia ternyata boleh juga nih ya. Dengan uang semester yang masih cukup terjangkau dan bahkan bisa dicicil, gue rasa kayaknya cocok buat jadi pilihan gue lanjut kuliah ya ini.

Singkat cerita, gue akhirnya berdiskusi dengan ortu gue dan juga pasangan gue soal S1 Ilmu Komunikasi di kampus Universitas Siber Asia (UNSIA). Setelah berdiskusi, mereka pun mendukung gue untuk ambil prodi S1 PJJ Komunikasi di UNSIA dan menyemangati gue untuk kuliahnya nanti. Akhirnya, pada akhir Desember 2025 kemarin gue mendaftar di UNSIA dan Puji Tuhan diterima di kampusnya.

Almamater UBM & UNSIA yang gue miliki, tanda dua almamater ini jadi langkah perkuliahan gue.

Untuk perkuliahannya sendiri baru akan dimulai di bulan April 2026 ini, tepatnya di 13 April 2026 nanti. Namun untuk pengenalan dan peresmian penyambutan mahasiswa baru oleh pihak kampus UNSIA akan dilakukan di 11 April 2026 lewat acara bernama Pengenalan Sistem Akademik Universitas Siber Asia (PENSAMAKU).

Well, tentu gue merasa tidak sabar untuk memulai hal yang baru sebagai mahasiswa. Bisa dibilang ini adalah hal yang unik dimana gue dari pagi sampai siang adalah seorang Dosen, tapi dari sore sampai malam akan jadi mahasiswa hahaha.. Mungkin juga ini hal yang sedikit nyeleneh dimana orang sudah S2, terus balik lagi kuliah ke S1. Meskipun begitu, ini merupakan hal yang bagus menurut gue buat pengembangan karir dan prospek kedepannya. Best luck and good luck for me then to start a new chapter..

So, nanti di cerita berikutnya akan gue bagikan kisah lainnya seputar kuliah S1 Ilmu Komunikasi di UNSIA ini ya...

Saturday, December 14, 2019

Time Flies Fast.. Public Speaking With My Lecture

Time flies fast. Ya, itulah kata yang bisa gue katakan untuk momen yang baru saja gue lewati pada hari Selasa yang lalu. Mengapa pada hari tersebut bisa menjadi yang cukup berkesan buat gue? Tak lain dan tak bukan adalah kesempatan dimana gue bisa kembali diberikan kepercayaan oleh UBM untuk membawa nama kampus, terutama untuk jurusan gue yaitu Bahasa dan Budaya Inggris agar bisa lebih diperkenalkan kepada masyarakat umum.

Nah untuk di kali ini, gue dapat membawa nama kampus gue bukan dalam bidang perlombaan seperti yang gue lakukan pada waktu dulu. Ya hal itu dikarenakan gue sudah menjadi alumni dari BBI UBM, so it means that I can’t join any competitions to represent my campus anymore. Well, it’s just a sweet moment.. Meskipun begitu, gue masih bisa membawa nama kampus gue dengan cara yang lainnya yaitu dengan cara mempromosikan kampus dan jurusan gue kepada adik-adik SMA.

Pada di hari Selasa, tanggal 10 Desember 2019 gue diminta oleh pihak kampus dan terutama oleh bagian marketing untuk mempromosikan kampus UBM serta jurusan gue yaitu Bahasa dan Budaya Inggris kepada adik-adik SMA agar mereka bisa lebih mengenal maupun memahami lebih lanjut tentang bagaimana dunia perkuliahan tersebut. Untuk di kali ini, gue diberikan kesempatan mempromosikan kampus UBM di salah satu sekolah swasta di kota Tangerang yaitu SMA Tarsisius Vireta. Untuk nama sekolahnya sendiri sebenarnya tidak begitu asing di telinga gue karena ketika waktu bekerja di DAAI TV dulu di program Rumah Dongeng, gue pernah mengundang TK Tarsisius Vireta untuk datang serta tampil di acara program tersebut.

Kembali lagi ke topik cerita, awal kenapa gue bisa menjadi pembicara di sekolah tersebut ketika waktu itu yaitu Mrs. Murniati (Kaprodi BBI UBM) menelpon gue untuk bisa membantu bagian marketing dalam memperkenalkan UBM beserta jurusan gue kepada adik-adik sekolah di SMA. Dipilihnya gue karena gue pada waktu kuliah memang cukup aktif berorganisasi serta dapat memenangkan lomba di ALSA maupun di internal kampus. Singkat cerita, gue menyanggupi untuk menjadi seorang speaker di acara tersebut.

Selang beberapa hari, pihak marketing-pun mengkontak gue. Gue pun diberikan jadwal di hari Selasa pada tanggal 10 Desember 2019 untuk menjadi pembicara alumni di sekolah SMA Tarsisius Vireta Tangerang. Gue pun menjawab “OK”, lalu pihak marketing menginformasikan bahwa jam 06.15 WIB pagi sudah sampai di kampus. Hmm, gue agak kaget karena sudah lama tidak pernah bangun sepagi itu selain pada waktu kuliah dulu ataupun ketika gue mendapatkan jadwal tugas di gereja gue hahaha. Anyway, gue “OK” kembali karena merasa ini tanggung jawab gue untuk membesarkan nama kampus serta jurusan gue setelah jurusan BBI UBM telah memberikan kesempatan gue hingga bisa mendapatkan pencapaian sampai sekarang ini.

Hari-hari berlalu, gue pun mulai siap mempersiapkan bahan presentasi. Bahan presentasi gue lebih memperkenalkan dunia kuliah seperti apa, kegiatan kampus apa saja, hingga pengenalan diri dari gue tentang apa yang gue kerjakan sekarang dan juga pencapaian apa yang telah gue raih bersama dengan BBI UBM. Beberapa hari berlalu, dan tibalah tanggal 10 Desember 2019 and it’s the time to present about my major! Gue bangun sekitar jam 5 pagi dan berangkat di jam setengah 6 pagi. Disaat perjalanan, gue sendiri merasa agak bernostalgia karena gue merasa sedang di masa kuliah ketika gue berangkat pagi untuk mengikuti kelas  pagi di kampus. Ah, such a sweet memories!

Setelah perjalanan dan gue sampai di kampus, gue pun menunggu di Lawson UBM. Teringat kembali masa-masa dimana gue kuliah di tempat itu. Memang ketika gue kembali kesini, banyak kenangan ketika gue kuliah dan semuanya seakan flashback dengan cepat. Ok, back to story! Gue pun akhirnya berangkat dari UBM sekitar jam setengah 7 pagi dan sampai di sekolah Tarsisius Vireta sekitar jam 8 pagi. Disana yang tak gue sangka adalah, sudah ada Mr. Jonathan atau yang biasa dikenal dengan sebutan Sir Jo oleh gue maupun oleh anak-anak BBI UBM. What? I feel surprised because I can met him again! Disitu kita mulai berbincang-bincang mengenai apa yang sedang gue kerjakan, kesibukan masing-masing bagaimana, dan lain-lainnya. Disitu, gue juga bilang kalau gue sedang melanjutkan studi Magister / S2 gue di UPI Y.A.I dengan jurusan Komunikasi Bisnis dan Public Relations. Beliaupun kaget serta bangga bahwa mahasiswanya ada yang bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Setelah berbincang-bincang, kitapun dari pihak sekolah Tarsisius Vireta dan juga markeing UBM menunjukkan ruang kelas untuk kita bisa mempresentasikan mengenai jurusan kita bagaimana. Oh iya, di dalama cara tersebut juga ada jurusan lainnya seperti Hospar (Hospitality & Pariwisata), Ilmu Komunikasi, Akuntansi, dan juga DKV. Selang menunggu beberapa menit, murid-muridpun memasuki ruang kelas dan duduk di bangku yang disediakan untuk bisa mengetahui lebih lanjut mengenai jurusan Bahsa & Budaya Inggris UBM.

Disini, terlihat bahwa siswa-siswi yang berada di ruang tersebut cukup excited dengan jurusan BBI UBM. Berbagai pertanyaan mengenai jurusan ini, kegiatan di jurusan ini, hingga bertanya mengenai apa yang gue lakukan maupun apa yang gue daapat dari jurusan ini pun menjadi topik yang sering ditanyakan oleh siswa-siswi disini. Dalam sesi tanya jawab sendiri, Sir Jo juga membantu gue untuk menjawab pertanyaan yang ditanyakan kepada kami. Untuk sesi ini, gue pun memberikan pertanyaan seputar akademik kepada Sir Jo selaku dosen dan beliau yang lebih paham mengenai akademik tersebut. Sesi tanya jawab berlangsung seru hingga pihak dari marketing sendiri menyatakan bahwa waktu sesi kami telah habis. Well, mungkin karena kami terlalu seru menjawab pertanyaan siswa-siswi hingga kami kelupaan waktu hahaha..

Setelah sesi kami selesai, kamipun kembali ke ruang BP. Disana, kamipun melanjutkan pembicaraan hangat dan juga Sir Jo menanyakan bagaimana teman-teman BBI gue yang lainnya. Gue pun sempat bercanda kepada Sir Jo ketika saat presentasi tadi. Gue berkata bahwa dulu sekitar 4 tahun yang lalu, gue melihat Sir Jo membawakan materi kuliah di depan kelas namun sekarang gue bisa berdiri disamping beliau untuk membawakan materi presentasi di depan kelas, Beliapun sempat tertawa mendengar gue berkata tersebut hahaha. But’ it’s the fact. I said to him that time flies fast.. Setlah berbincang-bincang sedikit, gue bersama dari tim UBM Ancol berpamitan kepada tim dari UBM Serpong, tim dari sekolah Tarsisius Vireta dan juga Sir Jo. Sebelum kembali ke Kampus Ancol, gue sempat berfoto bersama Sir Jo dan juga kami bersalaman sebelum pulang. Sir Jo berharap gue untuk sukses serta bisa menyelesaikan studi magister yang sekarang sedang gue tempuh. Ia pun juga mengajak gue untuk melihat BBI yang ada di Kampus Serpong. Gue pun menjawab dan memberikan sepatah kata sukses untuk beliau dan jika ada waktu, gue akan coba berkunjung ke Kampus Serpong untuk melihat jurusan BBI yang ada disana. Setelah itu, kamipun berpamitan dan juga pulang.

Well from that story, I just realized that time flies so fast! Seakan baru saja lulus dan wisuda hingga sekarang bisa berdiri di depan bersama dengan dosen gue yang notabene dulu mengajarkan gue di kelas. Gue pun cukup bangga karena pencapaian ini sehingga gue bisa membawa nama baik kampus serta jurusan gue di mata publik. Tentunya ini menjadi suatu hal yang sangat berkesan bagi gue karena hal menjadi seorang public speaking di depan umum dan mengenalkan jurusan gue sebagai alumni bukanlah hal yang pernah gue pikirkan sebelumnya. But, I’m so grateful with that. And yeah, I feel that time flies fast until today...


Taking a picture with my lecture, Mr. Jonathan Tanihardjo

Sunday, April 8, 2018

Sebuah Prestasi Yang Dicapai Lewat Akreditasi

Congratulations! Selamat! Ucapan selamat ini dengan rasa bangga gue sematkan untuk jurusan gue tercinta, yaitu Bahasa dan Budaya Inggris UBM. Gue secara pribadi turut merasa bangga bersama, khususnya bersama alumni angkatan tahun 2013 dari BBI UBM. Kami semua turut merasa bangga karena jurusan Bahasa dan Budaya Inggris Universitas Bunda Mulia telah mendapatkan akreditasi A.

Informasi ini sendiri gue dapatkan beberapa hari sebelumnya saat sedang di kantor. Ketika itu, grup chat gue berdering karena ada chat yang masuk ke grup tersebut. “Wah, ada apa ini di grup kampus? Tumben rame chatnya,” itulah kata gue saat melihat ponsel ketika berdering. Setelah itu, gue mulai membaca chat-chat yang berada di grup kampus. Tak disangka, disitu membahas akreditasi yang baru saja diraih oleh jurusan gue. Wow! Amazing! Finally my major now is have an A acreditation! Rasa bangga, senang, dan juga bersyukur bercampur menjadi satu pada saat itu.

Setelah itu, gue pun penasaran dengan berita ini. Gue pun melihat di media sosial kampus gue dan juga di Instagram ACES. Ternyata, memang betul bahwa jurusan gue telah mendapatkan akreditasi A. Ditambah, halam website kampus gue sendiri juga mempostingkan bahwa jurusan gue telah mendapatkan akreditasinya. Akreditasi ini sendiri didapatkan setelah jurusan Bahasa dan Budaya Inggris UBM telah memenuhi beberapa syarat dan juga berbagai kriteria seperti:

- Prestasi
- Tata kelola
- Kurikulum yang berorientasi pada masa depan
- Sumber daya manusia
- Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
- Testimoni mahasiswa, alumni dan pengguna lulusan
- Proses belajar-mengajar.

Mendapatkan akreditasi A ini juga merupakan hal yang tidak mudah. Prestasi, dedikasi, dan juga semangat yang telah dilakukan oleh semua pihak mulai dari para dosen, para mahasiswa, dan juga para alumni yang telah bekerja sama demi mendapatkan akreditasi tertinggi ini. Terakhir, gue berharap dengan akreditasi ini, jurusan gue bisa semakin lebih maju dan juga lebih berprestasi untuk kedepannya. Semoga dengan akreditasi ini, jurusan Bahasa dan Budaya Inggris bisa menjadi jurusan unggulan di UBM yang bisa mengukir prestas-prestasi gemilang dalam Bahasa Inggris di kancah nasional bahkan internasional. Maju terus BBI UBM!

Sumber: http://www.ubm.ac.id/program-studi-bahasa-dan-budaya-inggris-universitas-bunda-mulia-meraih-akreditasi-a/

Tuesday, January 16, 2018

Sebuah Langkah Awal, Wisuda XXVIII UBM 2018

Tanggal 15 Januari 2018, bisa jadi merupakan tanggal yang paling penting bagi gue dan juga teman-teman kampus gue! Yap! Di tanggal itulah dan tepatnya kemarin, kita semua di wisuda dan melepas stasus kemahasiswaan kita. Dengan rasa bersyukur dan juga bangga, kami pun sudah menanti-nantikan momen tersebut dari setelah kami menyelesaikan skripsi kami. Di hari itu, angkatan 2013 dari UBM melaksanakan prosesi wisuda ke XXVIII.

Bertempat di The UBM Grand Auditorium, prosesi wisuda sendiri untuk jurusan gue yaitu Bahasa dan Budaya Inggris adalah di sesi 2. Sesi 2 sendiri berlangsung dari jam 13:30 – 16:30 lhoo yang berarti mulai dari siang hari sampai sore hari. Dan juga, untuk sesi 2 ini diwajibkan untuk melakukan proses registrasi di kampus pada jam 12:30. Nah, untuk di sesi 2 ini sendiri, jurusan gue tidak sendiri guys.. Jadi selain ada dari jurusan gue sendiri yaitu Bahasa & Budaya Inggris (Sastra Inggris), ada juga dari Akuntansi dan juga Psikologi. Dari ketiga jurusan itu, yang paling banyak adalah yang berasal dari Akuntansi, lalu disusul oleh jurusan gue, dan yang terakhir adalah jurusan Psikologi. Dikarenakkan Akuntansi yang paling banyak, jadi jurusan ini mendapatkan posisi duduk di tengah dan gue beserta jurusan gue mendapatkan tempat duduk di belakang. “Wahh, sayang banget yaa gue tidak bisa duduk di tengah seperti pas gladi resik kemarin,” dalam hati gue berkata. Tapi tak apa, tohh juga masih bisa melihat dengan jelas ke stage nya karena The UBM Grand Auditorium itu sendiri bias dibilang tempatnya cukup luas untuk mengadakan suatu acara lho. Disini, gue duduk bersebelahan dengan Ramon. Yupp, he is one of my classmate for this 4 years! Gue bersama dengan Ramon selain di sering dapet kelas yang sama, dari peminatan yang sama, dan juga se-tim yang sama untuk beberapa perlombaan seperti ALSA National English Competition yang diselenggarakan di Universitas Indonesia yang dapat kami menangkan di posisi juara 2. Di depan gue yang duduk adalah Lisa. Lisa juga teman kampus gue dan bisa dibilang ini temen gue yang cukup sering berdebat sama gue. Tapi yang lucu adalah setelah kita berdebat, sekitar 10 menit berselang yaa kita bias ketawa hahaha hihihi lagi lhoo… Itu yang unik antara gue dan Lisa. Untuk teman-teman gue yang lainnya seperti Ricky, Evi, Eka, dan Anne, mereka duduk berpencar dan jadinya mereka tidak duduk di dekat gue bertiga.

Balik lagi ke prosesi wisudaan gue, well acara wisuda kali ini berlangsung khidmat dan juga lancar kokk. Mulai dari menyanyikan lagu “Indonesia Raya” lalu disambung dengan menyanyikan lagu Mars UBM, dan setelah itu prosesi wisuda, semuanya berjalan dengan lancar. Nahh saat proses wisuda sendiri, gue cukup merasakan gugup juga, khususnya saat nama gue dipanggil untuk maju ke depan. Ketika nama gue dipanggil oleh MC acara, majulah gue untuk membalikkan tali di atas topi toga gue agar bisa secara resmi menjadi seoran Sarjana. Rasa bangga dan juga senang bercampur menjadi satu saat gue maju di stage dan menyalami Dekan dan juga pimpinan dari kampus gue. ‘Wow, I made it!” dalam hati gue berkata kegirangan. Di depan orang tua gue, Kaprodi, serta teman-teman gue, now I’m officialy S. Hum., the degree that I got! Setelah gue maju ke stage, lalu gue diarahkan oleh panitia untuk foto di sebelah stage dan sehabis itu gue duduk kembali. Ada cerita lucu diantara gue dan teman-teman soal wisuda ini. Ada kata lucu sepeti ini, “Setelah 4 tahun gue kuliah dengan susah payah untuk memindahkan sebuah tali dari kiri ke kanan,” ataupun seperti “Akhirnya gue dapet boneka ini juga setelah 4 tahun gue kuliah dan berjibakku dengan dunia perkuliahan,” semua hal lucu kita lontarkan demi melepas status kemahasiswaan kita. Nahh, di dalam prosesi wisuda juga, dipanggillah juga mahasiswa/I UBM yang menyabet predikat Cum Laude untuk IPK mereka. Salah satu temen gue dari BBI yang dipanggil adalah Marcheli dengan predikat IP 3,98! “Keren yaa! I wish that I can stand in front of the stage with my parents because of my high score,” terbesit di hati gue. Hmm.. Tapi tak apa, karena gue juga sudah disebutkan oleh Rektor UBM karena bisa memenangkan lomba nasional saat pembukaan wisuda even he not mention the name. Pada saat itu, Rektor UBM menyebutkan beberapa prestasi perlombaan yang telah dicapai UBM pada tahun 2017 dan dari BBI sendiri, tim gue bisa menorehkannya hingga BBI pun disebut. Acara berlanjut dan sampai di penutupan, setelah penutupan selesai kamipun diarahkan untuk maju ke stage untuk berfoto bersama dengan Rektor, Dekan, Kaprodi. Dan setelah itu, kamipun diarahkan ke TUPA (The UBM Plaza a.k.a Bunderan kalau anak UBM sebutnya) yang terletak di lantai 1 untuk sesi foto bersama. Hal yang menarik disini adalah kami tidak melempar toga melainkan melempar boneka yang kami dapat saat prosesi wisuda tadi, menarik bukan?

Sehabis acara sesi foto bersama, gue pun langsung berfoto bersama teman-teman dan juga dengan para dosen BBI UBM. Rasa bangga, senang, haru yang para dosen-dosen gue rasakan. Gue pun berfoto bersama dengan Ms. Tika yang tak lain dan tak bukan adalah dosen pembimbing gue, lalu dengan Mrs. Murni selaku Kaprodi BBI UBM, dan setelah itu dengan Mr. Rex, Mr. Jonathan, dan juga Mr. Ardi. Oh iya, gue beserta dengan teman-teman BBI yang lain juga menyempatkan diri untuk foto bersama dengan dosen. Waktu sudah hampir menunjukkan pukul 6 sore, dan gue pun beserta keluarga gue pamit dari UBM dan menuju ke restoran D’Cost untuk makan bersama untuk merayakkan wisuda gue.

Setelah 4 tahun gue mengenyam pendidikan Sarjana gue di UBM, tepat kemarin bisa dikatakan gue sudah menyelesaikannya dengan baik. Ada banyak yang bisa gue dapat dan juga gue pelajari dari kampus gue sendiri. Mulai dari berteman dengan teman-teman seangkatan gue, materi kuliah yang disampaikan oleh para dosen, dan juga support serta torehan prestasi yang gue beserta teman-teman gue raih. Meskipun gue tidak mendapatkan IPK yang tinggi sampai Cum Laude, gue tetap bangga karena gue bisa menyelesaikan studi S1 gue dengan baik dan juga dengan nilai yang memuaskan. Tak lupa juga, seperti yang gue bilang tadi kalua mungkin nama gue tidak tercantum di daftar nama mahasiswa yang lulus dengan IPK Cum Laude, tapi nama gue masih tetap dapat berbangga diri karena bisa tercantum di bagian mahasiswa berprestasi karena lomba lho! Nama gue tercantum bersama dengan Ramon dan juga Alfonsus karena kita bisa memenangkan lomba ALSA di tahun 2017 kemarin. Yaa bisa dibilang itu bisa menjadi kebanggan tersendiri untuk gue dan juga orang tua, karena nama gue bisa dipampang setara dengan mahasiswa berprestasi di buku tahunan wisuda UBM yang dicatat untuk 500 orang lebih! Sungguh membanggakan bukan!

Terakhir, gue ingin mengucapkan Proficiat untuk teman-teman yang telah di wisuda kemarin di UBM! Selamat karena kita telah menyelesaikan studi kita dan bisa membanggakan kedua orang tua kita! Terima kasih juga gue panjatkan untuk Tuhan yang selalu menyertai gue, kedua orang tua gue, kepada dosen-dosen BBI UBM, teman-teman Mollers (Ricky, Ramon, Eka, Lisa, Tracy, Anne, Evi), dan juga untuk semua teman-teman gue dari BBI UBM angkatan 2013 yang tak bisa gue sebutkan semuanya. Sesungguhnya, perjalanan kita baru saja dimulai karena kita akan terjun ke dunia kerja dan wisuda kemarin adalah awal dari langkah kita. Tetap semangat untuk kita semua, let’s start our journey and be success together! Proficiat for BBI UBM!
 Foto bersama mahasiswa BBI UBM angkatan 2013 bersama para dosen BBI UBM

Sunday, January 14, 2018

Angkatan dalam Kebersamaan

Tak kerasa kalau wisuda sudah mau memasukki H-1.. Ya! Begitulah yang gue rasa di dalam minggu ini. Waktu yang berjalan cepat sambil menunggu waktu untuk mengukuhkan sebuah gelar yang telah diperjuangkan selama 4 tahun menempuh dunia perkuliahan dan menjadi seorang mahasiswa. Hidup dalam ruang lingkup mahasiswa yang penuh cerita, pengalaman seru, dan masih banyak lagi, adalah salah satu segelintir contoh yang gue rasakan di tengah-tengah teman-teman seangkatan gue. Untuk angkatan gue sendiri, kita semua adalah angkatan 2013 which means kita memasukki dunia perkuliahan di tahun 2013. Yup, tahun 2013 merupakan tahun awal dimana dunia perkuliahan dimulai dan kita semua di angkatan ini merasakan bagaimana sii dunia perkuliahan itu, apakah sama seperti kayak di film-film gitu? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang terbesit di pikiran kami..

Anyway, berada di tengah-tengah angkatan 2013 dari Bahasa & Budaya Inggris UBM (BBI UBM) merupakan sebuah pengalaman yang seru dan juga berwarna untuk gue. Kenapa? Kok gue bisa bilang seru dan juga berwarna? Gue bisa berkata begitu, yaa well, karena di angkatan ini terdapat berbagai macam karakter yang unik dengan kepribadian mereka masing-masing. Di tengah teman-teman ini juga gue merasakan bagaimana menjadi seorang teman yang baik, menjalin pertemanan yang baik, serta mempunyai relasi antar sesama teman. Meskipun ada perbedaan pendapat, pandangan, dan hal lainnya yang kadang suka terjadi di dalam kelas ataupun dunia organisasi kampus, tapi angkatan ini tetap satu kokk. Hal yang bisa dikatakan berwarna juga karena di angkatan ini juga setiap pribadi merupakan berasal dari latar belakang keluarga yang beragam. Benar adanya perbedaan yang ada dari berbagai suku, agama, maupun kebudayaan, well everything is fine and we go well together. Implementasi dari kata 'Bhineka Tunggal Ika' pun dapat ter-implementasi dengan baik di angkatan ini lho bro-sis. Itulah yang menjadi angkatan gue menjadi beragam dengan bercampur nya setiap kebudayaan dan kepercayaan yang ada.

Selain itu, yang menariknya adalah angkatan gue ini dikenal dengan angkatan yang aktif lho.. Aktif disini adalah aktif dalam dunia perkuliahan, organisasi, dan juga lomba. Bahkan, dosen-dosen pun meng-iyakan kalau angkatan gue adalah angkatan yang aktif dan juga cukup semangat dalam sisi akademik, organisasi, maupun perlombaan. Mau lomba nasional seperti ALSA? Angkatan gue ikut, atau mau lomba dengan sekala tingkat asia seperti AEO? Wis kita ikut juga, mau lomba apa juga kita pasti ikut karena kita mencoba untuk belajar dan mencari pengalaman akan lomba tersebut sendiri. Even bisa dibilang untuk angkatan gue sendiri bisa memberikan at least 3 piala dari lomba tingkat nasional, tapi itu semua hanya sebagai pelengkap dari kebersamaan yang udah kita lalui bersama. Kalau masalah akademik, angkatan gue juga bisa dibilang unik. Kenapa unik? Apa yang unik? Ya unik! Bisa kalian lihat dari berbagai judul skripsi yang telah kami buat kalau judul-judul skripsi kita itu unik dan beda dari angkatan sebelumnya. Setiap pribadi di angkatan gue itu mempunyai judul skripsi yang rata-rata bisa dibilang judul skripsi nya itu baru di jurusan BBI UBM ini. Hal ini juga tak luput dari beragamnya juga mata kuliah kita yang cukup bervariatif lho. Mau translation, literature, linguistics, atau teaching pun semua lengkap di angkatan ini. Menarik bukan? Setiap kategori dari Sastra itu sendiri ada di angkatan gue ini dari masing-masing pribadi yang tertarik dalam bidang tersebut.
Kunjungan Industri BBI UBM Angkatan 2013  dengan Mr. Alvin ke Radio 100.6 Heartline FM, Tangerang.

Keseruan bersama BBI UBM Angkatan 2013 dengan Mr. Lambok dalam kelas English for Drama.

Di kelas English for Secretary and Public Relation dengan Mrs. Becky.

Banyak cerita kebersamaan yang udah gue lalui bersama dengan angkatan 2013 ini di BBI UBM. Senang, canda, tawa, sedih, kesal, lucu, aneh, seru, semuanya jadi satu bak permen nano-nano. Tapi semuanya itu berkesan dan juga bermakna dalam hidup gue secara pribadi sii. Dimulai dari WF (Welcoming Freshmen/Ospek), Gathering, belajar di kelas, rapat organisasi, ikut lomba, proposal skripsi, skripsi, sampai terakhir adalah gladi resik untuk persiapan wisuda pun gue masih ingat setiap momen-momen seru tersebut. Terakhir, gue ingin mengatakan selamat untuk angkatan 2013 yang telah menempuh 4 tahun dalam mencampai gelar sarjana yang kita idam-idamkan dari awal kuliah. Selamat untuk gelar S.Hum., kita dan nilai terbaik yang telah kita torehkan. Terima kasih untuk momen kebersamaan kita dalam menempuh dunia perkuliahan ini secara banyak cara, banyak tawa, banyak momen seru, dan juga banyak kerja sama. Mari kita persiapkan diri kita untuk menempuh dunia kerja berikutnya dan sukses dalam karir kita kedepannya! Sampai ketemu di momen kebahagiaan kita semua, yaitu di wisuda nanti..
Foto kebersamaan BBI Angkatan 2013 dengan Mr. Ardi dan Mrs. Murni yang akan
mengikuti prosesi Wisuda XXVIII UBM yang diselenggarakan pada 15 January 2018 nanti.

Sunday, December 31, 2017

Kaleidoskop Cerita di 2017

Tak terasa tahun 2017 akan berakhir dalam hitungan beberapa jam lagi. Tahun yang banyak sekali terjadi berbagai cerita yang cukup mengesankan bagi diri gue sendiri. Ada banyak cerita, mulai dari dalam dunia perkuliahan, pekerjaan, kehidupan sehari - hari, dan masih banyak lagi yang tidak bisa gue sebutkan satu persatu. Lalu, dari sekian banyak cerita yang terjadi di tahun 2017 ini, mana yang termasuk menurut gue paling berkesan? Yang mana menurut gue adalah sebagai inti kesan di tahun 2017 itu sendiri? Setidaknya gue mencatat ada 3 hal yang sangat berkesan di tahun 2017. Apa sajakah ketiga cerita tersebut? Gue akan menjabarkan nya untuk kalian secara singkat mengenai ketiga hal tersebut. Ohh yaa, untuk kalian yang ingin membaca cerita lengkapnya, di setiap nomor gue sertakan link yang bisa kalian klik dan baca cerita cerita lengkapnya. Tak perlu panjang lebar, berikut adalah cerita singkatnya dari keempat momen yang berkesan di tahun 2017!

1. Lulus sidang skripsi dan mendapatkan gelar S. Hum., (Cerita selengkapnya di Tercapainya Gelar S.Hum!):
Yupp, yang pertama adalah mengenai studi gue sendiri. Di tahun ini, yang patut disyukuri adalah gue bisa menyelesaikan studi S1 gue di Universitas Bunda Mulia. Bagi kalian yang belum tahu gue kuliah dimana, gue berkuliah di jurusan Bahasa & Budaya Inggris a.k.a Sastra Inggris di Universitas Bunda Mulia (UBM) yang berlokasi di Jakarta. Nahh, gue menyelesaikan studi gue di UBM dengan masa waktu yang tidak terlambat dan pas, yaitu dalam waktu 4 tahun gue menempuh studi S1 Sastra Inggris. Dalam proses dan juga pembuatan skripsi ini, gue dibimbing oleh 1 dosen pembimbing gue yaitu Ms. Tika. Di dalam skripsi ini, gue mengambil topik mengenai Literature dalam hal perbandingan sastra dari novel ke film. Hampir beberapa bulan gue jalani dalam pembuatan skripsi, lalu Kamis, 3 Agustus 2017 merupakan hari yang bersejarah di dalam hidup gue dan hari yang penting di tahun 2017 dikarenakan di tanggal tersebut adalah dimana gue menempuh sidang skripsi dan skripsi gue pun diuji oleh para dosen penguji. Dalam sidang skripsi ini, terdapat 3 dosen yang menguji skripsi gue yaitu Mrs. Murniati, Mr. Alvin, dan juga Ms. Maria. Bisa dibilang perjuangan gue dalam sidang skripsi tersebut cukup baik dan juga berjalan cukup lancar. Mulai dari sesi penjabaran skripsi sampai sesi tanya jawab oleh para dosen penguji, gue lalui satu persatu di waktu tersebut sampai keluarlah hasil yang menyatakan gue lulus sidang skripsi dan otomatis gue juga bisa dikatakan lulus skripsi secara keseluruhan. Rasa bahagia, bangga, haru, semuanya bercampur padu menjadi satu di kala hari itu. Tak lupa juga gue menelpon orang tua gue khususnya mama gue untuk memberitakan kabar gembira tersebut. Singkat cerita, gue bisa menyelesaikan skripsi gue dengan hasil yang cukup baik dan juga bisa mendapatkan gelar S.Hum tersebut.

2. Memenangkan lomba Bahasa Inggris tingkat nasional (Cerita selengkapnya di The 21st ALSA National English Competition 2017):
Yang kedua yang bisa dikatakan cukup berkesan di tahun ini adalah gue dapat memenangkan lomba Bahasa Inggris tingkat nasional dan bisa membawa pulang piala untuk kampus gue. Ya! Di tahun ini yang merupakan tahun terakhir gue dalam aktif di dunia perkuliahan, bisa memberikan 1 kado terakhir dan juga manis untuk jurusan gue sendiri. Nah perlombaan terakhir yang gue ikut dalam momen ini adalah ALSA National English Competition. yang diselenggarkan oleh Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Depok. Di tahun ini, perlombaan tahunan ini pun bertajuk 'The 21st ALSA National English Competition 2017'. Event tahunan ini pula diikuti oleh berbagai kampus negeri dan swasta se- Indonesia dan juga diikuti oleh berbagai sekolah SMA dari Sabang sampai Merauke. Di event perlombaan nasional ini, ada beberapa kategori perlombaan seperti Battle of Brains a.k.a cerdas cermat, Newscasting, Spelling Bee, Debate, Story Telling, dan juga Paper Presentation. Lalu untuk gue sendiri, tahun ini merupakan tahun ke 3 gue dalam kategori Battle of Brains dimana mewakili UBM di kancah lomba tingkat nasional ini. Awalnya gue hanya mempunyai sedikit rasa niat untuk mengikuti lomba ini di tahun 2017 ini. Tapi, berkat dukungan teman se-tim gue yaitu Ramon dan juga dosen-dosen, majulah gue untuk mewakili UBM di perhelatan lomba tahunan ini. Sejak mengikuti lomba ini, gue hanya nothing to loose dan hanya melakukan sebisa gue dengan memberikan yang terbaik dalam setiap sesi perlombaan. Dengan Ramon dan Alfonsus di dalam tim gue, kita melewati setiap sesi dengan do the best dan konsisten. Tak disangka, kita bisa tembus ke babak final dan bertemu UNDIP dan UI dalam babak tersebut. Singkat cerita, UBM pun yang diwakili oleh tim gue dapat memenangkan perlombaan Bahasa Inggris tingkat nasional ini dalam kategori Battle of Brains dan bertengger sebagai juara ke 2 nasional. Itu merupakan sebuah cerita yang tidak bisa gue lupakan dan juga sangat berkesan di tahun 2017 ini, karena UBM bisa bersandang sejajar dengan kampus besar sekelas UNDIP, UI, ataupun kampus besar nasional lainnya.
Sumber: http://law.ui.ac.id/v3/the-21-st-alsa-national-english-competition-2017-alsa-e-comp-2017/

3. Mulainya kehidupan dunia kerja (Cerita selengkapnya di Digital Marketing? New Experience!):
Tahun 2017 merupakan tahun dimana gue sudah memasuki dunia kerja. Betul sekali! Yang ketiga ini adalah berhubungan dunia kerja gue. Di tahun ini juga, gue terjun pertama kali ke dunia kerja sebagai seorang temporer untuk event Jakarta Fair 2017 yang diselenggarakan oleh PT Jakarta International Expo. Di event ini, gue masuk dalam divisi Digital Marketing dan untuk selama event sendiri gue membantu tim Social Media, khususnya pembuatan konten dalam Instagram. Tidak mudah memang rasanya ketika gue pertama kali memasuki dunia kerja lho guys.. Jujur, gue merasa kaget dan merasa cukup berbeda atmosfirnya ketika dalam bangku kuliah dengan dunia kerja. Meskipun begitu, gue dapat mengerjakan pekerjaan dengan baik sampai perhelatan event ini selesai. Suatu kebanggaan tersendiri bisa bekerja sama dengan tim yang berada di event tahunan ini dikarenakan gue bisa diberi kesempatan untuk belajar di dalam dunia kerja dalam tim Jakarta Fair 2017. Yang terpenting, ada banyak pengalaman yang bisa gue ambil di awal gue bekerja disini. Ohh yaa, gue bekerja disini dari bulan April sebelum event berlangsung sampai Juli dimana event tersebut selesai. Bukankah sebuah penglaman adalah guru yang terbaik bagi kita? Yupp, itulah yang gue dapat dalam momen tersebut..

Begitulah secara singkat beberapa momen yang berkesan dari semua cerita yang terjadi di dalam tahun 201 ini. Sebenarnya ada banyak yang bisa gue ceritakan mengenai cerita-cerita yang terjadi dalam hidup gue di tahun ini, tapi itulah diatas secara singkat mengenai gambaran besarnya soal hal-hal yang gue alami selama tahun 2017. Rasa bangga, haru, sedih, senang, kecewa, galau, semangat, semuanya ada di tahun yang penuh cerita ini. Dalam menyongsong tahun yang baru nanti di tahun 2018, gue berharap untuk teman-teman dan juga untuk pribadi gue sendiri agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, bisa berprestasi lagi untuk bisa membahagiakan oarang tua, lebih sukses dalam bekerja ataupun berkarya, dan tak lupa juga yaitu bisa menjadi lebih positif untuk sekeliling kita. Akhir kata, gue secara pribadi ingin menyampaikan selamat menyongsong tahun yang baru untuk seluruh teman-teman sekalian! Selamat tahun baru 2018 untuk kita semua! Semoga di tahun yang baru, kita juga mempunyai semangat yang baru dan juga cerita yang baru. Happy New Year 2018 fellas! 

Friday, December 29, 2017

UBM di Mata Kampus Lain itu...

Ada hal yang menarik ketika gue sedang browsing di internet saat sedang bersantai. Well, browsing bisa dikatakan udah kayak seperti makanan gue sehari-sehari. There is no day without browsing on the internet! Ibarat kayak internet ini adalah sebagai jendela dunia gue yang bersanding dengan sebuah buku dikala zaman sebelum digital. Iseng-iseng mem-browsing di internet dan saat sedang galau karena teringat dunia perkuliahan, gue menemukan satu hal yang sangat menarik! Penemuan ini bukanlah tentang yang berbau negatif, horror, or things like that yaa.. Ini adalah cerita ketika tentang lomba Bahasa Inggris tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Dan di tahun 2017 ini, perlombaan tersebut bertajuk 'The 21st ALSA National English Competition'. Ini bisa dibilang suatu perlombaan Bahasa Inggris yang cukup presitigius se- Indonesia lho guys! Lomba yang diikuti oleh berbagai sekolah tingkat SMA dan pastinya oleh berbagai kampus negeri maupun swasta yang turut ikut berpartisipasi dalam perhelatan perlombaan ini.

Sekilas dari nama saja mungkin kalian sudah bisa menebak siapa saja yang mengikuti perlombaan disini. Yup! Dikarenakkan yang menyelenggarakan adalah dari Fakultas Hukum dan tentunya dari ALSA (Asian Law Student Association) UI, bisa kalian bayangkan jurusan apa yang kebanyakan berpartisipasi dalam event tahunan ini bukan. Hukum! Ya, jurusan atau fakultas Hukum lah yang cukup mendominasi peserta di event lomba ini. Tapi, meskipun mayoritas berasal dari Fakultas Hukum, masih ada juga yang mengikuti event ini yang berasal dari jurusan lain dan salah satunya adalah dari kampus gue sendiri yaitu UBM. Seperti yang kalian ketahui bahwa jurusan gue sendiri adalah bukan Hukum melainkan Bahasa & Budaya Inggris a.k.a Sastra Inggris. Yaa biar kata gelar lulusan gue juga mungkin mirip dengan lulusan S.H (Hukum) (ngarep) dan gue sendiri adalah S. Hum (Humaniora), tapi gue dan teman-teman tetap bersemangat untuk ikut event ini. Terhitung gue sudah 3x mewakili UBM dalam event tahunan perlombaan Bahasa Inggris ini. Ohh iya, just information, kalau di event ada beberapa bidang kategori perlombaan yang bisa diikuti seperti Spelling Bee, Battle of Brains, Speech, Newscasting, Debate, Story Telling, dan Paper Presentation. Untuk kampus gue sendiri, kita biasa mengirim ke beberapa bidang lomba seperti Spelling Bee, Newscasting, dan juga Battle Of Brains yang notabene merupakan kategori yang gue ikuti. Begitulah penjelasan dan juga cerita singkat mengenai event perlombaan ALSA National English Competition ini.

Lalu, apa hubungan nya dengan judul topik diatas? Eittss.. Disini laah intinya! Seperti yang gue jelaskan diawal tulisan bahwa gue menemukan sesuatu yang mengenai perlombaan ini dan juga kampus gue, khususnya jurusan sendiri. Saat sedang mem-browsiing dan galau karena ada 1 email ayng gue terima tentang invitation to join The 2018 Asian English Olympics, galaulah gue karena teringat masa-masa kuliah dan juga masa-masa lomba mewakili kampus gue. Karena kegalauan itu, gue secara iseng browsing dengan keyword 'alsa ubm undip ui'. Kenapa gue browsing dengan keyword itu? Hal itu dikarenakkan saat Final lomba BoB (Battle of Brains) kemarin, 3 kampus inilah yang maju di babak final dengan result UNDIP di peringkat 1, UBM peringkat 2, dan UI di peringkat 3. Singkat cerita, di hasil pencarian gue via om Google, gue menemukan satu hal menarik di tagline paling atas yaitu di website FH UNDIP. Setelah gue baca, gue cukup kaget! 'Wah, kampus gue masuk berita di portal kampus lain nii," di dalam hati gue berkata seperti itu. Rasa bangga dan senang pun menjadi satu perasaan gue. Gue merasa bangga karena nama UBM dan jurusan BBI UBM bisa tercatat gak cuma di kampus sendiri, tapi bisa tercatat bahkan dikenang sama kampus lain lho.. Bagi kalian yang penasaran apa sii isi beritanya, kalian bisa lihat beritanya dibawah ini yang telah gue capture di bagian di mana nama UBM disebutkan.
Sumber: http://lpmgemakeadilan.fh.undip.ac.id/2017/04/20/delegasi-fakultas-hukum-undip-raih-juara-1-battle-of-brains-the-21th-alsa-national-english-competition-alsa-lc-ui/

Begitulah sepenggal isi berita yang diberitakan dalam website tersebut. Cerita diatas yang gue lansir langsung dari website tersebut merupakan saat gue sedang dalam ruangan lomba Battle of Brains melawan UNDIP dan UI. 'Wow! Gak kebayang gue dan tim gue bisa memberikan perlawanan yang berarti buat kampus besar sebesar UNDIP dan UI!" Begitulah di dalam gue berkata. Rasa bangga, senang dan terharu pun terasa di dalam diri gue. Gak cuman bisa terpampang di kampus UBM sendiri, tapi di kampus lain juga sebesar UNDIP lho. Masih tetep gak nyangka kalau yang merupakan lomba terakhir gue dalam mewakili UBM bisa lebih berkesan lagi seperti ini. Kalau seperti ini terus, bagaimana gue bisa 'mup on' dari dunia perkuliahan yang seru dan juga asik itu? Gue pribadi masih berasa berat untuk sadar kalau gue sudah menyelesaikan studi gue di UBM, tinggal menunggu wisuda, dan sudah memasuki dunia pekerjaan yang keras. Apapun yang gue rasa, ini bisa menjadi sebuah cerita kelak untuk teman-teman bahkan anak-cucu gue (amin!) kelak sebagai pengalaman yang sangat berguna kalau sebuah kampus kecil di Jakarta bisa memberikan perlawanan yang sengit dalam perlombaan besar dengan melawan kampus besar sebesar UNDIP dan UI.. Sungguh sebuah cerita yang sangat berkesan..

Sunday, October 29, 2017

Menjadi Pembicara? Seru!

Di bulan Oktober ini, ada pengalaman seru yang gue alamin! Pengalaman ini masih tetap berhubungan dengan dunia perkampusan dan juga perkuliahan, even I already finished my study on my campus. Ini hanya sebuah postingan singkat tentang bagaimana menjadi seorang pembicara yang diundang oleh suatu acara. Jujur, gue dari dulu belum pernah sama sekali diundang untuk menjadi seorang pembicara lho. Really? Yes! Gue selama ini justru hanya sebagai penonton atau sebagai pengamat dari sebuah acara yang mengundang para pembicara a.k.a speaker. Dan setelah gue diundang oleh pihak kampus gue yaitu UBM menjadi speaker dalam acara Parents Gathering kemarin, yang gue rasain adalah... "Oh, jadi begini rasanya jadi speaker tohh.. Cukup tegang juga yaa," di dalam hati gue berkata.

Anyway, ceritanya dimulai ketika akhir September lalu ketika tim Marketing Event UBM meng-contact gue untuk menjadi tamu dan speaker saat acara Parents Gathering yang diadakan oleh UBM di tanggal 14 Oktober 2017 silam. Saat tim tersebut meminta gue untuk membantu mereka dalama acara Parents Gathering untuk menjadi speaker, gue langsung bilang bisa dan membuat jadwal agar bisa menjadi speaker untuk acara tersebut. Oh iya untuk acara ini sendiri, gue diminta oleh tim UBM untuk memberikan testimoni serta pengalaman - pengalaman yang telah gue jalani di UBM ditambah dengan pengalaman berbagai lomba plus lomba yang telah gue menangkan untuk jurusan gue dan UBM. Jadi, untuk acara tersebut gue jadinya menjadi mawapres (Mahasiswa Berprestasi) karena telah membawa UBM menjadi juara dalam lomba nasional. Selain itu, gue juga menceritakan berbagai pengalaman dalam berorganisasi khususnya pada saat gue menjabat sebagai Koordinator Bidang Perlombaan untuk HMJ BBI UBM.

Setelah menunggu beberapa hari, dan tibalah waktunya untuk menjadi speaker. Tepat pada hari Sabtu tanggal 14 Oktober 2017 kemarin, acara tersebut dimulai di The UBM Premiere Class saat pagi hari. Gue lalu bertemu dengan tim yang sudah meng-contact gue lalu gue dipersilahkan duduk. Btw, acara Parents Gathering yang diselenggarakan oleh Universitas Bunda Mulai merupakan acara yang diperuntukkan untuk mempromosikan kampus beserta terdapat berbagai acara seperti sesi tanya jawab, campus tour, dan juga pendaftaran langsung calon mahasiswa/i yang akan menjadi mahasiswa/i UBM. Acara ini juga dihadiri oleh para orang tua beserta murid-murid SMA dari berbagai kota dan sekolah. Setelah mendengar penjelasan mengenai UBM oleh tim dan menonton beberapa video cuplikan mengenai "What is UBM and What we do?" yang berisikan mengenai berbagai acara yang diselenggarakan oleh UBM plus beberapa foto mawapres yang telah memabwa UBM menjadi juara di berbagai perlombaan, mulailah sesi gue. Btw, dalam video cuplikan tersebut, gue melihat ada foto Ramon yang juga dipampang dalam video tersebut sebagai mawapres. Anyway, Ramon is my classmate and he is also my team member for several competitions.

Nah, saat sesi gue dimulai dan akan memberikan testimoni serta tanya jawab oleh pembawa acara, gue merasakan cukup gugup juga yaa karena this is my first time being a spaker. Rasanya yaa more or less seperti gue akan mengikuti sebuah lomba atau mau presentasi paper di depan dosen. Well, gue tarik nafas sejenak untuk meredam rasa nervous tersebut dan here we go! Kenapa gue nervous? Yupp, gue nervous karena gue takut aja menyebutkan or berkata yang malah bisa membuat citra kampus gue menjadi jelek karena acara ini kan ibarat sebagai ajang promosi UBM untuk menjaring mahasiswa/i baru. "Oke, I'll do my best," dalam hati berkata. Dimulailah sesi tanya jawab sampai setengah jam, Disitu gue menjelaskan kesan nya selama menjadi mahasiswa UBM, menceritakan pengalaman lomba sampai jadi juara dalam lomba nasional, serta pengalaman saat masih menjabat dalam organisasi. Semua gue jawab based on my experiences as well. Signkat cerita, selesailah sesi mawapres dari gue dan selang beberapa lama pun, selesai juga acara tersebut.

Dari pengalaman tadi yang gue dapat adalah seru dan pastinya bisa menginspirasi teman-teman SMA yang nantinya akan memasuki dunia perkuliahan maupun yang yang akan menjadi mahasiswa/i UBM nantinya. Gue berharap generasi-generasi selanjutnya yang akan menjadi keluarga bagian dari UBM dapat berkontribusi untuk kemajuan UBM sendiri agar UBM bisa menjadi kampus yang makin dikenal baik nasional maupun internasional tentu dalam hal positif or prestasi yang dicapai (Amen!). Dan dari gue pribadi sendiri, menjadi seorang speaker dalam acara tersebut merupakan pengalaman yang seru dan juga jadi pengalaman yang tak terlupakan. Yupp, selain bisa menginsipirasi orang lain lewat prestasi dan pengalaman, gue juga sembari belajar menjadi Public Speaker yang baik. Semoga saja gue bisa menjadi Public Speaker seperti yang diajarkan oleh Mr. Lambok saat semester 3 or jika dalam bekerja nanti bisa menjadi seorang Public Relations yang baik seperti yang diajarkan oleh Mrs. Becky saat kelas English for Public Relation semester lalu. Who knows I can be a good at public speaking or as a public relations officer in the future...

Saturday, September 30, 2017

22 di Tanggal 22

Semakin hari semakin bertambah usia. Yupp, itulah yang gue rasakan saat ini! Tak terasa waktu sudah berjalan dengan cepat dan sekarang sudah memasuki usia yang bisa dibilang cukup dewasa. Tahun ini, khususnya di bulan September ini gue sudah memasuki usia 22 tahun. Sudah cukup tua bukan? Hahaha, just joking people... Di usia yang ke 22 tahun ini, well yang cukup patut disyukuri adalah masih bisa diberi kesempatan untuk bisa menjalani kehidupan dengan baik, masih bisa diberi kesempatan untuk bersama - sama dengan keluarga, dan yang paling harus disyukuri adalah studi S1 gue bisa dibilang sudah selesai! Thank God I can make it! Nahh, di hari saat gue ultah kemarin di tanggal 22 September, ada hal yang cukup menarik lhoo.. Yang cukup menarik dan juga bisa dibilang kado spesial di ultah ke 22 kemarin adalah Hardcover Skripsi gue telah selesai dan siap untuk dikumpulkan. Well, untuk bisa menjilid lalu membuat Hardcover untuk skripsi itu gampang kokk, tapi yang susah adalah ketika ada revisian yang bisa membuat kepala bercabang sampai pusing brosis!

Yupp, pusing dan juga cukup merepotkan! Itulah yang gue rasakan disaat membuat revisian skripsi gue untuk bisa menjadi Hardcover dan setelah itu dikumpulkan ke kampus. Mulai dari salah halaman, peng- editan daftar isi, sampai revisi cover, semuanya menjadi satu dan itu adalah aktivitas gue untuk bebrapa hari yang lalu sebelum hari ultah. ‘Huhh, lelahnya,’ terlintas dalam pikiran yang sudah lelah dengan revisian tersebut. Gue kira dulu mudah untuk mensubmit skripsi yang telah di Hardcover tapi ternyata merepotkan juga tohh.. ‘Oke, tak apa’ sambil mempertegas hati dan juga bersabar menyelesaikan nya, gue selesaikan dengan lebih teliti. Beberapa hari berlalu, dan done! Selesai! Revisian yang gue buat telah selesai dan masuk dalam proses pengecekan dari pihak perpsutakaan dan juga pihak layanan mahasiswa. Sambil menunggu proses pengecekan, gue cukup was - was mengingat kalau masih ada yang salah, then I have to working on it again to revise the mistake lho.. Setelah beberapa waktu, selesai sudah proses pengecekan dan Thank God, I’m good to go! Maksudnya adalah sudah siap untuk proses Hardcover. Sambil menghela nafas, gue berkata dalam hati ‘selesai juga’. Tentu itu merupakan hal yang melegakkan karena ibarat naik 1 tangga lagi untuk mencapai tujuan. Oke, next step adalah membuat Hardcover. Berjalan menuruni tangga sambil menikmati suasana sore kampus, wahh kadang terlintas dalam pikiran gue kalau gue sudah selesai kuliah dan masih kurang menyangka aja a.k.a ‘kaget’. Yupp, kadang gue masih merasa kalau waktu kuliah gue cukup cepat juga yaa.... ‘Hmm, maybe because I really enjoy it and also I’m very comfort to spend time together with my friends in here’, terlintas di benak pikiran. Sambil terlintas di pikiran tentang pertanyaan dan pernyataan itu tadi, sampailah gue di tempat fotocopy kampus untuk men- Hardcover skripsi yang telah dibuat dengan penuh perjuangan ini. Perjuangan nya sii boleh diibaratkan seperti para pejuang yang merebut Kemerdekaan Indonesia (woah!). Tidak perlu kaget karena itulah perasaan kami para mahasiswa/i saat mengerjakan tugas akhir or skripsi tersebut. Oke, dengan membayar sekitar Rp 50.000,00- gue bisa membuat Harcover skripsi gue dengan estimasi waktu 2 hari. Done! Selesai! Tinggal menunggu selesai lalu dikumpulkan.

Singkat cerita, tibalah harinya gue mengambil Hardcover skripsi gue. Dan tepatnya, itu adalah tanggal 22 September dimana gue ultah! Wow, what a great day! Sudah ultah, selesai Hardcover juga. Ibarat seperti UBM memberikan kado disaat gue ultah tahun ini! It’s gonna be a best gift for me this year! Tanpa menunggu waktu  yang lama, gue berangkat ke kampus lalu mengambil Hardcover yang sudah jadi untuk diserahkan ke pihak layanan mahasiswa. Beberapa saat mengantri and then, it’s my turn. ‘Pagi, ada yang bisa dibantu?’, sapa penjaga layanan mahasiswa. ‘Pagi, saya mau mengumpulkan Hardcover skripsi,’ saut gue. Setelah itu, gue serahkan Hardcover skripsi gue yang telah jadi dan mulai diceklah skripsi tersebut oleh sang penjaga layanan mahasiswa. Selang beberapa menit, selesai sudah proses pengecekan. Everything is fine and I can submit it! Wohooo, senangnya bukan main! ‘UBM really gives a great gift for my birthday this year,’ saut gue di dalam hati. Gak menyangka kalau gue bisa menyelesaikan studi S1 gue disaat gue ulang tahun. It’s very fantastic! Well, begitulah cerita singkat ultah gue yang 22 kemarin di tanggal 22 September yang menurut gue terdapat sebuah cerita yang cukup menarik. Gue berharap dan berdoa supaya bisa bertemu di ultah gue yang selanjutnya di tanggal 22 September tahun depan bersama dengan keluarga tercinta dan kesempatan kehidupan yang indah ini yang Tuhan berikan untuk gue. That’s all about my birthday story, how about you? 

Thursday, August 31, 2017

Tercapainya Gelar S. Hum!

Bersyukur! Yupp, itulah kata yang hanya bisa gue panjatkan ke Tuhan YME. Tanpa ada kata - kata yang cukup membendung perasaan senang, bahagia, bersyukur, dan semua hal yang bisa diucapkan. Setelah cukup berpusing ria dengan skripsi selama beberapa bulan, and thank God I can achieve it! Sudah bisa dipastikan bahwa nama gue akan menjadi semakin panjang dengan gelar tersebut, but so proud to have it. Betull sekali, nama gue akan menjadi Christopher Setiadi, S. Hum., setelah menyelesaikan thesis defense a.k.a 'sidang skripsi' beberapa waktu lalu, lebih tepatnya pada awal bulan Agustus kemarin. Dan ada cerita disaat - saat gue sedang menunggu jadwal sidang skripsi tersebut. Mulai dari perasaan khawatir, deg - deg'an, takut, bercampur excited semuanya beraduk menjadi satu seperti nano - nano.

Perasaan itu dimulai ketika jadwal sidang skripsi untuk jurusan gue yaitu Bahasa & Budaya Inggris telah keluar dan terpublikasi di portal mahasiswa UBM. 'Wahh, udah keluar aje nii,' di pikiran gue berbicara. Dengan rasa penasaran dan juga deg - deg'an, gue klik lahh tombol download untuk men - download dan juga melihat jadwal sidang skripsi tersebut. Iyakk, download berjalan dan selang beberapa menit file yang telah didownload telah berhasil. Tanpa pikir panjang, gue buka file nya untuk melihat kapan waktu sidang skripsi yang akan gue tempuh. Tap! Gue buka dan gue cermati satu - satu daftar nama mahasiswa yang akan mengiktui sidang skripsi tersebut. Scroll ke bawah.. dan trus scroll, sampai pada akhirnya gue menemukan satu hal! Yapp! My name is on there! Dengan cermat gue lihat kapan dan dimana sidang skripsi yang akan gue hadapi di depan mata tersebut. Oke, gue mendapatkan jadwal sidang skripsi pada hari Kamis, 3 Agustus 2017 jam 10:00 sampai 10:50 di ruang 405. Hemm, termenung sejenak setelah melihat jadwal tersebut.. 'Oke, siap!', di dalam diri gue berkata. 'Gue bisa dan gue pasti bisa menghadapinya!', dengan semangat seperti pejuang '45 yang akan menuju ke medan perang lawan penjajah gue bersemangat. 'Baiklah, mari kita persiapkan peperangan ini dengan sebaik - baiknya dan juga terstruktur dengan rapi', gue berkata lagi di dalam hati bak seorang prajurit yang akan menyelesaikan sebuah misi yang amat penting. Sambil sembari menunggu jadwal gue sidang, gue datang ke kampus untuk memberikan support untuk para sahabat seperjuangan gue yaitu tim Mollers. Oh iya, di hari pertama ada Anne dan juga Ramon yang akan menghadapi sidang skripsi. Disusul di hari kedua ada Ricky dan juga gue sendiri yang kebagian jadwal sidang skripsi di hari tersebut, dan yang terakhir ada Evi, Eka, dan juga Lisa yang mendapatkan jadwal di hari terakhir. Singkat cerita dan waktu semakin dekat, semakin berdegup kencang perasaan dan hati ini (apasii..), karena sidang skripsi tersebut. Gue mencoba buat melakukan berbagai hal yang bisa buat gue enjoy dan juga relax seperti mendengarkan beberapa lagu, browsing, dan juga lain - lain supaya bisa tidak terlalu stress karena sidang skripsi tersebut.. Yeah, I try those things so I can face it will calm and also with a positive idea!

Beberapa hari berlalu dan tibalah saatnya! Saatnya telah tiba untuk berperang ide dan juga pemikiran untuk memaparkan apa yang telah gue buat selama beberapa bulan ini dengan dospem gue. 'I'll give my best to pass this thing!', dengan semangat gue berkata di dalam hati. Nahh, pada hari gue sidang ini yang menguji adalah Mr. Alvin, Mrs. Murni, dan juga Ms. Maria. Wahh, gue cukup positive dengan para penguji tersebut karena gue sudah bertemu dan juga pernah diuji oleh beliau - beliau tersebut di semester- semester sebelumnnya. 'Oke, I'm ready!', gue berkata sambil memasuki ruang sidang skripsi. Dengan mengucap God bless, gue mulai memaparkan skripsi gue di depan para penguji. Setelah sesi presentasi, tibalah sesi Q & A dimana para penguji akan menanyakan beberapa hal mengenai topik yang telah kita buat. 'Ok, this is it,' sesi dimana gue akan men - defense apa yang sudah gue kerjakan. Satu pertanyaan berlalu, dua pertanyaan, lalu ketiga dan seterusnya gue jawab di depan para penguji. Lalu pada akhirnya, 'Ok, we think that's all. You may wait outside to get the result', para penguji berkata demikina. 'Fiuhh finally I can face it,' sambil mengelap keringat yang mengucur di kepala gue keluar ruangan dan menunggu hasil sidang skripsi tersebut. Beberapa menit berlalu gue menunggu di depan ruangan dengan perasaan yang tak karuan, yaa seperti gue menunggu hasil kelulusan ketika sekolah dulu. Perasaan yang udah entah apa namanya bermunculan untuk menunggu hasil tersebut. 'Please go inside,' para penguji memberikan sinyal untuk gue masuk ke ruangan. Semakin berdebar ini hati untuk mengetahui hasilnya! Perlahan gue perhatikan dan juga dengar baik - baik masukkan serta komentar dari para penguji sampai akhirnya statement itu keluar. 'Christopher, you passed,' ketua penguji gue yaitu Mrs. Murni berkata. 'Really? For real?', di dalam hati gue bertanya - tanya. Yes it is real and it's not a dream! Gue hampir mengeluarkan air mata setelah mendengar statement tersebut saking bahagia nya! Setelah itu, kami (gue, Ricky, dan Kelvin) bersalaman dengan para penguji dan mereka berkata 'Congratulations!' Thank God I can face it, and the firsth thing that I do is calling my mom. 'Mom, I passed and now my name is Christopher Setiadi S. Hum.,' I said to my mom. Dengan sukacitanya my mom said 'Puji Tuhan, anakku sudah jadi sarjana.' Mendnegar hal itu, gue pun ikut bangga karena bisa membahagiakan orang tua gue yang telah bersusah payah menyekolahkan gue sampai saat ini. Setelah menelpon my mom, then I take a pictures with friends to celebrate it. What an unforgetable moment in my life!

After the stories that I wrote above, I want to said that I am grateful and thank to God that I can pass it with a good score. Next to my parents which is supporting me until this days. I am also would like give my appreciate to Ms. Magdalena Kartikasari for guiding me making my thesis and her support to us for thesis defense. I also would like to give my appreciate for the examiners which are Mrs. Murni, Ms. Maria, and also Mr. Alvin for the time during the thesis defense. Last but not least, to my Mollers team (Ramon, Lisa, Ricky, Eka, Anne, Tracy, Evi) for their support for me at all time.
With Ms. Magdalena Kartikasari, she is my supervisor for Literature Studies.


With the examiners, Mrs. Murni (center) and Mr. Alvin (right).


Friday, August 25, 2017

From Nothing to Something

Apakah kalian pernah memikirkan nama kalian bisa terpampang disuatu tempat? Atau pernah bermimpi orang-orang bisa kenal kalian lewat foto kalian? Well, I believe that those kind of those things are a dream for every people. Gue juga pernah memikirkan hal yang sama kok dengan kalian haha. Anyway, gue post ini karena ingin menceritakan tentang yang berhubungan dengan nama dan juga foto yang terpampang di tempat umum. Yang pasti, bukan terpampang karena perbuatan negatif seperti mencontek, atau melakukan hal yang negatif lainnya yoo.. This is purely positive. Lalu, beginilah ceritanya...

By the way, kisah ini sii bermula ketika gue sudah memasuki dunia perkuliahan yaa. Ketika sudah kuliah di kampus gue yaitu UBM (Universitas Bunda Mulia), gue cukup sering melihat sebuah mading (I guess..) yang terpampang di beberapa titik sudut kampus seperti di lift-lift, lt.2 dekat LM, dan juga di dinding lt.3 yaitu ruang dosen. Well, ada apa sii dengan mading tersebut? Is there any interesting things sampe gue sendiri cukup tertarik menulis ini? Of course there is something interesting on there! Yupp, yang menarik di mading tersebut adalah foto - foto mahasiswa/i UBM yang telah performed extremely well di bidang akademik dan juga non akademik. Mostly, foto - foto yang terpajang disana adalah mahasiswa/i yang telah memenangkan lomba tingkat nasional bahkan tingkat internasional lho! That's why I told to you that there are something on there. Nahh disaat gue awal masuk kuliah, gue melihat kalo foto - foto yang terpampang disitu kok keren yaa! Keren juga selain bisa membawa prestasi buat jurusan dan kampus, plus people can know you lhoo.. Wahh, idaman seorang mahasiswa banget yaa ketika nama kita bisa dikenal oleh teman - teman mahasiswa lainnya (apalagi oleh adik junior kita haha). Hmm, ketika itu ada salah satu senior gue yang foto nya terpampang di mading tersebut. Yupp, Ci Bella and she is the winner of Spelling Bee tingkat nasional yang diselenggarakan oleh UI. "Wow! keren!" Di dalam pikiran gue, yaitu adalah hebat banget bisa menangin lomba tingkat nasional seperti itu dan bisa buat bangga jurusan bahkan kampus gue. Nahh dari situlah, gue mulai bermimpi. Mimpi seorang mahasiswa ini adalah 'seandainya nama gue juga bisa terpampang disitu yaa.. seandainya gue bisa memenangkan lomba besar seperti ituu..' dann terus berandai - andai. Singkat cerita, gue bertekad untuk bisa nama gue terpampang disitu dengan doa, perjuangan, tekad, dan juga (makan banyak) belajar yang pasti haha.

Mulai dari situ, gue cukup sering mengikuti perlombaan untuk mewakili jurusan gue yaitu Bahasa & Budaya Inggris UBM di perlombaan - perlombaan tingkat nasional. It's a long journey dan ketika pada saat itu, pencapain tertinggi gue adalah menjadi semi final di lomba cerdas cermat bahasa Inggris tingkat nasional. 'Hmm, sudah mulai goyah nii tekad gue karena belum membuahkan hasil', dipikian gue berkata seperti itu. Well, yasudah disitu gue belajar untuk legowo saja dengan berpikir 'yaa mungkin gue bukan orang yang bisa terpampang  di mading tersebut untuk buat jurusan gue bangga.. mungkin teman gue, atau mungkin junior gue yang bisa terpampang disana', pikiran di dalam diri sendiri berkata seperti itu. Setelah mulai legowo dengan hal tersebut, beberapa bulan kemudian muncullah satu hal yang bikin gue proud! Yupp, my best friend can make his photo on that place! Ramon, temen segeng dan seperjuangan gue dikelas dia juara 1 Spelling Bee tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Untar! Wow, you make my thought is becoming true! Selain itu, di kategori lain yaitu Jessica Wong yaitu junior gue bisa memenangkan juara 2 kategori Short Story dengan di lomba yang sama. Mereka berdua akhirnya bisa terpampang namanya di mading tersebut dan bisa bawa nama BBI UBM jadi makin kece! Senangnya gue ketika melihat mahasiswa/i jurusan gue bisa berprestasi. Well, mimpi gue untuk bisa nama mahasiswa/i BBI UBM bisa terpampang disitu ditambah bisa menambah piala untuk jurusan juga sudah membuat gue senang karena disaat itu gue sedang memangku jabatan sebagai Koordinator Bidang Perlombaan untuk ACES BBI UBM. 'So proud of that', di dalam hati gue berkata seperti itu dan gue bisa cukup senang karena target gue bisa tercapai.

Singkat cerita ketika gue di semester 8 ini, dosen gue mengajak untuk ikut lomba cerdas cermat bahasa Inggris tingkat nasional yang diselenggarakan oleh UI. Well, it was the same competition that joined from 2014. Ditambah Ramon juga mengajak gue untuk berpartisipasi lagi dan dia ngomong 'ikut aja per, buat penutupan kita di semester 8 ini' he said. Hmm.. gue berpikir dan akhirnya yasudah, gue ikutlah lomba tersebut dengan menjadi tim bersama Ramon dan juga Alfonsus. Ohh yaa, btw Alfonsus is one of my junior. 'Okee gue ikut, tapi yaa untuk have fun sajalah. Tidak memikirkan menang apa - apa', dalam hati gue berkata seperti itu. Perlombaan berjalan beberapa hari dengan ketat dan wow! Gue juara 2! (bisa kalian baca cerita tentang lomba ALSA UI 2017 di postingan sebelumnya). Gue bener - bener gak nyangka karena setelah 3 tahun mencoba dan menunggu, finally my photo is on there! Selain itu, ini adalah foto ke 2 Ramon yang terpampang di mading kampus tersebut. Ditambah Alfonsus juga menang juara 1 lomba Spelling Bee di Univ. Mercu Buana yang otomatis dia terpampang 2 foto sekaligus! Amazing! Gue gak habis pikir dan speechless karena my dreams becoming true! Seneng nya bukan main karena apa yang gue harapkan bisa benar terjadi dengan doa dan juga kerja keras. 'Finally  I can make my major which is English Language & Culture and my campus UBM proud', dalam hati berkata seperti itu. Dari cerita ini, ada pelajaran yang bisa gue petik sii.. Teruslah bermimpi, teruslah mencoba sampai kalian berhasil mendapatkan mimpi tersebut! Kita tidak tahu kapan mimpi itu bisa terjadi, tapi seiring berjalan nya waktu, doa dan usaha kita, niscaya mimpi yang kita impikan bisa benar - benar terwujud. Tetap bermimpi, berdoa dan juga berusaha supaya kita bisa menjadi orang yang sukses. Semoga pengalaman singkat ini bisa bermanfaat buat teman - teman sekalian. Have a good day semua!

Foto Mading Mahasiswa Berprestasi UBM Periode 2017

Wednesday, April 12, 2017

The 21st ALSA National English Competition 2017

Hi guys, apa kabar? Wow, it's being a very busy week for me. Yes, my schedule is full and also hmm, got a less of rest. Dan alhasil, mata panda ini muncul dan juga kurang nya fokus karena cukup sleepy dalam menjalani (hmm mungkin butuh aqua?). Well, dalam minggu ini, gue sendiri berkutat dengan salah satu lomba tingkat nasional yang cukup prestigius di Indonesia. Lomba yang skala nya ini terbilang cukup wah dan dengan total hadiah yang terbilang cukup besar, menghasilkan berbagai sekolah dan universitas se-Indonesia untuk berpartisipasi dalam event ini yang diadakan oleh ALSA LC Fakultas Hukum Universitas Indonesia. By the way, dalam event ini, gak cuman untuk universitas or varsity aja kok kawan, tapi teman-teman dari sekolah menengah atas a.k.a high school juga berpartisipasi dalam lomba ini. So, how about myself that participated in this competition? How about my campus UBM in this competition? Well, here is the brief story... Check it out!

Setelah gue memberikan sedikit informasi mengenai ALSA National Competition, untuk tahun ini, acara tersebut sudah memasuki yang ke 21. So for this year, it will be The 21st ALSA National Competition 2017. Acara yang diikuti oleh high school and university all around Indonesia ini, merupakan sebuah perlombaan bahasa inggris / English Competition yang cukup prestigius di tanah air. Dari Sabang sampai Merauke, seluruh siswa/i dan mahasisa/i terbaik dikirim oleh institusi nya masing-masing. Di 21st ALSA National Competition 2017, ada beberapa kategori perlombaan yang bisa diikuti seperti Spelling Bee, Battle of Brains (cerdas cermat), Debate, Speech, Paper Presentation, Story Telling, Newscasting dan E-Mun. Tentunya, semua perlombaan ini menggunakan Bahasa Inggris yaa kawan. It's a good opportunity for you to know your skill in English by joining this competition!

So, bagaimana dengan gue sendiri? Bagaimana dengan UBM? Well, of course we joined up as well. Honestly, this is my third time representing BBI UBM in the category of Battle of Brains. Faktanya, di tempat ini adalah tempat pertama gue or my first time mewakili jurusan gue di beberapa perlombaan skala nasional. Tahun gue pertama ikut lomba adalah pada tahun 2014, lalu yang kedua pada tahun 2015, dan pada 2017 ini adalah tahun ketiga gue mengikuti lomba ini. Untuk UBM senditi, tahun ini kita mengirim 2 team untuk BoB, 1 perwakilan untuk Speech, dan juga 1 perwakilan untuk Spelling Bee. Team pertama BoB adalah UBM A yang terdiri dari gue, Alfonsus, dan Ramon dan untuk team kedua BoB adalah UBM yang terdiri dari Chrisia, Sandy, dan juga Felyani. Lalu, Speech diwakili oleh Ocatvia dan untuk Spelling Bee sendiri diwakili oleh Kinanti. Well, di sini seperti hanya gue dan Ramon saja yang terlihat tua because in fact, just we both are from the 8th semester. Tapi, hal itu tidak menghalangi kita untuk sharing dan juga having fun together dengan yang lainnya. Ok, acara dimulai dengan TM (Techincal Meeting) pada hari Kamis, 6 April 2017. DI TM ini, kita dapat briefing mengenai lomba dan juga pengundian posisi untuk round 1. Karena gue partisipasi dalam BoB, so the story will be focused on the Battle of Brains itself. Nah, pada TM itu, dimulailah pengundian dan wow! Team gue, UBM A berada satu team dengan FH UI dan juga Sekolah Tinggi Keimigrasian. Cukup kaget dan shock karena melawan tuan rumah di awal tapi well, we should be ready for that. Untuk team UBM B berada satu team dengan UNDIP dan satu lagi gue lupa dengan siapa team nya (sorry..) Ok, TM has done and the battle will begin..

First round is start at Saturday, 8th April, 2017. Jadwal gue berlomba adalah siang menjelang sore sekitar jam setengah 3 sore. First round di pagi hari diikuti oleh UBM B. Selagi menunggu, team gue menunggu di kantin. Waktu berjalan dan team UBM B datang, lalu mereka bercerita soal lomba tadi. Too bad that they can't go through the semi final. Team UBM B berada di posisi 2 dibawah UNDIP yang berada di peringkat 1 grup. Lalu, untuk Speech juga belum beruntung ke semi final. Well, meskipun upset because several of our friends are stop on this day, but we have to focused on our competition. Tak berselang lama, it's our time to start our turn. Masuklah ke ruangan kita lomba. Di hari pertama lomba, gue hanya bisa berdoa dan berserah pada Tuhan dan juga main lepas aja tanpa ada beban. Lomba oun dimulai dan dalam lomba babak pertama ini, team gue cukup berkompetitif dengan tuan rumah. Dan alhasil, skor kita sama dengan total 360, so we have to answer one extra question to through the semi final. Dengan rasa deg-deg'an, gue mencoba buat sabar dan juga fokus pada pertanyaan. Nah, pas pertanyaan dilontarkan, dengan cepat gue pencet bel karena gue tau jawaban nya! Dan, wow! We made it, team UBM A tembus ke semi final! Rasa senang dan bahagia pun datang, dan kita harus persiapin diri untuk semi final nanti.

Second day, it's a semi final day. Semi final dilaksanakan pada hari Minggu, 9 April 2017. Disini, gue melawan team UI C. Luckily, there are just two teams on there, so we have a bigger chance to win! Well, di semi final ini, gue berdoa dan berharap bisa berlomba dengan baik. Dan juga, kalau kita bisa tembus ke final round, it's a gift from God, di dalam hati gue berkata seperti itu. Lomba pun dimulai dan berjalan tampak lancar tanpa kendala. Waktu berlalu dan time's up! Dan lagi lagi gue surprise dan shock karena we made it again! We through to final bro! Gue dan team gue merasa it's just like a dream man! Setelah itu, kita kasih info ke Mr. Alvin kalau kita tembus ke final. Oh iya, pada semi final ini, dosen yang membimbing kami adalah Mr. Alvin. Mr. Alvin juga memantau Kinanti dalam Spelling Bee. Tapi, kebahagiaan kami terasa kurang karena Kinanti sendiri harus terhenti di semi final round. Well, we have to keep our spirit up! "Focus and you are already a winner", Mr. Alvin said. Meskipun kita waktu itu belum tahu siapa lawan kita di final, tapi kita harus optimis kalau kita bisa dan bisa membawa nama BBI UBM di kancah nasional.

Final day! Yes, it's final day and final round for BoB! Final round diselenggarakan pada hari Selasa, 11 April 2017 di ruang E202. Well, honestly, we feel our tense today. Kita cukup tegang karena ini final round! Yes, masih berasa kayak mimpi bisa berada di final round dalam lomba yang skala nya cukup besar seperti ini.. Time goes on, and it's show time! Lawan kita adalah UNDIP dan UI A. Wow, two states university man! "Tapi kita tidak boleh takut, dan harus optimis lalu berserah kepada Tuhan," dalam hati gue berkata itu. Lomba dimulai dan berjalan cukup kompetitif. Pertanyaan demi pertanyaan kita jawab satu per satu, sampai pada akhirnya selesai pada pertanyaan terakhir. Saat melihat score akhir, kami bertiga cukup shock karena kita berada di posisi kedua. Yes, 2nd round! Thank God! Kita bisa merebut juara ke 2 dalam kategori BoB Varsity! Untuk juara pertama diraih oleh UNDIP dan juara ketiga diraih oleh UI A. Wow! Wow! Thank God! Tak henti-henti nya kami bersyukur atasberkat yang Tuhan berikan. Dan di hari itu juga, pada malam harinya, pembagian piala dan sertifikat juga dilakukan di auditorium. Setelah itu, kami pulang dengan rasa bersyukur dan bangga karena bisa membawa piala juara 2 dari lomba yang skala nya besar dan presitgius se-Indonesia.

From the story that I have been told above, I want to said that this is my last competition to represent BBI UBM in several national competitions. Setelah beberapa tahun mewakili UBM di beberapa lomba nasional, now it's time to retired. The important thing is thank God that I can give a sweet last gift for my campus and especially my department itself. Dari perlombaan terakhir yang gue ikuti ini, gue berharap kalau temen-temen BBI UBM yang lainnya, terutama temen-temen junior BBI UBM untuk bisa melanjutkan tongkat prestasi ini yang gue dan beberapa temen gue berikan untuk BBI UBM. Gue juga berharap kalau angkatan berikutnya bakal memberikan piala dan juga prestasi lainnya untuk BBI UBM, agar jurusan dan juga kampus kita bisa lebih dikenal di kancah nasional atau syukur-syukur nya di kancah internasional (amin!). Maju terus Bahasa dan Budaya Inggris UBM!

What's New?

Kuliah S1 Lagi? Sampai Pilih Jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

 Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Apakah kalian masih semangat untuk belajar atau mempelejari sesuatu? Pastinya kalau yang sudah bekerj...

Popular Post