Pages

Search This Blog

Showing posts with label dunia kerja. Show all posts
Showing posts with label dunia kerja. Show all posts

Thursday, July 1, 2021

Unsur Komunikasi Perusahaan? Content Writer, Corporate Communication, dan Press Release

Kalau berbicara mengenai setiap jobdesc yang ada di dalam setiap masing-masing karir, tentunya setiap karir tersebut memiliki pekerjaan yang berbeda satu dengan yang lainnya. Selain itu, setiap jobdesc yang ada pun bisa dibilang unik dan tentunya menyesuaikan beberapa hal bagi setiap individu yang menjalankan karir profesi tersebut. Tak hanya sampai di bagian tersebut saja, hal-hal lainnya yang menentukan seseorang dalam menjalankan profesi yang dilakoninya tersebut juga bisa berdasarkan seperti pendidikan, pengalaman, maupun sertifikasi yang bisa ia dapatkan.

Nah berkaitan dengan apa yang ada diatas tersebut, gue mau menjelaskan sedikit tentang pekerjaan yang saat ini gue lakoni dan gue jalankan. Pada saat ini, gue bekerja di dalam divisi Corporate Communication. Mungkin bagi sebagian orang, mendengar nama Corporate Communication masih asing dibandingkan beberapa divisi seperti Marketing Communication, Marketing, Digital Marketing, dan sebagainya. Nah secara singkat, Corporate Communication dapat diartikan sebagai salah satu bagian yang penting yang dimiliki oleh perusahaan sebagai alat komunikasi kepada pihak eksternal maupun internal perusahaan dan juga sebagai bagian yang mendukung citra perusahaan di mata publik.

Tim gue di kantor dalam divisi Corporate Communication DNR.

Tim gue di kantor dalam divisi Corporate Communication DNR.

Selanjutnya sebagai bagian yang penting untuk menjaga citra perusahaan dan alat komunikasi perusahaan ke berbagai pihak ini, gue berperan sebagai Content Writer. Ya, gue menunjang divisi ini dengan berbagai tulisan-tulisan yang dipublikasikan kepada publik guna meningkatkan citra perusahaan dan dapat memberikan aspek positif bagi perusahaan itu sendiri.

 

Membuat Press Release Untuk Setiap Aktivitas Perusahaan

Sebagai seorang penulis perseroan, pekerjaan gue tidak jauh-jauh dari kata, tulisan, dan juga konten-konten tulisan yang gue buat. Selain mempunyai pekerjaan membuat tulisan, artikel, maupun materi-materi tulisan yang dibutuhkan oleh perushaan, gue juga menjalankan tugas lainnya di dalam divisi ini.

Beberapa tugas lainnya seperti mengupdate website berita perusahaan, membuat company profile, mengembangkan sosial media perusahaan, dan terkadang terjun ke lapangan untuk membantu tim dalam setiap tugas liputan kegiatan perseroan. Tentunya pekerjaan ini gue lakukan dengan cukup enjoy dan menyenangkan dimana jobdesc ini cukup cocok dengan latar belakang gue yang mana lahir dari sarjana Bahasa Inggris dan magister Ilmu Komunikasi.

Namun dari beberapa jobdesc di atas, ada salah satu hal lainnya yang gue kerjakan untuk perusahaan sebagai seorang Content Writer di divisi Corporate Communciation lho! Salah satu jobdesc tersebut adalah membuat siaran pers atau yang biasanya dikenal dengan sebutan press release.

Ya, press release ini sangat penting sebagai sarana komunikasi perusahaan kepada pihak eksternal seperti publik contohya. Dalam menyiarkan press release, tim gue akan berkoordinasi dengan media-media nasional baik cetak maupun online untuk mempublikasikan siaran pers mengenai berbagai hal yang meliputi perusahaan.

Beberapa hal seperti contohnya pernyataan perusahaan, pernyataan direksi, keterangan terhadap suatu isu yang berkembang, kegiatan korporasi, hingga sanggahan terhadap sebuah berita yang tidak benar adalah hal-hal yang biasanya gue tulis dan dipublikasikan kepada publik lewat press release yang berguna untuk memberikan informasi fakta secara ril dan jelas kepada publik.

Dengan adanya kebutuhan dan kegiatan yang dilakukan tersebut, press release tidak akan terlepas dari divisi Corporate Communication dan juga terutama bagi gue sebagai sang Content Writer untuk menjaga citra korporasi di mata publik umum. Sebuah peran yang sangat krusial bukan?

 

Press Release Yang Telah Terpublikasikan di Media

Menjadi seorang penulis bagi sebuah perusahaan memang sangat seru bukan? Terutama bagi kalian yang suka menulis atau yang gemar bermain-main dengan kata, ini adalah sebuah pekerjaan yang menjadi pilihan teratas kalian.

Nah, lalu bagaimana jika kalian ingin tahu press release seperti apa? Atau mungkin kalian ingin belajar bagaimana untuk membuat press release yang baik dan ingin melihat contohnya bagaimana untuk belajar? Bagi kalian yang ingin belajar dan mengetahui lebih dalam tentang bagaimana struktur dari press release, kalian bisa melihat dari beberapa contoh press release yang sudah gue publikasikan ke media. Beberapa press release yang bisa kalian lihat dan pelajari dari yang telah gue buat adalah sebagai berikut ini:

https://www.jawapos.com/ekonomi/30/06/2021/distribusikan-ivermectin-dnr-teken-kerja-sama-dengan-pt-indofarma/ - Kerja sama DNR & Indofarma Distribusi Ivermectin di Indonesia

https://www.liputan6.com/bisnis/read/4535941/dnr-corporation-raih-pembiayaan-dari-bank-bri-senilai-rp-200-miliar - DNR Mendapatkan Pembiayaan Rp 200 Miliar dari BRI

https://investasi.kontan.co.id/news/rudy-tanoe-menambah-lagi-sahamnya-di-zebra-nusantara-zbra - Rudy Tanoe Tambah Kepemilikan Saham ZBRA

https://www.beritasatu.com/megapolitan/716477/bagikan-makan-siang-dnr-corporation-ringankan-beban-warga - Bagikan Makan Siang Gratis, DNR Corporation Ringkankan Warga Terdampak COVID-19

https://investor.id/market-and-corporate/dnr-corporation-jadi-harapan-baru-zebra-nusantara - DNR Jadi Harapan Baru PT Zebra Nusantara Tbk

https://investasi.kontan.co.id/news/begini-kronologi-kasus-sengketa-saham-zebra-nusantara-zbra - Kasus Sengketa Saham ZBRA dengan Borneo Investama

https://www.antaranews.com/berita/2117550/dnr-distribusi-ditunjuk-jadi-distributor-resmi-vaksin-sinovac - DNR Ditunjuk Jadi Distributor Resmi Vaksin Sinovac

https://ekonomi.bisnis.com/read/20210611/98/1404113/cold-storage-dnr-corporation-tembus-minus-80-derajat-celsius - Cold Storage DNR Tembus Minus 80 Derajat Celsius

https://www.suara.com/bisnis/2021/06/08/101558/raup-rp-38-triliun-sepanjang-2020-begini-laporan-keuangan-zbra - Raup Triliunan, Begini Laporan Keuangan ZBRA

https://www.republika.co.id/berita/qssfd9349/pt-zebra-nusantara-perkenalkan-manajemen-baru - RUPS ZBRA, ZBRA Perkenalkan Manajemen Baru

https://mediaindonesia.com/humaniora/361963/dnr-raih-tiga-rekor-muri-penyaluran-bansos - DNR Raih Tiga Rekor MURI

https://www.republika.co.id/berita/qrzj1j349/bio-farma-tunjuk-dnr-sebagai-distributor-resmi-sinovac - DNR Ditunjuk Resmi Sebagai Distributor Vaksin Sinovac oleh Bio Farma

https://www.radarbandung.id/2021/03/21/tekan-penyebaran-covid-dnr-corporation-sumbangkan-ratusan-alat-swab-test/ - CSR DNR Sumbang Test Swab PCR Gratis di Jawa Barat

Bagaimana, tertarik untuk menjadi seorang Content Writer di dalam divisi Corporate Communication? Menjadi seorang penulis untuk suatu perusahaan sangatlah seru, terutama bagi kalian yang menyukai dunia tulis menulis. Selain itu, peran profesi ini juga bisa menjadi pilihan bagi temen-temen gue yang berasal dari lulusan sastra maupun ilmu komunikasi yang mana bisa kalian pilih untuk karir masa depan kalian.

Selain mengembangkan kreativitas, memegang portofolio, dan juga kerja yang tidak begitu monoton, kalian juga bisa cukup dikenal karena hasil karya tulisan kalian bisa dibaca oleh publik masyarakat secara umum lho hehehe..

Thursday, May 7, 2020

COVID-19, Sang Virus Corona Pembawa Perubahan...

Hi,guys! Apa kabar kalian? Semoga gue harap kalian dalam kondisi yang sehat dan baik-baik saja. Well, why I’m asking you about youur condition? Seperti yang kalian ketahui, pada saat-saat seperti ini kesehatan adalah sesuatu hal yang sangat penting untuk dijaga. Ibarat kata, kesehatan adalah barang mahal yang diinginkan oleh semua orang pada situasi sekarang ini.. Lalu, apa yang membuat kesehatan seakan adalah hal yang penting untuk dimiliki dan juga dijaga oleh kita semua? Apa yang terjadi dengan kesehatan di sekitar kita?

Semuanya itu tidak terlepas dari yang namanya Virus Corona atau yang juga bisa dikenal dengan sebutan COVID-19. COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) merupakan sebuah virus yang saat ini sedang mewabah di seluruh dunia dan bahkan di negara kita sendiri, Indonesia. Bagi kalian yang ingin mengetahui lebih lanjut apakah itu Virus Corona, kalian bisa melihatnya lebih lanjut disini karena disitu terdapat penjelasan tentang apakah itu Virus Corona, perjalanan penyebarannya, hingga penjelasan lebih detail secara medis tentang virus yang satu ini.

Namun secara singkatnya, virus ini dapat menyebar dengan cepat antara satu manusia dengan manusia lainnya lewat berbagai cara seperti kontak fisik dan juga lewat udara dengan cara batuk atau bersin. Tak heran pada saat ini, pemerintah memberikan berbagai anjuran yang harus ditaati oleh seluruh masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan yang diharapkan dapat menekan angka terkena paparan virus Corona ini. Hingga saat ini, beberapa anjuran dari pemerintah seperti beraktivitas mandiri di rumah (ibadah mandiri, sekolah mandiri, bekerja mandiri), social distancing atau jaga jarak, penggunaan masker di tempat umum, rajin mencuci tangan dengan sabun ataupun hand sanitizer, hingga dilarang berkerumun di tempat publik adalah contoh-contoh arahan dari pemerintah untuk menjaga masyarakatnya agar tidak terpapar virus Corona.

Well, as you know.. Berbagai peraturan tersebut tentunya memberikan dampak yang sangat terasa di dalam keseharian kita. Gue pun merasakan hal yang sama dan turut merasakan dampak tersebut. Kalau gue, dampak yang paling terasa adalah dari segi pekerjaan, kuliah, ibadah, dan juga komunikasi sosial dengan masyarakat (it looks like every people feels about that..). Ya, akibat adanya peraturan tersebut gue pun merasakan perbedaan dari kesehatrian gue sehar-hari dalam beraktivitas.

Seperti yang ada di judul, Virus Corona memang membawa perubahan.. Tapi, menurut gue perubahan itu bukan berada di sisi positif sih.. Dari segi pekerjaan, gue merasakan yang namanya WFH atau Work From Home a.k.a bekerja dirumah. Yup, pemerintah sudah mengeluarkan peraturan bahwa sektor-sektor yang bukan berada di daftarnya diharuskan untuk bekerja dirumah bagi karyawannya. Sebelum kebijahan WFH secara full dirumah, gue masih bisa berangkat ke kantor untuk bekerja namun harinya selang-seling sehingga hanya hari tertentu saja gue masuk ke kantor. Dari sisi pekerjaan ini, the thing thay will be my concern is not about the working time, but about the salary for the employee. Kita tahu bahwa akibat pandemi virus Corona ini, banyak perusahaan yang melakukan PHK, penyesuaian gaji, hingga tidak memberikan THR pada karyawannya which are makes me sad. Kebayangkan susahnya ditengah pandemi ini namun penghasilan juga berimbas kepada setiap karyawan? Tentunya setiap kita memikirkan “bagaimana keluarga gue makan, bagaimana untuk menyambung kehidupan, bagaimana untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari..” well yes, you are have the same things to think about for our family at home.. Meskipun bantuan dari pemerintah dapat mengurangi beban masyarakat and thanks to our government for sending basic needs assistance, tapi kembali lagi.. We need salary and money for our family.. Ya, tidak bisa dipungkiri jika COVID-19 ini memberikan dampak yang cukup besar terhadap sektor bisnis, usaha, inverstasi, dan lainnya yang membuat masalah ekonomi yang pelik bagi negara kita.

Perubahan berikutnya yang gue rasakan adalah mengenai kuliah / belajar. Jika sebelum-sebelumnya gue pergi ke kampus untuk belajar dan belajar demi mengejar gelar yang ingin dicapai pada saat ini, maka sekarang semua pembelajaran diubah ke dalam sistem online class. Well, yeah sometimes it’s good becaue of the efficiency of time, but the bad thing is we can’t understand more about the learning materials. Belum lagi jika ada kendala internet, tentunya hal tersebut adalah salah satu sisi kurangnya dari pembelajaraan online ini. Another thing that we felt about this condition is social distancing.. Social distancing atau pembatasan sosial tentunya dirasakan oleh gue dan setiap kita. Akibat adanya arahan ini, seakan ruang komunikasi dan interaksi kita terbatasi oleh keadaan. Hal-hal mulai dari dilarang berkerumun, dilarang kontak fisik, dilarang membawa penumpang dalam kapasitas seperti biasanya di dalam kendaraan adalah beberapa contoh dampak dari social distancing ini. Bagi setiap kita, pastinya social distancing dirasa cukup mengganggu karena aktivitas kita menjadi terganggu dan tidak seperti biasanya bukan?

Ya, bisa gue bilang jika virus Corona ini memberikan perubahan pada setiap aktivitas di keseharian kita sehari-hari. Diri kitapun menjadi lebih sering berada di rumah dan berfokus pada dunia digital New Media yang ada (sosial media, televisi, internet, dan lainnya). Meskipun memberikan perubahan yang cukup signifikan pada aktivitas kita, namun kita masih bisa melakukan beberapa hal positif dann menarik untuk melawan kejenuhan kita ketika berada di rumah akibat pandemi ini lho. Sebagai contohnya, gue mencoba berbagai masakan yang baru dan belajar untuk memasak. Aktivitas ini cukup seru dan dapat melawan rasa bosan ketika sedang berada di rumah di situasi seperti sekarang ini lho karena banyak dari teman-teman gue juga melakukan kegiatan memasak sebagai aktivitasnya dirumah sekarang. Selain memasak, ada juga kegiatan-kegiatan lainnya yang gue lakukan seperti menulis Blog, belajar editing video dengan aplikasi yang mudah, hingga melakukan pekerjaan Subtitling yang pastinya dapat waktu gue menjadi lebih berguna.
Aneka Masakan Yang Gue Masak Selama #DirumahAja

Virus Corona atau COVID-19 memang memberikan dampak bagi kehidupan aktivitas kita sehari-hari. Ya, virus ini seakan sebagai suatu hal yang dapat membuat beberapa aspek kehidupan menjadi berubah dan serasa tidak sama seperti sebelumnya. Namun meskipun terkadang situasi saat ini dirasa berat untuk dijalani, tetaplah berdoa dan bangkitkan sisi optimis agar kita semakin kuat dan dapat bertahan di kala seperti ini. Selain itu, melakukan aktivitas-aktiitas yang beda ataupun yang belum pernah dilakukan adalah suatu hal yang dapat melawan rasa kebosanan, kejenuhan ataupun rasa suntuk di rumah di kala pandemi virus Corona ini.

So guys, itulah sedikit cerita dari gue mengenai pandemi yang saat ini sedang terjadi di sekiatr kita. Ingat, tetap jaga kebersihan bada, gunakan masker setiap saat ketika di luar rumah dan patuhi anjuran dari pemerintah agar kita bisa menang melawan virus Corona yang tengah mewabah ini. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan juga penyertaan dari Tuhan selalu agar kita bisa melewati saat-saat yang cukup berat seperti sekarang ini dan kita bisa lebih baik ke depannya setelah wabah ini selesai. Stay strong and keep healthy guys, God bless!

Monday, March 2, 2020

Working As a Copywriter


Kalau ditanya mengenai masalah impian pekerjaan, pasti semua orang punya akan hal itu. Tentunya dengan memiliki pekerjaan yang sesuai dengan passion ataupun dengan latar belakang yang kita miliki, kita bisa menjadi lebih enjoy dan juga bersemangat buat mengerjakan kerjaan di dalam tugas kita tersebut. Nah mengenai masalah pekerjaan, gue juga punya cerita singkatnya ini sekarang. Ada satu hal yang gue rasa perlu cukup disyukuri akan apa yang sudah gue dapati sekarang ini.

Kalau mengingat soal pekerjaan, tentunya pekerjaan yang gue mau itu pastinya yang gak berhubungan sama angka-angka hahaha. Lho, kenapa bisa begitu? Hal itu karena gue sendiri kurang suka untuk berkutat di dalam hitungan, rumus, maupun angka-angka. Gue pun lebih memilikih untuk memakan santapan kata-kata, bacaan, hafalan, ataupun pengetahuan umum yang bisa gue baca di berbagai media platform online pada saat ini. Mengingat akan kesukaan ataupun hal yang gue suka itu, tentunya gue juga ingin bekerja di tempat yang sesuai dengan latar belakang gue dan juga passion gue di bidang yang berhubungan secar jelas dengan hal-hal tersebut.

Untuk sekarang ini yang patut disyukuri adalah gue bisa mendapatkan pekerjaan yang cocok maupun cukup pas dengan apa yang ingin gue tekuni dari dulu. Ketika masih duduk di bangku kuliah S1 (sarjana), gue memiliki pekerjaan impian yang sesuai dengan background jurusan kuliah gue yaitu sebagai seorang penulis. Punya latar belakang di jurusan sastra, khususnya jurusan yang gue ambil yaitu Bahasa dan Budaya Inggris di UBM, gue pun sudah memetakan dan juga memikirikan pekerjaan apa yang akan gue ambil nantinya. Dan untuk pekerjaan itu sesuai dengan background ataupun kesukaan gue, bekerja sebagai copywriter ataupun content writer adalah jawabannya!


Jadi Content Writer / Copywriter Itu Seru!

Ya well, this is my roll at the office right now! I’m working as a content writer (or also can be known by people as a copywriter) on my company. Bekerja di bidang ini pada saat sekarang tentunya berbeda dengan pekerjaan-pekerjaan sebelumnya yang gue tekuni. Mempunyai latar belakang lulusan bahasa, hobi baca dan menulis, dan juga suka kepo dengan isu-isu terkini membuat diri gue merasa sangat cocok dengan salah satu jenis pekerjaan yang satu ini.

Pada saat ini, gue bekerja di salah satu perusahaan e-commerce yang bergerak di bidang penjualan promo-promo. Kantor gue yang berlabuh pada saat ini adalah Lakupon.com. Lakupon merupakan salah satu e-commerce yang cukup dikenal secara luas oleh masyarakat akan aneka ragam promo-promo menarik yang dijualnya. Ada banyak promo seperti wisata liburan, makanan, service kendaraan, maupun perawatan kesehatan dan kecantikan adalah menu-menu promo yang dihadirkan oleh Lakupon.

Nah untuk peran gue disini, gue bekerja yang berhubungan langsung dengan pembuatan kata-kata maupun bahasa. Di kantor ini, posisi gue adalah Content Production & SEO. Tapi terkadang, posisi gue juga bisa dibilang oleh kantor sebagai Content Writer & SEO. Dari namanya sendiri? Well, you got an idea about that! Kerjaan gue setiap hari berhubungan dengan kata-kata, kalimat, promo, maupun membuat sebuah artikel di Blog Lakupon. Artikel ini nantinya akan disambungkan ke deal-deal (promo) yang dipromosikan di website ataupun Blog Lakupon. Terdengar mudah, namun terkadang agak sulit dan memiliki kendala karena memikirkan ide tulisan apa yang akan dituangkan di website. Ya, as you know, everything has their own problem and obstacles. Bekerja pasti ada tantangannya meskipun kamu sangat menyukai pekerjaan kamu.


Do Other Digital Content

Bekerja di Lakupon ini juga ternyata tidak serta merta gue bekerja hanya menulis, menulis, dan menulis saja lho! Disini, gue juga membantu pembuatan konten digital untuk promosi merchant di Lakupon. Contoh dari pembuatan konten digitalnya seperti semacam vlog gitu yang mengenalkan merchant dan juga apa yang ada di tempat merchant tersebut, kemudian nantinya orang-orang bisa membeli di tempat merchant tersebut dengan promo yang ada di Lakupon. Pastinya kerjaan ini cukup seru karena bekerja sebagai tim. Nah untuk di tim ini sendiri, untuk saat ini gue dibantu oleh salah satu rekan kerja gue yaitu Mas Ibnu yang bisa diposisikan sebagai cameramen dan juga editor untuk konten video digital tersebut. Oh ya, posisi dia di kantor ini adalah sebagai SEO ya, so he working closely with me and almost have a same roll with me too.

Kalau buat konten digital vlog tersebut, tentunya seru dan juga enak lho! Kapan lagi bisa makan secara gratis untuk di review dan juga bisa dikenal di jagad Youtube maupun media sosial lainnya hahaha. Ya tentu dalam pekerjaan ini pun gue harus bisa membawa diri gue se-enjoy mungkin agar gue bisa betah disini.

Ok guys, itulah sedikit review mengenai pekerjaan gue sekarang ini di Lakupon dan peran gue sebagai apa di kantor ini. Namanya pekerjaan pasti tentunya memiliki keluh kesah ataupun suka duka di dalam pekerjaannya, tapi gue berusaha mencoba untuk tetap semangat dan juga tetap positif akan pekerjaan yang gue jalani saat ini. Intinya adalah gue harus bersyukur karena salah satu pekerjaan yang gue mau telah gue capai dan setidaknya gue sudah bisa mengetahui jenis pekerjaan apa yang bisa gue kembangi untuk kedepannya.

Smeoga juga dengan peran pekerjaan yang gue tekuni ini, bisa membawakan hasil yang maksimal dan juga baik untuk di masa yang akan datang. Yang terpenting adalah tetep berdoa, tetep berusaha, jangan pantang menyerah, dan punya hati yang baik. Dan yang pasti, Tuhan pasti akan memberikan jalan terbaiknya bagi yang percaya kepadaNya bukan? So, that’s about my story as a content writer / copywriter on my office. How about your career’s story? Do you have any good story or an achievement story to share?

Friday, February 8, 2019

Mengajarkan Sifat Kebaikan Lewat Cerita Dongeng

Dalam mengajarkan berbagai sifat baik kepada sesama tentu memiliki banyak cara yang bisa kita terapkan. Mulai dari pengajaran oleh guru di sekolah, orang tua di rumah, hingga lingkungan tempat dimana kita tinggal. Tentunya, sifat-sifat yang diajarkan kepada kita tersebut memberikan dampak yang cukup besar bagi kehidupan kita. Namun, bagaimana jika mengajarkan berbagai sifat kebaikan tersebut dengan cara yang unik nan berbeda? Salah satunya adalah dengan boneka lho..

Yupp, mengajar lewat boneka. Pastinya kalian tidak sedang berkhayal kok hehehe. Nyatanya, lewat boneka pun kita bisa mengajarkan berbagai sifat kebaikan dan moral yang baik kepada sesama ataupun khususnya kepada anak-anak lho. Contohnya lewat tayangan yang berjudul ‘Rumah Dongeng’ yang ditayangkan oleh DAAI TV. Disini, acaranya pun dikemas menarik nan lucu yang pastinya membuat anak-anak betah untuk mendengarkan kisah yang disampaikan oleh pendongeng.

Paman Dongeng, yupp itulah sebutan pendongeng yang dimainkan oleh sosok Kak Heru. Dengan ditemani oleh boneka-boneka hewan yang lucu, Paman Dongeng menceritakan kisah-kisah dongeng yang tentunya sarat dengan makna kebaikan dan juga nilai sisi positif dalam perkembangan karakter anak. Selain itu, visualisasi dalam panggung boneka pun membuat cerita dongeng yang ia bawakan menjadi semakin hidup dan mudah dipahami oleh anak-anak yang menyimak kisahnya tersebut.

Menariknya lagi, acara Rumah Dongeng ini pun juga turut mengundang sekolah-sekolah yang ingin berpartisipasi sebagai audience bagi anak didik mereka dalam prosesi syuting di studio. Selain bisa menambah pengajaran dalam karakter anak lewat dongeng, anak-anak yang ikut terlibat dalam prosesi syuting tersebut juga sangat senang karena mendapatkan kesempatan untuk tampil di depan layar televisi.

Dalam prosesi syuting di studio sendiri, anak-anak sekolah diwajibkan untuk menampilkan satu penampilan yang membawa ciri khas dari sekolah tersebut dengan menggunakan seragam sekolah mereka sebagai identitas dari sekolah. Biasanya, anak-anak menampilkan 1 lagu yang dinyanyikan secara bersama-sama. Tentu hal ini menjadi nilai positif bagi mereka agar memiliki karakter keberanian dalam berekspresi dan juga berani dalam mengembangkan bakat mereka.

Sebagai penutup, tentunya sangat penting bagi kita untuk bisa mengajarkan berbagai sifat kebaikan dan juga moral kehidupan kepada sesama kita, khususnya bagi anak-anak yang menentukan karakter pribadinya di masa mendatang. Well jika kalian ingin melihat acara Rumah Dongeng itu bagaimana dan juga ingin tahu keseruannya, kalian bisa melihat di channel Youtube gue disini yang gue upload tentang beberapa episode Rumah Dongeng yang gue kerjakan. Atau kalian juga bisa melihat semua tayangannya di channel Rumah Dongeng DAAI TV disini (fyi episode yang gue kerjakan dimulai dari yang jadwal tayang 4 Mei 2018 sampai seterusnya) Ayo, sebarkan kebaikan bagi sesama!

Saturday, January 26, 2019

Kisah Menjadi Seorang Insan Media

Tak terasa setahu sudah berjalan. Yup, tak terasa sudah semusim gue terjun dan berkarya menjadi insan media. Banyak kisah suka dan duka yang gue jalani selama menjalani hari-hari itu. Meskipun awalnya berat karena melakukan pekerjaan tersebut adalah hal yang pertama gue lakukan, tapi banyak pelajaran yang gue dapat dari profesi ini lho. Selain itu, yang paling menariknya dan membuat semangat bagi diri sendiri adalah gue bisa bertemu dengan banyak public figure yang dulunya hanya gue bisa lihat mereka di televisi lho.

Itulah seberapa kata yang bisa gue rasakan dalam menjadi seorang Kreatif di media televisi. Tepat di bulan Januari ini juga menjadikan gue sudah setahun menjalani pekerjaan yang dituntut untuk berkarya bagi masyarakat di DAAI TV. Berpikir, menulis, dan berkarya. Itulah 3 hal yang selalu ada dipikiran gue selama setahun belakangan ini sembari menjalani kehidupan.

Lantas, apa saja yang gue lakukan selama setahun ini sebagai insan media? Well, there are so much things that I do! Banyak banget pelajaran baru yang gue dapat dari pekerjaan ini, mengingat pekerjaan ini juga cukup berbeda dengan jurusan gue saat kuliah lho. Gue yang kuliah notabene mengambil jurusan Bahasa dan Budaya Inggris, malah bekerja di bagian yang semustinya dipegang oleh jurusan seperti Ilmu Komunikasi, Jurnalistik, ataupun Broadcasting. Menarik sekali bukan? Tetapi, itulah kesempatan terbaik yang bisa gue dapatkan dan gue mensyukuri itu.

Beberapa aktivitas gue lakukan di pekerjaan sebagai Creative atau Kreatif. Yang pertama-tama sudah pasti menulis skrip untuk Taping atau yang bisa disebut untuk pengambilan gambar. Tentu berbagai ide mulai dari topik, tema, jalan cerita, tokoh, setting, semuanya masuk ke dalam situ. Oh iya, membuat 1 skrip itu sebenrnarnya gampang-gampang susah sih menurut gue. Karena jika otak dan mood sedang tidak sinkron, maka ide pun sulit muncul. Cara yang tepat untuk mendapatkan sebuah ide baru yaitu dengan browsing di internet, diskusi dengan teman kerja, ataupun juga bisa dengan atasan. Kalau kalian suka menulis seperti gue, mungkin menulis skrip seperti ini bisa menjadi hal yang menyenangkan untuk dilakukan lho.

Selanjutnya, menjadi seorang Floor Director. Nahh, bagi kalian suka melihat di televisi dan ada yang bilang “3.. 2.. 1.. Cut!”, itulah orangnya dan gue juga mengerjakan hal tersebut. Sama seperti seorang sutradara, Floor Director atau disingkat FD ini yang mengatur selama proses syuting dan pengambilan gambar berlangsung. Dibantu seorang PD (Production Director) dan Produser, FD juga yang mengarahkan Cameramen dan juga Talent ataupun Host saat syuting berlangsung. Awalnya, gue tidak mengerti menjadi seorang FD itu seperti apa lho. Yang gue tau hanya “3.. 2.. 1.. Cut!”, ataupun “Stand by” hahaha. Tapi seiring berjalannya waktu, gue pun bisa mempelajarinya dengan baik. Tentunya dengan sharing dari temen-temen yang juga kadang menjadi FD saat syuting.

Yang terakhir yaitu Production Assistant atau disingkat PA. Nahh kalau kerjaan seorang PA, dialah yang mengurus beberapa hal seperti menghubungi Host dan Talent, menyiapkan pakaian atau Wardrobe yang akan digunakan dalam syuting, katering, dsb nya. Dan lagi, gue pun juga mengerjakan bagian PA ini. Awalnya, cukup merepotkan juga ya... Menghubungi orang sana-sani, mondar-mandir mengurus segala perintilan, rasanya ingin membagi tubuh ini menjadi beberapa bagian lho! Ya meskipun agak merepotkan di awal, tapi cukup seru juga menjalaninya. Apalagi bagi yang ingin hidup sehat, bisa mencoba bagian ini hehehe. Karena menjadi PA itu kita harus banyak gerak lho.

Yupp, itulah 3 pekerjaan yang gue kerjakan selama menjadi seorang insan media di DAAI TV. Sangat menarik dan juga berkesan. Banyak hal baru yang gue kerjakan disini serta memacu diri gue untuk keluar dari zona nyaman. Gue hanya bisa bersyukur atas segala kebaikan ataupun kesempatan yang dapat gue jalankan hingga sekarang ini. Semoga, berbagai kesempatan yang telah gue dapatkan ini bisa memacu diri gue untuk bisa menjadi lebih baik, lebih maju dan bekal untuk kedepannya! Semangat!

Sunday, December 30, 2018

Kaleidoskop Cerita 2018

Wahh, tidak terasa tahun 2018 akan segera berakhir. Banyak cerita yang telah dilalui dan juga dilewati dengan berbagai kisah. Sedih, senang, semangat, lelah, semangat, semuanya ada di tahun 2018 ini buat gue. Selain itu, tahun 2018 juga cukup menarik bagi gue karena beberapa hal baru telah datang dan juga banyaknya pengalaman baru yang juga menghiasi hari-hari gue di tahun ini.

Yang paling tidak bisa dilewatkan yaitu ketika gue di wisuda. Yupp, tahun ini merupakan tahun dimana gue secara sah mendapatkan gelar S.Hum di UBM (cerita tentang wisuda disini). Setelah 4 tahun menjalani perkuliahan dengan penuh cerita yang tak terlupakan, pada awal tahun itu yaitu tepatnya di bulan Januari 2018, gue diwisuda dan berhak menggunakan gelar tersebut. Lulus dari jurusan Bahasa & Budaya Inggris, tentu membuat gue bangga akan gelar yang telah gue raih tersebut.

Hari itu dimana gue bisa membuat kedua orang tua gue berbangga akan pendidikan yang telah ditempuh oleh anaknya ini. Memang sih, tidak bisa memberikan nilai IPK yang sampai Cum Laude seperti itu, tetapi melihat gue di wisuda sudah membuat orang tua gue bangga karena bisa menyekolahkan anaknya ini hingga di jenjang perguruan tinggi. Meskipun begitu, gue bisa menoreh prestasi lainnya yang tak kalah membanggakan buat mereka lho. Salah satunya adalah nama gue bisa tercatat di buku wisuda UBM tahun 2017 yang notabene dimiliki oleh ratusan wisudawan/i pada saat itu. Yup! Nama gue tercatat sebagai pemenang juara 2 lomba cerdas cermat bahasa Inggris tingkat nasional yang diadakan oleh Universitas Indonesia. Setidaknya, satu hal tersebut bisa membuat orang tua gue lebih berbangga karena anaknya ini bisa mempersembahkan satu prestasi yang bisa dibanggakan bukan hehehe.

Hal lainnya yang membuat hari-hari gue di tahun 2018 ini menjadi berwarna adalah kesempatan baru dengan terjun di dunia media. Yup! Kalau kalian ketahui, tahun ini gue bisa masuk ke DAAI TV. DAAI TV sendiri merupakan salah satu media yang mengedepankan cerita budaya humanis dan juga menyebarkan aspek kebaikan dari sisi manusia. Tentu, dulu gue tidak pernah memiliki pemikiran bahwa bisa bekerja di televisi. Bahkan, berpikir untuk bisa masuk televisi saja sudah menjadi sebuah angan-angan saja kali hahaha. Tapi nyatanya, pemikiran itu bisa menjadi kenyataan.

Berbagai pelajaran baru telah gue dapati di DAAI TV. Mulai menjadi Creative, Floor Director, hingga Production Assistant, semuanya gue kerjakan di hari-hari sebagai insan media. Memang melelahkan dan juga  cukup menguras tenaga serta pikiran, karena bagian ini sendiri bukan termasuk ke dalam apa yang lulusan Sastra Inggris inginkan lho. Meskipun melelahkanm tetapi melihat nama kita di televisi dan juga bisa bertemu dengan publik figur seperti artis menjadi pengobat yang manis bukan? Hehehe. Tapi demi sebuah pengalaman yang baru dan menantang, gue pun dapat menjalaninya dengan cukup baik hingga sekarang. Thank God I can through it until this day.

Yup, begitulah sepenggal kisah yang menurut gue paling menarik di tahun 2018. Memang di tahun ini ada banyak sekali yang berkesan dan gue pun tidak bisa menceritakan semuanya disini. Tetapi 1 hal yang harus disyukuri adalah gue masih bisa berdiri tahun 2018 ini dan bisa menjalani hari dengan baik. Selain itu, mempunyai keluarga yang masih sehat dan selalu mendukung gue menjadi 1 hal yang harus gue syukuri di tahun ini. Gue berharap di tahun yang akan datang, akan menjadi tahun yang lebih baik lagi serta bisa membuat diri gue menjadi lebih baik dan juga bisa membuat gue lebih bahagia menjalani hari-hari.

Gue pun berharap supaya kita semua di tahun yang akan datang nantinya bisa diberi berkah, kesehatan, rezeki, dan pastinya bisa menjadi tahun yang lebih baik dari yang sudah dilewati. Maka dari itu, bagaimana denganc erita kalian di tahun 2018 ini? Semua cerita yang telah kalian lalui pastinya baik dan bisa memberikan pelajaran agar di tahun 2019 nanti bisa menjadi yang lebih baik lagi. Maka dari itu, ayo siapkan diri kita untuk menyongsong tahun yang lebih baik lagi di tahun 2019. Keep your spirit up, be grateful and God bless!

Monday, October 22, 2018

Peran Media dan Aspek Kemanusiaan


“Hmm.. Rasanya kayak lagi kuliah lagi kalo ngikutin seminar kayak gini. Kangen masa itu..”

Kalo boleh untuk berbicara di dalam hati, itulah hal yang akan gue katakan. Yup! Masa kuliah dimana gue cukup sering mengikuti berbagai seminar yang diadakan oleh pihak kampus ataupun dari pihak jurusan sendiri. Mau cuman ngikut sebagai peserta? Ikut.. Atau mungkin jadi panitia seminar? Hayuu aja.. Ahh, masa dimana gue menimba ilmu dan juga dimana gue menikmati hidup-hidup sebagai mahasiswa.. Takkan terlupakan..

Well, untuk kali ini gue gak akan membicarakan mengenai masa-masa gue menjadi mahasiswa itu kok.. Tenang.. Tenang.. Topik pada hari ini gak ada hubungannya dengan dunia kuliah ya Friends. Untuk cerita kali ini, gue akan menceritakan mengenai suatu seminar yang kemarin baru saja gue ikuti di kantor. Yaa, kalo boleh jujur sii sebenarnya gue lebih memilih untuk menggunakan waktu gue buat ngelakuin berbagai hal yang gue suka macem me time, istirahat sejenak di hari weekend, ataupun tidur.. Hmm, tapi karena ini diwajibkan oleh kantor untuk ikut seminarnya ya apa boleh kata. Gue yaa berpikir positive aja, siapa tau apa yang gue dengar bisa bermanfaat dan terlebih cukup menghibur di kala akhir pekan.

Nahh untuk seminar kemarin, kantor gue menyelenggarakan sebuah seminar yang mempunyai tema “Seminar Media dan Kemanusiaan” yang diselenggarakan di gedung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Mengingat ulang Tahun dari Tzu Chi sendiri yang ke 25 tahun, DAAI TV sebagai salah satu bagian dari badan misi yayasan ini tentu juga ingin merayakan hari jadi yayasan yang mempunyai gedung di daerah Pantai Indah Kapuk ini. Tentu tentang apa yang diselenggarakan acaranya, tak jauh-jauh mengenai media karena tohh DAAI TV merupakan suatu media penyiaran yang sudah malang-melintang di dunia pertelevisian Indonesia.

Back to topic, jadi di seminar ini sendiri, DAAI TV juga mengundang beberapa tokoh-tokoh besar yang turut berperan dalam dunia media serta dunia kemanusiaan guys. Ya, ini juga menurut gue menjadi salah satu penyemangat untuk mengikuti seminar di kala rasa hati di diri ingin beristirahat dirumah. Dan memang, gue sendiri cukup excited untuk melihat para tokoh tersebut secara langsung. Lho, kok excited? Lahh iya dong, wong melihat mereka aja biasanya cuman di televisi hahaha..

Untuk tokoh yang pertama sendiri ada Bapak Moeldoko. Siapa yang tak kenal dengan beliau? Tentu kalian sudah mengenalinya bukan? Seorang mantan Panglima TNI yang sekarang menjabat sebagai  Kepala Staf Kepresidenan RI ini menjadi sosok pembicara pertama yang menyampaikan pesan di panggung acara. Pak Moeldoko sendiri memberikan beberapa informasi dimana peran pemerintah dalam media serta upaya apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam menanggulangi hoax yang sekarang cukup masif di kalangan masyarakat. Selain itu, Pak Moeldoko juga memberikan informasi mengenai tantangan apa kedepannya bagi Indonesia yang akan menuju ke era industri 4.0 guys.

Selain Pak Moeldoko, ada juga tokoh yang tak kalah pentingnya di dalam seminar ini. Selanjutnya ada Pak Rudiantara selaku Menteri Komunikasi dan Informatika RI. Tentu sebagai sosok dimana yang mengurus segala hal tentang media, jaringan komunikasi, bahkan internet yang ada di Indonesia ini, beliau juga memberikan beberapa pesan dimana pentingnya peran media dalam menyampaikan berita informasi guys. Pak Rudiantara juga memberikan himbauan dalam seminar ini agar kita tidak gampang dengan berita bohong a.k.a hoax serta bersama-sama memerangi kumpulan berita hoax tersebut agar dunia informatika kita bisa menjadi lebih sehat dan juga terbebas dari berita bohong.

Nahh, sosok pembicara yang terakhir menurut gue adalah salah satu tokoh yang cukup dikenal di dunia pertelevisian Indonesia serta putri bungsu dari Presiden ke-4 yaitu Pak Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan sebutan Gus Dur. Hayoo tebak siapakah dia? Ya! Mba Inayah Wahid! Untuk di sesi ini sendiri, Mba Inayah lebih condong menceritakan dari sisi kemanusiaan guys. Dengan mengambil contoh dari sisi sang ayah, Mba Inayah juga menceritakan bagaimana kemanusiaan itu juga termasuk dalam cara kita dalam menghormati sesama manusia serta berkawan dengan semua orang tanpa memandang latar belakang mereka (suku, agama, ataupun ras). Dari apa yang disampaikan oleh Mba Inayah, tentu gue sangat.. sangat.. 100% setuju dengan apa yang disampaikan oleh Mba Inayah. Kita harus menghormati semua orang dan hidup secara harmoni tanpa memandang latar belakang dari orang tersebut guys!

Selain ketiga tokoh tadi, ada juga pesan-pesan yang disampaikan oleh beberapa tokoh seperti dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) yaitu KH Said Aqil Siradj dan serta juga ada Bapak Hong Tjhin selaku CEO dari DAAI TV sendiri. Buat gue sendiri, seminar kemain cukup memberikan inspirasi dan juga pandangan buat gue sebagai insan media pada saat ini. Setelah mendengar materi-materi yang disampaikan oleh para tokoh tersebut, gue menyadari kalau media juga turut berperan dalam kehidupan kita dalam aspek kemanusiaan. Selain itu, media juga berperan sangat besar untuk menyebarkan informasi positif yang bisa disampaikan untuk masyarakat luas.

Nahh dari seminar kemarin, gue pun juga berharap agar media-media di Indonesia dapat terbebas dari banyaknya berita bohong atau biasa yang disebut hoax serta media sendiri dapat meberikan nilai-nilai positif bagi kehidupan berbangsa kita. Tentu hidup dengan damai, aman dan juga tenteram di bumi Indonesia menjadi impian kita bukan? Maka dari itu, yukk kita sebarkan kebaikan serta berita positif di media-media Indonesia..

Sunday, September 30, 2018

Kenangan Dan Waktu Kehidupan Yang Terus Berjalan



“Terkadang, aku rindu dengan masa itu..” Ya, itulah apa yang dikatakan oleh Browny di dalam hatinya. Sebut saja nama hewan itu adalah Browny. Ia adalah seekor anjing yang cukup pintar, mempunyai daya bersaing yang cukup tinggi, serta memiliki bentuk fisik seperti bulu dan juga tubuh yang membuatnya elok untuk dipandang. Semua apa yang ia dapati dalam dirinya itu tentu tak lepas dari usahanya untuk bisa mencapai seperti itu. Mulai dari belajar dan berlatih dengan giat serta merawat tubuhnya agar sempurna.

Mempunyai kelebihan tersebut tentunya membuat Browny ingin mengetahui seberapa jauh kemampuan dirinya. Setiap perlombaan-pun ia ikuti. Mulai dari perlombaan kepintaran, ketahanan tubuh, hingga lomba seberapa indah bulu yang dimiliki oleh para hewan. Dan ternyata, hasilnya pun tidak sia-sia. Juara 1 sering ia dapati. Pun jika tidak mendapatkan posisi pertama, dirinya bertengger di posisi kedua ataupun ketiga. Kemenangannya tersebut membuatnya memiliki banyak koleksi berbagai piagam penghargaan dan juga medali-medali dari perlombaan tersebut. Alangkah senangnya ia bisa memenangkan serta mengoleksi penghargaan tersebut. Di usia muda, ia bisa merasakan pencapaian tersebut tentu suatu hal yang membanggakan.

Waktu terus berjalan, Browny pun harus melanjutkan hidupnya karena dirinya bertumbuh semakin dewasa. Memang, hidup tak selamanya di atas ataupun tak selamanya kita bisa menikmati waktu yang kita senangi. Ia pun mulai memasukki dunia kerja. Dunia yang keras dan juga penuh dengan persaingan nyata demi sebuah penyambungan kehidupan. Pagi ke pagi hari, sore berlalu ke sore, ia pun menjalani kehidupan pekerjaannya yang berbeda itu. Ia pun baru merasakan ”oh, inilah yang disebut dunia nyata ya,” katanya.

Seketika, ia melihat sebuah foto dimana dirinya terpampang menjuarai perlombaan saat dirinya masih muda. Wajah penuh dengan senyuman serta menjalani hidup dengan nyaman, berbanding terbalik dengan apa yang ia jalani sekarang. Tentu, semua pribadi akan merasakan suatu hal yang menyentuh hati ketika kehidupan yang dijalaninya berbeda dari apa yang sering dilakukan dulu kala. Browny pun hanya bisa duduk tersadar kalau inilah kehidupan. Di mana waktu akan terus berlanjut, dan dirinya hanya bisa duduk termenung sambil ditemani perasaan kenangan di masa lalu yang menjasi satu-satunya hal yang membuat ia tersenyum dikala menjalani kehidupan nyata sekarang hingga seterusnya...

Well, itulah di atas sepenggal cerita tentang Browny, seekor anjing yang dulunya nyaman menjalani kehidupannya serta bisa mendapatkan pencapaian-pencapaian ketika dirinya masih muda. Tapi, keceriaan itu berubah ketika dirinya memasukki dunia nyata seiring berjalannya waktu sehingga Browny yang ceria telah hilang bak ditelan bumi ataupun seperti hilang ditengah jurang yang dalam. Begitulah sedikit cerita bagaimana gue mendeskripsikan gambar tersebut lewat sebuah narasi kata.

Apakah kalian pernah merasakan hal yang sama? Tentu gue pribadipun merasakan hal yang sama. Setahun sudah berlalu dimana gue menyeleasikan dunia perkuliahan gue secara akademis. Di bulan September juga adalah selain gue bertambah usia, tahun lalu gue juga mengumpulkan hardcover dari skripsi gue yang menandakan diri gue siap untuk diwisuda dan menyandang gelar S.Hum (cerita lengkapnya bisa kalian lihat di sini). Setelahnya, diri gue pun berjuang untuk menghadapi dunia nyata.. Dunia dimana kehidupan itu ada dan setiap manusia berkutat di dalamnya..

Gue merasakan sama persis dengan apa yang digambarkan oleh gambar tersebut. Dulu ketika gue masa kuliah, gue sangat menikmati kehidupan gue. Menjalani hidup dengan semangat, senyuman,hanging out with my best friends, ngerjain tugas bareng-bareng, everything what I do is makes my day so colorful. Hingga suatu impian yang dulunya gue cuman berkata di dalam hati, pada akhirnya bisa gue capai yang tentunya gue sendiri kala itu hampir tidak mempercayainya. Menang juara lomba nasional, lomba internal kampus, nama dipajang di kampus, website kampus, hingga di buku wisuda mahasiswa/i UBM, ahh semua hal itu gue rasakan di akhir-akhir masa kuliah gue. Tentunya menjadi sebuah kenangan yang sangat manis dan terlalu berat untuk dilupakan bukan?

Seiring berjalannya waktu, gue pun harus menyadari ketika gue harus memasukki dunia nyata dan juga bersaing di tengah kehidupan orang-orang pada umumnya. Yup! Dunia kerja! Dimana sebuah pelajaran yang sangat berbeda dari apa yang dipelajari di kampus dan juga pelajaran yang akan terus dipelajari hingga hari tua tiba. Pun juga perasaan dimana dulu gue senang menjalani hidup dalam dunia kampus, sekarang harus berjibaku dalam tempaan dunia nyata lewat pekerjaan. Semuanya seperti 2 perasaan yang berbanding terbalik antara satu dengan yang lainnya. Tak bisa dipungkiri, antara hati, pikiran dan juga tubuh pribadi juga bergejolak karena adanya kenyamanan dalam menjalani hidup..

Ya, itulah hidup dan juga waktu. Dua hal dimana yang akan terus berlanjut dan juga berjalan tanpa henti. Meskipun diri merasa sulit untuk melangkah tetapi sulit untuk dilakukan atau bahkan kita ingin berdiam di masa itu, mereka akan tetap menarik kita untuk melangkah bagaimanapun caranya untuk meninggalkan masa tersebut. Bagaimanapun, sebuah kenangan dalam hidup kita pasti akan kita kenang bersamaan dengan berjalannya waktu tersebut yang akan terus menarik kita menjauh dari kenangan yang dibuat.

Last but not least, that is life and time.. Berjalannya mereka, tentu juga mengajarkan kita untuk bersyukur atas apa yang sudah kita lalui dan juga belajar untuk menikmati sebuah kenangan yang lalu. Biar kata waktu dan hidup terus melangkah, sebuah kenangan yang ada dalam diri kita ini akan tetap di dalam hati kita. Satu kata yang bisa diucapkan adalah terima kasih. Terima kasih untuk kenangan yang selalu ada dan juga menemani kita agar kita bisa tersenyum menjalani waktu kehidupan yang terus berjalan perlahan. Meskipun waktu dan juga kehidupan terus berlanjut, tetapi kenangan akan terus ada dan setia berdiam di dalam diri kita...

What's New?

Kuliah S1 Lagi? Sampai Pilih Jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di UNSIA

 Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Apakah kalian masih semangat untuk belajar atau mempelejari sesuatu? Pastinya kalau yang sudah bekerj...

Popular Post